Burung Branjangan Indonesia

ZONATIPSINDONESIA. Burung kecil yang handal menirukan bunyi burung lain dengan bunyi yang keras dan melengking ini sangat terkenal oleh kicau mania di Indonesia.  Dengan ciri khasnya yang lain dari burung Branjangan yaitu berkicau sambil terbang ditempat (Hoovering) ini, juga menjadikanya sangat disukai oleh penggemar burung berkicau di Indonesia.

Dalam habitat aslinya burung branjangan banyak terdapat di wilayah wilayah Jawa, sebagian wilayah Kalimantan dan di wilayah Nusa Tenggara dan Bali ini sangat menyukai tempat kering, tandus dan bebatuan serta panas, tentunya untuk mencari makanan sehari harinya yaitu biji bijian dan serangga yang banyak terdapat ditanah persawahan dan perbukitan tersebut.

Burung kecil yang handal menirukan bunyi burung lain dengan bunyi yang keras dan melengkin BURUNG BRANJANGAN INDONESIA

Burung yang bisa bertahan hidup sampai puluhan tahun ini saat di alam liar kurang begitu menyukai aktifitas insan disekitar mereka, sehingga burung branjangan ini juga gampang sekali mengalami stres jikalau dirawat dengan tidak baik dan benar oleh manusia. Dan memang tantangan dalam memelihara atau merawat burung branjangan ini juga menjadi daya tarik sendiri bagi sebagian kicau mania di Indonesia, burung branjangan ini mempunyai keunikan sendiri untuk merawatnya, alasannya yaitu selain targetnya tidak hanya membuatnya sekedar gacor saja, tetapi bisa merawatnya sampai menjadi burung branjangan yang bisa hoovering, atau berkicau sambil terbang ditempat yang menjadi ciri khas burung branjangan yang sudah jadi bagus, dan tentunya jikalau sudah begitu sudah bisa dipastikan, burung tersebut mempunyai harga yang sangat fantastis.



Populasinya mengalami banyak penurunan alasannya yaitu perburuan yang sering dilakukan oleh manusia, dan selain itu juga dikarenakan burung branjangan tidak menyerupai burung burung jenis lainya yang sangat gampang untuk diternak, tetapi bukan tidak menutup kemungkinan burung branjangan ini bisa untuk diternak. Dan jikalau anda mempunyai minat untuk berternak burung branjangan, potensi penghasilan besar berada ditangan anda. Melihat potensi diatas ada 2 kemungkinan yang bisa anda pilih untuk berbisnis burung branjangan, berternak atau sekedar  merawatnya, atau mungkin kedua duanya bisa anda pilih atau lakukan.



Memilih burung branjangan yang baik dan berkualitas juga menjadi tantangan tersendiri bagi penggemar burung branjangan , alasannya yaitu disebagian wilayah di Indonesia juga membuka kelas tersendiri untuk lomba lomba bagi burung branjangan ini, tentunya pemilihan burung branjangan juga tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. selain itu faktor genetik dari wilayah  tertentu juga memilih kualitas dari burung branjangan itu sendiri,  sebagai pola branjangan yang berasal dari Wates, Jogjakarta jawa tengah,  sangat dicari para penggemar burung branjangan di Indonesia. tetapi bukan ingin menyampaikan kalau untuk burung branjangan dari kawasan lain kurang baik, alasannya yaitu dari jawa barat dan jawa timur juga mempunyai genetik burung branjangan yang tidak diragukan lagi Kualitasnya, terbukti dipasar pasar burung pencari burung branjangan dari ke tiga wilayah tersebut sangat dicari oleh pembeli dan alasan salah satunya memang alasannya yaitu ketersediaan burung tersebut yang memang sudah sedikit langka. Dan kalaupun ada tentunya harganya sudah sangat tidak mengecewakan mahal.

Persamaan ciri fisik dari burung branjangan antara jenis kelamin jantan dan betina memang menjadi penyebab susahnya membedakan jenis kelaminnya, apalagi bagi anda yang masih pemula atau gres dalam memelihara burung Branjangan. Tetapi sekali lagi, bukan mustahil untuk tidak bisa dibedakan. 


Artikel ihwal burung branjangan ini saya tulis tentunya bukan tanpa alasan, dan salah satunya yaitu mengetahui potensi yang ada didalam burung branjangan di Indonesia. selanjutnya pilihanya ada ditangan anda. 

Demikian artikel ihwal burung branjangan Indonesia. semoga bermanfaat.



"BERBAGI ITU HAPPY"

Cara Membedakan Jenis Kelamin Burung Branjangan Lengkap Dengan Gambar

ZONATIPSINDONESIA. Membedakan jenis kelamin burung branjangan sanggup dikatakan praktis gampang susah apalagi bagi pengemar burung branjangan yang masih pemula atau sama sekali belum mempunyai pengetahuan perihal burung branjangan. Dan memang salah satu point penting dalam menentukan burung Branjangan ialah yang berjenis kelamin jantan tentunyanya, alasannya ialah burung Branjangan dengan jenis kelamin jantan lebih baik dalam faktor volume, durasi dan variasi bunyi dibandingkan burung Branjangan yang berjenis kelamin betina.

Tetapi sebelum mempelajari trik membedakan jenis kelaminnya, dibawah ini saya berikan tips / trik menentukan burung Branjangan yang baik :

  • Penampilanya tampak gagah


Terlihat dari depan atau muka burung Branjangan jantan mempunyai tampilan yang gagah, dengan tatapan mata yang tajam dan fokus.



 Membedakan jenis kelamin burung branjangan sanggup dikatakan praktis gampang susah apalagi b CARA MEMBEDAKAN JENIS KELAMIN BURUNG BRANJANGAN LENGKAP DENGAN GAMBAR

  • Badan panjang


Bila memungkinkan untuk melaksanakan perbandingan, dengan trik melihat atau membandingkan dengan burung Branjangan yang lain, pilihlah burung Branjangan yang berbadan panjang. alasannya ialah rata rata burung Branjangan yang sudah jadi / anggun mempunyai postur tubuh yang panjang. hal ini akan menandakan jikalau nantinya burung lebih mempunyai bunyi yang keras dan roll roll yang panjang.


  • Muda / anakan


Bila ada banyak pilihan yang tersedia, maka pilihlah burung Branjangan yang masih muda atau anakan, biasanya ciri cirinya terdapat pada paruh bab atasnya yang masih kemerah merahan atau coklat muda belum berwarna hitam legam. Karena burung yang masih muda atau anakan akan lebih praktis dijinakan dan dimasteri. sehingga perawatanya juga akan lebih praktis tentunya.

Diatas ialah tips / trik menentukan burung branjangan yang baik, tentunya sangat penting untuk diketahui alasannya ialah postur tubuh yang baik biasanya juga menjadi ciri ciri dari burung jantan. Selanjutnya dibawah ini adalah tips / trik membedakan jenis kelamin burung branjangan jantan dan betina :
Perhatikan gambar dibawah ini

 Membedakan jenis kelamin burung branjangan sanggup dikatakan praktis gampang susah apalagi b CARA MEMBEDAKAN JENIS KELAMIN BURUNG BRANJANGAN LENGKAP DENGAN GAMBAR

KETERANGAN :

1. JAMBUL
  • Jantan : Jambulnya terlihat panjang
  • Betina : Jambulnya terlihat lebih pendek

Dalam hal ini sanggup juga diketahui dengan ukuran kepala burung branjangan jantan yang biasanya lebih besar dibandingkan dengan betina, tetapi perbandingannya hanya sanggup dipakai untuk membandingkan burung branjangan dalam satu wilayah saja.

2. PARUH
  • Jantan : Pada paruh bab bawah warna hitamnya lebih lebih sedikit atau nyaris tidak ada
  • Betina : Pada paruh bab bawah warna hitamnya lebih banyak

 Membedakan jenis kelamin burung branjangan sanggup dikatakan praktis gampang susah apalagi b CARA MEMBEDAKAN JENIS KELAMIN BURUNG BRANJANGAN LENGKAP DENGAN GAMBAR


Untuk jenis wilayah tertentu burung branjangan jantan juga mempunyai warna hitam pada paruh bab bawah berwarna hitam dan sifatnya relative.

3. DADA
  • Jantan : Sering membelah bulu dadanya
  • Betina : Jarang membelah bulu dadanya

Hal ini sanggup diterapkan ketika usia burung masih anakan / muda dan merupakan tingkah laris yang sifatnya temporer yang dilakukan sewaktu waktu oleh burung branjangan. Umumnya ketika burung dalam kondisi suhu badanya tinggi dan dalam kondisi fit / sehat. 

4. EKOR
  • Jantan : Sering membuka bulu ekor
  • Betina : Jarang membuka bulu ekor

Hal ini merupakan tingkah laris yang sifatnya temporer yang dilakukan sewaktu waktu.

5. WARNA BULU
  • Jantan : Tampak lebih tajam / tegas
  • Betina : Tampak kusam

Perbedaan ini sangat nampak bila kondisi burung dalam posisi bersamaan untuk diperbandingkan.

 Membedakan jenis kelamin burung branjangan sanggup dikatakan praktis gampang susah apalagi b CARA MEMBEDAKAN JENIS KELAMIN BURUNG BRANJANGAN LENGKAP DENGAN GAMBAR

Pilihlah burung branjangan yang mempunyai minimal 3 kriteria atau ciri ciri menyerupai diatas, dan tentunya semuanya sifatnya relatif, alasannya ialah tidak ada ukuran yang niscaya untuk sanggup disebutkan dalam memperlihatkan penjelasan, alasannya ialah burung branjangan yang satu dengan yang lain dan dari wilayah satu dengan wilayah yang lain tentunya berbeda beda. Dan sebaiknya gunakan trik trik diatas sebagai tumpuan saja untuk anda menentukan atau membedakan burung branjangan. dan untuk akurasinya lebih lanjut sanggup dipakai metode tes DNA agar kesudahannya lebih akurat tentunya.

Demikian tips / trik membedakan jenis kelamin burung branjangan dengan praktis lengkap dengan gambarnya, semoga bermanfaat.

"BERBAGI ITU HAPPY"

Cara Ternak Burung Branjangan Setrik Lengkap

ZONATIPSINDONESIA. Salah satu potensi yang sanggup dikembangkan dari memilihara burung branjangan ialah menjadikanya sebagai bisnis ternak tentunya, selain bisa membantu dalam menjaga kelestarian burung branjangan di Indonesia, juga sanggup untuk menyalurkan hoby yang menghasilkan. Tetapi bagi anda yang belum mempunyai pengetahuan ihwal car trik berternak burung branjangan, berikut ini ada tahapan tahapan yang harus dilakukan dikala ingin berternak burung branjangan agar ternak anda sanggup berjalan dengan lancar.

  • MENYIAPKAN KANDANG UNTUK TERNAK


Berternak burung branjangan tidak memerlukan sangkar yang terlalu besar mirip ternak burung murai atau ternak ternak burung jalak atau yang lainya. sangkar dengan seukuran sangkar kotak untuk ternak lovebird gotong royong sanggup digunakan, tetapi lebih disarankan dengan membuat sangkar sendiri yang menggunakan kawat ram dengan diameter lubang yang lebih kecil untuk menambah keamanan dan kenyamanan burung dari gangguan hewan mirip cicak atau tokek. Selain itu sanggup didesain untuk lebih rapi dan menarik tentunya.


Salah satu potensi yang sanggup dikembangkan dari memilihara burung branjangan ialah menjadi CARA TERNAK BURUNG BRANJANGAN SECARA LENGKAP




Jangan lupa pula untuk disiapkan perlengkapan tempat makan dan minum dan tentunya sarang untuk bertelur, dan yang perlu diketahui burung branjangan sanggup bertelur dimedia apa saja mirip didalam lobang didalam tanah atau di antara bebatuan, sebaiknya disiapkan sarang yang sanggup ibarat lubang untuk sarang tempat bertelur mirip tempurung kelapa, atau benda benda yang berbentuk melengkung mirip genting, atau sanggup dibuatkan setrik khusus dari materi kayu yang didesain setrik khusus untuk kenyamaman burung branjangan membangun sarangnya. Siapkan pula akar akaran dan semak semak yang kering yang akan digunakan burung untuk ganjal telurnya dengan trik disebar didalam sangkar ternak.

Dan tak kalah penting ialah menaruh sangkar untuk ternak ditempat yang sangat sepi, alasannya burung branjangan sangat praktis stres ketika diternak, usahakan semoga meletakan ditempat yang tidak praktis dijangkau oleh orang asing, selain itu juga hewan binatang pengganggu mirip Kucing, Anjing, Tikus dan Semut


  • MENYIAPKAN INDUKAN UNTUK DITERNAK


Kesalahan fundamental dari peternak khususnya yang masih pemula ialah dengan menjodohkan atau mengawinkan burung yang jenis kelaminnya sama. alasannya perbedaan jenis kelamin burung branjangan sanggup dibilang susah susah praktis tentunya. Untuk anda yang masih bimbang sanggup membaca artikel saya sebelumnya ihwal trik praktis membedakan jenis kelamin burung branjangan lengkap dengan gambarnya.


Salah satu potensi yang sanggup dikembangkan dari memilihara burung branjangan ialah menjadi CARA TERNAK BURUNG BRANJANGAN SECARA LENGKAP 


Memilih burung dengan kualitas yang baik sangat saya sarankan, alasannya akan menghipnotis masa depan dari ternak anda tentunya. Pemilihan ini sanggup mencakup dari kualitas bunyi atau juga asal usul burung, alasannya burung branjangan khususnya dari tempat jawa sudah banyak mangalami penurunan populasi / langka sehinga untuk ajakan dipasar sanggup dibilang sangat tinggi.




Burung branjangan yang sudah siap setrik biologis hampir sama dengan burung burung yang biasa diternak pada umumnya yaitu ketika mempunyai usia diatas 1 tahun keatas. Usahakan untuk menentukan burung yang sangat jinak, alasannya tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Dan selain itu burung yang jinak tentunya tidak praktis stres, dan lebih praktis untuk merawatnya.


  • PROSES PERJODOHAN DAN PERKAWINAN


Menjodohkan burung branjangan sanggup dilakukan dengan trik yang sama mirip ketika menjodohkan burung kenari, prosesnya sanggup dilakukan dengan trik mendekatkan dikandang yang terpisah, sehabis ada reaksi atau tanda tanda burung mulai berjodoh maka burung sudah sanggup disatukan ke sangkar ternak yang sudah anda siapkan sebelumya. dan untuk tanda tandanya sanggup dilihat dari kedua burung tampak sering mendekatkan diri, burung branjangan betina tampak menggeleparkan sayapnya untuk minta kawin ketika sang jantan berkicau , dan burung jantan akan tampak lebih sering berkicau. dan ketika disatukan didalam sangkar ternak tampak kedua burung menyiapkan rumput / akar kering untuk dijadikan sarang bertelur (unjal). Faktor pendukung pada proses perjodohan ini ialah pemberian masakan yang baik untuk burung branjangan, pemberian EF sanggup diberikan 2 – 3 X lebih banyak dari porsi biasanya, semoga birahi dan staminanya meningkat. Setelah proses perkawinan terjadi tahapan selanjutnya ialah menunggu burung mengerami telur sampai menetas.


Salah satu potensi yang sanggup dikembangkan dari memilihara burung branjangan ialah menjadi CARA TERNAK BURUNG BRANJANGAN SECARA LENGKAP


Hal penting yang harus diingat dikala burung mulai bertelur ialah jangan pernah mengotak atik sangkar ternak anda meskipun hanya sekedar untuk membersihkan kandangnya dari kotoran apapun. Berikan kontak seminimal mungkin dan kalau sangat mendesak lakukan dengan trik dari luar sangkar saja mirip referensi kalau ingin menambahkan masakan ataupun minuman


  • PERAWATAN ANAK


Dalam perawatan anak ini ada 2 trik yang sanggup anda pilih untuk merawat anakan burung branjangan. Dan triknya yaitu :

1. Dengan memagarkan burung diloloh sampai besar oleh induknya, 

Bila dilakukan dengan trik diagarkan alami dengan trik diloloh oleh induknya, anda sanggup menunggu kurang lebih 30 hari untuk sanggup dipisah dengan induknya, alasannya waktu tersebut sudah sanggup dipastikan burung sanggup terbang dan makan sendiri tentunya, kelebihan trik ini ialah tidak banyak menyita waktu anda tentunya, dan gizi dari burung juga lebih maksimal alasannya mendapat lolohan alami dari induknya, tetapi kekuranganya ialah burung akan sedikit liar alasannya harus melaksanakan pembiasaan lagi dengan anda sebagai perawatnya.

2. Dengan trik menggunakan lolohan buatan 

Bila anda menggunakan trik dengan lolohan buatan, sebaiknya anda mengambil anaknannya ketika burung berusia kurang lebih 7 – 10 hari, alasannya burung ketika usia tersebut sudah mulai membuka matanya dan kekuatan fisiknya juga sudah tidak mengecewakan baik, untuk makanannya sama dengan masakan yang digunakan untuk meloloh burung kenari dan lovebird, yaitu menggunakan bubur bayi yang materi dasarya dari biji bijian. berikan lolohan setiap 1 jam sekali dalam jumlah yang secukupnya saja. Cara ini juga anggun ketika ada abjad burung yang terkadang bandel dengan tidak mau merawat anaknya yang gres menetas, tentunya anda harus segera mengambil tindakan cepat untuk ini. dan dukungan lolohan buatan juga sangat disarankan ketika jumlah anakan burung branjangan yang mentas diatas 4 ekor. alasannya salah satu dari anakan pastinya kurang mendapat bab yang adil ketika diloloh oleh induknya.

Dari dua trik diatas sanggup anda pilih sesuai dengan impian anda, dan tentunya semuanya ada kekurangan dan kelebihannya masing masing



Demikian tips / trik berternak burung branjangan setrik lengkap untuk anda, semoga bermanfaat.

“BERBAGI ITU HAPPY”

Menjinakan Burung Branjangan Yang Masih Giras

Branjangan, akhir-akhir ini sedang naik daun, banyak penggemar burung yang mulai mencari burung yang mempunyai nama latin mirafra javanica ini dipasar-pasar burung hal tersebutlah yang kemudian dimanfaatkan oleh para pedagang burung dengan menaikkan harga burung branjangan meskipun burung tersebut masih anakan yang rata-rata hasil tangkapan hutan. alias masih giras. kalau pada tahun kemudian harga branjangan anakan yang banyak ditemukan di pasar-pasar burung dalam sangkar ombyokan ialah sekitar 50 ribu, kini mungkin sudah naik beberapa persen alasannya ialah banyaknya usul terhadap  burung branjangan. 

BR Giras yang njeruji

Membeli branjangan yang masih dalam keadaan anakan, tentu sifat burung tersebut masih dalam keadaan liar alias giras, dan kalau hal tersebut dibiarkan tanpa diberikan proses penjinakan sifat giras mereka akan semakin menjadi dan ketakutan tersebut akan menjadi semakin tidak terkontrol yang menjadikan mereka sering njeruji , sehingga melukai dirinya dan mengakibatkan rusak atau cederanya paruh maupun sayap mereka alasannya ialah terlalu ketakutan dengan manusia.

Pada burung branjangan anakan yang masih berusia muda proses penjinakan tentu akan lebih gampang dibanding burung branjangan anakan yang sudah remaja atau sudah berumur. 

Untuk anda yang kebetulan mempunyai burung branjangan yang masih giras atau liar ini, berikut beberapa tips yang dapat anda terapkan pada burung branjangan anda semoga cepat menjadi jinak. 



Sebaiknya begitu anda mendapatkan burung branjangan anakan yang masih liar, jangan dahulu dimasukan dalam sangkar branjangannya yang khusus, tetapi masukan saja dalam sangkar yang berukuran kecil yang serpihan alasnya sudah dimodifikasi semoga dapat menaruh pasir dan di sekeliling sangkar tersebut diberi lakban.
 
Pakan diberikan secukupnya saja atau jangan buat burung anda kekenyangan. alasannya ialah kalau burung selalu kenyang alasannya ialah kelebihan pakan , ia lebih cenderung tetap giras dan susah dibentuk jinaknya. 


Untuk mandinya banyak kicau mania kita yang menunjukkan mandi pada branjangan dengan cara dipegang (seperti memandikan Perkutut), mandi model demikian untuk burung pemakan biji-bijian memang sangat ampuh untuk menjinakan burung yang liar dan dapat diterapkan juga pada burung Parkit, Lovebird, Kenari, dsb.

Gantang ditempat ramai, jikalau burung branjangan selalu njeruji atau menabrak jeruji / loncat-loncat, maka serpihan kiri dan kanan serta belakang dari sangkar tersebut dapat ditutupi dengan kertas koran atau kain jadi hanya serpihan depan saja yang terbuka.

Didalam rumah sangkar dapat ditaruh ditempat yang ramai dengan aktifitas keluarga, contohnya ruang keluarga untuk menciptakan burung terbiasa dengan kesibukan dan aktifitas insan disekitarnya.

Pakan yang baik selama penjinakan ialah EF atau Ekstra Fooding, jadi pakan hariannya dapat diberikan sedikit saja untuk membuatnya selalu merasa lapar, EF yang berupa jangkrik atau belalang hijau ini  diberikan pribadi dari tangan kita jikalau burung masih ketakutan dapat diberikan dengan menggunakan lidi.

setelah beberapa hari burung branjangan tersebut dirasa sudah jinak meskipun masih jinak-lalat, burung dapat dipindahkan ke sangkar aslinya yang memang dikhususkan untuk burung branjangan, dan sesudah itu dimulai perawatan untuk membuatnya cepat rajin berbunyi :

Berikut ialah beberapa tips yang berafiliasi dengan perawatan harian untuk burung branjangan anakan semoga lebih cepat rajin bunyi :

Berikan therapi Suara Alam ( Natural Therapi ) untuk burung branjangan anakan yang anda miliki setiap malam selama satu jam, Suara burung yang terdengar dalam Natural therapi tersebut dapat mempunyai kegunaan sebagai masteran untuk branjangan anda, sumbangan terapi ini dapat dimulai pada sore hari jam 05 sampai jam 06 petang, atau pada pukul 07 sampai 08 malam. secara kontinyu selama satu sampai dua ahad dan dampaknya dapat terlihat beberapa hari sesudah pembeian terapi tersebut, contohnya burung menjadi rajin berbunyi.
Branjangan ialah burung yang sangat membutuhkan asupan nutrisi dan mineral yang tinggi alasannya ialah habitatnya ditempat yang panas, sehingga ia sangat membutuhkan energi yang lebih banyak dari burung biasanya , jadi sumbangan Multivitamin dan Mineral suplemen sangat diharapkan setidaknya seminggu tiga kali.

Burung branjangan ialah burung teritorial, dan untuk memancing mental atau jiwa teritorial mereka bisa  dengan cara mengundang beberapa burung liar ibarat gereja untuk menghampiri sangkar branjangan tersebut dengan cara membuatkan pakan biji-bijian disekitar sangkar branjangan setiap hari, dan pada suata hari nanti burung branjangan ini akan mulai terusik dan terganggu sehingga ia mulai pertanda perilaku teritorialnya dengan cara mengeluarkan bunyi kicauannya.

Itulah beberapa tips mengenai perawatan branjangan anakan yang masih giras atau liar dan bagaimana perawatannya semoga cepat jinak dan cepat berbunyi, dan salah satu aspek terpenting dalam perawatan branjangan anakan ini ialah kebutuhan nutrisi dan mineralnya yang harus selalu tercukupi baik dari pakan yang sesuai, Ektra Fooding dan juga multivitamin tambahan.

Oke deh, semoga sukses dengan burung branjangannya. 


Salam Kicau !
 

Budidaya Dan Ternak Burung Beranjangan


BUDIDAYA DAN TERNAK BURUNG BERANJANGAN 

 


Cara Budidaya dan Beternak Burung Branjangan Lengkap   Budidaya dan Beternak Burung. Burung branjangan ialah salah satu burung kicauan yang sanggup menirukan bunyi burung lain, meskipun sesungguhnya bunyi alasan (lagu aseli burung itu di alam) hanya terdiri dari tiga potongan lagu utama, yakni “tit” “cek” atau “cik” dan “tir”. Keistimewaan branjangan yang tidak dimiliki burung lain ialah kemampuannya berkicau sembari hovering (terbang di tempat). Di alam bebas, burung ini suka terbang secara memanjat (terus membumbung ke atas) sembari berkicau hingga tidak terlihat, dan tiba-tiba sudah meluncur hingga di tanah.

Cara Budidaya dan Beternak Burung Branjangan Lengkap


Habitat
Cara Budidaya dan Beternak Burung Branjangan Lengkap BUDIDAYA DAN TERNAK BURUNG BERANJANGAN Branjangan mempunyai kerabat begitu banyak. Termasuk Alaudidae dengan 75 jenis dalam kerabatnya. Burung ini termasuk burung tanah, yang dalam istilah asingnya ’bushlark’ yang artinya burung semak kecil yang periang. Makanan utamanya biji-bijian, padi, serangga, dan pucuk tumbuhan muda. Jika sudah demam isu berkembang biak tiba, pada bulan Maret hingga September, dan masa puncak dari mulai Maret hingga Agustus, branjangan cepat sekali melaksanakan perkawinan dan bertelur hampir tiap bulan.
Di habitatnya branjangan menyukai tempat-tempat yang kering di daerah tanah gersang atau setengah kering, rumput, stepa, daerah berbatu karang dan gunung pasir. Biasanya di Jawa kalau demam isu babat tebu dan demam isu petik kedelai, branjangan selalu muncul dan menciptakan sarang di tempat-tempat kering dan bebatuan. Kicauannya yang nyaring dan kadang dengan gayanya yang ngelepr menjadi hiburan tersendiri bagi petani tebu.
Burung branjangan menyukai tempat-tempat yang kering di daerah tanah gersang atau setengah kering, rumput, stepa, daerah berbatu karang dan gunung pasir. Burung petengger (passerin) di atas watu ini, berasal dari benua Asia dan Afrika. Di Indonesia branjangan praktis berkembang di daerah Jawa, Irian Jaya, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara dan Bali. Salah satu jenis branjangan yang biasa dikenal di kalangan mania burung di Indonesia ialah Mirafra Javanica.
Ciri berdasar daerah asal
Saat ini Branjangan yang kita temui di pasaran sedikit sekali yang berasal dari tanah Jawa, yang terkenal dengan burung branjangannya yang baik. Namun ketika ini branjangan yang ada di pasar banyak berasal dari daerah Nusa Tenggara maupun Sumatra.
Di kalangan penghobi burung Indonesia, branjangan yang terkenal ialah yang berasal dari Pulau Jawa, khususnya khususnya Jawa Tengah (Petanahan dan Kali Ori) dan Jogja (daerah Wates). Burung dari daerah ini mempunyai ciri-ciri yang disukai penggemar branjangan. Antara lain ialah mental yang baik, body yang besar dan volume bunyi yang keras dan variasi bunyi yang beragam, serta corak batik atau warna yang menarik, kemerahan atau kekuningan.
Di Pulau Jawa, branjangan dibagi dalam beberapa daerah penyebaran, menyerupai Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.
Untuk wilayah Jawa Barat maka yang menjadi maskot bagi penggila Branjangan ialah yang berasal dari daerah Sapan. Burung dari daerah Sapan terkenal dengan suaranya yang nyaring melengking dan kristal, jambul juga menjadi ciri khas burung ini. (jambul patent).
Branjangan dari daerah Sapan kalau dilihat dari fisiknya tidak terlalu besar hanya seukuran 12-13 cm. berbeda kalau dibandingkan dengan branjangan dari daerah Jawa Tengah yang sanggup mencapai ukuran tubuh 12-14 cm. Pola batik burung dari daerah Sapan cenderung berpola lebih gelap dengan corak batik yang berwarna hitam hampir serupa dengan branjangan yang berasal dari daerah NTB dan Sumbawa.
Sementara itu branjangan dari Sri Kayangan, Kulonprogo (Wates) berdaya tarik tinggi lantaran ciri fisik yang lebih besar dan mempunyai warna dan pola batik yang lebih menarik. Sedangkan branjangan dari Nusa Tenggara mempunyai corak warna bulu yang lebih pekat. Ukuran tubuhnya juga tidak sebesar jenis branjangan dari daerah lain, seukuran 10-12 cm.
Ciri jantan dan betina
Ciri-ciri jantan bisa dilihat dari warna tubuhnya coklat agak tajam dan bulunya tebal. Begitu pula warna paruhnya hitam mengkilat. Jika bertemu burung homogen muncul jambul dikepalanya agak panjang dan lebih gagah.
Branjangan betina warna bulunya agak kusam. Betina juga mempunyai jambul, sehingga jangan terkecoh. Bedanya, jambul betina lebih pendek. Volume suaranya sama-sama keras, namun bunyi betina terputus-putus dan kurang variasinya.
Untuk membedakan jenis kelamin branjangan, bisa juga dilihat dari paruhnya. Pada branjangan jantan, paruh penggalan bawah terlihat putih atau terperinci sementara yang betina terlihat gelap atau hitam atau kecoklatan.
Memilih branjangan
Tidak ada patokan khusus dalam menentukan branjangan. Namun seorang penghobi dan juga pedagang burung, Mulyanto di Pasar Ngasem Yogyakarta, menyampaikan ciri-ciri branjangan yang baik antara lain bentuk fisiknya atletis, ekor dan tubuh panjang, mata tajam (menunjukkan petarung), bulu lembut menyerupai sutra sedangkan paruhnya bagai burung gelatik tapi agak bengkok sedikit ke bawah.
Cara perawatan
-Tempat: Branjangan bisa dipelihara dengan sangkar bundar diamter 25-30 cm dengan panjang atau tinggi antara 60 cm hingga 100 cm. Sementara tenggeran atau pangkringan bisa dibentuk dari watu apung dan penggalan dasar sangkar diberi bubukan watu bata atau tanah kering yang diayak.
Usahakan pembuatan bubukan dari watu bata yang lunak. Hancurkan, kemudian disaring. Kalau tidak disaring apalagi watu batanya keras, bisa merusak bulu/tubuh burung. Bisa jugta memakai debu (tanah yang higienis yang dikeringkan dan dihancurkan halus/disaring).
- Pakan: Sama dengan burung lain pada umumnya, branjangan memerlukan sajian pakan yang variatif sehingga kecukupan nutrisi, vitamin dan mineralnya. Pakan yang bagus, selain lengkap nutrisinya menyerupai protein, karbohidrat, juga lengkap vitaminnya menyerupai vitamin A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3. Selain itu, perlu pula mengandung zat esensial menyerupai D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya ialah salah satu bentuk dari vitamin B) dan Ca-D
Di samping vitamin, perlu juga kecukupan mineral. Mineral dibutuhkan dalam pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi sistem pembuluh darah jantung dan lain-lain. Seperti vitamin, mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melaksanakan fungsinya menyerupai memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan.
Yang termasuk mineral yang diharapkan burung branjangan ialah Calcium, Phosphor, Iron, Manganase, Iodium, Cuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium Chlorin dan Kalium.
Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung branjangan:
  • Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan dengan cara disemprot dengan sprayer asal terlihat basah. Sebelum disempot, bersihkan kotoran yang tercampur dengan bubukan watu bata. Kemudian ganti atau tambahkan pakan branjangan berupa biji-bijian menyerupai milet, canary seed, jewawut, dan gabah.
  • Bersihkan wadah air minum dan berikan air matang yang sudah cuek sebagai air minum.
  • Berikan jangkrik kecil sebanyak 2-3 ekor pada cepuk EF. Setiap tiga hari sekali, bisa ditambahkan kroto sebanyak satu sendok teh sebagai EF.
  • Penjemuran sanggup dilakukan selama 2-3 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran.
  • Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut selama 10 menit, kemudian gantang di tempat teduh atau di dalam rumah.
  • Siang hari hingga sore (jam 12.00-15.00) burung sanggup dimaster dengan bunyi master atau burung-burung master.
  • Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali di teras.
  • Berikan jangkrik kecil 2 ekor pada cepuk EF.
  • Jam 18.00 burung dimasukkan ke rumah. Burung tidak perlu dikerodong kalau Anda ingin mendengarkan suaranya lantaran burung branjangan juga suka berkicau di malam hari.
PENTING:
Bubukan watu bata diganti minimal sepekan sekali. Meski tidak perlu dikerodong setiap malam, branjangan tetap perlu dilatih kerodong supaya tidak kelabakan ketika suatu ketika kita perlu mengerodongnya, contohnya ketika akan dibawa ke luar rumah atau ke arena lomba.
Penanganan branjangan kondisi drop
  • Tingkatkan porsi pinjaman jangkrik menjadi 3 pagi dan 3 sore.
  • Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung branjangan lain
  • Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari
  • Berikan vitamin tambahan.
PENANGANAN BRANJANGAN UNTUK LOMBA
Perawatan lomba bekerjsama tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung supaya mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan mempunyai stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik abjad dasar masing-masing burung.
Berikut ini pola perawatan dan stelan lomba untuk burung branjangan:
  • H-3 sebelum lomba, jangkrik bisa dinaikkan menjadi 4 ekor pagi dan 2 ekor sore.
  • H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 60 menit saja.
Perawatan dan setelan burung branjangan pasca lomba
Perawatan pasca lomba bekerjsama berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.
Berikut ini pola perawatan dan stelan pasca lomba untuk burung branjangan:
  • Porsi EF dikembalikan ke stelan harian.
  • Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 sesudah lomba.
  • Sampai H+3 sesudah lomba, penjemuran maksimal 60 menit saja.
Perawatan dan setelan branjangan mabung
Masa mabung (moulting) merupakan masa yang sangat menuntut perhatian penghobi burung. Bulu yang hilang dan digantikan selama masa mabung atau meranggas ini menyerap 25% dari total protein yang ada di dalam tubuh burung. Inilah mengapa selama masa mabung perlu ditambahkan juga protein sebesar seperempat total protein dalam tubuh burung.
Bulu-bulu dan selongsong bulu terdiri atas lebih dari 90% protein, khususnya protein yang disebut keratins. Protein bulu berbeda dengan protein pada tubuh dan telur serta memerlukan jumlah proporsional yang berbeda atas asam amino (pembangun sel atau blok protein). Burung harus mengonsumsi kuliner dengan kandungan asam amino jenis ini kemudian menyerap dan disimpan sebagai protein (keratin) khusus bagi keperluan pertumbuhan bulu. Proses ini sangat penting bagi burung dan tubuh burung harus bekerja ekstra untuk mendapat gizi yang cukup untuk membentuk bulu secara sempurna.
Ketika burung mabung, mereka juga memerlukan energi yang besar untuk memproduksi bulu baru. Keperluan energi yang diharapkan untuk memenuhi kebutuhan protein, mengakibatkan burung harus mengonsumsi lebih banyak kuliner selama meranggas untuk sanggup mempertahankan pertumbuhan bulu baru. Untuk diketahui saja, energi yang diharapkan burung selama masa mabung sebesar dua setengah kali lebih banyak ketimbang burung yang sedang memproduksi telur.
Faktor-faktor yang besar lengan berkuasa pada masa mabung tidak bisa sepenuhnya dipahami, lantaran sangat kompleks. Umur burung, demam isu ketika mabung, cuaca harian, kadar hormon dan siklus perkembangbiakan, semua menjadi faktor penentu bagi keberhasilan atau kegagalan burung melewati masa mabung.
Hal yang paling utama untuk diingat ialah bahwa pada ketika burung mabung, Anda harus memperlihatkan suplai pakan yang cukup sehingga mereka bisa mengembangkan bulu-bulu sesempurna mungkin.
Untuk menyediakan protein yang diharapkan untuk peningkatan produksi bulu, Anda harus meningkatkan asam amino yang mengandung belerang menyerupai metionin dan sistin. Protein menyerupai itu bisa ditemukan di dalam daging hewan. Daging sanggup diberikan kepada kebanyakan burung yang sedang mabung dalam jumlah kecil plus pinjaman komplemen kuliner yang baik. Suplemen multivitamin dan multimineral yang baik seharusnya mengandung banyak sekali vitamin dan mineral serta asam amino untuk memungkinkan tumbuhnya bulu secara normal.
Meskipun pada umumnya mabung berjalan normal, ada beberapa hal yang sering mengganggu masa mabung burung, khususnya tumbuhnya bulu yang tidak merata atau bahkan ada bulu yang tidak rontok (sekadar nyulam).
Penggangu tersebut antara lain:
* Penyakit - Penyakit yang disebabkan virus circovirus (Beak and Feather Disease) dan virus polyoma ialah penyakit paling umum yang mengakibatkan burung kesulitan memproduksi bulu. Psittacosis kronis, gangguan benalu dan abses basil pada usus sanggup pula mengakibatkan bulu burung sulit tumbuh.
* Gizi buruk – Sebagaimana digambarkan di atas, persyaratan untuk berlangsungnya produksi bulu secara normal memang sangat banyak, dan karenanya kuliner yang kurang gizi bisa mengakibatkan tumbuhnya bulu yang tidak berkualitas (mudah patah, praktis kusam, melintir/ keriting dan sebagainya).
* Kimiawi – penggunaan materi kimiawi sering mengakibatkan bulu tumbuh tidak tepat atau bahkan merusak bulu. Salah satu contohnya ialah zat pembasmi cacing pada merpati yang dikenal sebagai Mebendazole. Bahan kimia ini akan mengakibatkan bulu burung melintir kalau diberikan semasa burung mabung.
* Stres – Hal ini terjadi terutama untuk burung yang disuapi/loloh dengan tangan manusia. Tangan insan mengakibatkan bulu gres tidak bisa berkembang tepat dan sebagainya.
Apa yang perlu Anda lakukan supaya burung sanggup mempunyai bulu gres sebaik mungkin?
Pertama-tama menyingkirkan segala cacing, kutu, mikroba pengganggu dan benalu lainnya.
Kedua, pastikan tidak satu pun dari burung Anda menjadi pembawa virus bibit penyakit, contohnya Polyoma.
Ketiga, berikan gizi yang cukup selama burung meranggas/mabung dengan pakan yang bagus. Hanya saja perlu diingat bahwa pakan yang anggun bukan berarti pakan yang banyak, alasannya ialah terlalu banyak pakan yang hanya mengandung karbohidrat misalnya, hanya akan menciptakan burung kekurangan gizi meski secara fisik terlihat gemuk.
Jika Anda telah melaksanakan semua hal di atas dan masih mengalami dilema dengan kualitas bulu Anda perlu berbicara dengan dokter binatang khusus burung.
Branjangan bermasalah
Untuk burung-burung yang sangat bermasalah contohnya bulu praktis patah atau burung sakit-sakitan seusai masa mabung, biasanya dikarenakan asupan mineralnya yang kurang.

Pola Perawatan masa mabung:
  • Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari kemudian lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
  • Tidak perlu dimandikan.
  • Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak lantaran sangat diharapkan untuk pembentukan sel-sel gres dan untuk pertumbuhan bulu baru.
Lakukan pemasteran. Masa mabung menciptakan burung lebih banyak pada kondisi membisu dan mendengar. Inilah ketika yang tepat untuk mengisi variasi bunyi sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan abjad dan tipe bunyi burung dengan bunyi burung master.
Perawatan branjangan macet bunyi
Jika branjangan mengalami macet bunyi pasca mabung Anda bisa melaksanakan treatment sebagai berikut
  • Beri pakan undur-undur. Caranya, cari binatang kecil (rata-rata seukuran 1-4 pentol korek api) yang suka berumah di tanah berdebu itu. Ambil 10-15 ekor. Ganti bubukan bata/tanah di sangkar branjangan Anda dan ganti dengan debu tempat asal undur-undur berada; atau ganti dengan bubukan bata yang baru. Sebab saja undur-undur hidup di sana, nanti beliau akan bersarang di bubukan bata/debu itu. Branjangan akan mengejar sendiri undur-undur. Selain disebari undur-undur, jangan lupa sebari kroto, sehari sekitar 1 sendok teh.
  • Poin nomer 1 bisa dibarengi (tidak mutlak) dengan mempertemukan branjangan macet dengan branjangan yang sedang gacor, supaya praktis terpancing dan kembali gacor.
  • Untuk bubukan bata, jangan lupa supaya burung tercukupi mineralnya, gunakan bubukan bata yang dicampur dengan mineral burung.
PENANGKARAN BRANJANGAN:
Branjangan mempunyai populasi yang praktis sekali berkembang di habitatnya. tetapi untuk menangkarnya gampang-gampang sulit. Sebab, menyerupai ditulis dalam Majalah Kucica Edisi Januari 2000, branjangan praktis stress dan tidak mau berkembang biak kalau kandanganya atau tempat sarangnya dijamah manusia. Apalagi kalau ketika mengerami telur, jangan sekali-kali orang absurd memasuki kandangnya, bisa-bisa induk branjangan memecahkan telurnya.
Tidak menyerupai burung kicauan lainnya, burung berwarna coklat kekuning-kuningan ini dalam proses penjodohannya tidak harus terlebih dahulu lewat pengenalan dari pejantan dan betina. Branjangan yang sudah remaja atau berumur minimal setahun, sudah bisa eksklusif dipertemukan kalau sama-sama birahi.
Tidak ada perbedaan ciri-ciri birahinya. Jantan dan betina sama-sama ’ngleper’ kalau sedang birahi. Dan kalau telah sama-sama birahi, kalau dilepas di kandang, si jantan dan betina tidak akan berkelahi. Setelah dilepas dalam satu kandang, si jantan akan bereaksi terlebih dahulu dengan menandakan kegagahannya yang ditandai sayap ngleper dan dikepalanya muncul jambul.
Branjangan betina di kepalanya juga terdapat jambul, namun sedikit. Tetapi volume suaranya sama-sama keras. Hanya saja, bunyi betina agak terputus-putus dan variasinya kurang. Kebiasaannya yang sering ngleper ketika birahi lebih sering lagi. Sedangkan betina kalau belum muncul sifat-sifat birahinya sedikit ketakutan. Jika sudah demikian, jantannya makin birahi dan mengejar betina.Terkadang ketika betina terbang naik turun selalu dilkuti sang jantan.
Penjodohan
Proses perjodohan branjangan biasanya terjadi siang hari. Branjangan jantan suka sekali ngleper di atas batu, sedang betina di bawahnya. Tanda-tanda penjodohan yang paling nampak ialah ketika branjangan jantan sering membawa alang-alang kering untuk menciptakan sarang. Keistimewaan branjangan ketika menciptakan sarang tidak selalu menentukan tempat yang disediakan oleh perawatnya. Masa penjodohan hingga bertelur tidak pasti.
Waktu yang diharapkan dari masa penjodohan hingga bertelur bervariasi dari 3 – 15 hari, bergantung pada situasi lingkungan di sekitar penangkaran dan asupan gizi pakan.
Kandang penangkaran
Menangkar branjangan tidak dibutuhkan perlengkapan dan sarana yang ’njelimet’. Hanya saja lokasi yang sunyi sangat besar lengan berkuasa terhadap keberhasilan pengembangbiakan buatan manusia. Kandang untuk tempat penangkaran, sebagaimana lazimnya untuk dinding terbuat adri jeruji kawat yang agak rapat (kecil). Ini supaya hewan-hewan pengganggu menyerupai cecak dan tikus tidak leluasa masuk. Sedangkan untuk atapnya bisa juga jeruji kawat atau dari seng. Karena branjangan tahan terhadap suhu udara panas, sebaiknya atapnya setengah terbuka sehingga sinar matahari bisa menembus ke dalam kandang.
Di dalam sangkar dibuatkan kolam berdiameter sekitar 1 meter. Untuk memudahkan pengisian air, diharapkan selang yang terhubung dengan mesin pompa air. Sediakan pula rumput serta pepohonan (tidak perlu terlalu rindang) supaya tercipta suasana menyerupai di alam aslinya.
Bahan-bahan untuk sarang paling baik ialah alang-alang kering atau jerami. Biarkan jerami bertebaran di tanah, lantaran kalau sudah berjodoh, proses pembuatan sarang akan diatur sendiri oleh branjangan tersebut.
Branjangan tergolong burung yang suka bertengger di batu. Karena itu perlu disiapkan watu atau tatanan yang bahannya dari semen. Kebiasaan lainnya, branjangan suka sekali bermain dengan debu atau pasir, sehingga perlu ditebar debu atau tanah atau pasir di sekitar kolam.
Selain itu untuk tempat bersarang sediakan kotak dari tanah, yang tingginya sekitar setengah meter. Tetapi terkadang branjangan tidak suka menciptakan sarang di kotak buatan, burung ini lebih suka menciptakan sarang di sembarang tempat asalkan terlindung dari gangguan binatang atau manusia. Misalnya, di pojok bawah, di akrab batu, dan lain-lain.
Pemberian pakan
Untuk tempat pinjaman makanan, sebaiknya akrab batu-batuan atau praktis dijangkau oleh perawatnya kalau akan memberi makanan. Tujuannya supaya branjangan yang sedang dalam masa penjodohan atau ketika mengerami telur tidak panik. Meskipun branjangan bisa dijinakkan, tetapi kalau perawatnya terlalu berangasan atau kurang hati-hati ketika memasuki kandang, bisa saja branjangan tersebut mengalami stress.
Makanan yang disiapkan ialah tumbuhan padi, biji-bijian milet, walang atau jangkrik dan kroto. Padi sebaiknya ditebar begitu saja sehingga branjangan bisa ’ngasin’. Jika semua sarana itu tersedia, pasangan branjangan yang sudah birahi siap dilepas di sangkar buatan berukuran sekitar 3 x 3 meter dengan tinggi 2,25 meter.
Pengontrolan
Menangkar branjangan harus selalu dikontrol dan dibutuhkan ketelatenan perawatnya. Karena kalau ada binatang pengganggu yang masuk, contohnya cecak, tikus, semut, atau ular; kesudahannya bisa berbahaya.
Jika branjangan sedang mengerami telur, perawat harus sudah memperkirakan kapan kemungkinan akan menetas. Biasanya telur yang dierami menetas antara 10-11 hari. Pada ketika menetas, harus cepat-cepat diamankan dari gangguan binatang lain. Yakni selalu dikontrol dan sangkar dibersihkan dari hewan-hewan kecil. Sebab kalau tidak cepat, akan didahului dan dimakan semut.
Branjangan bertelur antara 3 hingga 4 butir. Tetapi terkadang ada yang tidak jadi atau pecah. Saat menetas atau ketika indukannya meloloh piyik, porsi kuliner harus diperbanyak. Karena piyikan butuh energi yang banyak supaya sanggup bertahan hidup. Jika piyik sudah berumur beberapa hari, perawat bisa lebih sering keluar masuk sangkar untuk mengontrol perkembangan piyik. Selama proses tersebut, branjangan jantan terlihat lebih aktif mencari makanan, sedangkan betina lebih banyak menunggu di sarang.

KENDALA UTAMA PENANGKARAN
Penjodohan
Dalam penjodohan burung untuk penangkaran, kesulitan utama ialah menyamakan masa birahi burung. Sebab, apabila burung tidak sama masa birahinya, maka penjodohan sulit dilakukan. Untuk itu, Anda perlu memperlihatkan asupan pakan yang bisa memunculkan birahi burung, baik untuk jantan ataupun betina.
Dalam kaitan ini, disarankan Anda memakai multivitamin dan multi mineral yang dilengkapi dengan komplemen lengkap dan seimbang disertai materi aktif yang bermanfaat untuk kebutuhan utama asupan makan burung indukan.
Macet produksi
Banyak sekali kasus burung macet produksi. Meskipun indukan jantan dan betina terlihat sehat, namun ternyata keduanya tidak juga melaksanakan perkawinan. Atau kalau melaksanakan perkawinan tidak terjadi pembuahan. Tanda tidak ada pembuahan ialah telur yang kosong hingga masa pengeraman berakhir.
Sebenarnya, macet produksi dalam kasus di atas ialah lantaran datangnya masa birahi burung pasca telur menetas tidak berbarengan. 
Banyak burung piyikan mati disebabkan beliau kekurangan asupan yang seharusnya tersimpan secara normal ketika beliau masih dalam bentuk telur.
PEMISAHAN PIYIK
Pemisahan bisa dilakukan kalau piyik sudah berusia antara 8-15 hari. Namun apabila kondisinya masih perlu diloloh induknya, sebaiknya jangan dulu dipisah. Terlalu cepat memisahkan piyik dari induknya ada segi positif dan negatifnya. Namun bekerjsama tidak terlalu dilema kalau perawat selalu memperhatikan perkembangan piyik. Sisi positifnya piyik lebih praktis dikontrol perawatnya khususnya dari gangguan binatang lain atau bahkan induknya sendiri. Selain itu, kalau dipisahkan lebih dini piyik akan jinak pada perawatnya.
Dampak negatifnya kalau terlambat memisahkan, piyik sulit dijinakkan dan bersifat liar lantaran sudah remaja ketika berada di kandang. Selain itu resiko gangguan binatang lain lebih besar. Tetapi seandainya diloloh sendiri, apabila si perawat terlalu berangasan atau tidak memahami harapan piyik, bisa berakibat kematian.
Untuk meloloh piyik kuliner harus dilembutkan terlebih dahulu. Begitu pula pinjaman jangkrik atau walang dipilih yang masih clondo dan harus dipotong-potong. Piyek yang sudah berumur di atas 20 hari, resiko kematiannya sangat kecil asalkan tidak terlambat memberi makanan. Jika belum tumbuh bulu sayap, ketika tidur harus diberi bantalan kain untuk penghangat.
PROBLEM UTAMA BRANJANGAN
1. Mabung tidak segera tuntas
2. Sehabis mabung tidak segera bunyi
3. Bulu praktis rontok
1. Mabung tidak segera tuntas: Branjangan yang proses mabungnya terlalu usang disebabkan oleh lambatnya pertumbuhan bulu baru.
Berbeda dengan kenari misalnya, branjangan tidak suka “ngemil”. Artinya, proses mabung menjadi lamban lantaran tidak cukup energi untuk mendorong pertumbuhan bulu secara cepat. Bulu-bulu dan selongsong bulu terdiri atas lebih dari 90% protein, khususnya protein yang disebut keratins. Protein bulu berbeda dengan protein pada tubuh dan telur serta memerlukan jumlah proporsional yang berbeda atas asam amino (pembangun sel atau blok protein).
Burung harus mengonsumsi kuliner dengan kandungan asam amino jenis ini kemudian menyerap dan disimpan sebagai protein (keratin) khusus bagi keperluan pertumbuhan bulu. Proses ini sangat penting bagi burung dan tubuh burung harus bekerja ekstra untuk mendapat gizi yang cukup untuk membentuk bulu secara sempurna.
2. Sehabis manbung tidak cepat bunyi disebabkan masa rekondisi burung terlalu lama.
Alternatif lain, Anda bisa menyediakan undur-undur sebagai extrta fooding (EF) branjangan. Cari saja binatang kecil itu (rata-rata seukuran 1-4 pentol korek api) sebanyak 10-15 ekor. Tebar ke ke dalam bubukan bata dan akan menjadi santapan branjangan. Langkah ini bisa dibarengi dengan mempertemukan branjangan macet dengan branjangan yang gacor, supaya praktis terpancing dan kembali bunyi.
3. Bulu praktis rontok terutama disebabkan oleh serangan benalu (kutu dan cacing) dan kekurangan mineral.


Semoga bermanfaaat...............

Search

Popular Posts

Blog Archive