Cara Membedakan Sirtu Jantan Dan Betina

Cara Membedakan Sirtu Jantan Dan Betina

Bagi seorang pemula untuk bisa membedakan antara burung sirpu jantan dan betina memang agak sulit, lantaran bentuk fisik dan warna dari burung tersebut hampir sama secara sepintas. Bahkan dari sekian banyak orang untuk sekedar bertanya kepada penjual/kios burung tentang jenis kelamin burung cipow mereka hingga tak berani memberikan garansi apakah burung sirtu cipo berjenis kelamin betina ataupun jantan. Bahkan para bakul tersebutpun mengakui kesusahan dalam membedakan jenis kelamin betina atau jantan burung Cipoh.

Tentu bagi pemain lama penggemar burung sirtu ini tentu bukan hal sulit untuk bisa membedakan mana burung sirpu jantan dan mana burung sirtu betina hanya dengan melihat fisiknya, berbeda dengan yang pemula atau baru memulai memelihara sirpu pasti akan sedikit kesusahan dalam membedakan jenis kelamin burung sirtu.


Namun disini saya tentu akan memberikan sebuah Tips yang cukup Mudah untuk bisa membedakan Sirpu jantan dan betina bagi pemula yang baru akan coba memelihara burung yang mempunyai kicauan khas ini, Berikut simak baik -  baik :

Ciri - ciri burung Sirtu Jantan

  1. Di lihat dari warna Lidah , burung sirpu jantan biasanya mempunyai warna lidah yang gelap atau hitam di banding sirpu betina.
  2. jika pada anakan/lolohan jantan lidahnya masih belum hitam dan ketika di buka paruhnya, rongga paruh atas masih terang, tetapi kita bisa melihat jelas paruh bagian bawah berwarna gelap kehitaman itu sirpu anakan jantan. jika warnanya terang liat pikirkan dulu sebelum membeli.
  3. Ekor, burung Sirtu/Sirpu jantan ekornya mengumpul di tengah tidak melebar
  4. Bulu pinggul pada bagian pinggul bawah sayap apabila pada Sirtu jantan lebih macam-macam warna putihnya. 
  5.  Sayap, Pada sayap jika Sirtu jantan lebih tegas berwarna hitamnya, tetapi warna putih pada sayap tidak berpengaruh pada jenis kelamin. (lihat gambar diatas)
  6. Sedangkan pada suara nada Sirtu betina suaranya ceer...ceeer, sedangkan pada Sirtu jantan suaranya ceeer..kreek...ceeer..kreek...fuu...terhadap akhir nada ceeer rata rata di akhiri dengan nada siulan khas sirtu jantan
  7. Dan yang paling penting, Sirpu Jantan warna hijau zaitun pada punggungnya lebih gelap 


Ciri - ciri burung Sirpu Betina

  1. Lidah jika betina Sirtu berwarna putih keabu - abuan (dewasa), jika pada anakan betina warna paruh bagian bawah terlihat terang.
  2. Ekor, burung Sirtu/Sirpu betina ekornya sedikit melebar.
  3. Bulu yang terdapat pada paha burung betina terlihat lebih tipis
  4. Bulu pinggul, pada bagian pinggul bawah sayap jika pada betina sedikit warna putihnya.
  5. Warna sayap pada sirtu betina terlihat lebih kusam tidak terlihat cerah.
  6. Ukuran kepala pada burung sirtu betina relatif lebih kecil dibandingkan dengan burung sirtu jantan
  7. Di lihat dari ciri fisik, burung sirtu betina jika berdiri agak condong kedepan, berbeda sekali dengan burung jantan yang terlihat tegak gagah.
  8. Warna hijau zaitun Sirpu betina pada punggungnya lebih terang (lihat gambar diatas).


Demikianlah Trik Dan Tips Ampuh Cara Untuk Membedakan Burung Sirtu Jantan Dan Betina membedakan kategori kelamin burung Sirtu/Sirdung..tulisan ini aku sharing berdasar baca-baca di internet, referensi bakul burung & tanya kepada pecinta burung Sirtu

Ciri-Ciri Perbedaan Sirtu/Cipoh Jantan Dan Betina Yang Akurat

Untuk mengenali jenis kelamin burung Sirtu/Cipoh memang agak sulit, alasannya yaitu dari bentuk fisik dan warna bulunya hampir sama, apalagi untuk seorang pemula tentunya akan kesulitan untuk membedakan antara Sirtu/Cipoh jantan dan betina kalau tidak ada perbandiangan dengan dua ekor burung jantan dan betina.

Untuk membedakan antara Sirtu/Cipoh jantan dan betina, ada beberapa ciri-ciri yang sanggup dipakai sebagai panduan sebelum kita memeliharanya, alasannya yaitu Sirtu/Cipoh yang sanggup gacor dengan bunyi lantang dan bervariasi yaitu yang berjenis kelamin jantan. Ciri-ciri tersebut di antaranya:

Warna bulu

Untuk Sirtu/Cipoh hasil tangkapan hutan (bakalan), warna bulu dan ciri fisik lainya memang masih sanggup terlihat terang perbedaan antara Sirtu/Cipoh jantan dan betina, tapi untuk Sirtu/Cipoh rawatan usang atau yang dirawat dari lolohan tentunya akan berbeda. Karena dampak dari faktor perawatan sehari-hari ibarat pertolongan pakan yang tentunya berbeda dengan pakan alami Sirtu/Cipoh di alam bebas dan perawatan sehari-hari ibarat mandi dan jemur yang sanggup mempengaruhi warna bulu Sirtu/Cipoh menjadi tidak cerah (kusam).

Warna bulu pada Sirtu/Cipoh jantan dan betina rawatan usang dan yang dirawat dari lolohan cenderung sama-sama tidak cerah (kusam), berbeda dengan Sirtu/Cipoh liar di alam bebas yang mempunyai warna bulu cerah alasannya yaitu dampak dari faktor pakan, mandi, dan penjemuran yang dilakukan secara alami dengan nalurinya yang menciptakan warna bulu Sirtu/Cipoh liar cenderung lebih cerah dan lebih tegas/cerah.

Jadi, indentifikasi jenis kelamin dengan cara membedakan warna bulunya, hanya efektif untuk membedakan jenis kelamin Sirtu/Cipoh bakalan hasil tangkapan hutan, dan tidak efektif untuk membedakan jenis kelamin Sirtu/Cipoh rawatan usang dan yang dirawat dari lolohan, alasannya yaitu warna bulunya cenderung sama-sama kusam.

Warna lisan dan lidah

Cara lain yang paling banyak dilakukan untuk mengidentifikasi jenis kelamin Sirtu/Cipoh, yaitu dilihat dari warna bab dalam lisan dan lidahnya. Dimana bab dalam lisan dan pengecap dari Sirtu/Cipoh jantan cenderung berwarna hitam pekat, sedangkan Sirtu/Cipoh betina warna bab dalam mulutnya juga hitam, tapi warna lidahnya agak putih.

Tapi faktanya cara tersebut hanya sanggup dipakai ketika Sirtu/Cipoh sudah berusia mapan (dewasa), atau sudah berusia diatas satu tahun. Untuk Sirtu/Cipoh hasil tangkapan hutan yang sudah dewasa, cara tersebut mungkin sangat membantu.

Tapi untuk Sirtu/Cipoh yang usianya dibawah satu tahun tentunya akan sulit untuk membedakan jenis kelaminnya dengan cara tersebut, alasannya yaitu warna bab dalam lisan dan lidahnya masih berwarna kemerahan.

Jadi, identifikasi jenis kelamin Sirtu/Cipoh dengan melihat warna pada pengecap dan bab dalam mulutnya hanya efektif untuk Sirtu/Cipoh yang usianya sudah remaja (di atas satu tahun).

Jumlah anakan

Bagi yang suka memelihara Sirtu/Cipoh dari lolohan, mereka sering memprediksi jenis kelamin Sirtu/Cipoh dari jumlah piyik ketika masih didalam sarangnya, ibarat contohnya bahwa Sirtu/Cipoh anak tunggal hampir sanggup dipastikan berjenis kelamin jantan.

Tapi faktanya, hal tersebut hanyalah sebuah prediksi atau argumen yang berdasar pada pengalaman serta insiden lebih banyak didominasi saja dan bukan merupakan hasil penelitian ilmiah dari para ahli.

Burung Sirtu/Cipoh sendiri umumnya bertelur paling banyak 3 butir, itupun sangat sedikit jumlahnya. Rata-rata Sirtu/Cipoh bertelur 2 butir dan ada juga yang hanya bertelur 1 butir saja.

Proses menetasnya telur secara alami harus melewati seleksi alam yang ketat, ibarat gangguan predator yang sanggup memangsa telur atau piyik, kondisi cuaca pada ketika induk Sirtu/Cipoh mengerami telur, atau faktor genetik itu sendiri yang mempengaruhi menetasnya telur.

Jadi, memprediksi jenis kelamin Sirtu/Cipoh dari jumlah anaknya tidak sanggup 100% akurat alasannya yaitu sanggup saja ketika anakan Sirtu/Cipoh yang selamat melewati ketatnya seleksi alam yaitu anakan yang berjenis kelamin betina, alasannya yaitu semua kemungkinan sanggup saja terjadi tanpa pernah kita ketahui apa yang terjadi dari mulai telur hingga menetas menjadi piyik.

Suara kicauan

Cara yang terakhir yaitu dengan membedakan bunyi kicauannya. Suara kicauan antara Sirtu/Cipoh jantan dan betina tentunya berbeda, dan berdasarkan para penggemar Sirtu/Cipoh yang sudah berpengalaman, cara membedakan jenis kelamin Sirtu/Cipoh yang paling akurat yaitu dengan cara membedakan bunyi kicauannya.

Sirtu/Cipoh muda yang berusia antara 2-3 bulan sudah mulai sanggup dikenali perbedaan suaranya, dimana Sirtu/Cipoh jantan sudah lebih aktif bersuara ngekrek pada usia 1 bulan dan pada usia 3 bulan biasanya sudah mulai berguru nyiul.

Sirtu/Cipoh jantan sudah mulai berguru berbunyi siiiirrrtuuuuu.... pada usia 5-6 bulan, berbeda dengan Sirtu/Cipoh betina, alasannya yaitu pada usia 2-3 bulan hanya bersuara ngekrek saja, tidak nyiul dan tidak mempunyai variasi kicauan (monoton).

Tapi untuk membedakan jenis kelamin Sirtu/Cipoh bakalan tangkapan hutan yang belum berbunyi, tentu cara untuk membedakan jenis kelaminnya hanya sanggup dengan membedakan warna bulunya dan melihat warna bab dalam lisan serta lidahnya.

Baca juga:

Ciri-ciri Ciblek jantan dan Ciblek betina beserta gambarnya

Ciri-ciri Trucukan jantan dan betina yang akurat

Ciri-ciri perbedaan Pleci jantan dan betina paling akurat

Ciri-ciri Tledekan Gunung jantan dan betina

Demikian sedikit info wacana ciri-ciri perbedaan Sirtu/Cipoh jantan dan betina yang akurat. Untuk info lain seputar burung Sirtu/Cipoh, sanggup dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Sirtu/Cipoh jantan dan betina

Search

Popular Posts

Blog Archive