Budidaya Merpati

                  Budidaya Merpati

 

wCEAAkGBxITEhUTExMWFhUXGBoXFhgYGBgfGhgXGhcXFxcfGBoYHiggGBolGxcYIjEhJSkrLi Budidaya MerpatiSalah satu jenis burung jinak yang diternakkan di Indonesia ialah burung merpati. Ada banyak sekali jenis burung merpati yang sanggup diternakan baik dalam skala kecil maupun skala besar. Jika anda ingin memulai budidaya burung merpati, anda harus mengetahui jenis-jenis merpati ini terlebih dahulu.
Gambar Burung Merpati

Jenis-jenis Burung Merpati yang Bisa Diternakkan

Pada dasarnya, ada tiga jenis burung merpati yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Ketiga jenis merpati ini mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda. Hal ini juga menyebabkan perbedaan cara ternak pada masing-masing jenis. Jenis pertama ialah merpati pacuan. Merpati pacuan dikenal akan kemampuan terbangnya yang kuat. Jenis merpati ini juga cukup sering dilombakan.
Jenis kedua ialah merpati hias. Kebanyakan orang memelihara jenis merpati ini hanya sebagai hobby dikarenakan keindahan tubuhnya. Namun kadang merpati hias juga bisa dilombakan. Jenis terakhir ialah merpati potong atau merpati konsumsi. Pada dasarnya semua jenis merpati bisa dikonsumsi. Namun bila untuk keperluan bisnis skala besar, maka yang dipakai ialah jenis merpati potong.

Membudidayakan Merpati Potong

Sebagaimana disebutkan di atas, cara budidaya ketiga jenis merpati ini ialah berbeda antara satu sama lain. Pertama-tama akan kita bahas mengenai budidaya merpati potong. Untuk membudidayakan merpati potong, hal pertama yang harus anda siapkan ialah kandang. Umumnya sangkar merpati potong berukuran 60 x 60 x 50 cm dan digabungkan ke dalam satu unit dengan ukuran 12,5 x 2,5 m. dalam satu unit terdapat empat tingkat dan total 25 buah kandang. Tiap sangkar diisi sepasang merpati.
Selain kandang, hal lain yang perlu diperhatikan ialah sumbangan pakan dan pencegahan penyakit. Mengingat merpati potong akan dikonsumsi nantinya, pemeliharaan adalah hal terpenting dalam budidaya merpati jenis ini. Merpati potong sanggup dipanen pada usia 24 hari dimana pada usia tersebut bobot merpati potong sanggup mencapai 600 hingga 750 gram. Untuk merpati yang akan dijadikan induk, anda harus menunggu selama 3 hingga 4 bulan.

Ternak Merpati Hias

Berikutnya kita akan membahas tentang cara beternak merpati hias. Pada dasarnya, beternak merpati hias hampir sama dengan beternak merpati potong. Hal yang membedakan pada budidaya merpati hias ialah ukuran kandangnya. Umumnya, ada tiga jenis sitem sangkar yang bisa dipilih bila anda ingin membudidayakan merpati hias. Ketiga sistem tersebut ialah sistem umbaran, sistem sangkar koloni dan sistem battery. Masing-masing sistem sangkar mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Sistem umbaran berarti membiarkan beberapa pasang merpati bebas berkeliaran di perkarangan rumah anda. Sistem ini lebih hemat alasannya anda tidak perlu menciptakan kandang. Anda hanya perlu menciptakan pagupon sebagai kawasan tidur dan bertelur. Kelemahannya ada pada aspek keamanan. Kandang koloni memakai satu sangkar berukuran besar untuk beberapa ekor merpati sementara sangkar battery adalah teknik budidaya menggunakan sangkar berukuran 75 x 75 x 75 cm untuk sepasang merpati.

Memilih Merpati Pacuan

Hal penting yang harus diperhatikan dalam budidaya merpati pacuan ialah memilih bibit dengan kualitas unggul. Jika anda ingin mendapat merpati pacuan dengan kualitas yang bagus, anda juga bisa memperhatikan cirri-ciri fisiknya. Adapun beberapa hal yang harus anda perhatikan saat menentukan merpati pacuan ialah bentuk kepalanya, bentuk paruh, bentuk mata, bentuk hidung, bentuk leher, bentuk sayap, serta bentuk dadanya.

Mengawinkan Merpati

Hal lain yang harus diperhatikan dalam teknik beternak burung merpati ialah teknik pengawinan atau penjodohan. Penjodohan dilakukan dengan cara memasukkan pejantan ke dalam sangkar utama yang ukurannya besar yang diikuti dengan mesukkan beberapa betina ke dalam sangkar yang sama pada hari berikutnya. Faktor yang biasanya mensugesti penjodohan ialah umur dan warna bulu. Penjodohan berhasil apabila pasangan merpati mulai memperlihatkan tanda kawin yaitu saling mencumbu.


Thank .........

 

Budidaya Jangkrik

ternak jangkrik merupakan suatu komoditi dan jenis usaha yang cukup menjanjikan bagi para pencitinta jangkrik dan burung, Usaha ternak jangkrik ialah sebuah peluang usaha yang pada beberapa tahun kemudian sempat booming ini sempat redup, tetapi bukan mustahil anda tidak sanggup menangkap peluang perjuangan ternak jangkrik bukan?Meskipun perjuangan ternak jangkrik diberitakan secara bombastis info peluang perjuangan nya pada beberapa waktu yang kemudian dan pada jadinya mulai meredup, bagi anda yang ingin mencoba perjuangan ternak jangkrik sanggup memanfaatkan peluang perjuangan yang sempat meredup ini sanggup kembali booming, kenapa tidak.Memulai perjuangan ternak jangkrik, alangkah baiknya bila jangkrik indukan nya berasal dari alam orisinil dan juga dalam keadaan baik dengan kata lain tidak cacat indukannya. Memang untuk mendapat jangkrik pribadi dari alam sangat sulit didapat, untuk itu sebagai alternatif pengganti anda sanggup menciptakan indukan tentu dengan perawatan yang lebih.

Peluang perjuangan ternak jangkrik anggun untuk dikembangkan mengingat dengan sering orang mengadakan lomba burung, alasannya jangkrik juga merupakan pakan burung itu. Harga jual jangkrik sendiri mulai dari Rp. 40 ribu hingga dengan Rp. 50 ribu per kilo gram nya. Coba anda bayangkan kalau kita sanggup memproduksi 100 Kg Jangkrik , sanggup dihitung berapa hasilnya .. Rp. 5 Juta / bulan , Sangat tidak mengecewakan ya?

Usaha budidaya jangkrik sendiri minim kelemahan atau resikonya, alasannya keberhasilannya sanggup 90%. Keberhasilan dalam penetasan dan pembesaran jangkrik juga sama-sama 90%, asalkan anda merawat jangkrik dengan sungguh-sungguh dan dalam sumbangan pakan jangkrik tidak mengalami keterlambatan.

tidak banyak bicara lau ni cara cara nya :

Pesyaratan lokasi untuk budidaya atau beternak jangkrik


1. Lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.

2. Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan menyerupai pasar, jalan raya dan lain sebagainya.

3. Tidak terkena sinar matahari secara pribadi atau berlebihan.

4. Bebas dari gangguan predator

5. Jauh dari sangkar ayam


Cara budidaya atau beternak jangkrik


1. Penyiapan Sarana dan Peralatan sangkar jangkrik


Karena jangkrik biasa melaksanakan acara diwaktu malam hari, maka sangkar jangkrik jangan diletakkan dibawah sinar matahari, jadi letakkan ditempat yang teduh dan gelap. Untuk menjaga kondisi sangkar yang mendekati habitatnya, maka dinding sangkar diolesi dengan lumpur sawah dan diberikan daun-daun kering menyerupai daun pisang, daun timbul, daun sukun dan daun-daun lainnya untuk daerah persembunyian disamping untuk menghindari dari sifat kanibalisme dari jangkrik. Dinding atas sangkar bab dalam sebaiknya dilapisi lakban keliling biar jangkrik tidak merayap naik hingga keluar kandang. Disalah satu sisi dinding sangkar dibentuk lubang yang ditutup kasa untuk menunjukkan sirkulasi udara yang baik dan untuk menjaga kelembapan kandang. Untuk ukuran kotak pemeliharaan jangkrik, tidak ada ukuran yang baku. Yang penting sesuai dengan kebutuhan untuk jumlah populasi jangkrik tiap kandang.


Kandang jangkrik biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm. Kotak (kandang) sanggup dibentuk dari kayu dengan rangka kaso, namun untuk mengirit biaya, maka dinding sangkar sanggup dibentuk dari triplek. Kandang biasanya dibentuk bersusun, dan sangkar paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan hewan menyerupai semut, tikus, cecak dan serangga lainnya, maka keempat kaki sangkar dialasi mangkuk yang berisi air, minyak tanah atau juga vaseline (gemuk) yang dilumurkan ditiap kaki penyangga.

saya berikan pola bila ingin menciptakan sangkar jangkrik







2. Pembibitan jangkrik
Bibit jangkrik yang dibutuhkan untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yang baik ialah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, alasannya biasanya mempunyai ketahanan badan yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak sanggup dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk sanggup dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, alasannya lebih agresif.


Adapun ciri-ciri indukan jangkrik , induk betina, dan induk jantan yang ialah sebagai berikut:

   1. Indukan betina jangkrik sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap dengan kedua kaki belakangnya masih lengkap sehingga sanggup melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat. Badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap. Sebaiknya pilihlah induk yang besar dangan menentukan jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari verbal dan duburnya apabila dipegang.
   2. Induk jantan Jangkrikselalu mengeluarkan bunyi mengerik dengan permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang. Tidak mempunyai ovipositor di ekor


Perawatan jangkrik yang sudah dikeluarkan dari kotak penetasan berumur 10 hari harus benar-benar diperhatikan dan dikontrol makanannya, alasannya pertumbuhannya sangat pesat. Sehingga kalau makanannya kurang, maka anakan jangkrik akan menjadi kanibal memakan anakan yang lemah. Selain itu perlu juga dikontrol kelembapan udara serta hewan pengganggu, yaitu, semut, tikus, cicak, kecoa dan laba-laba. Untuk mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, maka kuliner jangan hingga kurang. Makanan yang biasa diberikan antara lain ubi, singkong, sayuran dan dedaunan serta diberikan bergantian setiap hari.

Budidaya Belut

 Cara Budidaya Belut Caranya :di bak dan drum. Beternak atau budidaya belut ketika ini mulai digemari seiring dengan banyaknya ajakan akan belut dan ketersediaan belut dipasar dari hasil penangkapan secara alami semakin sedikit.

Beternak belut sesungguhnya tidak begitu susah alasannya yaitu belut sanggup dibudidayakan baik itu dalam bak ataupun drum.

Cara Budidaya Belut didalam kolam yaitu dengan cara menciptakan bak sedangkan bila beternak dalam drum maka wadah untuk pemeliharaan yang dipakai yaitu drum itulah perbedaan keduanya sedangkan dalam tehnis budidaya sama saja. Perlu diingat bahwa belut akan cepat besar bila medianya cocok sehingga dalam budidaya belut dalam bak dan drum media harus menjadi perhatian yang utama.

Media yang baik untuk beternak belut di bak dan drum yaitu lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk TSP, dan mikroorganisme stater. Peletakkannya diatur: cuilan dasar bak dilapisi jerami setebal 50 cm. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater. Berikutnya kompos setinggi 5 cm. Media teratas yaitu lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg.
Cara Budidaya Belut di Kolam dan Drum
Karena belut tetap memerlukan air maka dalam beternak belut dalam bak dan drum ini sebagai habitat hidupnya, bak diberi air hingga ketinggian 15 cm dari media teratas. Jangan lupa tanami eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut. Eceng gondok harus menutupi ¾ besar kolam.

Bibit belut yang ingin diternakkan tersebut tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam bak perlu didiamkan selama 2 ahad semoga terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan aksesori untuk ternak belut nantinya secara alami ibarat jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu gres bibit belut yang akan diternakkan dimasukkan.

Sifat kanibalisme dalam beternak belut di bak dan drum yang dimiliki Monopterus albus itu tidak terjadi selama pembesaran. Asal, pakan dalam budidaya belut tersebut tersedia dalam jumlah cukup. Saat masih anakan belut tidak akan saling mengganggu. Sifat kanibal muncul ketika belut berumur 10 bulan, ujarnya. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor. Dalam 1 bak berukuran 5 m x 5 m x 1 m, aku sanggup memasukkan hingga 9.400 bibit, katanya.

Pakan yang diberikan semoga budidaya belut haruslah segar dan hidup, ibarat ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17.00.

Untuk menambah nafsu makan sanggup diberi temulawak Curcuma xanthorhiza. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk kemudian direbus dengan 1 liter air. Setelah dingin, air rebusan dituang ke bak pembesaran. Pilih tempat yang biasanya belut bersembunyi,

Pelet ikan sanggup diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan belut yang dibudidayakan. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Tak hingga beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 40 kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg.

Hama utama dalam budidaya belut di bak dan drum yaitu kehadiran hama ibarat burung belibis, bebek, dan berang-berang perlu diwaspadai. Mereka biasanya impulsif masuk bila kondisi bak dibiarkan tak terawat. Kehadiran mereka sedikit-banyak turut mendongkrak naiknya pH alasannya yaitu kotoran yang dibuangnya. Hama sanggup dihilangkan dengan menciptakan kondisi bak rapi dan pengontrolan rutin sehari sekali,

Perlu diingat selain pakan, yang perlu diperhatikan dalam budidaya belut di bak atau drum yaitu kualitas air. Bibit belut menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Air basa akan tampak merah kecokelatan.

Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Belut yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati. Untuk mengatasinya, pH air perlu rutin diukur. Jika terjadi perubahan, segera beri penetralisir.

Suhu air optimal untuk beternak belut perlu dijaga semoga tetap pada kisaran 26-28oC. Peternak di kawasan panas bersuhu 29-32oC, ibarat Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, perlu hujan buatan untuk mendapat suhu yang ideal. Hanya dalam tempo 4 bulan sudah siap panen.

Budidaya Kroto

bagi yang belum mengetahuinya kroto yaitu gabungan telur dan larva yang dihasilkan oleh semut rangrang. Budidaya kroto semakin terkenal alasannya yaitu harga jual kroto terbilang tinggi, meskipun berfluktuatif.
Jauh sebelum undangan membludak, kroto didapatkan dari perburuan di alam bebas. Lama kelamaan keberadaan kroto semakin langka. Budidaya kroto dipandang sebagai jalan keluar untuk mendapat kroto dalam jumlah banyak dan kontinyu.
Tidak semua jenis semut sanggup dibudidayakan dan menghasilkan kroto yang dipakai sebagai pakan burung atau ikan. Semut rangrang yang telah berhasil dibudidayakan secara meluas yaitu jenis Oecophylla smaragdina. Habitat semut rangrang ini tersebar mulai dari Asia hingga ke Australia bab utara.

Persiapan budidaya kroto

Dalam sistem budidaya, semut rangrang sanggup hidup dalam sarang buatan. Sarang atau sangkar untuk semut rangrang sanggup dibentuk dari paralon, bambu, toples, dan lain sebagainya. Adapun langkah-langkah persiapan untuk budidaya kroto yaitu sebagai berikut:

a. Menyiapkan bibit koloni

Bibit koloni untuk budidaya kroto sanggup didapat dari hasil tangkapan di alam atau membelinya dari petani lain. Ada kiat-kiat tersendiri untuk mendapat bibit koloni dari alam, yang akan kami uraikan dalam goresan pena terpisah.
Bila kesulitan mendapat bibit koloni dari alam, kita sanggup membeli bibit kroto pada pembudidaya lain. Bibit kroto biasanya dijual dalam kemasan stoples atau botol plastik bening. Harganya cukup mahal, satu botol plastik berukuran 1 liter harganya sekitar 150-200 ribu rupiah.

b. Membuat kandang

Pada kesempatan kali ini kami akan menjabarkan cara menciptakan sangkar kroto memakai paralon. Kandang paralon lebih praktis, fleksibel dan gampang perawatannya. Adapun kelebihan dari media paralon yaitu sebagai berikut:
  • Membuatnya mudah, tinggal memotong paralon dengan panjang yang sama. Kemudian susun dalam rak, media eksklusif sanggup digunakan.
  • Media tahan lama, sanggup untuk 5-10 tahun.
  • Paralon umumnya gelap atau kedap cahaya, namun kedua sisinya terbuka. Lingkungan yang baik bagi semut rangrang yang membutuhkan intensitas cahaya sekitar 0,01-0,06 lm/m2 saja.
  • Karena bentuknya silinder, bila disusun dengan baik posisinya akan saling menguatkan dan tidak gampang berpindah.
  • Lebih gampang dalam pemanenan dan meminimalkan janjkematian koloni pasca panen. Serta gampang dibersihkan.
Berikut ini tahapan pembuatan sangkar untuk budidaya kroto:
  • Buat sebuah rak bersusun 2 tingkat. Rak sanggup dibentuk dari mambu, kayu atau besi. Ukuran rak diadaptasi dengan ukuran tempat.
  • Letakkan setiap kaki rak di atas wadah plastik, sanggup mangkuk atau piring arau potongan kaleng. Berikan air pada wadah tersebut, sanggup juga dengan menunjukkan cairan oli bekas, semoga cairan tidak cepat menguap dan kering.
  • Penggenangan kaki-kaki rak dalam cairan tersebut bertujuan untuk menghindari kaburnya koloni semut rangrang. Bagian-bagian rak tidak boleh bersentuhan dengan dinding atau benda lainnya.
  • Pilih paralon berdiameter 12 cm, lalu potong panjang masing-masing sekitar 50 cm, atau sesuaikan dengan lebar rak.
  • Susun paralon tersebut dalam rak, berikan daun-daunan dalam paralon untuk merangsang semut rangrang menciptakan sarang. Langkah selanjutnya yaitu menebarkan bibit koloni pada sangkar tersebut.
Kandang harus diletakkan di daerah yang tenang, jauh dari gangguan. Karena ratu semut membutuhkan ketenangan semoga sanggup bertelur dengan optimal. Kandang budidaya kroto akan lebih baik bila ditempatkan di ruangan tertutup.

c. Menebarkan bibit koloni

Setelah rak dan pipa paralon untuk sangkar tanggapan disiapkan, langkah selanjutnya yaitu meletakkan koloni semut rangrang. Paralon merupakan media budidaya kroto yang sangat praktis. Tidak ibarat toples atau media lainnya yang harus dipersiapkan, media paralon cukup disusun diatas rak, eksklusif sanggup digunakan.
Biasanya bibit koloni dijual dalam toples atau dalam botol plastik. Untuk memindahkannya pada media paralon, cukup potong botol plastik atau buka toplesnya dan letakkan di atas tumpukan paralon.
Kemudian sediakan pakan dan air gula di sekitar sarang tersebut. Semut rangrang dengan sendirinya akan berkeliaran dan mulai masuk dalam tumpukan paralon untuk bersarang. Setelah semut kerasan tinggal di kandang, selanjutnya tinggal menunjukkan perawatan rutin semoga koloni menghasilkan kroto dengan maksimal.
 bagi yang belum mengetahuinya kroto yaitu gabungan telur dan larva  yang dihasilkan oleh Budidaya Kroto

Pemberian pakan

Jenis-jenis pakan budidaya kroto diantaranya ulat, jangkrik, belalang, cecak dan binatang kecil lainnya. Bisa juga disajikan daging ayam yang telah direbus semoga tidak membusuk dan berbau. Atau, berikan tulang-tulangan, pinjaman tulang sapi atau kambing harus dipecahkan hingga sumsumnya keluar. Pakan tersebut berfungsi sebagai asupan protein dan lemak bagi kroto.
Selain protein, budidaya kroto membutuhkan sumber gula. Di alam, semut rangrang mendapat asupan karbohidrat dari gula, biasanya berupa nektar yang dihasilkan kutu daun ibarat aphid. Dalam budidaya kroto karbohidrat disediakan dengan menunjukkan gula pasir yang dilarutkan dalam air.
Cara memberi makan koloni semut rangrang yaitu sebagai berikut:
  • Gunakan tatakan, sanggup dari piring plastik atau wadah lain yang bentuknya ceper. Letakan materi makanan dalam wadah tersebut, contohnya ulat hongkong, belatung, daging ayam atau tulang belulang. Wadah diletakkan pada rak disamping sarang semut.
  • Apabila memakai pakan hidup yang sanggup melompat, contohnya jangkrik. Hendaknya lumpuhkan terlebih dahulu semoga tidak kabur. Atau sanggup juga dimasukkan eksklusif pada sarang semut.
  • Sebagai sumber gula, gunakan tatakan kecil untuk daerah air yang telah dicampur dengan gula pasir. Larutkan 1-2 sendok gula pasir pada sekitar 200 ml air bersih. Biasanya air larutan gula akan habis dalam 2-3 hari, tergantung pada jumlah koloni.
 bagi yang belum mengetahuinya kroto yaitu gabungan telur dan larva  yang dihasilkan oleh Budidaya Kroto

Pemanenan kroto

Kapan kroto mulai sanggup dipanen? jawabannya, secara teoritis telur semut rangrang memiliki daur 15-20 hari. Mulai dari telur-larva-hingga menjadi semut. Pemanenan sanggup dilakukan sesudah sarang semut terlihat penuh dengan telur atau kroto yang berwarna putih. Pada media atau sarang yang telah stabil, selanjutnya kroto sanggup dipanen setiap 15-20 hari.
Pada awal budidaya, sebaiknya bibit koloni dibiarkan berkembang biak sehingga populasi semutnya bertambah. Setidaknya hingga 6 bulan pertama tidak dipanen terlebih dahulu. Kemudian sesudah 6 bulan, pemanenan sanggup dilakukan 2 kali setiap bulannya. Atau sanggup diatur menjadi setiap hari dengan mengkombinasikan jumlah sarang dan siklus panen.
Tahap melaksanakan pemanenan yaitu sebagai berikut:
  • Siapkan wadah berupa bejana atau ember plastik.
  • Siapkan juga saringan dari kawat ram, letakkan dalam bejana tersebut.
  • Gunakan sarung tangan karet untuk menghindari gigitan semut.
  • Ambil media atau sarang dan tumpahkan isinya ke dalam bejana yang sudah diberi saringan kawat ram. Kroto akan jatuh ke dasar bejana sedangkan semutnya akan tersaring.
  • Bersihkan media paralon dan letakkan kembali kawat ram yang berisi semut pada rak.






Thank

Macam-Macam Jenis Penyakit Burung Dan Pencegahannya

Macam-macam Jenis Penyakit burung dan Pencegahannya

 
inilah jenis penyakit yang kerap menyerang unggas khususnya burung. Meski ada beberapa jenis burung yang mempunyai daya tahan tubuh yang berpengaruh menghadapi serangan penyakit bukan berarti tidak sanggup sakit. Namun selama lingkungan daerah tinggalnya higienis dan kebutuhan hidup terpenuhi serta perawatan yang benar, pasti akan terhindar dari penyakit. Kalaupola perawatan kicau mania sem­barangan ibarat tidak memperhatikan; ke­bersihan, hidangan pakan bergizi atau tidak, serta penempatan sangkar, maka jangan anggap kaget jikalau sanggup sakit. Belum lagi jikalau ada perubahan cuaca yang tiba-tiba.

Berikut ini ada beberapa jenis penyakit yang kerap menyerang burung dan perlu diketahui kicaumania biar sanggup melaksanakan pencegahan lebih dini
  • STRES BURUNG
Gejala: Bulu berdiri, kepala ditaruh di pun­dak, mata sayup, kotoran tidak normal, tubuh lemas, tampak resah, terlihat tegang, tidak mau berkicau, tubuh kurus lantaran tidak mau makan, mencabuti sendiri bulu-bulunya serta menyendiri atau panik dengan berperilaku menabrak-nabarak sangkar.
Penyebab: Perubahan lingkungan di tem­pat tinggal, perubahan cuaca secara men­dadak, kandang jatuh serta mendengar bunyi gaduh atau terkejut.
Pencegahan: Mengkerodong kandang ketika dalam perjalanan atau bila terjadi peru­bahan cuaca. Bila berpindah lingkungan tem­patkan sang kar di daerah yang sepi dan ja­ngan hingga terusik. Bila terlanjur stres, beri vitamin anti stres pada minumnya dan penam­bahan extra fooding pada hidangan pakannya.
  • BERAK PUTIH
Gejala: Nafsu makan berkurang, tubuh lesu, mencret/berak dengan kotoran ber­warna putih cair.
Penyebab: Kebersihan pakan dan minum kurang terjaga, sanitasi daerah tinggal kurang baik, hidangan pakan yang salah serta peru­bahan cuaca mendadak.
Pencegahan: Menjaga kebersihan dan sanitasi daerah tinggal dan proteksi vita­min secara rutin. Meneliti kondisi pakan dan minum secara teratur. Mewaspadai peru­bahan cuaca secara tiba-tiba dengan me­mindah atau menutupi kandang dengan kero­dong. Jika terlanjur menyerang sanggup diobati dengan obat anti mencret untuk burung yang banyak terjual di pasaran.
  • KAKI BENGKAK ( BUBUL)
Gejala: Penyakit ini gampang dikenali. Kaki burung yang terjangkit akan terlihat benjol kecil yang semakin usang akan membesar dan mengeras.
Penyebab: Luka akhir patukan atau ter­kena benda tajam yang tidak segera diobati. Kebersihan serta kondisi kandang dan pangkringan yang kurang terjaga.
Pencegahan: Menjaga kebersihan sang­kar secara rutin serta memperhatikan kondisi kandang dengan menghaluskan bagian-bagian yang terlihat kasar atau tajam. Apabila terdapat sedikit luka di kaki segera dikompres dengan air hangat secara rutin hingga sembuh. Jika terlihat membengkak, sudet/potong kepingan yang bisul dengan pisau atau silet kemudian keluarkan cairan yang terdapatdalam benjolan. Selanjutnya luka sanggup diobati dengan obat pembersih luka (Betadine, dll)
  • KUKU/PARUH PANJANG
Gejala: Gerakan burung tidak lincah lantaran kuku memanjang. Kesulitan mengambil ma­kanan atau minum lantaran paruh memanjang.
Penyebab: Pada sebagian jenis burung ibarat punglor akan mengalami proses ala­miah dengan memanjangnya paruh serta kuku secara berkala.
Pencegahan: Bisa dipotong dengan gun­ting yang tajam. Perhatikan waktu memotong, jangan hingga terkena paruh atau kuku yang ada  pembuluh darah.
  • PILEK
Gejala: Sering menggeleng-gelengkan kepala untuk membuang cairan (ingus) pada terusan pernafasannya. Mulut sering terbuka sebagai perjuangan untuk bernafas, mata lembap serta tampak lesu dan lemah.
Penyebab: Kondisi burung tidak fit lantaran perubahan suhu secara mendadak. Terlalu usang dimandikan. Kondisi pakan atau minum yang terjangkit virus influenza. Penyakit ini sanggup menular melalui udara, masakan atau minuman.
Pencegahan: Menambah hidangan gizi dan extra fooding pada pakan. Jangan memandikan burung terlalu usang atau secukupnya saja. Mengisolir burung yang terjangkit dari burung lainnya. Apabila terkena pilek, obati dengan obat yang mengandung antibiotic dan rangsang nafsu makan dengan vitamin tambahan.
  • RADANG MATA
Gejala: Mata bisul dan selalu lembap hingga mengering yang berakibat mata tertutup.
Penyebab: Debu, pasir, asap dan ling­kungan yang kurang sehat.
Pencegahan: Hindari kandang dari ter­paan angin dan asap. Bila terkena sanggup diobati dengan salep mata (Auromycin) atau diberi kapsul sakit mata untuk burung (Terafit).
  • RONTOK BULU ( NGURAK )
Gejala: Rontok bulu merupakan proses ala­miah pada hampir semua jenis burung. Jika rontok bulu bukan secara alami burung akan terlihat malas bergerak, tidak mau berkicau, tidak lincah dan nafsu makan menurun hingga lesu.
Penyebab: Stres berat, gangguan kutu, tungau atau gurem yang terasa gatal hingga burung mematuk-matuk sendiri bulunya. Ku-rang vitamin dan protein. Bentuk kandang yang kurang sempurna (terlalu kecil/besar) atau gangguan hewan lain hingga burung men­jadi ketakutan dan menabrak-nabrak sangkar.
Pencegahan: Menciptakan suasana lingkungan yang damai bagi burung. Menjaga kebersihan kandang serta menata konstruksi sangkar. Jika burung mulai ngurak karena kutu, hilangkan dengan bedak deodoran yang ditaburkan diseluruh tubuh burung atau menyemprot kandang dengan pembasmi kuman. Agar bulu cepat tumbuh kembali beri vitamin dan gizi lebih pada hidangan pakan.
  • ASPERGILOSIS
Gejala: Sesak nafas, bunyi serak dan tubuh lemas atau lesu. Bila menyerang mata, mata akan bengkak. Bila menyerang kulit akan terlihat bopeng-bopeng ibarat koreng.
Penyebab: Jamur Aspergillus yang ber­kembang biak pada kandang sehingga sang­kar lembab. Pakan lembab, air minum jarang diganti serta tumpukan kotoran lantaran sang­kar jarang dibersihkan.
Pencegahan: Menjaga kebersihan kandang secara rutin. Mengganti pakan dan air minum setiap hari. Memberikan cukup sinar matahari pada burung dan sangkar. Menyemprot kandang dengan anti kuman secara berkala.
  • BRONCHITIS
Gejala: Paruh sering terbuka sebagai usa­ha untuk bernafas. Kepala menggeleng ke kanan dan kiri untuk menghilangkan cairan (ingus) pada hidung. Nafas tersenggal-sengal disertai batuk burung dan bersin-bersin. Suara kicau parau dan tubuh lemas. Waktu bernafas terdengar bunyi ibarat mengorok.
Penyebab: Virus yang gampang menular ka­rena cuaca lembab dan sirkulasi udara yang jelek dalam sangkar.
Pencegahan: Tempatkan kandang di ruangan bersirkulasi udara normal. Punglor memang menyukai udara hambar tetapi bukan berarti lembab. Bersihkan sangkar, daerah makan dan minum serta peralatan kandang lainnya secara teratur, bila perlu semprot dengan cairan antiseptik sebelum digunakan. Bila terjangkit sanggup diobati dengan obat antibiotik dan pembeian vi­tamin tambahan untuk menambah nafsu makan.
  • CACINGAN
Gejala: Muka pucat, kekurangan darah, ba­dan lemas dan lesu, nafsu makan berkurang, bulu gampang rontok dan kusam, kotoran encer atau sulit buang kotoran serta terdapat cacing pada kotoran. Jika terlihat parah akan meng­akibatkan lumpuh pada burung.
Penyebab: Cacing Ascaris yang hidup pa­rasit dalam usus burung. Kebersihan kandang dan perlengkapannya yang kurang terjaga.
Pencegahan: Isolir burung yang terkena cacingan dalam kandang karantina dan beri lampu biar hangat. Kotoran jangan dibiarkan menumpuk dan sering menjemur kandang di sinar matahari langsung. Memberi obat anti cacing atau embel-embel penguat tubuh untuk burung yang terjangkit.
  • COCCIDIOSIS
Gejala: Mata sulit terbuka dan terlihat me­ngantuk. Senng berdiam diri di pojok sangakar atau pangkringan. Berat tubuh merosot ka­rena hilang nafsu makan. Bulu kusam dan sayap mengantung. Kotoran encer dan berwarna merah lantaran tercampur darah.
Penyebab: Bakteri Protozoa Coccidaeyang hidup di dinding usus halus hingga mengakibatkan alat pencernaan luka dan me­ngeluarkan darah yang bercampur dengan kotoran ketika keluar. Penularan sanggup melalui udara, pakan, minum atau kontak langsung.
Pencegahan: Segera mengisolir burung beserta sangkar. Jangan memperlihatkan pakan atau minum terlalu usang hingga basi. Me­nyemprot kandang gres dengan antiseptik sebelum digunakan. Jika terkena kuman ini beri obat antiseptik secara rutin hingga sem­buh. Pengobatan sanggup melalui penyuntikan atau air minum pada burung.
  • CACAR BURUNG ( DIFTERI)
Gejala: Ada 4 macam tanda-tanda klinis pada punglor yang terjangkit cacar burung, adalah septikimia, sesak nafas, cacar kulit dan mem­bran mukosa. Gejala septikimia burung akan mengalami keracunan darah yang berakibat maut sesudah 2-3 jam terinfeksi. Gejala sesak nafas burung akan meng­geleng-gelengkan kepalanya untuk menge­luarkan lender dari terusan pernafasannya. Nafas akan tersengal-sengal, bunyi serak serta bersin-bersin.
Gejala cacar kulit merupakan Difteri kronis dengan ciri terdapat bintik-bintik bernanah di sudut paruh dan sekitar mata yang bila pecah akan menge­luarkan cairan bercampur darah. Setelah mengering akan membekas ibarat bopeng/ koreng. Mata akan berlendir dan bernanah hingga bisul dan kesudahannya buta.
Gejala membran mukosa berupa luka atau cacar yang terjadi pada mata atau paruh.
Penyebab: Kebersihan sangkar, pakan dan minum yang buruk. Penularannya melalu kontak dengan burung lain ibarat daerah mandi atau kandang yang sama dengan burung yang terkena penyakit.
Pencegahan: Jangan mencampur burung dengan burung yang terjangkit. Menjaga pakan dan minum biar tidak tercemar. Kebersihan lingkungan sekitar kandang perlu dijaga. Jika terjangkit, bersihkan luka cacar dengan air matang, kemudian obati dengan Iodium + Glisein (1:2). Untuk mata yang lengket bersihkan dengan asam borak (2%), usap dengan kain lembut perlahan-lahan. Beri vitamin tambahan pada pakan untuk memulihkan stamina.
  • KOLERA
Gejala: Nafsu makan tidak ada dan lesu. Sering mencret dengan warna kotoran dari putih menjadi kuning kemudian hijau. Tampak cairan menetes dari hidung atau paruh. Kejang-ke­jang, mengorok, lumpuh atau mendadak mati tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.
Penyebab: Disebabkan oleh bakteri. Pe­nularan sanggup melalui burung lain, kandang kotor atau perubahan cuaca secara tiba-tiba.
Pencegahan: Kebersihan sangkar, daerah makan dan minum perlu diperhatikan. Pem­berian vitamin tambahan, gizi berlebih dan protein tinggi dianjurkan untuk menambah daya tahan tubuh dari serangan penyakit. Beri obat antibiotic yang banyak dijumpai di pasaran pada burung yang terjangkit
  • MASUK ANGIN
Gejala: Tampak kedinginan, tubuh menggigil dan tidak mau berkicau. Menurunnya nafsu makan, mata selalu tertutup serta tidak bergairah.
Penyebab: Suhu yang berubah men­dadak. Udara hambar lantaran hujan terus-mene­rus serta angin yang berhembus terlalu kencang.
Pencegahan: Beri kerodong dan pene­rangan pada sang kar bila terjadi perubahan cuaca. Memperhatikan gizi dan vitamin ma­kanan. Bila terjangkit beri obat antistres atau obat antibiotik lainnya.
  • KEJANG
Gejala: Burung akan berada di lantai dasar kandang ketika terjadi kejang-kejang lantaran tidak sanggup bertengger. Kondisi tubuh lemas dan otot-otot kaku. Bila sanggup bertengger posisinya akan mengggantung dengan ke­pala dibawah lantaran tubuh tidak sanggup tegak serta tubuh sempoyongan.
Penyebab: Rusaknya sel-sel syaraf pada otak lantaran kekurangan vitamin B dan E.
Pencegahan: Beri vitamin atau embel-embel tambahan pada hidangan pakan dan minum. Untuk pengobatan sanggup diberi obat antibiotik pada air minumnya. Jika tidak sanggup meminum sendiri bantu dengan memakai pipet. Perhatikan hidangan pakan setiap hari dengan hidangan seimbang.
  • TETELO
Gejala: Leher miring atau berputar, kepala sering berputar-putar, keseimbangan tubuh hilang hingga sempoyongan, batuk, bernafas dengan bunyi mengorok, sesak nafas, dari lubang verbal keluar cairan kental (ngiler), lesu, tubuh gemetar, nafsu makan tidak ada, bulu berdiri, pucat, kotoran cair berwarna putih kehijauan serta sayap dan kaki lumpuh. Keadaan parah akan berakibat burung mati.
Penyebab: Virus New Castle Disease yang menyerang alat pernafasan, jaringan syaraf dan pencernaan.

Search

Popular Posts

Blog Archive