Perawatan Burung Kepodang Biar Cepat Menjadi Gacor

Burung kepodang berciri khas dengan warna badan secara umum dikuasai kuning di iringi warna hitam.postur sedang dan warna yang sedap di pandang mata mengakibatkan burung kepodang layak kita jadikan burung peliharaan sebagai hiasan di rumah.Namun bukan hanya itu saja,dibalik kecantikannya tersebut burung kepodang juga mempunyai bunyi kicauan yang sangat merdu dan juga berilmu menirukan bunyi burung lain, sehingga sanggup kita jadikan hiburan dan guru vocal burung gacoan kita.

Burung kepodang yang paling aktif dan rajin berkicau ialah kepodang yang berkelamin jantan,jadi apabila kalian ingin memelihara burung kepodang sebaiknya menentukan kepodang yang berkelamin jantan.
Saat ini burung Kepodang merupakan jenis burung yang boleh dikatakan sudah langka,oleh alasannya itu sebagai penggemar burung alangkah baiknya kita sanggup berinisiatif dan mencoba menangkarkan burung kepodang. Hal tersebut ialah cara yang paling utama dalam melestarikan burung di alam ini.

Burung kepodang merupakan burung yang gampang gacor kalau kita rawat dengan baik dan benar.namun begitu sebaliknya kalau kita hanya asal asalan saja dalam merawat burung ini maka jangan berharap burung kepodang akan gacor dengan cara yang instan.
Sebenarnya burung jenis apapun kalau kita menerapkan rujukan perawatan yang yang salah dan kurang baik akan berdampak pada kualitas dan performa burung yang kurang baik.
Pada kesempatan kali ini saya akan memperlihatkan beberapa cara yang saya rasa begitu akurat biar burung kepodang kalian cepat menjadi gacor.
Mari di simak dengan baik klarifikasi di bawah ini...

PERAWATAN BURUNG KEPODANG

*Mandikan burung secara rutin pada ketika pagi hari antara pukul 7  pagi, burung tersebut sanggup dimandikan dengan menggunakan keramba menggunakan wadah yang berukuran besar atau sanggup juga anda semprot menggunakan sepray.
Burung kepodang merupakan burung yang gemar dengan mandi sebagai cara membersihkan badan dan memperindah penampilannya.

*Jangan lupa kandang hariannya juga di bersihkan dari kotoran dan sisa makanan yang jatuh.
Membersihkan kandang di usahakan setiap hari,karna burung kepodang akan gampang stres dan malas mau berkicau jikalau daerah tinggalnya kotor dan berbau tidak sedap.

*Ganti air minum dan makanan berupa buah dengan yang gres secara rutin tiap hari.
Berikan jangkrik 3 ekor dan angin-anginkan sebentar selama 10 menit dan habis itu burung kepodang di lanjut penjemuran.
Penjemuran di usahakan terkena sinar matahari langsung.selama proses penjemuran biarkan burung kepodang berkicau sesuka hatinya.

*Durasi penjemuran usahakan jangan melebihi hingga jam 09.00 pagi,usahakan pindah gantangan sebelum datang jam tersebut.
Banyak meyakini sinar matahari yang banyak mengandung unsur baik mulai jam 06.00 pagi hingga jam 09.00 pagi.

*Jam 09.00 pagi pindah gantangan di daerah yang teduh selama 30 menit namun harus tetap kondusif dari binatang pemangsa yang berbahaya lainnya.

*Jam 09.30 burung kepodang taruh di dalam ruangan kemudian kandang di kerodong.selama proses ini burung kepodang sanggup kalian master dengan bunyi burung paforit kalian dengan volume pelan saja.

*Jam 03.00 sore burung kepodang kembali kalian keluarkan dari dalam ruangan.bisa kalian mandikan kembali atau sanggup kalian sediakan cepuk berisi air yang berukuran besar biar kepodang senantiasa sanggup mandi sendiri kalau ia menginginkannya.

*Kasih pakan EF lagi berupa jangkrik sebanyak 3 ekor atau boleh kalian kasih ulat hongkong sebanyak 5 ekor.
Selanjutnya burung kepodang kalian jemur kembali biar badan merasa hangat di ketika istirahat pada malam hari.

*Jam 05.00 burung kepodang kalian  kerodong dan taruh di dalam ruangan kembali,dan jangan lupa persediaan makanan kalian ambil namun tidak untuk air minum.hal ini bertujuan biar burung sanggup beristirahat dengan nyaman.
Dalam proses ini burung sanggup kalian master kembali dengan bunyi pelan hingga menjelang pagi kembali.

TAMBAHAN PENTING

*Pemberian buah yang berfariasi dan di selang seling pemberiannya sangat berfungsi menciptakan burung kepodang tidak gampang stres dan merasa nyaman.
Misal hari senen dan selasa kalian kasih buah pisang kepok,hari rabu dan kamis kalian kasih buah pepaya,hari jum'at dan sabtu kalian kasih buah apel.
Khusus hari ahad kalian kasih buah yang berbeda dari buah di atas.

*Pemberian kroto segar sangat di anjurkan minimal 2 kali dalam seminggu.
Porsi pertolongan kroto jangan melebihi dari satu sendok makan untuk menghindari OB (over birahi).

*Pemberian multivitamin sebagai penambah stamina dan daya tahan badan juga penting.
Dalan hal ini sebagai antisipasi dari cuaca ektream yang memicu burung gampang terkena penyakit.

*Jika kondisi burung lagi drop maka pemandian dan penjemuran di pangkas.di usahakan dalam kesehariannya burung selalu dalam keadaan di kerodong.

Demikian ulasan singkat mengenai perawatan burung kepodang biar cepat menjadi gacor.
Semoga bermanfaat dan jangan lupa bantu share kepada yang lain.terima kasih.

Perawatan anis merah untuk lomba

PERAWATAN ANIS MERAH UNTUK LOMBA

Anis merah atau punglor merah atau punglor cacing, yang sering juga disebut anis bata atau punglor bata (Zoothera citrina) tak pelak lagi merupakan burung yang sangat populer di antara para penghobi kicauan.

Dengan gaya telernya, anis merah mampu memberi pesona dan daya pikat tinggi.

Habitat

Anis Merah tidak hanya dapat ditemukan di Indonesia, tetapi juga di banyak negara lain, seperti Bangladesh, Bhutan, Cambodia, China, India, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, SriLanka, Thailand, dan Vietnam. Jumlah Anis Merah di seluruh tempat hidupnya diperkirakan tidak mengalami penurunan lebih dari 30% dalam 10 tahun terakhir, sehingga salah satu lembaga pelestari burung internasional (Birdlife international) masih merekomendasikan burung ini dicatat dengan status belum terancam punah (Least Concern) pada daftar burung-burung terancam punah di seluruh dunia (IUCN Red List) tahun 2008.

Meski demikian, jumlah Anis Merah di Jawa diperkirakan telah menurun dengan sangat tajam akibat maraknya penjaringan burung untuk dijual sebagai burung peliharaan (http://www.reference.com/browse/all/Orange-headed).

Sementara itu di seluruh daratan asia tenggara jumlahnya dikhawatirkan akan terus menurun akibat semakin sedikitnya daerah berpohon.

Secara internasional, anis merah pertama kali dideskripsikan atau diberi nama ilmiah oleh John Latham pada tahun 1790 dengan nama Turdus citrinus. Perbedaan kenampakan Anis Merah yang terdapat di berbagai tempat membuat para ahli burung membedakan jenis ini menjadi beberapa ras, namun Rasmussen dan Anderton (2005) menyatakan bahwa terdapat kemungkinan adanya beberapa jenis dalam 12 ras.

Di Indonesia, anis merah terdapat di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Di Sumatra diperkirakan merupakan pendatang (migran) dari daratan Asia dan kemungkinan terdapat dua ras yaitu ras Zoothera citrina innotata dan ras Zoothera citrina gibsonhilli. Di Kalimantan bagian utara merupakan burung penetap di daerah pegunungan, antara 1000 – 1500 meter di atas permukaan laut dan hanya diketahui dari sedikit catatan di G.Kinabalu dan Trus Madi yang merupakan ras Zoothera citrina aurata. Di Jawa dan Bali dapat ditemukan sampai ketinggian 1500 meter diatas permukaan laut. Ras yang terdapat di Jawa bagian barat adalah

Zoothera citrina rubecula

Zoothera citrina rubeculadan yang ada di Jawa bagian timur dan Bali adalah Zoothera citrina orientis. Kedua ras ini hanya dibedakan dari panjang sayapnya. Penamaan ras Zoothera citrina rubecula dilakukan oleh Gould pada tahun 1836, sementara itu nama ras Zoothera citrina orientis diberikan oleh Bartels Jr. pada tahun 1938. Beberapa ahli burung meragukan perbedaan ras anis merah yang terdapat di Jawa bagian barat dengan Jawa bagian timur dan Bali ini.

Anis merah mencari makan di atas tanah dengan tanaman bawah pohon yang rapat. Sangat aktif mencari makan di bawah bayang-bayang sinar matahari dengan membongkar-bongkar seresah dedaunan untuk mencari serangga, laba-laba, cacing dan buah-buahan yang telah jatuh di tanah. Di Malaysia, anis merah sering teramati memakan buah beringin.

Sarang anis merah berbentuk seperti mangkuk yang dangkal dan tersusun dari akar pohon, daun, dan seresah. Kedua induk aktif membangun sarang yang seringkali dibangun pada ketinggian lebih dari 4,5 meter dan diletakkan pada pohon kecil atau semak. Telur sebanyak dua sampai empat, seringkali tiga, dierami selama 13-14 hari sampai menetas. Setelah menetas, anak dirawat sekitar 12 hari sampai dapat keluar dari sarang. (http://www.reference.com/browse/all/Orange-headed). Terry Gonsolvis (seorang penangkar di Bristol, Inggris) telah berhasil menangkarkan anis merah dari ras Zoothera citrina cyanotus. Arkum (seorang penangkar di Depok, Bogor) telah berhasil menangkarkan anis merah dengan menitipkan telurnya pada burung anis kembang

Anis Merah di Bali

Saat ini anis merah merupakan salah satu jenis burung yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat di Indonesia. Menurut hasil penelitian tim peneliti dari BURUNG INDONESIA, anis merah menempati urutan ketiga dari jenis-jenis burung yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2006 melalui wawancara terhadap 1781 keluarga.

Popularitas anis merah sebagai burung peliharaan tidak lepas dari maraknya lomba burung berkicau yang saat ini diselenggarakan minimal setiap satu bulan sekali dan latihan bersama (latber) yang diselenggarakan minimal setiap satu minggu sekali di setiap kota. Selain volume, variasi, dan irama suara, perilaku “teler” merupakan salah satu faktor utama yang dinilai dalam lomba burung.

Persebaran dan tempat hidup

Secara administratif, berdasarkan informasi dari berbagai sumber, survey cepat dan wawancara tidak terstruktur yang dilakukan selama 10 hari berkeliling Bali, anis merah dapat ditemukan di empat kabupaten yaitu Jembrana, Buleleng, Tabanan, dan Karangasem.

Anis merah sering terlihat di kebun-kebun kopi dan hutan (alas gedhe) yang berada di dekat aliran sungai, termasuk sungai-sungai kecil dan di lembah-lembah yang jarang terkena sinar matahari langsung. Meski demikian tidak di semua kebun kopi dan tidak di semua hutan terdapat sarang anis merah.

Di beberapa daerah seperti Labuanaji, Telage, Kekeran, dan Pelapuan yang juga terdapat sedikit perkebunan kopi dan di areal berhutan disebelah barat daya Penataranbujak tidak ditemukan sarang anis merah. Satu kesamaan yang dimiliki daerah-daerah ini adalah terletak pada ketinggian kurang dari 400 meter di atas permukaan laut.

Karena anis merah adalah burung monomorfik, maka perbedaan jantan dan betina tidak bisa dibedakan dengan melihat ciri-ciri fisik yang terlihat.

Banyak “mitos” yang menyebutkan ciri fisik tertentu adalah menandakan jenis kelamin anis merah. Namun sesungguhnya sangat sulit menentukan jenis kelamin anis merah dewasa hanya berdasar pengamatan.

Meski demikian ada patokan yang sering digunakan orang untuk memilihnya meski tidak akurat 100%. Misalnya, anis merah jantan memiliki warna merah yang lebih terang dan tajam ketimbang anis merah betina. demikian pula dengan warna hitamnya lebih legam.

Ada juga cara menentukan jenis kelamin anis merah dengan meraba kloaka untuk mengetahui kerapatan tulang supitnya. Jika rapat dan terasa runcing, jantan. Jika agak lebar dan lembek, betina.

Sementara perbedaan lain bisa dilihat dari perilakunya. Anis merah jantan akan terluhat mendongak-dongakkan kepala jika bertemu anis merah lain. Sedangkan anis merah betina tidak menunjukkan perilaku demikian. Kalau anis merah betina sedang birahi, maka jika bertemu anis merah jantan yang sedang bernyanyi atau teler, dia akan mengetar-getarkan sayap dan mendongak sembari bersiul ciiirrr….


Memilih anis merah

Karena sulitnya memilih anis merah jantan dan betina bakalan, maka jika memilih anis merah bakalan kita perlu menambah budget pembelian. Datanglah ke pedagang burung yang sudah mapan di pasar manapun atau kepada pengepul. Pedagang atau pengepul yang sudah mapan tidak akan mengambil risiko kehilangan pelanggan yang mau mengeluarkan uang lebih.

Sementara itu untuk patokan secara umum dalam meilih anis merah adalah sebagai berikut:

Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Anis Merah berjenis kelamin jantan dapat dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna lebih gelap, warna bulu dibawah paruh bagian bawah lebih pudar, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.

    Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan burung Anis Merah yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
    Postur badan, pilihlah bahan Anis Merah yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
    Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat.
    Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
    Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
    Berdiri pada posisi kepala mendangak 45 derajat. Boleh percaya boleh tidak, apabila anda mendapatkan bahan yang seperti ini, dijamin umur 7 bulan sudah ngerol dan mulai teler.


Cara perawatan

-Tempat: Anis merah bisa dipelihara dengan sangkar bulat maupun kotak ukuran 40 x 40 x 60 cm atau bisa juga bulat dengan diameter 30 cm. Sementara tenggeran atau pangkringan bisa dibuat dengan diameter 1,5 cm, dengan bahan cabang kayu asam yang keras, permukaan kulit yang agak kasar sehingga bisa untuk mengasah paruh agar tidak runcing. Untuk perawatan harian, anis merah tidak perlu dikerodng dan hanya dikeorodng malam hari agar tidak kedinginan.

– Pakan: Hal utama yang perlu diperhatikan dalam hal pakan adalah menu yang variatif sehingga kecukupan nutrisi, vitamin dan mineralnya. Pakan yang bagus, selain lengkap nutrisinya seperti protein, karbohidrat, juga lengkap vitaminnya seperti vitamin A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3. Selain itu, perlu pula mengandung zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D

Di samping vitamin, perlu juga kecukupan mineral. Mineral dibutuhkan dalam pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi sistem pembuluh darah jantung dan lain-lain. Seperti vitamin, mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan.

Yang termasuk mineral yang diperlukan burung anis merah adalah Calcium, Phosphor, Iron, Manganase, Iodium, Cuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium Chlorin dan Kalium.

Makanan yang sesuai untuk burung anis merah

    Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Anis Merah. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
    Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
    EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Anis Merah yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.
 

REFERENSI TENTANG PERAWATAN BURUNG SECARA UMUM BISA DILIHAT DI SINI

Perawatan dan setelan harian burung anis merahPerawatan harian untuk burung Anis Merah relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.

Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Anis Merah:

Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).

    Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
    Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
    Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
    Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
    Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
    Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
    Berikan Jangkrik 1 ekor pada cepuk EF.
    Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.

Penting

    Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
    Pemberian Cacing diberikan 2 ekor 1x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi.
    Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum’at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
    Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali.

Penanganan burung anis merah over birahi

    Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore.
    Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00).
    Berikan Cacing 1 ekor 2x seminggu.
    Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
    Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.
    Burung sebaiknya diisolasi, jangan melihat dan mendengar suara burung Anis Merah lain dahulu untuk sementara waktu.

Penanganan burung anis merah ngedrop

    Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 3 pagi dan 3 sore.
    Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu.
    Tingkatkan porsi pemberian Cacing menjadi 2 ekor 3x seminggu.
    Mandi dibuat 2 hari sekali saja.
    Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Anis Merah lain dahulu.
    Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.


   PENANGANAN ANIS MERAH UNTUK LOMBA
    Perawatan dan setelan burung anis merah untuk lombaPerawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Anis Merah:
        H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 2 ekor pagi dan 2 ekor sore.
        H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
        1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 1 ekor saja.
        Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.

    Penting
        Jangan memberikan Ulat Hongkong dalam menggenjot birahi pada burung Anis Merah. karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat meningkat dan menjadi tidak stabil.
        Sebaiknya, Joki lapangan adalah orang yang tidak pernah terlibat di dalam perawatan harian pada burung Anis Merah tersebut.

    Perawatan setelan burung anis merah pasca lomba

    Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.

    Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung Anis Merah:
        Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
        Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
        Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

   Perawatan dan setelan anis merah mabung

    Masa mabung (moulting) merupakan masa yang sangat menuntut perhatian penghobi burung. Bulu yang hilang dan digantikan selama masa mabung atau meranggas ini menyerap 25% dari total protein yang ada di dalam tubuh burung. Inilah mengapa selama masa mabung perlu ditambahkan juga protein sebesar seperempat total protein dalam tubuh burung.

    Bulu-bulu dan selongsong bulu terdiri atas lebih dari 90% protein, khususnya protein yang disebut keratins. Protein bulu berbeda dengan protein pada tubuh dan telur serta memerlukan jumlah proporsional yang berbeda atas asam amino (pembangun sel atau blok protein). Burung harus mengonsumsi makanan dengan kandungan asam amino jenis ini kemudian menyerap dan disimpan sebagai protein (keratin) khusus bagi keperluan pertumbuhan bulu. Proses ini sangat penting bagi burung dan tubuh burung harus bekerja ekstra untuk mendapatkan gizi yang cukup untuk membentuk bulu secara sempurna.

    Ketika burung mabung, mereka juga memerlukan energi yang besar untuk memproduksi bulu baru. Keperluan energi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein, menyebabkan burung harus mengonsumsi lebih banyak makanan selama meranggas untuk dapat mempertahankan pertumbuhan bulu baru. Untuk diketahui saja, energi yang diperlukan burung selama masa mabung sebesar dua setengah kali lebih banyak ketimbang burung yang sedang memproduksi telur (lihat misalnya penjelasan pada “Moulting in Bird” di situs vetafarm.com yang menjadi referensi utama untuk tulisan mengenai masalah mabung ini).

    Faktor-faktor yang berpengaruh pada masa mabung tidak bisa sepenuhnya dipahami, karena sangat kompleks. Umur burung, musim saat mabung, cuaca harian, kadar hormon dan siklus perkembangbiakan, semua menjadi faktor penentu bagi keberhasilan atau kegagalan burung melewati masa mabung.

    Hal yang paling utama untuk diingat adalah bahwa pada saat burung mabung, Anda harus memberikan suplai pakan yang cukup sehingga mereka bisa mengembangkan bulu-bulu sesempurna mungkin.

    Untuk menyediakan protein yang diperlukan untuk peningkatan produksi bulu, Anda harus meningkatkan asam amino yang mengandung sulfur seperti metionin dan sistin. Protein seperti itu bisa ditemukan di dalam daging hewan. Daging dapat diberikan kepada kebanyakan burung yang sedang mabung dalam jumlah kecil plus pemberian suplemen makanan yang baik. Suplemen multivitamin dan multimineral yang baik seharusnya mengandung berbagai vitamin dan mineral serta asam amino untuk memungkinkan tumbuhnya bulu secara normal.

    Meskipun pada umumnya mabung berjalan normal, ada beberapa hal yang sering mengganggu masa mabung burung, khususnya tumbuhnya bulu yang tidak merata atau bahkan ada bulu yang tidak rontok (sekadar nyulam).

    Penggangu tersebut antara lain:

    * Penyakit – Penyakit yang disebabkan virus circovirus (Beak and Feather Disease) dan virus polyoma adalah penyakit paling umum yang menyebabkan burung kesulitan memproduksi bulu. Psittacosis kronis, gangguan parasit dan infeksi bakteri pada usus dapat pula menyebabkan bulu burung sulit tumbuh.

    * Gizi buruk – Sebagaimana digambarkan di atas, persyaratan untuk berlangsungnya produksi bulu secara normal memang sangat banyak, dan karenanya makanan yang kurang gizi bisa menyebabkan tumbuhnya bulu yang tidak berkualitas (mudah patah, mudah kusam, melintir/ keriting dan sebagainya).

    * Kimiawi – penggunaan bahan kimiawi sering menyebabkan bulu tumbuh tidak sempurna atau bahkan merusak bulu. Salah satu contohnya adalah zat pembasmi cacing pada merpati yang dikenal sebagai Mebendazole. Bahan kimia ini akan menyebabkan bulu burung melintir jika diberikan semasa burung mabung.

    * Stres – Hal ini terjadi terutama untuk burung yang disuapi/loloh dengan tangan manusia. Tangan manusia menyebabkan bulu baru tidak bisa berkembang sempurna dan sebagainya.

    Apa yang perlu Anda lakukan agar burung dapat memiliki bulu baru sebaik mungkin?

    Pertama-tama menyingkirkan segala cacing, kutu, mikroba pengganggu dan parasit lainnya.

    Kedua, pastikan tidak satu pun dari burung Anda menjadi pembawa virus bibit penyakit, misalnya Polyoma.

    Ketiga, berikan gizi yang cukup selama burung meranggas/mabung dengan pakan yang bagus. Hanya saja perlu diingat bahwa pakan yang bagus bukan berarti pakan yang banyak, sebab terlalu banyak pakan yang hanya mengandung karbohidrat misalnya, hanya akan membuat burung kekurangan gizi meski secara fisik terlihat gemuk.

    Jika Anda telah melakukan semua hal di atas dan masih mengalami masalah dengan kualitas bulu Anda perlu berbicara dengan dokter hewan khusus burung.

    Cara Smart menggunakan BirdVit

    Dalam kaitan dengan persoalan mabung inilah disarankan kepada penghobi burung untuk memberikan burung asupan tambahan, misalnya BirdMolting atau juga BirdVit untuk burung yang sedang mabung. Cara ini lebih smart” sebab BirdVit adalah multivitamin dan multimineral yang sangat diperlukan burung selama masa mabung.

    BirdVit mengandung hampir semua vitamin dan mineral yang diperlukan burung, seperti:
        Vitamin utama, yakni A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3.
        Zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D Pantothenate.
        Mineral utama seperti potasium chlorida, sodium chlorida, magnesium sulfate, mangan sulfate, iron sulfate, zinc sulfate, copper sulfate dan cobalt sulfate.

    Dengan demikian, selama kita menggunakan BirdVit untuk menangani burung mabung, maka kita cukup memberikan porsi pakan seperti sediakala tanpa khawatir burung kekurangan “energi masa mabung”. Sebab, memang benar energi yang diperlukan burung ketika mabung bukanlah energi yang hanya akan mengumpul menjadi lemak tetapi energi untuk pertumbuhan bulu seperti asam amino yang mengandung sulfur seperti metionin dan sistin.

    Anis merah bermasalah

    Untuk burung-burung yang sangat bermasalah misalnya bulu mudah patah atau burung sakit-sakitan seusai masa mabung, biasanya dikarenakan asupan mineralnya yang kurang. Selain digunakan BirdVit, Anda bisa menyertakan pula BirdMineral.

    Apa beda BirdMineral dan BirdVit?

    Untuk diketahui, ada mineral dan vitamin tertentu yang tidak efektif jika digunakan bersamaan. Akan saling melemahkan. Karena keduanya sama-sama dibutuhkan burung dalam jumlah yang proporsional, maka mineral dan vitamin tertentu hanya bisa dicampur dengan komposisi dan volume tertentu.

    Seperti diketahui di dalam BirdVit ada sejumlah mineral yang sangat diperlukan burung. Namun kandungan mineral di dalam BirdVit tidak sebesar di dalam BirdMineral karena selain sebagai penjaga vitalitas burung, BirdMineral juga bersifat mengcover atau mengobati.

    Pola perawatan anis merah masa mabung:
        Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
        Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari atau kalau untuk penanganan ekstrim burung mabung, bisa dilakukan perawatan ekstem mabung.
        Jika Anda tidak menggunakan BirdVit atau BirdMineral, pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: stelan jangkrik dibuat 4 ekor pagi dan 4 ekor sore, kroto 1 sendok makan setiap pagi dan cacing 2 ekor 3x seminggu
        Meski tidak menggunakan BirdVit dan/atau BirdMineral, pemberian multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu sangat perlu.
        Jika Anda tidak menggunakan BirdVit, perlu perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Di samping itu buah pepaya banyak mengandung vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.

    Lakukan pemasteran

    Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.
    .
    +Penangkaran Anis Merah:
    Penangkaran anis merah di rumahan belum banyak dilakukan. Namun demikian, ada pula yang sudah berhasil. Namun di habitat aseli anis merah di Bali, sudah sejak lama dilakukan penangkaran alam anis merah. Untuk referensi masalah ini bisa dibaca di dalam artikel “Penangkaran Alam Anis Merah di Bali”.

PROBLEM UTAMA ANIS MERAH
1. Suka ngecir
2. Mabung lama
3. Gampang rontok bulu
4. Galak
5. Teler tidak tuntas
6. Turun tangkringan bila ketemu majikannya
7. Nyekukruk tidak semangat
8. Tidak juga segera teler

1. Suka ngecir
Jantan betina anakan anis merah suka ngecir. Jantan anis merah dewasa ngecir pertanda burung tidak fit. Betina dewasa ngecir tanda birahi. Untuk membuat fit, pastikan kecukupan asupan nutrisi, vitamin, mineral dan bebas parasit. Baik parasit di luar tubuh maupun di dalam tubuh. Pastikan kecukupan jemurnya untuk hilangkan parasit dan kecukupan vitamin D.
JIka masih bermasalah dalam asupan pakan dan vitamin,

2. Mabung lama
Pertumbuhan bulu baru lambat. Burung perlu energi tinggi untuk mabung, tetapi bukan dalam bentuk karbohidrat. Penambahan pakan masa mabung yang hanya berupa karbohidrat, hanya membuat burung gemuk tetapi bulu tidak juga tumbuh. Untuk masa pertumbuhan bulu ini diperlukan asam amino yang mengandung sulfur seperti metionin dan sistin.

3. Gampang mabung/rotok.
Penyebabnya antara lain (1) Makanan mengandung lemak dan/atau kalori tinggi sehingga membuka pori-pori kulit; (2) Bulu belum kuat sudah banyak diadu/ditrek; (3) Selama masa mabung tidak mendapat asupan nutrisi yang baik, terutama mineral. Untuk masalah asupan mineral, bisa gunakan Bird Mineral selama masa mabung atau pasca mabung (ketika mulai terlihat tanda rontok padahal baru saja tuntas mabung).

4. Galak/ birahi tidak terukur: Bisa dikurangi dengan cara banyak mandi, berikan cacing, atau lakukan tips menurunkan birahi anis merah secara cepat.

5. Teler tidak tuntas. Penyebabnya adakah adanya gangguan parasit, terutama air sac mite, yakni tungau kantung udara yang kasat mata. Burung sepertinya tidak kutuan, tetapi sesungguhnya membawa tungau di kantung udaranya. Bisa diatasi dengan penyemnprotan Fresh Aves dibarengi pengolesan BirdFresh.

6. Nyekukruk tidak semangat, biasanya dikarenakan cacingan. Atasi dengan AscariStop.

7. Turun tangkringan bila ketemu tuannya: Jangan dibiasakan memberi pakan langsung dari tangan. Jangan suka menggoda burung. Pakai kacamata atau asesoris lain sehingga burung “tidak mengenali” Anda ketika di arena loimba.

8. Tidak juga segera teler biasanya disebabkan burung masih terlalu muda, kurang cas sehingga masih juga galak naik turun tangkringan ketika digantang, dan hal utama adalah burung tidak fit. Perlama masa cas/ ditemukan bareng-bareng anis merah lainnya, pastikan burung fit dengan menggunakan produk rawatan harian
selamat mencoba

Cara Berternak Burung Anis Merah

Cara berternak Burung Anis Merah 


 Hasil gambar untuk cara beternak anis merah Cara berternak Burung Anis Merah
Umum
Anis merah atau punglor merah atau punglor cacing, yang sering juga disebut anis bata atau punglor bata (Zoothera citrina) tak pelak lagi merupakan burung yang sangat terkenal di antara para penghobi kicauan.
Dengan gaya telernya, anis merah bisa memberi pesona dan daya pikat tinggi.
.
+Habitat
Anis Merah tidak hanya sanggup ditemukan di Indonesia, tetapi juga di banyak negara lain, menyerupai Bangladesh, Bhutan, Cambodia, China, India, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, SriLanka, Thailand, dan Vietnam. Jumlah Anis Merah di seluruh tempat hidupnya diperkirakan tidak mengalami penurunan lebih dari 30% dalam 10 tahun terakhir, sehingga salah satu forum pelestari burung internasional (Birdlife international) masih merekomendasikan burung ini dicatat dengan status belum terancam punah (Least Concern) pada daftar burung-burung terancam punah di seluruh dunia (IUCN Red List) tahun 2008.
Meski demikian, jumlah Anis Merah di Jawa diperkirakan telah menurun dengan sangat tajam akhir maraknya penjaringan burung untuk dijual sebagai burung peliharaan (http://www.reference.com/browse/all/Orange-headed).
Sementara itu di seluruh daratan asia tenggara jumlahnya dikhawatirkan akan terus menurun akhir semakin sedikitnya tempat berpohon.
Secara internasional, anis merah pertama kali dideskripsikan atau diberi nama ilmiah oleh John Latham pada tahun 1790 dengan nama Turdus citrinus. Perbedaan kenampakan Anis Merah yang terdapat di aneka macam tempat menciptakan para mahir burung membedakan jenis ini menjadi beberapa ras, namun Rasmussen dan Anderton (2005) menyatakan bahwa terdapat kemungkinan adanya beberapa jenis dalam 12 ras.
Di Indonesia, anis merah terdapat di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Di Sumatra diperkirakan merupakan pendatang (migran) dari daratan Asia dan kemungkinan terdapat dua ras yaitu ras Zoothera citrina innotata dan ras Zoothera citrina gibsonhilli. Di Kalimantan kepingan utara merupakan burung penetap di tempat pegunungan, antara 1000 – 1500 meter di atas permukaan maritim dan hanya diketahui dari sedikit catatan di G.Kinabalu dan Trus Madi yang merupakan ras Zoothera citrina aurata. Di Jawa dan Bali sanggup ditemukan hingga ketinggian 1500 meter diatas permukaan laut. Ras yang terdapat di Jawa kepingan barat adalah
Zoothera citrina rubecula
Zoothera citrina rubeculadan yang ada di Jawa kepingan timur dan Bali ialah Zoothera citrina orientis. Kedua ras ini hanya dibedakan dari panjang sayapnya. Penamaan ras Zoothera citrina rubecula dilakukan oleh Gould pada tahun 1836, sementara itu nama ras Zoothera citrina orientis diberikan oleh Bartels Jr. pada tahun 1938. Beberapa mahir burung mencurigai perbedaan ras anis merah yang terdapat di Jawa kepingan barat dengan Jawa kepingan timur dan Bali ini.
Anis merah mencari makan di atas tanah dengan tumbuhan bawah pohon yang rapat. Sangat aktif mencari makan di bawah bayang-bayang sinar matahari dengan membongkar-bongkar seresah dedaunan untuk mencari serangga, laba-laba, cacing dan buah-buahan yang telah jatuh di tanah. Di Malaysia, anis merah sering teramati memakan buah beringin.
Sarang anis merah berbentuk menyerupai mangkuk yang dangkal dan tersusun dari akar pohon, daun, dan seresah. Kedua induk aktif membangun sarang yang seringkali dibangun pada ketinggian lebih dari 4,5 meter dan diletakkan pada pohon kecil atau semak. Telur sebanyak dua hingga empat, seringkali tiga, dierami selama 13-14 hari hingga menetas. Setelah menetas, anak dirawat sekitar 12 hari hingga sanggup keluar dari sarang. (http://www.reference.com/browse/all/Orange-headed). Terry Gonsolvis (seorang penangkar di Bristol, Inggris) telah berhasil menangkarkan anis merah dari ras Zoothera citrina cyanotus. Arkum (seorang penangkar di Depok, Bogor) telah berhasil menangkarkan anis merah dengan menitipkan telurnya pada burung anis kembang (http://www.kicaumania.or.id)
.
Kembali ke MENU ARTIKEL
.
+Anis Merah di Bali
Saat ini anis merah merupakan salah satu jenis burung yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat di Indonesia. Menurut hasil penelitian tim peneliti dari BURUNG INDONESIA, anis merah menempati urutan ketiga dari jenis-jenis burung yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2006 melalui wawancara terhadap 1781 keluarga.
Popularitas anis merah sebagai burung peliharaan tidak lepas dari maraknya lomba burung berkicau yang ketika ini diselenggarakan minimal setiap satu bulan sekali dan latihan bersama (latber) yang diselenggarakan minimal setiap satu ahad sekali di setiap kota. Selain volume, variasi, dan irama suara, sikap “teler” merupakan salah satu faktor utama yang dinilai dalam lomba burung.
Persebaran dan tempat hidup
Secara administratif, menurut informasi dari aneka macam sumber, survey cepat dan wawancara tidak terstruktur yang dilakukan selama 10 hari berkeliling Bali, anis merah sanggup ditemukan di empat kabupaten yaitu Jembrana, Buleleng, Tabanan, dan Karangasem.
Anis merah sering terlihat di kebun-kebun kopi dan hutan (alas gedhe) yang berada di akrab fatwa sungai, termasuk sungai-sungai kecil dan di lembah-lembah yang jarang terkena sinar matahari langsung. Meski demikian tidak di semua kebun kopi dan tidak di semua hutan terdapat sarang anis merah.
Di beberapa tempat menyerupai Labuanaji, Telage, Kekeran, dan Pelapuan yang juga terdapat sedikit perkebunan kopi dan di areal berhutan disebelah barat daya Penataranbujak tidak ditemukan sarang anis merah. Satu kesamaan yang dimiliki daerah-daerah ini ialah terletak pada ketinggian kurang dari 400 meter di atas permukaan laut.
Kembali ke MENU ARTIKEL
.
+Ciri jantan dan betina
Karena anis merah ialah burung monomorfik, maka perbedaan jantan dan betina tidak bisa dibedakan dengan melihat ciri-ciri fisik yang terlihat.
Banyak “mitos” yang menyebutkan ciri fisik tertentu ialah menandakan jenis kelamin anis merah. Namun sesungguhnya sangat sulit menentukan jenis kelamin anis merah cukup umur hanya berdasar pengamatan.
Meski demikian ada patokan yang sering dipakai orang untuk memilihnya meski tidak akurat 100%. Misalnya, anis merah jantan mempunyai warna merah yang lebih terang dan tajam ketimbang anis merah betina. demikian pula dengan warna hitamnya lebih legam.
Ada juga cara menentukan jenis kelamin anis merah dengan meraba kloaka untuk mengetahui kerapatan tulang supitnya. Jika rapat dan terasa runcing, jantan. Jika agak lebar dan lembek, betina.
Sementara perbedaan lain bisa dilihat dari perilakunya. Anis merah jantan akan terluhat mendongak-dongakkan kepala jikalau bertemu anis merah lain. Sedangkan anis merah betina tidak memperlihatkan sikap demikian. Kalau anis merah betina sedang birahi, maka jikalau bertemu anis merah jantan yang sedang bernyanyi atau teler, beliau akan mengetar-getarkan sayap dan mendongak sembari bersiul ciiirrr….
Kembali ke MENU ARTIKEL
.
+Memilih anis merah
Karena sulitnya menentukan anis merah jantan dan betina bakalan, maka jikalau menentukan anis merah bakalan kita perlu menambah budget pembelian. Datanglah ke pedagang burung yang sudah mapan di pasar manapun atau kepada pengepul. Pedagang atau pengepul yang sudah mapan tidak akan mengambil risiko kehilangan pelanggan yang mau mengeluarkan uang lebih.
Sementara itu untuk patokan secara umum dalam meilih anis merah ialah sebagai berikut:
Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Anis Merah berjenis kelamin jantan sanggup dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna lebih gelap, warna bulu dibawah paruh kepingan bawah lebih pudar, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh kepingan bawah harus lurus. Jangan menentukan materi burung Anis Merah yang mempunyai paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  • Postur badan, pilihlah materi Anis Merah yang berpostur sedang dengan panjang leher, tubuh dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan menentukan materi yang berleher dan berbadan pendek.
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan materi tersebut sehat.
  • Warna kaki tidak besar lengan berkuasa terhadap mental burung.
  • Lincah dan kasar makan besar. Ini merupakan ciri-ciri materi yang bermental baik.
  • Berdiri pada posisi kepala mendangak 45 derajat. Boleh percaya boleh tidak, apabila anda mendapat materi yang menyerupai ini, dijamin umur 7 bulan sudah ngerol dan mulai teler.
Kembali ke MENU ARTIKEL
.
+Cara perawatan
-Tempat: Anis merah bisa dipelihara dengan sangkar lingkaran maupun kotak ukuran 40 x 40 x 60 cm atau bisa juga lingkaran dengan diameter 30 cm. Sementara tenggeran atau pangkringan bisa dibentuk dengan diameter 1,5 cm, dengan materi cabang kayu asam yang keras, permukaan kulit yang agak kasar sehingga bisa untuk mengasah paruh biar tidak runcing. Untuk perawatan harian, anis merah tidak perlu dikerodng dan hanya dikeorodng malam hari biar tidak kedinginan.
Pakan: Hal utama yang perlu diperhatikan dalam hal pakan ialah sajian yang variatif sehingga kecukupan nutrisi, vitamin dan mineralnya. Pakan yang bagus, selain lengkap nutrisinya menyerupai protein, karbohidrat, juga lengkap vitaminnya menyerupai vitamin A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3. Selain itu, perlu pula mengandung zat esensial menyerupai D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya ialah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D
Di samping vitamin, perlu juga kecukupan mineral. Mineral dibutuhkan dalam pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi sistem pembuluh darah jantung dan lain-lain. Seperti vitamin, mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melaksanakan fungsinya menyerupai memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan.
Yang termasuk mineral yang diharapkan burung anis merah ialah Calcium, Phosphor, Iron, Manganase, Iodium, Cuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium Chlorin dan Kalium.
Makanan yang sesuai untuk burung anis merah
  • Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Anis Merah. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang gres setiap dua hari sekali.
  • Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pinjaman buah Pepaya, lantaran buah Pepaya mengandung vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat gampang dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
  • EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Anis Merah yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu diubahsuaikan dengan abjad pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan niscaya dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.
  • Kembali ke MENU ARTIKEL
REFERENSI TENTANG PERAWATAN BURUNG SECARA UMUM BISA DILIHAT DI SINI
Perawatan dan setelan harian burung anis merahPerawatan harian untuk burung Anis Merah relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.
Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Anis Merah:
Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  • Bersihkan sangkar harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
  • Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memperlihatkan Jangkrik secara eksklusif pada burung.
  • Penjemuran sanggup dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  • Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, kemudian sangkar dikerodong.
  • Siang hari hingga sore (jam 10.00-15.00) burung sanggup di Master dengan bunyi Master atau burung-burung Master.
  • Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  • Berikan Jangkrik 1 ekor pada cepuk EF.
  • Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan bunyi Master selama masa istirahat hingga pagi harinya.
Penting
  • Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
  • Pemberian Cacing diberikan 2 ekor 1x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi.
  • Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin hingga hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum’at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
  • Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali.
Penanganan burung anis merah over birahi
  • Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore.
  • Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00).
  • Berikan Cacing 1 ekor 2x seminggu.
  • Frekuensi mandi dibentuk lebih sering, contohnya pagi-siang dan sore.
  • Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.
  • Burung sebaiknya diisolasi, jangan melihat dan mendengar bunyi burung Anis Merah lain dahulu untuk sementara waktu.
Penanganan burung anis merah ngedrop
  • Tingkatkan porsi pinjaman Jangkrik menjadi 3 pagi dan 3 sore.
  • Tingkatkan porsi pinjaman Kroto menjadi 3x seminggu.
  • Tingkatkan porsi pinjaman Cacing menjadi 2 ekor 3x seminggu.
  • Mandi dibentuk 2 hari sekali saja.
  • Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Anis Merah lain dahulu.
  • Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.
  • Kembali ke MENU ARTIKEL
.
  • +PENANGANAN ANIS MERAH UNTUK LOMBA
  • Perawatan dan setelan burung anis merah untuk lombaPerawatan lomba gotong royong tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung biar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan mempunyai stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik abjad dasar masing-masing burung.Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Anis Merah:
    • H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 2 ekor pagi dan 2 ekor sore.
    • H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
    • 1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 1 ekor saja.
    • Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.
    Penting
    • Jangan memperlihatkan Ulat Hongkong dalam menggenjot birahi pada burung Anis Merah. lantaran sanggup menciptakan birahi burung tersebut menjadi sangat meningkat dan menjadi tidak stabil.
    • Sebaiknya, Joki lapangan ialah orang yang tidak pernah terlibat di dalam perawatan harian pada burung Anis Merah tersebut.
    Perawatan setelan burung anis merah pasca lomba
    Perawatan pasca lomba gotong royong berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.
    Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung Anis Merah:
    • Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
    • Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 sehabis Lomba.
    • Sampai H+3 sehabis Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.
    .
    +Perawatan dan setelan anis merah mabung
    Masa mabung (moulting) merupakan masa yang sangat menuntut perhatian penghobi burung. Bulu yang hilang dan digantikan selama masa mabung atau meranggas ini menyerap 25% dari total protein yang ada di dalam tubuh burung. Inilah mengapa selama masa mabung perlu ditambahkan juga protein sebesar seperempat total protein dalam tubuh burung.
    Bulu-bulu dan selongsong bulu terdiri atas lebih dari 90% protein, khususnya protein yang disebut keratins. Protein bulu berbeda dengan protein pada tubuh dan telur serta memerlukan jumlah proporsional yang berbeda atas asam amino (pembangun sel atau blok protein). Burung harus mengonsumsi masakan dengan kandungan asam amino jenis ini kemudian menyerap dan disimpan sebagai protein (keratin) khusus bagi keperluan pertumbuhan bulu. Proses ini sangat penting bagi burung dan tubuh burung harus bekerja ekstra untuk mendapat gizi yang cukup untuk membentuk bulu secara sempurna.
    Ketika burung mabung, mereka juga memerlukan energi yang besar untuk memproduksi bulu baru. Keperluan energi yang diharapkan untuk memenuhi kebutuhan protein, menjadikan burung harus mengonsumsi lebih banyak masakan selama meranggas untuk sanggup mempertahankan pertumbuhan bulu baru. Untuk diketahui saja, energi yang diharapkan burung selama masa mabung sebesar dua setengah kali lebih banyak ketimbang burung yang sedang memproduksi telur (lihat contohnya klarifikasi pada “Moulting in Bird” di situs vetafarm.com yang menjadi acuan utama untuk goresan pena mengenai kasus mabung ini).
    Faktor-faktor yang besar lengan berkuasa pada masa mabung tidak bisa sepenuhnya dipahami, lantaran sangat kompleks. Umur burung, animo ketika mabung, cuaca harian, kadar hormon dan siklus perkembangbiakan, semua menjadi faktor penentu bagi keberhasilan atau kegagalan burung melewati masa mabung.
    Hal yang paling utama untuk diingat ialah bahwa pada ketika burung mabung, Anda harus memperlihatkan suplai pakan yang cukup sehingga mereka bisa berbagi bulu-bulu sesempurna mungkin.
    Untuk menyediakan protein yang diharapkan untuk peningkatan produksi bulu, Anda harus meningkatkan asam amino yang mengandung belerang menyerupai metionin dan sistin. Protein menyerupai itu bisa ditemukan di dalam daging hewan. Daging sanggup diberikan kepada kebanyakan burung yang sedang mabung dalam jumlah kecil plus pinjaman perhiasan masakan yang baik. Suplemen multivitamin dan multimineral yang baik seharusnya mengandung aneka macam vitamin dan mineral serta asam amino untuk memungkinkan tumbuhnya bulu secara normal.
    Meskipun pada umumnya mabung berjalan normal, ada beberapa hal yang sering mengganggu masa mabung burung, khususnya tumbuhnya bulu yang tidak merata atau bahkan ada bulu yang tidak rontok (sekadar nyulam).
    Penggangu tersebut antara lain:
    * Penyakit – Penyakit yang disebabkan virus circovirus (Beak and Feather Disease) dan virus polyoma ialah penyakit paling umum yang menjadikan burung kesulitan memproduksi bulu. Psittacosis kronis, gangguan benalu dan jerawat kuman pada usus sanggup pula menjadikan bulu burung sulit tumbuh.
    * Gizi buruk – Sebagaimana digambarkan di atas, persyaratan untuk berlangsungnya produksi bulu secara normal memang sangat banyak, dan alhasil masakan yang kurang gizi bisa menjadikan tumbuhnya bulu yang tidak berkualitas (mudah patah, gampang kusam, melintir/ keriting dan sebagainya).
    * Kimiawi – penggunaan materi kimiawi sering menjadikan bulu tumbuh tidak tepat atau bahkan merusak bulu. Salah satu contohnya ialah zat pembasmi cacing pada merpati yang dikenal sebagai Mebendazole. Bahan kimia ini akan menjadikan bulu burung melintir jikalau diberikan semasa burung mabung.
    * Stres – Hal ini terjadi terutama untuk burung yang disuapi/loloh dengan tangan manusia. Tangan insan menjadikan bulu gres tidak bisa berkembang tepat dan sebagainya.
    Apa yang perlu Anda lakukan biar burung sanggup mempunyai bulu gres sebaik mungkin?
    Pertama-tama menyingkirkan segala cacing, kutu, mikroba pengganggu dan benalu lainnya.
    Kedua, pastikan tidak satu pun dari burung Anda menjadi pembawa virus bibit penyakit, contohnya Polyoma.
    Ketiga, berikan gizi yang cukup selama burung meranggas/mabung dengan pakan yang bagus. Hanya saja perlu diingat bahwa pakan yang cantik bukan berarti pakan yang banyak, alasannya ialah terlalu banyak pakan yang hanya mengandung karbohidrat misalnya, hanya akan menciptakan burung kekurangan gizi meski secara fisik terlihat gemuk.
    Jika Anda telah melaksanakan semua hal di atas dan masih mengalami kasus dengan kualitas bulu Anda perlu berbicara dengan dokter binatang khusus burung.
    Cara Smart memakai BirdVit
    Dalam kaitan dengan duduk masalah mabung inilah disarankan kepada penghobi burung untuk memperlihatkan burung asupan tambahan, contohnya BirdMolting atau juga BirdVit untuk burung yang sedang mabung. Cara ini lebih smart” alasannya ialah BirdVit ialah multivitamin dan multimineral yang sangat diharapkan burung selama masa mabung.
    BirdVit mengandung hampir semua vitamin dan mineral yang diharapkan burung, seperti:
    • Vitamin utama, yakni A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3.
    • Zat esensial menyerupai D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya ialah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D Pantothenate.
    • Mineral utama menyerupai potasium chlorida, sodium chlorida, magnesium sulfate, mangan sulfate, iron sulfate, zinc sulfate, copper sulfate dan cobalt sulfate.
    Dengan demikian, selama kita memakai BirdVit untuk menangani burung mabung, maka kita cukup memperlihatkan porsi pakan menyerupai sediakala tanpa khawatir burung kekurangan “energi masa mabung”. Sebab, memang benar energi yang diharapkan burung ketika mabung bukanlah energi yang hanya akan mengumpul menjadi lemak tetapi energi untuk pertumbuhan bulu menyerupai asam amino yang mengandung belerang menyerupai metionin dan sistin.
    Anis merah bermasalah
    Untuk burung-burung yang sangat bermasalah contohnya bulu gampang patah atau burung sakit-sakitan seusai masa mabung, biasanya dikarenakan asupan mineralnya yang kurang. Selain dipakai BirdVit, Anda bisa menyertakan pula BirdMineral.
    Apa beda BirdMineral dan BirdVit?
    Untuk diketahui, ada mineral dan vitamin tertentu yang tidak efektif jikalau dipakai bersamaan. Akan saling melemahkan. Karena keduanya sama-sama dibutuhkan burung dalam jumlah yang proporsional, maka mineral dan vitamin tertentu hanya bisa dicampur dengan komposisi dan volume tertentu.
    Seperti diketahui di dalam BirdVit ada sejumlah mineral yang sangat diharapkan burung. Namun kandungan mineral di dalam BirdVit tidak sebesar di dalam BirdMineral lantaran selain sebagai penjaga vitalitas burung, BirdMineral juga bersifat mengcover atau mengobati.
    Pola perawatan anis merah masa mabung:
    • Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari kemudian lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
    • Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari atau kalau untuk penanganan ekstrim burung mabung, bisa dilakukan perawatan ekstem mabung.
    • Jika Anda tidak memakai BirdVit atau BirdMineral, pinjaman porsi EF diberikan lebih banyak lantaran sangat diharapkan untuk pembentukan sel-sel gres dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: stelan jangkrik dibentuk 4 ekor pagi dan 4 ekor sore, kroto 1 sendok makan setiap pagi dan cacing 2 ekor 3x seminggu
    • Meski tidak memakai BirdVit dan/atau BirdMineral, pinjaman multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu sangat perlu.
    • Jika Anda tidak memakai BirdVit, perlu perbanyak pinjaman buah pepaya, lantaran buah pepaya sangat gampang dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Di samping itu buah pepaya banyak mengandung vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.
    Lakukan pemasteran
    Masa mabung menciptakan burung lebih banyak pada kondisi membisu dan mendengar. Inilah ketika yang tepat untuk mengisi variasi bunyi sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan abjad dan tipe bunyi burung dengan bunyi burung master.
    .
    +Penangkaran Anis Merah:
    Penangkaran anis merah di rumahan belum banyak dilakukan. Namun demikian, ada pula yang sudah berhasil. Namun di habitat aseli anis merah di Bali, sudah semenjak usang dilakukan penangkaran alam anis merah. Untuk acuan kasus ini bisa dibaca di dalam artikel “Penangkaran Alam Anis Merah di Bali”.
.
+PROBLEM UTAMA ANIS MERAH
1. Suka ngecir
2. Mabung lama
3. Gampang rontok bulu
4. Galak
5. Teler tidak tuntas
6. Turun tangkringan bila ketemu majikannya
7. Nyekukruk tidak semangat
8. Tidak juga segera teler

1. Suka ngecir
Jantan betina anakan anis merah suka ngecir. Jantan anis merah cukup umur ngecir menandakan burung tidak fit. Betina cukup umur ngecir tanda birahi. Untuk menciptakan fit, pastikan kecukupan asupan nutrisi, vitamin, mineral dan bebas parasit. Baik benalu di luar tubuh maupun di dalam tubuh. Pastikan kecukupan jemurnya untuk hilangkan benalu dan kecukupan vitamin D.
JIka masih bermasalah dalam asupan pakan dan vitamin, gunakan BirdVit sehingga burung benar-benar fit.
2. Mabung lama
Pertumbuhan bulu gres lambat. Burung perlu energi tinggi untuk mabung, tetapi bukan dalam bentuk karbohidrat. Penambahan pakan masa mabung yang hanya berupa karbohidrat, hanya menciptakan burung gemuk tetapi bulu tidak juga tumbuh. Untuk masa pertumbuhan bulu ini diharapkan asam amino yang mengandung belerang menyerupai metionin dan sistin. Sumber mentionin dan sistin bisa diperoleh pada BirdVit dan BirdMolt.
3. Gampang mabung/rotok.
Penyebabnya antara lain (1) Makanan mengandung lemak dan/atau kalori tinggi sehingga membuka pori-pori kulit; (2) Bulu belum kuat sudah banyak diadu/ditrek; (3) Selama masa mabung tidak mendapat asupan nutrisi yang baik, terutama mineral. Untuk kasus asupan mineral, bisa gunakan Bird Mineral selama masa mabung atau pasca mabung (ketika mulai terlihat tanda rontok padahal gres saja tuntas mabung).
4. Galak/ birahi tidak terukur: Bisa dikurangi dengan cara banyak mandi, berikan cacing, atau lakukan tips menurunkan birahi anis merah secara cepat.
5. Teler tidak tuntas. Penyebabnya adakah adanya gangguan parasit, terutama air sac mite, yakni tungau kantung udara yang kasat mata. Burung tampaknya tidak kutuan, tetapi sesungguhnya membawa tungau di kantung udaranya. Bisa diatasi dengan penyemnprotan Fresh Aves dibarengi pengolesan BirdFresh.
6. Nyekukruk tidak semangat, biasanya dikarenakan cacingan. Atasi dengan AscariStop.
7. Turun tangkringan bila ketemu tuannya: Jangan dibiasakan memberi pakan eksklusif dari tangan. Jangan suka menarik hati burung. Pakai kacamata atau asesoris lain sehingga burung “tidak mengenali” Anda ketika di arena loimba.
8. Tidak juga segera teler biasanya disebabkan burung masih terlalu muda, kurang cas sehingga masih juga galak naik turun tangkringan ketika digantang, dan hal utama ialah burung tidak fit. Perlama masa cas/ ditemukan bareng-bareng anis merah lainnya, pastikan burung fit dengan memakai produk rawatan harian BirdVit.



Semoga Bermanfaat

Cara Ternak Burung Cucakrowo


Cara Ternak Burung Cucak Rowo 

 Hasil gambar untuk ternak burung cucakrowo Cara Ternak Burung CucakRowo

 

 

Cara Ternak Burung Cucak Rowo, Cara sukses penangkaran burung cucak rowo, Cara Budidaya Burung Cucak Rowo, Cucak Rawa. Sebelum penangkaran Cucak Rawa dimulai, terlebih dahulu perlu dilakukan seleksi atau pemilihan terhadap burung-burung ini, terutama apabila jumlah yang dimiliki cukup banyak. Tetapi apabila burung yang ada jumlahnya terbatas, maka seleksi semacam tidak perlu dilakukan. Seleksi ini dimaksudkan semoga memperoleh pasangan calon induk yang memenuhi syarat, yang diharapkan sanggup menghasilkan keturunan yang bermutu dan memuaskan.



Calon untuk Induk Penangkaran

Burung yang disiapkan untuk keperluan penangkaran harus mempunyai semua kriteria 
sebagai calon induk. Kriteria tersebut antara lain:
1. Mutu dan kualitas burung harus baik; mempunyai mental yang bagus; bunyi kicaunya bagus, nadanya bagus, volumenya bagus, iramanya bagus, jarak jangkaunya jauh, dan higienis atau kristal.
2. Fisik sempurna, dalam arti tidak cacat.
3. Sehat, dalam arti tidak sakit-sakitan.
4. Baik pejantan maupun betinanya sudah siap kawin.
5. Mau dan sanggup ditangkarkan dalam arti bisa kawin secara normal
6. Dari keturunan yang baik dan mempunyai keturunan yang baik pula (tidak cacat, rajin, dan sayang mengasuh anaknya)
Kunci keberhasilan penangkaran
Keberhasilan penangkaran sangat ditentukan oleh sangkar atau sangkar yang dipakai cocok atau tidak. Sangkar atau sangkar penangkaran ialah sangkar atau sangkar yang diperuntukkan sebagai tempat menangkarkan atau mengembangbiakkan pasangan burung Cucak Rawa yang telah siap dan memenuhi kriteria untuk dijodohkan. Oleh lantaran itu, harus dibedakan antara sangkar untuk pemeliharaan atau kurungan dengan sangkar untuk penangkaran.sangkar untuk penangkaran lebih tepat disebut kandang. Selain ukuran yang jauh lebih luas, sangkar juga memerlukan aneka macam peralatan yang sanggup mendukung serta membantu perjuangan penangkaran.
Agar sesuai dengan habitat dan kehidupan aslinya di alam bebas, atau setidak tidaknya mendekati, maka sangkar penangkaran ini harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain:
Lokasinya cocok dan strategis.
- Cocok: artinya banyak faktor pendukung yang memperlancar perjuangan penangkaran, antara lain cukup gampang menerima air dan makanan; tersedia listrik sebagai pemanas dan penerangan, lingkungan tidak terlalu akrab dengan keramaian yang mengganggu, kecuali kicau burung. Selain itu, ada tempat untuk membuang sampah atau kotoran, serta jauh dari hewan yang sanggup mengganggu suasana penangkaran.
- Strategis: lokasi penangkaran gampang dikenal dan dijangkau para penggemar, akrab dengan jalan serta transportasinya mudah. Kalau mungkin tidak berada dalam kota dan lebih baik lagi bila berlatar belakang pegunungan yang masih mirip hutan. Hal ini akan sangat mendukung keindahan suasana penangkaran. Karena, selain hasil yang akan diharapkan, kombinasi antara alam yang indah dan kicauan burung yang akan menawarkan kenikmatan tersendiri. Tersedianya tenaga, bahan, dan sarana penunjang lainnya perlu pula dipertimbangkan, lantaran hal ini akan membawa akomodasi serta mendukung perkembangan penangkaran.
Konstruksi bangunan memenuhi syarat dan bentuk memadai.
Kandang penangkaran yang baik dan cocok ialah sangkar yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Bahan kerangka dari kayu yang kuat, tidak gampang lapuk, dan tahan usang .
2. Lantai dasar terbuat dari watu kali, watu apung, kerikil pasir dan tanah atau lumpur. Komposisi ini mirip kehidupan orisinil di hutan sehingga memenuhi kebutuhan dan sarana merawat diri bagi burung. Misalnya watu apung untuk mengasah paruh, pasir sebagai tempat mandi bubuk dan lain sebagainya.
3. Kolam atau rawa buatan dibuat dari semen dan watu alam yang dibuat sealami mungkin semoga tampak luas sehingga burung akan merasa senang, betah dan merasa bangga Dengan sangkar yang ideal, yaitu panjang 3m, lebar 2m dan tinggi 3m yang umumnya dilengkapi dengan pohon perdu serta tempat mandi yang cukup menciptakan burung Cucak Rawa merasa nyaman.
Berikut ini saya sajikan citra berangasan sangkar penangkaran. Model sangkar penangkaran ini bisa dipakai untuk sangkar aneka macam macam burung, tinggal diadaptasi ukurannya. Tetapi bekerjsama sangkar penangkaran tidak ada yang ideal lantaran semuanya diawali dengan kondisi yang ada saja. Bisa jadi Andapunya bekas kamar mandi, kamar kost-kostan dsb yang bisa disulap jadi sangkar penangkaran. Yang penting, sirkulasi udara cukup dan syukur-syukur bila menerima sinar matahari pagi. Dengan logika pendekatan sifat alami sesuai kondisi keadaan yg pas diharapkan burung cucak rowo kita merasa enjoy dengan rasa yang nyaman sehingga kemungkinan menjadikan burung mau bertelur hingga menetas.


Panjang x lebar x tinggi: 90x90x180

Bahan

Batas samping kanan-kiri dan
belakang = dinding/ tembok atau papan yang tahan usang dsb.
Atas = bab yang tertutup bisa pribadi di atasnya ialah genting dengan semua bab sangkar sudah tertutup kawat strimin.Tangkringan = kayu asem, kayu jati serutan dll yang penting keras, dengan diameter sekitar 2 – 3 cm.
Papan tempat pakan (F) kayu yang kuat.
Rangka dari Kayu atau materi yang tahan lama

wadah sarang alternatif yang juga disukai cucar rowo (CR) yang terbuat dari kelapa renta yang dibelah jadi dua dan diambil dagungnya dan tempurungnya, mirip di bawah ini:
Coba anda artikel wacana :
Pemilihan pasangan

Keberhasilan penangkaran burung Cucak Rawa sangat ditentukan oleh pasangan gres yang akan ditangkarkan sebagai calon induk. Untuk memilih induk yang baik, faktor-faktor berikut ini harus diperhatikan, yakni:

Mutu atau Kualitas

Burung yang akan ditangkarkan sebaiknya telah benar-benar diseleksi kualitasnya, yang mencakup mutu bunyi atau kicau, mental dan jiwanya, keutuhan fisik serta tempat asal (peringkat teratas dikala ini ialah Cucak Rawa yang berasal dari Sumatera).

Umur Burung

Umur burung yang akan ditangkarkan sangat memilih kualitas piyik atau anakan yang dihasilkan. Anak atau piyik dari induk yang terlalu muda selain kondisi fisiknya lemah, juga kicau atau suaranya akan kurang keras atau bantas. Kemungkinan lain ialah induk muda ini kurang atau belum bisa merawat anaknya dengan baik, sehingga kemungkinan mati di dikala kecil sangatlah besar. Sebaliknya, induk yang umurnya terlalu renta selain sudah kurang produktif, telur yang dierami kemungkinan tidak sanggup menetas. Kalaupun sanggup menetas anaknya kurang sehat atau bahkan mati,
Umur yang baik bagi penangkaran burung Cucak Rawa ialah 2 tahun bagi pejantan dan 1,5 tahun bagi betina, lantaran pada umur tersebut Cucak Rawa telah mencapai sampaumur kelamin. Apabila induk burung yang ditangkarkan berasal dari satu keturunan (dari induk yang sama), penangkaran sanggup dimulai pada umur 1,5-2 tahun.

Asal-usul Pasangan

Satu induk yang sama, yakni dari satu tetasan yang pada umumnya terdiri atas jantan dan betina.Keuntungan pasangan dari induk yang sama ini ialah lebih gampang menjodohkannya 
serta gampang pula memilih jantan dan betinanya, lantaran mereka telah berpasangan semenjak menetas. Kelemahannya adalah, keturunannya mustahil menghasilkan kombinasi bunyi lain lantaran berasal dari satu darah atau satu garis keturunan.

Jenis Kelamin

Sering terjadi, lantaran ketidaktahuan penangkar, burung yang dijodohkan ialah pasangan yang terdiri atas jantan semua atau betina semua. Hal ini sering dialami oleh penangkar pemula. Walaupun burung yang dijodohkan ialah betina semua, sanggup bertelur. Hal ini mungkin terjadi bila gizi yang dibutuhkan oleh burung tercukupi. Penentuan jenis kelamin sangat memilih keberhasilan penangkaran, lantaran bila hingga salah, penangkaran akan mengalami kegagalan. Untuk memilih jenis kelamin ini telah duraikan di atas secara rinci.

Kecocokan Pasangan

Burung yang telah ditentukan jenis kelaminnya belum menjamin pasangan ini sanggup akur atau jodoh dan sanggup menghasilkan telur atau keturunan. Burung jantan dan betina yang disatukan dalam sangkar belum niscaya cocok, mereka sanggup saling menyerang, dan mungkin pula si jantan kalah oleh betinanya. Dalam hal semacam ini, pasangan burung ini harus segera dipisahkan semoga tidak mengalami kerusakan bahkan sanggup menjadikan matinya salah satu burung.

Kesehatan

Burung yang disiapkan untuk induk, hendaknya betul-betul telah diseleksi kesehatannya, baik kesehatan fisik maupun mentalnya lebih-lebih pada burung yang cacat. Burung yang kurang sehat atau tidak fit mustahil menghasilkan anakan yang yang baik mirip yang diharapkan.bila burung yang dijodohkan ini sakit, balasannya akan lebih fatal. Oleh lantaran itu, burung yang dijodohkan harus selalu dijaga kesehatannya melalui perawatan, santunan makan yang baik serta kebersihan kandangnya. Selain umur prodiktifnya panjang, kesehatan burung juga akan menghasilkan keturunan yang baik dan memuaskan





By MOKHAMAD ALISURAHMAN
SALAM KICAU MANIA BAGI SEMUA 
KLIK SUKA/KOMEN

Cara Ternak Dan Menjodohkan Perkutut Dalam Sangkar Sederhana

Ternak Perkutut - Cara Ternak Dan Menjodohkan Perkutut Dalam Kandang Sederhana. Burung perkutut, siapa yang tak kenal dengan burung yang satu ini, meskipun tidak hoby dengan pelihara burung pun tentu tahu dengan burung perkutut. Perkutut ini merupakan burung klasik yang banyak penggemarnya di Indonesia. Bahkan disetiap kota terdapat latber dan lomba yg rutin diadakan. Burung perkutut yang sudah terlatih dan bisa berbunyi dengan nyanyian khasnya apalagi jikalau sudah memenangkan kontes, Harga Perkutut bisa hingga ratusan juta rupiah per ekor. Suaranya yg khas menjadikan burung spesies ini mencapai nilai yg tak terhingga.

Nah ternyata burung perkutut mempunyai prospek peluang perjuangan yang sangat bagus. Di bandingkan dengan ternak unggas lainnya, ternak burung perkutut tergolong lebih simpel dan lebih menghasilkan. Merupakan pujian tersendiri apabila seorang penggemar perkutut bisa membudidayakan perkutut kesayangannya. Terlebih pula bila bisa mengeluarkan jawara berkualitas dari hasil olahan tangannya sendiri. Banyak para peng-hobi berburu perkutut yg mempunyai bunyi indah, dan tidak sedikit peternak yang
kehabisan stok perkutut yang layak dikonteskan.

Ternak Perkutut yaitu termasuk Usaha rumahan modal kecil. Modal awalnya saja yang agak membutuhkan modal lebih untuk pembuatan kandang, seterusnya biayanya sangat ringan di bandingkan ternak unggas yang lain, ibarat angsa peking, burung kenari, dan lain lain. Akan tetapi untuk penangkar yang gres saja menekuni dunia perkutut menangkarkan perkutut merupakan hal yang sangat sulit. Untuk itu, apabila Anda gres saja ingin menangkarkan perkutut maka disarankan menangkarkan perkutut sepasang terlebih dahulu. Berikut ini Cara Ternak Dan Menjodohkan Perkutut Dalam Kandang Sederhana.

 Cara Ternak Dan Menjodohkan Perkutut Dalam Kandang Sederhana Cara Ternak Dan Menjodohkan Perkutut Dalam Kandang Sederhana
Cara Ternak Dan Menjodohkan Perkutut Dalam Kandang Sederhana

Cara Ternak Dan Menjodohkan Perkutut Dalam Kandang Sederhana



Kandang penangkaran burung perkutut
Kandang penangkaran  sanggup dibentuk oleh siapa saja, alasannya yaitu bentuk dan ukurannya sangat sederhana. Yang penting burung dikandang sanggup terbang dan mengepakan sayap secukupnya. Berbagai model dan desain sangkar banyak dikembangkan oleh para peternak. Dari sangkar ukuran ideal hingga sangkar yang seadanya memanfaatkan sangkar ranji yang berbentuk persegi .

Kandang penangkaran, hal yang perlu diperhatikan dan penting yaitu posisi penempatan kandang. Jangan hingga sangkar ditempatkan  pada ruang yang tertutup yang tidak terkena sinar matahari langsung. Usahakan penempatan sangkar di daerah terbuka atau beberapa jam sangkar menerima sinar matahari langsung, khususnya sinar pagi hari dan jikalau memungkinkan sangkar menghadap ke timur.

Struktur penempatan sangkar bisa dilakukan secara berkelompok berhadap-hadapan menjadi satu atap . Bagian tengahnya sanggup digunakan sebagai pintu utama. Kondisi ini lebih aman, selama kita dalam sangkar alasannya yaitu pintu utama tertutup.

Ukuran sangkar ideal
Ukuran sangkar mestinya tidak baku tergantung dari lahan yang dimiliki oleh peternak, namun alangkah baiknya apabila akan menentukan keberhasilan ternaknya.

Ukuran sangkar ideal bagi penangkaran perkutut ialah tinggi 180 cm, panjang 125 cm – 150 cm atau makin panjang, dan lebar 60 cm – 90 cm. apabila lahan yang tersedia tidak mencukupi untuk menciptakan sangkar ukuran ideal, sanggup juga diperkecil ( T. 150 x P. 100 x L. 50 ) cm. Lantai sanggup digunakan pasir, pasir yang manis yaitu pasir pantai yang putih atau pasr yang bercampur dengan kerikil bata merah yang sudah ditumbuk. Lantai dari semen pun tidak menjadi masalah. Pasir digunakan untuk menjaga kelembapan dan untuk kipu serta asinan burung.

Atap sanggup digunakan genting, asbes gelombang, kayu, atau fiber namun yang tidak tembus cahaya. Atap jangan sekali-kali menggunakan seng alasannya yaitu seng sanggup mengakibatkan suhu sangkar menjadi panas sehingga sanggup mengakibatkan telur kopyor.

Kontruksi kandang
Kontruksi sangkar sanggup digunakan kayu, bambu, besi, ataupun aluminium, yang penting kontruksi sangkar berpengaruh dan kokoh sehingga sanggup menahan beban atap atau yang lain sehingga tidak akan roboh.

Sirkulasi udara
Dalam penempatan sangkar ternak juga harus diperhatikan sirkulasi udaranya, alasannya yaitu burung perkutut termasuk binatang yang menyukai angin sepoi-sepoi. Angin jangan terlalu kencang, apalagi basah. Hal ini sanggup mengakibatkan tubuh perkutut rentan dan simpel sakit, apalagi bayi piyikan.

Apabila sirkulasi udara tidak baik, pada siang hari suhunya menjadi panas, mengakibatkan suhu dalam sangkar akan meningkat, perkutut enggan bertelur dan apabila sudah ada, telurnya akan kopyor. Oleh alasannya yaitu itu, untuk menciptakan sangkar penangkaran, perlu dipikirkan bagaimana mengatur sirkulasi udara.

Memilih indukan
Dalam beternak perkutut tentunya akan selalu menghadapi aneka macam masalah. Untuk itu, dipersiapkan mental bagi peternaknya dahulu. Selain mental, dituntut juga lebih sabar dan teliti dalam menentukan calon indukan. Supaya lebih cepat membuahkan anakan, yang sangat pas membali calon indukan yang telah berusia lebih kurang 4( empat ) bln. di mana waktunya pas serta simpel untuk mulai dijodohkan, hingga pada usia 5-7 bln. telah sanggup mulai bertelor. serta baiknya dipilih yang betina lebih renta kurang lebih 1 bulan dari jantannya tidak sama dengan yang telah berusia umumnya sulit dijodohkan atau yang betina kerap dikejar-kejar oleh si jantan yang umumnya lebih agresif/galak. calon indukan yang manis baiknya dipilih yang mempunyai nada sebagai berikut. :

- Nada depan, sedang serta ujungnya bagus.

- Irama suaranya dengan ketukan yang agak renggang serta lelah/senggang.

- Latar atau air suaranya cowong serta tembus baik yang mempunyai volume besar atau kecil, janganlah yang suaranya lembap serta serak.

- Juga janganlah dilupakan anutan trah darahnya dengan silsilah yang jelas

- Cermati juga wujud tubuhnya apakah cocok serta tak ada yang cacat.

Menjodohkan
Teknik menjodohkan juga butuh diketahui dengan baik, alasannya yaitu ke-2 calon indukan tidak demikian saja segera jodoh, namun memerlukan sistem untuk saling kenal terlebih dulu dengan langkah diantaranya keduanya diletakkan pada sangkar terpisah serta tiap-tiap hari senantiasa disandingkan. setelah satu atau dua minggu, setelah terlihat keduanya telah saling kenal dengan sinyal tanda saling mengangguk-angguk serta bila tidur malam hari senantiasa pingin berdekatan. maka keduanya dikumpulkan terus didalam sangkar
kecil dahulu untuk sekian hari.

Waktu yang pas untuk memasukkan ke sangkar ternak yaitu sore hari dengan pada mulanya ke-2 perkutut calon indukan tersebut dilolohi kacang hijau yang telah direndam hingga lunak, vitamin-e, minyak ikan, b-kompleks serta sedikit dibasahi badannya, diinginkan malam harinya sanggup tidur berdekatan berbarengan.

Sebagian ahad lantas keduanya sanggup dilakukan perkawinan serta siap untuk bertelor, janganlah lupa untukdisediakan sarang dari anyaman rotan yang diberi daun cemara atau rumput kering untuk meletakan telor-telornya.

Apabila nyatanya tetap belum jodoh atau umumnya yang jantan galak, maka si jantan ditangkap serta dimandikan atau bila butuh digodi ( sayapnya diikat 5-6 lembar ) serta lantas dimasukkan sangkar kembali.

Tiap-tiap sangkar baiknya diberikan sinyal tanda contohkan dengan nomer atau nama terserah apa saja cocok tekad tiap-tiap. juga sebaiknya dibuatkan catatan pasangan indukan dari bf dengan ring apa, tanggal lahir, dan tanda yang lain.

Cermati kapan tiap-tiap pasangan pada sangkar tiap-tiap telah mulai lakukan perkawinan, untuk kepentingan disediakan sarangnya. buatkan catatan Istimewa ( bila butuh dengan komputerisasi ) kapan mulai bertelor, kapan diperkirakan menetas setelah 14-15 hari mengeram, bagaimana kesudahannya ( menetas seluruh atau bukan sekedar satu atau bahkan tidak menetas seluruh ), periksa situasi telor yang tidak menetas untuk tahu pemicunya, dan lain-lain.

Pasanganlah ring di di antara/kedua kakinya pada usia piyik lebih kurang 7-9 hari serta setelah itu terserah kita apakah piyik tersebut sanggup terus dikembalikan untuk diasuh oleh induknya atau sanggup dititipkan puter sebagai induk didik pengganti. yang butuh di perhatikan, bila sanggup menggunakan layanan puter sebaiknya yang tengah mengeram sekurang-kurangnya telah 10 hari di mana puter telah membuahkan susu ditemboloknya. layanan indukan pengganti juga sanggup dikerjakan oleh diamond dove yakni sejenis perkutut tiba dari australia yang tubuhnya lebih kecil.

Pada edisi yang akan tiba dengan tema yang lain sanggup kita ulas bagaimana menetaskan telor perkutut gunakan layanan puter atau diamond dove yang tujuannya untuk bikin indukan favorit kita bertelor lebih produktif serta membuahkan anakan piyik semakin banyak.

Pemeliharaan piyik
Piyik-piyik setelah berusia 1-1. 5 bln. baiknya telah mulai dipisahkan dari induknya baik perkutut ataupun puter/diamond dove, alasannya yaitu mereka telah sanggup mulai makan sendiri serta umumnya indukannya juga telah enggan meloloh serta telah mulai lakukan perkawinan lagi. 


Piyik-piyik tersebut diletakkan di dalam sangkar kayu ukuran 50( l ) kali 70( l ) kali 50( t ) cm sejumlah 8-10 ekor berbarengan, bila butuh diberikan lampu untuk pemanas terlebih ketika malam hari atau hawa cuek pada animo penghujan.

Baiknya masing-masing piyik diberikan vit. embel-embel diantaranya berbentuk b-komplek, minyak ikan, kalsium serta obat cacing sebelum ketika dimasukkan ke sangkar kayu tersebut.

Upayakan minimum tiap-tiap hari sekurang-kurangnya dua hari sekali dijemur dari jam 08. 00 hingga jam. 11. 00, agar memperoleh cahaya matahari pagi serta ultra violet yang cukup untuk kesehatan tubuhnya. serta pada minumannya diberikan vit. embel-embel 2 x 1 ahad untuk menambah daya tahan tubuhnya.

Menginjak usia 3( tiga ) bln., apabila dikehendaki piyik-piyik tersebut telah bisa dipisahkan serta tiap-tiap dimasukkan ke sangkar soliter agar bisa lebih simpel untuk memantau suaranya serta memastikan mutu suaranya tersebut.

Setelah itu bisa digunakan sebagai materi pertimbangan serta evaluasi apakah indukan sangkar spesifik telah benar atau kurang benar, hingga butuh dikerjakan perombakan pasangan indukannya didalam usahanya untuk senantiasa menambah mutu mutu nada.

Search

Popular Posts

Blog Archive