Download Bunyi Burung Juara

Burung Pleci
UNDUH disini Klik kata Unduh Disamping









BURUNG SERTU/CIPO
 UNDUH disini Klik kata Unduh Disamping












BURUNG MURAI BATU 

UNDUH disini Klik kata Unduh Disamping







BURUNG KENARI

UNDUH disini Klik kata Unduh Disamping 









BURUNG CUCAK IJO




UNDUH disini Klik kata Unduh Disamping 










BURUNG CUCAK ROWO

UNDUH disini Klik kata Unduh Disamping









Tunggu update dari aku SAlam kicau mania

Burung Kicau

Burung Kicau ialah burung yang Bisa dipelihara cukup gampang dan susah alasannya burung kicau lomba biasanya dirawat majikan dengan sungguh Terawat Seperti anaknya"wkwk" . Burung lomba diperlombakkan di Lapangan yang sudah Dipasangi Tratak atau GANTANGAN . Cara Cara lomba biasanya dengan Membeli Kartu Karcis untuk Mendaftar dan burung harus keadaan SEHAT WALAFIYAT ''emang Orang" . Dan burung sudah keadaan Gacor / siap tarung.
Sekian dr aku bos kicau salam Kicau mania indonesia

Menganalisis Ternak Bebek/Itik Peking Super Selama 45Hari Eksklusif Panen



Budidaya Ternak Itik/Bebek Peking Panen 45 Hari  Ternak Bebek/Itik Peking Super  selamat siang para peternak angsa indonesia pada kali ini saya akan menyebarkan analisis peluang perjuangan ternak itik peking sebagai itik pedaging sukses dan menjanjikan.Laju pertumbuhannya lebih cepat. Untuk mencapai berat 3 kg, itik peking cukup membutuhkan waktu pemeliharaan kisaran 45 hari. Ini jauh berbeda dengan itik biasa atau lokal yang membutuhkan waktu pemeliharaan 2 – 3 bulan hanya untuk mencapai berat kisaran 2 kg. Tentu saja hal demikian memperlihatkan potensi laba yang besar dari cepatnya masa panen dan lebih rendahnya biaya pakan. Hal ini sudah dibuktikan oleh peternak itik di kroya Kab. Cirebon dimana itik peking umur 53 hari sanggup mencapai berat tubuh sekitar 3.25 kg. Seperti yang telah dimuat dalam harian kompas terbitan juni 2007. Dalam pemeliharaan 3 bulan sanggup mencapai bobot 4 – 4.5 kg.
· Itik peking lebih tahan penyakit dibanding itik lokal.
· Sifat Itik peking tidak kanibal, dll.

Dengan melihat kondisi tersebut kami mencoba menciptakan fatwa dan analisa perjuangan budidaya itik peking dalam rangka akselerasi pembangunan peternakan unggas air untuk pemenuhan kebutuhan akan daging dalam waktu yang relatif cepat, gampang dan sanggup dikembangkan.

Selama ini pemenuhan daging itik hanya berasal dari itik petelur yang sudah habis masa produksinya alias sudah di afkir. Hal ini tidak sejalan dengaan marak dan berkembangnya bisnis masakan dan resto dan yang semisalnya yang menyajikan sajian masakan daging bebek. Menu olahan daging angsa menjadi daya tarik tersendiri di berbabagai tempat sanggup menjadi sandaran bagi peternak itik pedaging. Tak ayal jumlah seruan daging itik naik sedangkan ketersediaan barang sedikit sehingga peluang pasar itik pedaging pun kian menjajikan dan semakin terbuka lebar.

Selama ini itik yang dipelihara dan diternakkan yakni untuk diambil telurnya, sehingga untuk mendapat daging itik harus menunggu angsa yang tidak produktif menghasilkan telur lagi. Itik – itik inilah yang kemudian dipotong untuk memenuhi pemintaan daging itik. Itulah sebabnya kita sering menemukan daging itik yang keras dan alot ketika dimakan, tentu saja karena daging itik tersebut berasal dari itik afkiran yang sudah tua. Kesulitan dalam mencari daging itik inilah yang kemudian kami mencoba untuk memecahkan solusinya, hal inilah yag menciptakan kami untuk menentukan untuk beternak itik peking. Daging itik peking muda mempunyai tekstur lebih lembut, lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi karena mulai dipotong rata rata umur 40 hari.

Berikut kami sajikan beberapa alasan yang akan sanggup menghilangkan keraguan anda untuk memulai perjuangan penggemukan itik.

Kita semua tahu dan mufakat bahwa satu porsi nasi angsa harganya lebih mahal 1 – 2 kali lipat bila dibandingkan dengan harga satu porsi nasi ayam. Mengapa? Karena daging itik mempunyai cita rasa khas tersendiri apalagi daging itik muda.

Mengapa itik jantan ?
Harga DOD itik jantan lebih murah dari pada yang betina. Disamping itu secara teori dan praktek pun menyimpulkan bahwa laju pertumbuhan itik jantan lebih cepat daripada itik betina.

Mengapa 40 hari (6 ahad ) 

Sebesar 30 % biaya produksi masuk untuk biaya pakan. Kebutuhan pakan meningkat seiring dengan bertambahnya umur itik. Selain itu itik jantan relatif lebih banyak mengkonsumsi pakan daripada itik betina. Semakin cepat waktu pemeliharaan harapannya yakni semakin sedikit biaya yang kita keluarkan untuk pakannya. Kedua yakni dengan memperhitungkan harga jual angsa umur 40 hari yang tidak mengecewakan tinggi. Dan ketiga karena pada rentan umur tersebut yakni laju pertumbuhan yang optimal.

Harga jual dan peluang pasar.
Kalau kita cermati harga itik afkir kini ( Desember 2012 ) sekira Rp. 25.000,- s/d Rp. 30.000,-/ekor dengan berat sekitar 1,5 s/d 1,8 kg. Sedangkan hara itik peking pedaging pemeliharran dalam waktu 40 hari berat sanggup mencapai 2 s/d 3 kg dengan harga jual Rp.22.000,- per kg. Sehingga sanggup diharapan harga per ekor sanggup mencapai Rp.44.000 s/d Rp.66.000,-

Langkah selanjutnya kita membahas pada perjuangan menagement pemeliharan antara lain duduk masalah bibit, pakan, sangkar dan penyakit, berikut akan kami uraikan sedikit perihal ke 4 hal tersebut.

1. BIBIT
Umur itik antara 1 – 7 hari disebut dengan DOD ( Day Old Duck ). Banyak cara untuk mendapat DOD antara lain menetaskan sendiri, beli telur tetasnya, atau beli DOD pribadi dari supplier atau produsen DOD. Kami disini tidak bicara duduk masalah untung rugi perihal cara mendapat DOD. Tapi yang kita bicarakan dalam konteks ketersediaan bibit. Kalau lokasi anda bersahabat dengan penyedia DOD mintalah DOD yang sudah berumur 3 – 4 hari. Pada umur tersebut sanggup diketahui DOD yang kerdil atau tali pusatnya bermasalah dan tingkat kematian rendah. Harga DOD itik peking (Desember 2012 ) Rp.8000/ekor.

2. PAKAN
Pakan DOD umur 1 – 3 ahad ( 20 hari ) sebaiknya memakai pakan pabrikan (concentrate). Yang sering dipakai oleh pakan ayam pedaging. Multi vitamin dan antibiotik dan prebiotik (vitachick, trimechin dan SOC dari HCS ) harus tersedia. Frekuensi pemberian pakan kalau sanggup diusahakan lebih banyak dan teratur. Keuntungan yang akan didapat yakni pertumbuhan yang cepat dan seragam, dan kondisi makan harus fresh dan terkontrol.

Setelah umur 3 ahad (21 hari) pakan sanggup diganti dengan komposisi 1 pecahan konsentrat dan 2 pecahan pakan buatan sendiri (dalam hal ini kami menciptakan dengan sistem fermentasi Tehnologi Mikroba Metriks yaitu SOC dari PT HCS). Kadar protein yang dibutuhkan antara 16 – 22 % dengan Energi Metabolisme sekitar 2900 – 3000 kkal/kg.


Umur (Minggu)
Jumlah Pakan (kg/hari)
Jumlah minum (liter)

1
1,7
2
2
4,8
4
3
6,6
8
4
9,1
16
5
10
25
6
12
30
Jumlah



Harga pakan dan prebiotik dan harga jual :
Pakan concentrate 1 karung Rp.328.000/per 50 kg.
Harga 1 kg Rp.6560 dibulatkan Rp.6600.
Pakan buatan sendiri 1 kg Rp.3.500,-.
Prebiotik soc 1 botol Rp.55.000 / ½ liter.
Vitamin dan antibiotik RP.15.000,-
127 kg yakni pakan concentrate pedaging 511/BR 1
164 kg yakni pakan buatan sendiri / fermentasi
127 x Rp.6600,- = Rp.838.200,-
164 x Rp.3500,- = Rp.574.000,-
291 kg = Rp.1.412.200,-
Harga per 1 kg pakan = 1.412.200 : 291 =Rp.4853-,
Harga pakan untuk 1 ekor =1412200 :100 =Rp14.122,-
Berat itik yang dibutuhkan 2 s/d 2.5 kg
Harga jual itik peking per kg Rp.22.000,- ( Desember 2012 )
Harga per ekor dianggap rata – rata 2 kg =Rp.44.000,-


3. KANDANG ITIK PEKING

Model sangkar untuk penggemukan itik peking jantan cukup sederhana yaitu sangkar box dan postal.
Kandang box ukuran 1x2 m dengan kapasitas 100 ekor untuk pemeliharaan 3 ahad dengan lampu pemanas 40 watt 2 buah. Dasar box sebaiknya diberi ganjal jerami atau materi lain yang yang sejenisnya dan sering sering diganti.
Kandang postal untuk pemeliharaan usia 21 hari hingga panen.

4. PENYAKIT ITIK PEKING
Beberapa hambatan antara lain :
Kurangnya pengetahuan perihal beternak unggas .
Bencana alam yang tidak diduga
Keamanan kurang
DOD yang kita beli yakni palsu, sanggup jadi betina atau kualitasnya kurang anggun sehingga laju pertumbuhannya kurang.
Tidak mendapat pinjaman dari masyarakat sekitar.
Limbah yang yang amis ( sanggup diatasi dengan tehnologi dan contoh pakan fermentasi dengan “probiotik SOC HCS” sehingga amis sanggup diminalkan ).
Hasil panen yang melimpah sehingga harga jual turun.
Penyakit dan gangguan kesehatan pada itikWalaupun tidak berakibat fatal, penyakit/gangguan kesehatan harus tetap diwaspadai. Tanda – tanda itik sakit. tidak bersuara , tidak nafsu makan, gerakannya lamban, antara lain :

I. Berak Kapur
Ditandai kotoran itik berwarna hijau dengan bercak putih, gangguan kesehatan ini di duga karena basil Salmonella typhimurium. Pengobatan yang dianjurkan memperlihatkan Nitrofuran, Sulfa atau anti biotik lainnya, salah satunya dengan mencampur pakan dengan Furasodidon 0,0011 %.

II. Itik lumpuh
Penyebab, masakan kedaluwarsa atau kadaluwarga, makan bangkai atau terlalu banyak berada di tanah becek. Mengatasinya telankan butiran es batu. Dianjurkan tidak memperlihatkan pakan nabati yang berjamur. Seperti jagung dan bungkil yang sudah lama. Pakan kadaluwarsa ini mengandung Aspergillasis flavur yang sanggup meracuni sehingga menyebabkan kelumpuhan.

III. Tidak Nafsu Makan.
Campurkan di air minum 1 liter dengan prebotik SOC 2.5 ml gram atau trace elemen lainnya dan vitamin .

IV. Gangguan Tenggorokan.
Adanya cacing yang melekat di tenggorokan , cara menanggulanginya dengan mencabut cacing yang melekat dengan pinset, sehabis itu diberikan obat Tetrachlor.

5. ANALISA USAHA
Analisa perjuangan yang kami berikan dengan meniadakan biaya sewa lahan, pembuatan sangkar dan tenaga kerja. Mengapa? Anda tentu lebih mengerti jawabannya.
Berikut perhitungan perjuangan penggemukan itik peking jantan per 100 dalam 40 hari ( 6 Minggu ) :

Biaya :
DOD 100 ekor x Rp.8000 = Rp. 800.000,-
Pakan 511 = Rp. 838.200,-
Pakan buatan sendiri/fermentasi = Rp. 574.000,-
Prebiotik SOC = Rp. 55.000,-
Vitamin dan antiboitik = Rp. 15.000,-
Biaya tak terduga = Rp. 50.000,-
Total pengeluaran = Rp.2.332.000,-

Pendapatan :
Asumsi itik yang mati dalam masa 6 ahad yakni 10 % ,
sehingga yang tersisa 90 ekor dengan perkiraan berat rata-rata 2 kg. 
Harga per kg Rp.22.000,-.
Harga per ekor = 2 x Rp.22.000 = Rp 44.000,-
90 x Rp.44.000 = Rp. 3.960.000,-
Keuntungan :
Total pendapatan - Total biaya
Rp.3.960.000 – Rp.2.332.000 = Rp.1.628.000,-

Mungkin laba diatas jauh dari bayangan kita, akan tetapi jangan berpaling dulu. Perhitungan diatas hanya untuk jumlah pemeliharaan 100 ekor, maka kami menyarankan untuk memulainya dengan 500 ekor, disamping menghemat waktu dan tenaga, juga untuk memudahkan penjualan ke lain tempat ( bali dan Jakarta), biasanya minimal pengiriman 500 ekor .

Analisa perjuangan penggemukan 500 itik peking dalam 6 ahad ( 42 hari ).
· Biaya
a. 500 DOD x Rp.8.000,- = Rp. 4.000.000,-
b. Pakan 511/BR 1 = Rp. 4.191.000,-
c. Pakan buatan sendiri = Rp. 2.870.000,
d. Prebiotik SOC = Rp. 275.000,
e. Vitamin dan antibiotik = Rp. 75.000,-
f. Biaya tak terduga = Rp. 250.000,-
Total pengeluaran = Rp. 11.661.000,-

· Pendapatan
Asumsi Itik yang mati 10% (50 ekor),
yang hidup 450 ekor, berat rata -rata 2 kg.
Harga per kg Rp. 22.000.
450 x 2 x Rp.22.000 = Rp. 19.000.000,-

Keuntungan
Rp.19.000.000.- - Rp.11.661.000 = Rp. 7.339.000,-

Sekedar pembanding bila Anda perjuangan dengan jumlah 100 ekor dan 500 ekor.
Perhitungan analisa perjuangan penggemukan 100 itik peking pedaging dalam 6
ahad ( 42 hari ).
· Biaya :
a. 100 DOD x Rp.8.000 = Rp. 800.000,-
b. Pakan 511/BR 1 = Rp. 838.200,-
c. Pakan buatan sendiri = Rp. 574.000,-
d. Prebiotik SOC = Rp. 55.000,-
e. Vitamin dan antibiotik = Rp. 15.000,-
f. Biaya takterduga = Rp. 50.000,-
Total pengeluaran = Rp. 2.332.000,-

· Pendapatan
Asumsi itik yang mati 10 %g
Yang hidup 90 ekor,
berat rata rata dihitung 2 kg/ekor.
Harga per kg Rp. 22.000,-
90 X 2 X Rp.22.000 = Rp.3.940.000,-

Keuntungan
Rp.3.960.000 - Rp.2.332.000,- = Rp.1.628.000,-


Pemeliharaan pada periode starter/anak itik/DOD merupakan tahap penting sebagai langkah awal dalam menghasilkan itik pedaging yang baik. Pemeliharaan pada tahap ini mempunyai tujuan untuk menekan kematian pada fase awal kehidupan DOD dan meningkatkan bobot tubuh itik sesuai dengan yang dibutuhkan pada umur 6 minggu.

1. DOD.
Persyaratan dalam menentukan DOD itik jantan umur 1 –7 hari sebagai itik pedaging antara lain :
Bobot minimal 40 gram.
Bulu higienis dan kering.
Nafsu makan besar
Umur DOD 4 hari
Tubuh tegap, mata jernih, kaki kokoh
Tidak cacat
Bebas dari penyakit unggas
Pada ketika kedatangan DOD hingga di kandang, masukkan ke dalam box pemeliharaan dan diamkan selama 2 jam. Tapi sebelumnya panas buatan sebagai pengganti indukan harus dinyalakan Setelah itu berikan minum untuk per 100 DOD dengan 1 liter air dengan 1 0ns gula merah dan 10 ml gram /1 tutup botol SOC dan 1 kapsul curcuma/temulawak ( dari HCS ) dan 1 kapsul herbal noni (dari HCS ). Mengapa kok menunggu 2 jam ? Untuk menetralkan kondisi tubuh dan mengenal suasana.

Pemberian minum tersebut berfungsi sebagai Prebiotik, anti stres dan mengganti cairan tubuh yang hilang sehingga kehilangan berat tubuh sanggup dicegah dan memulihkan kesehatan yang normal kembali . DOD yang terlambat penanganannya ketika tiba sanggup terlihat dari ketidakseragamnya pertumbuhan.

2. Perkandangan.
- Kandang stater (0 – 20 hari ).
Ukuran sangkar stater 2 m x 1 m x 40 cm dengan ketinggihan dari tanah 50 cm. Dan diberi lampu pemanas 40 watt per sangkar 2 dengan ketinggihan 45 cm dari ganjal kandang. Fungsi pemanas sebagai induk buatan untuk menjaga suhu tubuh itik, karena pada masa ini bulu itik belum tumbuh dan sistem thermoregulatornya belum berfungsi.
Suhu sangkar +- 370 C dan kelembaban sangkar antara 60 – 65 %.

- Kandang finisher ( 21 – 50 hari ).
Kandang finisher disiapkan untuk itik potong mulai berumur 21 hari hingga siap panen. Kandang disekat
Beberapa bagian,biasanya ukuran 4 x 4m sanggup menampung 100 itik.
Lantai sangkar tiap hari harus dibersihkan untuk membuang kotoran itik biar tidak ditumbuhi jamur/bakteri yang merugikan.
Tempat pakan dan minum harus dijaga kebersihannya.

Kandang harus selalu dijaga kebersihannya biar itik merasa nyaman, termasuk tempat pakan dan minum, sisa pakan dibuang dari dalam sangkar biar itik tidak memakan pakan yang basi.
Selain itu sangkar harus selalu dijaga biar damai dan kondusif supaya itik tidak stres.

3. Pakan
> Cara pemberian pakan pada umur 1 – 7 hari dilakukan sesering mungkin bertahap ( 1 hari sanggup 5 kali). Hal ini untuk merangsang itik biar mau makan terus menerus. Kondisi ini juga dimaksudkan sekaligus untuk memperhatikan itik kondisinya sanggup terus dipantau. Apabila ada itik yang kurang sehat atau kalah bersaing, segera sanggup dipindahkan ke petak tersendiri ( karantina ).

> Pakan harus dari pabrik yang sesuai dengan standart yaitu 511/BR 1 atau yang setara.
Pakan consentrat 511 diberikan pada umur itik 1 – 14 hari.
Pada usia 15 – panen kita beri pakan campuran.
Formula pakan 40 % concertrat, dan 60 % buatan sendiri dengan difermentasi memakai probitik SOC HSC.
Pemberian pakan dalam 1 hari yakni 3 kali, yaitu jam 7, 12, 4.
Tempat pakan harus dicuci hingga higienis dan dikeringkan sebelum dipakai kembali

> Minum.
Selama itik makan buatan pabrik, untuk minum harus di beri 2,5 ml SOC dicampur 5 liter air.

Cara menciptakan campurannya :
a. 2.5 ml SOC dicampur 5 liter air.
b. 2 sendok makan gula pasir/gula merah dilarutkan dalam 1 gelas air.
c. a dan b dicampur dan dibiarkan minimal 15 menit gres diberikan pada itik.
d. Pada ketika malam hari tempat minum harus dikosongkan.
Demikian postingan dari kami tentang Analilis Usaha Ternak Itik/Bebek Peking Panen 45 Hari semogga bermanfaat..

Budidaya Jamur Tiram Menjanjikan Sudah Dicoba

Budidaya Jamur Tiram Menjanjikan Sudah dicoba - Jamur tiram memang tempat tumbuh kembangnya sangat cocok di tempat yang mempunyai iklim tropis, yang antara lain di negara kita tercinta ini. Untuk memulai perjuangan atau bisnis jamur tiram ini, sanggup di mulai dari modal kecil dengan di lakukan secara bertahap, sehingga meskipun gres berbekal modal sedikit, sanggup memulai usaha, mirip budidaya jamur tiram.


Dalam budidaya jamur tiram, ada salah satu cuilan tahapan yang terasa sulit yaitu problem pembuatan baglog. Baglog yakni sarana untuk budidaya jamur tiram, yaitu media tanam yang telah di inokulai kan dengan bibir jamur, yang nantinya sanggup menumbuhkan jamur.

Jamur tiram termasuk dalam kelompok Basidiomycota, dan berjulukan latin Pleurotus ostreatus yang mempunyai tajuk berbentuk mirip kulit tiram, sehingga populer dengan nama jamur tiram. Kalau di alam bebas, mirip di hutan, jamur tiram yang mempunyai warna putih higienis dan berbentuk setengah bulat ini, banyak di temukan pada batang-batang kayu yang sudah lapuk.

Sebenarnya dalam budidaya jamur tiram, ada dua hal pokok yang harus di lakukan. Yang pertama yaitu menciptakan media tanam dan menginokulaisikan bibit jamur ke dalam media tanam, biar sanggup di tumbuhi miselium yang putih warnanya dan ibarat kapas. Yang kedua yaitu menumbuhkan miselium untuk menjadi tubuh buah jamur.

Dan bagi yang gres memulai perjuangan ini, biasanya memulai acara budidaya dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Sedangkan untuk pengadaan baglog yang siap tumbuh dengan cara membeli dari orang lain. Dan nanti nya sehabis perjuangan budidaya nya sendiri maju dan meningkat, gres mulai mencoba untuk menciptakan baglog sendiri tanpa harus membeli dari orang lain lagi. Selain melaksanakan hal-hal tersebut di atas, masih ada beberapa hal yang lain lagi yang harus di lakukan dalam Budidaya Jamur Tiram Menjanjikan Sudah dicoba -  mirip di bawah ini.

- Menyiapkan tempat budidaya Jamur.

Menyiapkan tempat budidaya jamur atau yang di nama kan kumbung, merupakan syarat yang harus di lakukan, dimana kumbung itu berperan sebagai rumah untuk merawat baglog dan sekaligus menumbuhkan jamur. Kumbung tersebut sanggup terbuat dari kayu atau bambu dan pagar dinding nya sanggup di buat dari bilik atau papan. Pada cuilan atap kumbung biasa nya memakai materi yang menyejuk kan, mirip sirap atau genteng. Di cuilan lantai nya cukup tanah biasa saja, jangan di plester biar air sanggup meresap ketika proses penyiraman jamur.

Sebagai tempat untuk penyusunan baglog, di dalam kumbung harus di buat homogen rak yang berbentuk kisi-kisi, dan di buat secara bertingkat. Pembuatan rak sanggup dari materi kayu ataupun bambu, yang posisi nya berjajar, serta antara rak satu dengan lain nya harus di pisahkan seukuran orang, biar memudahkan dalam perawatan. Tinggi ruang antar rak di buat dengan ukuran 40 cm, sedangkan rak sanggup buat 2 atau 3 tingkat, dengan ukuran lebar 40 cm dan panjang setiap ruas rak yaitu 1 m. Ukuran setiap ruas rak sebesar tersebut, sanggup menampung sekitar 70 atau 80 baglog. Kebutuhan rak dalam budidaya jamur ini, sanggup di sesuaikan dengan jumlah baglog yang akan di tempat kan.

- Proses Budidaya Jamur Tiram.

Kumbung yang sudah siap untuk penempatan baglog, memerlukan persiapan sekali lagi sebelum baglog di masukan. Persiapan tersebut yakni sebagai berikut:
1. Bersih kan kumbung beserta rak-rak nya yang akan di pakai untuk menyimpan dan menyusun baglog dari segala kotoran.
2. Untuk mencegah hama dan penyakit pada jamur, di cuilan dalam kumbung perlu di lakukan penyemprotan memakai fungisida dan juga pengapuran.
Sesudah kumbung di diamkan 2 hari dan busuk obatnya sudah tidak berbau lagi, gres baglog sanggup di masukan dan telah siap untuk di tumbuhkan, serta jangan lupa menutupi seluruh permukaan nya.

- Persiapan Baglog.

Media tanam yang di gunakan untuk menempatkan bibit jamur tiram yakni yang di namakan baglog, yang berupa serbuk gergaji untuk materi utama nya. Sebagai pembungkus baglog memakai plastik berbentuk silinder yang pada salah satu ujung nya di buat lubang. Dan dari lubang ini lah yang nanti nya akan menjadi celah keluar nya jamur tiram, pada ketika tumbuh.

- Perawatan Baglog.

Penyusunan atau penempatan baglog pada rak, sanggup dengan cara di dirikan yang lubang nya di atas. Selain itu juga sanggup memakai cara di tidur kan atau di rebah kan yang lubang nya menghadap ke samping. Dengan cara ini termasuk kondusif dari siraman air, alasannya yakni bila penyiraman hiperbola tidak sanggup masuk ke dalam baglog, serta memudahkan dalam pemanenan. Akan tetapi cara di tidur kan ini sangat menyita tempat.

Baglog yang akan di susun terlebih dahulu harus di buka cincin dan kertas epilog nya, kemudian diamkan selama 5 hari. Jika lantai kumbung dari tanah, sebaiknya di beri kan penyiraman untuk menambah kelembaban. Selanjut nya pada ujung baglog di potong untuk menjadikan ruang pertumbuhan jamur nya lebih lebar lagi. Kemudian biar kan kira-kira 3 hari, dan jangan di siram terlebih dahulu. Yang memerlukan penyiraman hanya pada lantai saja dengan memakai sprayer dengan setelan membentuk kabut. Penyiraman sebaiknya di lakukan 2 atau 3 kali sehari atau tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Dan suhu yang harus di jaga yaitu berkisar 16 samapai 24 derajat celcius.

- Pemanenan Jamur Tiram.

Sebenarnya budidaya jamur tiram tidak memerlukan waktu yang usang dalam pemanenan nya. Sebab bila baglog yang di gunakan pada permukaannya sudah tertutup rapat dan baik dengan miselium, jamur tiram dalam 1 sampai 2 ahad semenjak pembukaan tutup baglog akan tumbuh serta sudah sanggup mulai di panen. Biasa nya satu baglog jamur sanggup di panen 5 sampai 8 kali, bila di rawat dengan sempurna. Berat baglog 1 kg sanggup menghasilkan jamur sekitar 0,7 sampai 0,8 kg. Bekas dari baglog sudah di pakai sanggup di manfaat kan untuk materi kompos tanaman.

Jamur yang sudah siap di panen yaitu telah mekar dan membesar, atau lebih tepat nya lagi kelihatan pada ujung-ujung nya sudah meruncing dan cuilan lingkar tudungnya masih utuh belum pecah, serta warna nya yang masih putih bersih. Waktu penen jamur tiram ini harus tepat, alasannya yakni bila panen telat setengah hari saja warna nya sudah agak kuning kecoklatan dan tudung nya juga sudah pecah. Hal mirip ini menjadikan jamur menjadi cepat layu serta tidak tahan lama. Antara penen yang pertama ke panen yang selanjutnya berjarak antara 2 samapai 3 minggu.

Demikian lah tahapan demi tahapan tentang Budidaya Jamur Tiram Menjanjikan Sudah dicoba -  Semoga bermanfaat dan terimakasih.
From : Pembudidaya Jamur Tiram Agus Kentus 

Search

Popular Posts

Blog Archive