Pakan Harian Sehat Untuk Perkutut

Tatatrik bikin pakan Perkutut sehat untuk harian, bukan untuk persiapan untuk lomba lho, sebab jikalau untuk lomba ada materi khusus lain supaya burung nya gacor dan pemberani.
Persiapan materi utama :
1. Millet Putih 1 kg
2. Millet merah 0.25 kg
3. Ketan hitem 0.1 kg
4. Madu 1 sendok teh
5. Kuning telor 1/2
6. Gula 1 sendok teh
7. Jahe dan kencur abu 1 sendok teh
Persiapan memasak :
1. Millet dicuci higienis supaya higiens
2. Millet yg mengambang dibuang
3. madu, 1/2 kuning telor, jahe, kencur, gula, air 50 gram diaduk
4. millet yg sudah dicuci diaduk dgn bumbu di wajan penggorengan
5. Bahan2 tsb disanggang dgn api kecil hingga kering.
6. Bahan jadi diambil dari penggorengan.
7. Bahan dikeringkan lagi dengan disinari matahari
Selamat mencoba dan bermanfaat

Disarikan dari : https://www.facebook.com/groups/1427214760861760/1441970142719555/

Versi lainnya :
Bahan materi :
(Dalam komposisi perbandingan dan goresan pena aku ini dlm satuan kilogram shg diubahsuaikan dgn yg di buat)
  • Biji bijian (dalam Kg) : Millet putih 20, Millet merah 10, Beras merah 1, Ketan hitam 1, Gabah bangkok 1, Kacang hijau 1
  • Bahan jamu : Brotowali 1 bola pingpong, Jahe 3 ibu jari, Kencur 5 ibu jari, Temulawak 3 ibu jari, Madu 100cc

Caranya pembuatan :
Semua biji di basuh higienis hingga yg kopong mengambang di buang dan hingga air cucian bening kemudian tiriskan.
Semua materi jamu di basuh higienis dan parut halus kemudian campurkan dgn madu. Campur biji bijian dgn jamu dan aduk rata kemudian jemur hingga kering.Proses penjemuran disarankan jam 9 pagi sd jam 3 siang dan membutuhkan 2 kali jemur (2 hari). Simpan pada daerah tertutup dan lokasi yg kering.Burung bakal tetap gacor dan sehat apalagi di ekspresi dominan hujan dikala ini. Stock pakan di atas cukup untuk 20 ekor burung selama sekitar 45 hari.
Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Dasi Perkutut Untuk Memperbaiki Suara

DASI PERKUTUT
Masalah pemakaian dasi burung perkutut lomba di Indonesia bukan hal yg tabu dan tidak dilarang, berikut ini setrik terperinci diutarakan gimana variasi setelan ikatan dileher dan tehnik pengikatan burung perkutut.

TEHNIK PENGIKATAN BURUNG PERKUTUT
Mengikat burung perkutut sudah menjadi tradisi atau kebiasaan untuk meningkatkan mutu anggung perkutut. Caranya ini dipakai semoga bunyi depan dan bunyi ujungnya menjadi lebih terperinci dan baik. Bakal tetapi,
ikatan bukan berMakna sanggup Mengubah burung yg tidak berkualitas menjadi burung berkualitas baik.
Burung yg mesti diikat antara lain yg suaranya sebagai berikut:

  1. Suara depan dan ujungnya kurang jelas. Walaupun dasar atau latar bunyi sudah bagus, burung dengan bunyi depan dan ujung yg kurang terperinci perlu diikat semoga sanggup lebih baik lagi.
  2. Suara ujung noklak. Pada umumnya burung perkutut yg beralih ke arif balig cukup akal memiliki bunyi ujung yg noklak. Burung tersebut Musti diikat semoga noklaknya hilang dan menjadi tengkung yg baik.
Mengikat burung memang telah umum dilakukan orang, tetapi bukan berMakna pekerjaan ini tergolong mudah. Dalam mengikat burung, diharapkan latihan dan keterampilan tersendiri serta juga memerlukan ketelitian, alasannya ialah jika tali yg untuk mengikat tersebut menindih bulu maka ikatan itu pun tak berMakna. Tali tersebut Musti melekat pada kulit badan burung dan mengenai gelembung bunyi semoga berhasil baik.

Benang yg dipakai untuk mengikat bukan sembarang benang, tetapi benang yg agak besar dan Musti mengandung nilon. Dipilih benang ibarat ini alasannya ialah benang tersebut tidak tajam sehingga tidak bakal melukai kulit burung. Selai benang dipakai juga alat bantu untuk menyibak bulu. Alat ini sanggup berupa bambu berdiameter 3 mm, bulu landak, gading, atau alat lainnya.

Caranya pengikatan sebagai berikut:

1. Tali diikat mati dileher bab bawah
Awalnya, tali dikalungkan pada lehar burung sebaiknya +/- 1,5 cm diatas pangkal leher (batas leher dengan tubuh). Lalu, tali diikat mati dengan berjarak +/- 0,5 cm dari kulit. Tali ini tidak boleh menindih bulu sehingga sebelum diikat, bulu Musti disibakkan.

2. Kedua tali dilewatkan bawah sayap kanan kiri dan bertemu diatas punggung.
Satu benang dibawa kebawah sayap kanan, kemudian naik kepunggung melalui pangkal sayap. Demikian juga dengan benang satunya kesayap kiri. Letak tali dibawah sayap sebainya +/- 2 cm dari pangkal sayap.

3. Tali diikat mati diatas punggung.
Kedua tali bakal bertemu diatas punggung. Diatas punggung kedua tali diikat mati dengan jarak +/- 0,5 cm dari kulit. Biasanya ikatan ini langka sekaligus pas, jadi masih perlu digeser keatas atau kebawah hingga ketemu bunyi depan atau ujung yg dikehendaki. Bagi burung yg gres pertama kali diikat biasanya tidak tenang, kemungkinan alasannya ialah rasa risih atau geli. Hal ini tak beda jauh dengan manusiaƂ  yg gres pertama kali Memakai kalung atau dasi.

Sumber : Sumarjoto, R; Merawat perkutut ternak dan perkutut konkurs; Cetakan 3; Jakarta: Penebar Swadaya, 2000; halaman 37 – 41

Berikut ialah beberapa foto dan ilustrasi gambar trik membuat dasi perkutut :




VARIASI SETELAN IKATAN DILEHER BURUNG PERKUTUT

Ikatan dileher perkutut ternyata tak hanya berfungsi untuk menghilangkan bunyi noklak dan melembutkan irama, tetapi melalui aneka macam setelan posisi benang, sanggup juga untuk aneka macam keperluan, semisal untuk mengurangi “patah”, memanjangkan bunyi ujung (kung), atau mempertebal suara. 


supaya bunyi ujung makin panjang, ikatan dileher bab atas sebaiknya agak ditinggikan. Sementara posisi simpul dileher bawah bersahabat tembolok agak ditarik kebawah lagi mendekati dada. Konsekuensi dan posisi setelan ini bunyi noklak sesekali bakal keluar bila gacor benar. Namun demikian, bunyi ujung ynag tadinya sering mendek jadi terselamatkan agak panjang. Posisi setelan leher bab bawah ini juga berfungsi untuk menebalkan bunyi ujung yag tadinya tipis semoga menjadi bergaung.

Besar kecilnya bunyi (volume) juga sanggup ditrik melalui setelan ikatan dileher. Meski sifatnya hanya membantu dan tak sanggup Mengubah setrik drastis, alasannya ialah gimanapun talenta lebih menentukan, beberapa posisi setelan ikatan atau membesarkan volume suara.
Adapun posisi setelan ikatan untuk volume bunyi itu ialah simpul dileher bab bawah. Bila menginginkan volume bunyi menjadi agak besar, sebaiknya bentuk lingkaran benang agak memlingkar atau ikatan agak longgar. Model lingkaran ikatan demikian juga berfungsi untuk “menetapkan” volume semoga tak Mudah berubah-ubah dikondisi apapun.

Bakal halnya burung bervolume besar hendak dikecilkan semoga melengking cowong tinggal menyetel lagi posisi ikatannya. yg ini tinggal Mengubah posisi anutan benang yg melingkar dileher bab bawah dari berbentuk oval menjadi berbentuk leher botol terbalik.

Berikut ini ialah video instruksional program membuat dasi perkutut, yg dilakukan oleh Pak Ujang, Keliru satu breeder ternama

Semoga Maknakel ini bermanfaat









Teknik Merawat Perkutut Sebelum Lomba

Pada dasarnya, perkutut manggung alasannya yaitu birahi. Dan itulah yg Musti kita fasilitasi. Bisa dengan menjodohkannya dengan betina semenjak masih muda, Saat usia masih 3-4 bulan. Dan berikut yaitu beberapa Tipsnya sederhana untuk mempersiapkan perkutut sebelum lomba. Kita asumsikan lomba diselenggarakan di hari minggu:

  1. Hari selasa dimandikan dan diberi jamu sehat/vitamin. Lalu dijemur 2 jam tanpa air minum. Setelah itu burung diangin-anginkan dan diberi minum.
  2. Hari sabtu diberi jamu gacor, kemudian dijemur lagi tanpa air minum selama 2 jam. Lalu diangin-anginkan dan diberi minum.
Dan perkututpun siap mengikuti konkurs di hari minggu. Selamat mencoba.

Caranya Membuat Sangkar Ternak Burung Perkutut

Merupakan pujian tersendiri apabila seorang penggemar perkutut bisa membudidayakan perkutut kesayangannya. Terlebih pula bila bisa mengeluarkan jawara berkualitas dari hasil olahan tangannya sendiri. Banyak penggemar perkutut yg melangkah satu step ke depan dengan sekaligus menjadi peternak dan masih sebagai hobby semata.
Namun banyak pula penggemar yg bertindak lebih jauh dengan membangun puluhan bahkan ratusan petak sangkar dengan tujuan komersial. Betapa tidak, alasannya harga piyik perkutut berkualitas Saat ini antara jutaan sampai puluhan juta per Memasang. Bahkan di banyak peternak besar pasangan-pasangan sangkar favorit yg terbukti menghasilkan banyak jawara antrian bookingan untuk mendapat sepasang anaknya bisa mencapai angka belasan sampai puluhan orang.
Ada juga peternak perkutut yg membangun ratusan sangkar ternak namun bermain di kelas bawah dengan harga jual produk hanya puluhan ribu rupiah per ekor untuk mengisi segmen pasar kelas pemula.
Mau bermain di kelas bawah ataupun di kelas atas, dari segi komersial rasanya beternak perkutut masih sangat menjanjikan.
Kandang Ternak Perkutut
Hal yg mutlak dibutuhkan dalam beternak perkutut ialah kandang. Sepetak sangkar berisi hanya sepasang induk jantan dan betina. Apakah boleh
kandang besar diisi banyak pasangan perkutut? Boleh-boleh saja, alasannya perkutut ialah pasangan monogami (selalu setia dengan satu pasangannya), namun dikuatirkan bukannya mereka rajin baku-tindih untuk kawin malah baku-tindih untuk berantem alasannya cemburu atau alasannya memperebutkan lokasi sarang. Makara sebaiknya satu petak hanya diisi satu Memasang saja.

Ukuran Kandang Ternak
Sudah terbukti bahwa sepasang perkutut bisa diternak di sangkar yg berukuran kecil, bahkan di sangkar burung ocehan pun sepasang perkutut bisa rajin berkembang biak. Ukuran sangkar tergantung dari luas lahan yg dimiliki. Idealnya memang berukuran agak besar semoga pasangan indukan lebih bebas terbang dan lebih sehat tentunya buat pasangan indukan yg ada.
Kandang ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm sudah bisa digunakan sebagai modal untuk mulai beternak perkutut. Bisa juga dibentuk petak sangkar yg bersusun untuk menghemat lahan. Mau susun dua atau susun tiga juga masih bisa.
Kandang ideal berukuran lebar 120 cm x 180 cm x 270 cm (lebar x tinggi x panjang) semoga perkutut bisa bergerak terbang bebas dan mendapat cukup sinar matahari. Namun ukuran umum yg digunakan ialah 90 cm x 180 cm x 180 cm atau ukuran 60 cm x 180 cm x 180 cm.
Karena keterbatasan luas lahan di kota besar maka ukuran yg dianggap normal Saat ini ialah ukuran 60 cm x 180 cm x 120 cm (lebar x tinggi x panjang).
Ukuran mana yg mau dipilih, terserah selera masing-masing. Ukuran manapun yg dipilih perkutut tetap bisa berkembangbiak disana.
Materi Bahan Kandang
Bahan rangka sangkar bisa terbuat dari kayu, besi ataupun aluminium. Tergantung dari dana dan kesediaan material.
Bahan kayu lebih murah namun kurang awet, bisa lapuk dihajar hujan dan rayap. Bahan besi lebih kuat, pengerjaannya lebih susah alasannya memotongnya lebih berat, juga untuk mengebornya dan juga besi bisa berkarat. Bahan aluminium lebih mahal dan pengerjaannya lebih Mudah dan cepat, serta bentuknya rapi dan anggun dipandang serta infinit alasannya tahan karat.
Bahan dinding dan kepingan atas sangkar dipilih kawat sangkar yg digalvanized (dilapis dengan materi anti karat). Ukuran kotak-kotak kawat sangkar sebaiknya yg ukuran 0.5 cm x 0.5 cm. supaya tidak dimasuki cicak, kecoak maupun ular yg membahayakan ketenteraman lingkungan kandang. Jika ada insan yg takut banget dengan cicak atau kecoak, maka tidak heran juga Jika ada perkutut yg juga phobia dengan hewan-hewan tersebut. Ukuran kawat kotak-kotak 1 cm x 1 cm yg lebih murah masih bisa digunakan tetapi resikonya masih terlalu besar dibanding penghematannya.
Lantai Kandang
Sebaiknya lantai sangkar dipelur dengan semen, jangan hanya beralas tanah. supaya lebih Mudah dibersihkan dengan trik disemprot dengan air. Lantai tanah kelihatannya alami, tetapi bakal banyak bakter pathogen yg berkembang biak di tanah dan bisa masuk ke perut perkutut kesayangan kita Saat si perkutut mencari makan di bawah.
Lantai sangkar Musti dibentuk miring sedemikian rupa sehingga air hujan yg masuk bisa segera mengalir keluar kandang, sehingga lantai tidak menjadi lembab sarang kuman.
Lantai sangkar Musti sering dibersihkan dengan trik disemprot dengan air atau bila perlu masuk sangkar dan disikat sampai higienis dari kotoran dan lumut.
Atap Kandang
Penutup kepingan atas sangkar atau atap sangkar ternak bisa terbuat dari genting atau asbes. Atap dibentuk miring sehingga air hujan tidak tergenang. Dan atap dipasang hanya sepertiga kepingan saja menaungi area sarang dan tempat pakan. Sisa dua per tiga area bisa digunakan perkutut untuk bermandi sinar matahari dan atap dibentuk menjorok ke depan semoga tempat pakan dan sarang tidak terkena tampias air hujan.
Sebaiknya di antara kawat atas sangkar dan atap sangkar diberi jarak sekitar 15-20 cm semoga terdapat sirkulasi udara yg nyaman di tempat sarang.
Pintu Kandang
Untuk sangkar ukuran besar perlu dibentuk pintu sangkar berukuran 60 cm x 90 cm semoga perawat sangkar bisa masuk untuk membersihkan sangkar ataupun untuk menangkap burung. Sebaiknya dibentuk engsel pengunci juga di kepingan dalam, sehingga Saat perawat masuk ke dalam sangkar bisa mengunci pintu sangkar dari dalam semoga burungnya tidak kabur dari celah pintu.

Musti dibentuk juga pintu kecil
Pintu kecil untuk urusan pakan dan minum
ukuran 15 cm x 15 cm yg dipasang di kepingan depan sebelah atas erat sarang, pintu ini gunanya untuk mengecek sarang, mengecelk telur dan piyik yg masih kecil, sehingga perawat tidak perlu masuk kedalam kandang.
Pintu Kecil untuk memantau telur dan piyik
Kemudian satu lagi pintu kecil dibagian depan tengah ukuran 20 x 20 cm untuk mengambil tempat makan/minum Saat mau menambah pakan atau mau membersihkan tempat pakan/minum.

Meja Makan
Tidak hanya rumah pemilik bird farm yg punya meja makan, tapi sangkar ternak perkutut pun Musti dilengkapi dengan meja makan. Cukup berupa papan kayu melintang yg diletakkan dibagian depan sebelah tengah. Di papan ini bisa diletakkan kotak tempat pakan dan wadah minum perkutut. Ukurannya lebar 20 cm dan tebal 1 cm, panjangnya memyesuaikan dengan lebar kandang.
Jangan lupa memberi lapisan cat pada papan meja makan ini, semoga tidak Mudah lapuk kena siraman air hujan ataupun siraman air pada waktu kita membersihkan kandang.
Wadah Pakan
Pakan perkutut sebaiknya diletakkan di sebuah kotak yg bersekat-sekat dengan epilog yg berlubang dengan diameter lubang seukuran 4 cm cukup untuk kepala perkutut masuk dan mencongkel-congkel makanannya. Burung perkutut populer sebagai burung pemilih yg makannya suka dihambur-hamburkan. Dengan epilog tersebut maka bisa agak dikurangi pemborosan pakannya.
Kotak bersekat gunanya untuk memisahkan pakan antara milet, gabah, juwawut dan yg lainnya, sekali lagi semoga tidak dihambur-hamburkan oleh burung perkututnya, selain itu juga untuk lebih Mudah mengetahui pakan jenis apa yg disukai oleh pasangan perkutut tersebut. Layaknya insan ada yg suka capcay, ada yg suka puyunghai, ada yg suka telor ada yg tidak suka sayur, begitu juga perkutut ada yg hobby makan juwawut tapi gak suka ketan hitam, ada yg suka milet doang dan tidak suka gabah.
Wadah Minum
Wadah minum bisa digunakan yg model terbuka, atau juga model tertutup untuk menghindari debu dan kotoran yg mencemari minumannya. yg model terbuka Musti tiap hari diganti semoga tidak lumutan dan tidak menjadi sarang jentik nyamuk demam berdarah.


Penyakit Pada Perkutut Dan Pengobatannya

1. Mencret
Mencret ditandai dgn kotoran yg keluar berupa cairan atau basah, walaupun kondisi fisiknya terlihat sehat & normal, masih rajin bunyi, & hanya kadang kala saja bulunya kerodongan.

Obatnya ialah KOLERIDIN, biasa dibeli di TOKO TANI, obat ini berupa abu yg dosisnya dlm setiap 1 gram hrs dilarutkan dalam 1 liter air.
Pengobatannya sanggup sebagai air minum burung perkutut, namun kejelekannya ialah daerah minumnya bakal Mudah berlumut & kotor.
Caranya pengobatan lain, ialah dgn melolohkan cairan obat ini (dosisnya agak dinaikan sedikit, dgn mengira-ngira saja) dgn SPET (alat suntik kecil tanpa jarumnya) ke paruh burung perkutut sebanyak 0,1 ml (0,1 cc) per ekor per hari. Pelolohan dilakukan selama 3 hari berturut-turut, hingga mencretnya hilang.

2. Cacingan
Cacingan ditandai dgn kondisi fisik perkutut yg kurus (bagian dadanya tajam = nyilet), tidak napsu makan, bulunya kerodongan, langka sekali berbunyi, kotorannya sedikit agak basah, & kadang kala ada cacingnya.
Obatnya ialah COMBANTRIN CAIR dalam botol kecil (yg biasa untuk anak2) atau brand lainnya, obat ini sanggup dibeli di APOTEK atau TOKO OBAT. Dosis obat ini ialah cairannya Musti diencerkan hingga 50% dgn air bening yg bersih, triknya yaitu dgn menyedot 0,05 ml cairan Combantrin, kemudian dicampur dgn menyedot air bening yg higienis sebanyak 0,05 ml juga, sehingga total cairan obat menjadi 0,1 ml.
Pengobatannya ialah dgn melolohkan cairan obat ini dgn spet ke dalam paruh burung perkutut, jikalau perkututnya cacingan, maka kesesokan harinya pada kotorannya bakal banyak cacing yg keluar. Pelolohan dilakukan selama 3 hari berturut-turut, hingga cacingnya benar-benar sdh tdk ada lagi.
3. Kurang Gizi
Kurang gizi ini ditandai dgn fisik perkutut yg kurus (bagian dadanya tajam = nyilet), bulunya berwarna kusam, tidak napsu makan, namun kotorannya normal bundar kering, namun masih rajin bunyi.
Obatnya ialah VITA CHICK, biasa dibeli di TOKO TANI, obat ini beruba abu yg dosisnya kurang lebih dlm setiap 1 gram hrs dilarutkan dalam liter air.
Pengobatannya sanggup sebagai air minum burung perkutut, namun kejelekannya ialah daerah minumnya bakal Mudah berlumut & kotor.
Caranya pengobatan lain, dgn melolohkan cairan obat ini (dosisnya agak dinaikan sedikit, dgn mengira-ngira saja) dgn spet ke paruh burung perkutut sebanyak 0,1 ml (0,1 cc) per ekor per hari. Pelolohan dilakukan & distop hingga burung perkutut sdh rajin makan kembali.
4. Sayap dan atau Kepala Berdarah
Sayap dan atau kepala berdarah ialah jawaban burung perkutut yg terlalu liar, selalu ketakutan, & gelisah di dalam sangkarnya, sehingga beliau selalu menabrak-nabrak sangkar semoga sanggup lepas bebas merdeka ke alam bebas. Namun tanpa disadarinya, bab sayap & atau kepalanya bakal luka & mengeluarkan darah.
Pengobatannya dilakukan dalam 2 tahap, tahap 1 ialah dgn diruqyah (baca postingan saya yg berjudul “MEMBUAT PERKUTUT JINAK DALAM 2 – 3 MENIT”), tahap ke 2 ialah dengan menawarkan obat ANTI BIOTIK.
Meruqyah butung perkutut, dimaksudkan semoga burung perkutut menjadi jinak, tidak liar, tenang, & mengenal majikannya dgn baik.
Obat anti biotik ialah PENICILIN atau NEBACETIN, yg berupa abu putih yg berbau menyengat, & biasa dibeli di APOTEK atau TOKO OBAT.
Pengobatan anti biotik dgn obat ini, ialah dgn membalurkan atau mengoleskan abu anti biotik secukupnya (jangan terlalu banyak) ke bab yg luka pada burung perkutut tsb. Pantangannya ialah jangan membuat tubuh (terutama bab yg luka tsb) perkutut lembap atau terkena air, jadi Musti dijaga semoga tetap selalu kering & jangan dimandikan dulu. Dengan Memakai obat anti biotik ini, luka berdarahnya bakal cepat kering & cepat sembuh.
Pengobatan anti biotik dgn trik lain, ialah dgn memandikan burung perkutut tsb dgn rendaman air daun sirih yg hangat. Metoda ini memang sangat murah biayanya, namun proses kesembuhannya lebih usang dari pada dgn metoda pembaluran abu anti biotik di atas.
SELAMAT MENCOBA, SEMOGA BERGUNA & BERMANFAAT BAGI ANDA.




Disarikan dari: https://www.facebook.com/groups/272304526299883/permalink/390655454464789/

Search

Popular Posts

Blog Archive