Budidaya Ayampetelur

                    Budidaya AyamPetelur

 aGRgYGCAdGxocHBwaIBoZGhwfHCggGhwlHBwYITEhJSkrLi Budidaya AyamPetelur

 

Berikut ini yakni serba-serbi budidaya ayam ras petelur dimulai dengan sejarah singkat ayam ras petelur, sentra  budidaya ayam ras petelur, jenis-jenis ayam ras petelur, manfaat ayam ras petelur, persyaratan lokasi budidaya ayam ras petelur,  pedoman teknis budidaya ayam ras petelur, hama dan penyakit ayam ras petelur dan lain-lain.

1. SEJARAH SINGKAT
Ayam petelur yakni ayam-ayam betina cukup umur yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Asal mula ayam unggas yakni berasal dari ayam hutan dan itik liar yang ditangkap dan dipelihara serta sanggup bertelur cukup banyak. Tahun demi tahun ayam hutan dari wilayah dunia diseleksi secara ketat oleh para pakar. Arah seleksi ditujukan pada produksi yang banyak, lantaran ayam hutan tadi sanggup diambil telur dan dagingnya maka arah dari produksi yang banyak dalam seleksi tadi mulai spesifik. Ayam yang terseleksi untuk tujuan produksi daging dikenal dengan ayam broiler, sedangkan untuk produksi telur dikenal dengan ayam petelur. Selain itu, seleksi juga diarahkan pada warna kulit telur hingga kemudian dikenal ayam petelur putih dan ayam petelur cokelat. Persilangan dan seleksi itu dilakukan cukup usang hingga menghasilkan ayam petelur menyerupai yang ada kini ini. Dalam setiap kali persilangan, sifat buruk dibuang dan sifat baik dipertahankan (“terus dimurnikan”). Inilah yang kemudian dikenal dengan ayam petelur unggul.
Menginjak awal tahun 1900-an, ayam liar itu tetap pada tempatnya bersahabat dengan teladan kehidupan masyarakat dipedesaan. Memasuki periode 1940-an, orang mulai mengenal ayam lain selain ayam liar itu. Dari sini, orang mulai membedakan antara ayam orang Belanda (Bangsa Belanda ketika itu menjajah Indonesia) dengan ayam liar di Indonesia. Ayam liar ini kemudian dinamakan ayam lokal yang kemudian disebut ayam kampung lantaran keberadaan ayam itu memang di pedesaan. Sementara ayam orang Belanda disebut dengan ayam luar negeri yang kemudian lebih bersahabat dengan sebutan ayam negeri (kala itu masih merupakan ayam negeri galur murni). Ayam semacam ini masih bisa dijumpai di tahun 1950-an yang dipelihara oleh beberapa orang penggemar ayam. Hingga simpulan periode 1980-an, orang Indonesia tidak banyak mengenal pembagian terstruktur mengenai ayam. Ketika itu, sifat ayam dianggap menyerupai ayam kampung saja, bila telurnya lezat dimakan maka dagingnya juga lezat dimakan. Namun, pendapat itu ternyata tidak benar, ayam negeri/ayam ras ini ternyata bertelur banyak tetapi tidak lezat dagingnya.
Ayam yang pertama masuk dan mulai diternakkan pada periode ini yakni ayam ras petelur white leghorn yang kurus dan umumnya sesudah habis masa produktifnya. Antipati orang terhadap daging ayam ras cukup usang hingga menjelang simpulan periode 1990-an. Ketika itu mulai merebak peternakan ayam broiler yang memang khusus untuk daging, sementara ayam petelur dwiguna/ayam petelur cokelat mulai menjamur pula. Disinilah masyarakat mulai sadar bahwa ayam ras mempunyai pembagian terstruktur mengenai sebagai petelur handal dan pedaging yang enak. Mulai terjadi pula persaingan tajam antara telur dan daging ayam ras dengan telur dan daging ayam kampung. Sementara itu telur ayam ras cokelat mulai diatas angin, sedangkan telur ayam kampung mulai terpuruk pada penggunaan resep masakan tradisional saja. Persaingan inilah membuktikan maraknya peternakan ayam petelur.
Ayam kampung memang bertelur dan dagingnya memang bertelur dan dagingnya sanggup dimakan, tetapi tidak sanggup diklasifikasikan sebagai ayam dwiguna secara komersial-unggul. Penyebabnya, dasar genetis antara ayam kampung dan ayam ras petelur dwiguna ini memang berbeda jauh. Ayam kampung dengan kemampuan penyesuaian yang luar biasa baiknya. Sehingga ayam kampung sanggup mengantisipasi perubahan iklim dengan baik dibandingkan ayam ras. Hanya kemampuan genetisnya yang membedakan produksi kedua ayam ini. Walaupun ayam ras itu juga berasal dari ayam liar di Asia dan Afrika.
2. SENTRA PERIKANAN
Ayam telah dikembangkan sangat pesat di setiapa negara. Sentra peternakan ayam petelur sudah dijumpai di seluruh pelosok Indonesia terutama ada di Pulau Jawa dan Sumatera, tetapi peternakan ayam telah menyebar di Asia dan Afrika serta sebagian Eropa.
3. JENIS
Jenis ayam petelur dibagi menjadi dua tipe:
  1. Tipe Ayam Petelur Ringan.
    Tipe ayam ini disebut dengan ayam petelur putih. Ayam petelur ringan ini mempunyai tubuh yang ramping/kurus-mungil/kecil dan mata bersinar. Bulunya berwarna putih higienis dan berjengger merah. Ayam ini berasal dari galur murni white leghorn. Ayam galur ini sulit dicari, tapi ayam petelur ringan komersial banyak dijual di Indonesia dengan aneka macam nama. Setiap pembibit ayam petelur di Indonesia niscaya mempunyai dan menjual ayam petelur ringan (petelur putih) komersial ini. Ayam ini bisa bertelur lebih dari 260 telur per tahun produksi hen house. Sebagai petelur, ayam tipe ini memang khusus untuk bertelur saja sehingga semua kemampuan dirinya diarahkan pada kemampuan bertelur, lantaran dagingnya hanya sedikit. Ayam petelur ringan ini sensitif terhadapa cuaca panas dan keributan, dan ayam ini gampang kaget dan bila kaget ayam ini produksinya akan cepat turun, begitu juga bila kepanasan.
  2. Tipe Ayam Petelur Medium.
    Bobot tubuh ayam ini cukup berat. Meskipun itu, beratnya masih berada di antara berat ayam petelur ringan dan ayam broiler. Oleh lantaran itu ayam ini disebut tipe ayam petelur medium. Tubuh ayam ini tidak kurus, tetapi juga tidak terlihat gemuk. Telurnya cukup banyak dan juga sanggup menghasilkan daging yang banyak. Ayam ini disebut juga dengan ayam tipe dwiguna. Karena warnanya yang cokelat, maka ayam ini disebut dengan ayam petelur cokelat yang umumnya mempunyai warna bulu yang cokelat juga. Dipasaran orang menyampaikan telur cokelat lebih disukai daripada telur putih, kalau dilihat dari warna kulitnya memang lebih menarik yang cokelat daripada yang putih, tapi dari segi gizi dan rasa relatif sama. Satu hal yang berbeda yakni harganya dipasaran, harga telur cokelat lebih mahal daripada telur putih. Hal ini dikarenakan telur cokelat lebih berat daripada telur putih dan produksinya telur cokelat lebih sedikit daripada telur putih. Selain itu daging dari ayam petelur medium akan lebih laris dijual sebagai ayam pedaging dengan rasa yang enak.
4. MANFAAT
Ayam-ayam petelur unggul yang ada sangat baik digunakan sebagai plasma nutfah untuk menghasilkan bibit yang bermutu. Hasil kotoran dan limbah dari pemotongan ayam petelur merupakan hasil samping yang sanggup diolah menjadi pupuk kandang, kompos atau sumber energi (biogas). Sedangkan menyerupai usus dan jeroan ayam sanggup dijadikan sebagai pakan ternak unggas sesudah dikeringkan. Selain itu ayam dimanfaatkan juga dalam upacara keagamaan.
5. PERSYARATAN LOKASI
  1. Lokasi yang jauh dari keramaian/perumahan penduduk.
  2. Lokasi gampang dijangkau dari pusat-pusat pemasaran.
  3. Lokasi terpilih bersifat menetap, tidak berpindah-pindah.
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
  1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
    1. Kandang
      Iklim sangkar yang cocok untuk beternak ayam petelur mencakup persyaratan temperatur berkisar antara 32,2–35 °C, kelembaban berkisar antara 60–70%, penerangan dan atau pemanasan sangkar sesuai dengan hukum yang ada, tata letak sangkar biar menerima sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin puting-beliung serta sirkulasi udara yang baik, jangan membuat sangkar dengan permukaan lahan yang berbukit lantaran menghalangi sirkulasi udara dan membahayakan anutan air permukaan bila turun hujan, sebaiknya sangkar dibangun dengan sistem terbuka biar hembusan angin cukup menawarkan kesejukan di dalam kandang. Untuk kontruksi sangkar tidak harus dengan materi yang mahal, yang penting kuat, higienis dan tahan lama. Selanjutnya perlengkapan sangkar hendaknya disediakan selengkap mungkin menyerupai tempat pakan, tempat minum, tempat air, tempat ransum, tempat obat-obatan dan sistem alat penerangan.
      1. Bentuk-bentuk sangkar menurut sistemnya dibagi menjadi dua:
        1. Sistem sangkar koloni, satu sangkar untuk banyak ayam yang terdiri dari ribuan ekor ayam petelur;
        2. Sistem sangkar individual, sangkar ini lebih dikenal dengan sebutan cage. Ciri dari sangkar ini yakni dampak individu di dalam sangkar tersebut menjadi secara umum dikuasai lantaran satu kotak sangkar untuk satu ekor ayam. Kandang sistem ini banyak digunakan dalam peternakan ayam petelur komersial.
      2. Jenis sangkar menurut lantainya dibagi menjadi tiga macam yaitu:
        1. kandang dengan lantai liter, sangkar ini dibentuk dengan lantai yang dilapisi kulit padi, pesak/sekam padi dan sangkar ini umumnya diterapkan pada sangkar sistem koloni;
        2. kandang dengan lantai kolong berlubang, lantai untuk sistem ini terdiri dari bantu atau kayu kaso dengan lubang-lubang diantaranya, yang nantinya untuk membuang tinja ayam dan eksklusif ke tempat penampungan;
        3. kandang dengan lantai adonan liter dengan kolong berlubang, dengan perbandingan 40% luas lantai sangkar untuk bantalan liter dan 60% luas lantai dengan kolong berlubang (terdiri dari 30% di kanan dan 30% di kiri).
    2. Peralatan
      1. Litter (alas lantai)
        Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, materi litter digunakan adonan dari kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.
      2. Tempat bertelur
        Penyediaan tempat bertelur biar gampang mengambil telur dan kulit telur tidak kotor, sanggup dibuatkan kotak ukuran 30 x 35 x 45 cm yang cukup untuk 4–5 ekor ayam. Kotak diletakkan dididing sangkar dengan lebih tinggi dari tempat bertengger, penempatannya biar gampang pengambilan telur dari luar sehingga telur tidak pecah dan terinjak-injak serta dimakan. Dasar tempat bertelur dibentuk miring dari kawat hingga telur eksklusif ke luar sarang sesudah bertelur dan dibentuk lubah yang lebih besar dari besar telur pada dasar sarang.
      3. Tempat bertengger
        Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibentuk dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang gampang dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup biar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.
      4. Tempat makan, minum dan tempat grit
        Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yang berpengaruh dan tidak bocor juga tidak berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus
  2. Penyiapan Bibit
    • Ayam petelur yang akan dipelihara haruslah memenuhi syarat sebagai berikut, antara lain:
      1. Ayam petelur harus sehat dan tidak cacat fisiknya.
      2. Pertumbuhan dan perkembangan normal.
      3. Ayam petelur berasal dari bibit yang diketahui keunggulannya.
    • Ada beberapa pedoman teknis untuk menentukan bibit/DOC (Day Old Chicken) /ayam umur sehari:
      1. Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.
      2. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .
      3. Tidak terdapat abnormalitas pada tubuhnya.
      4. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.
      5. Ukuran tubuh normal, ukuran berat tubuh antara 35-40 gram.
      6. Tidak ada letakan tinja diduburnya.
    1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk
      Penyiapan bibit ayam petelur yang berkreteria baik dalam hal ini tergantung sebagai berikut:
      1. Konversi Ransum.
        Konversi ransum merupakan perabandingan antara ransum yang dihabiskan ayam dalam menghasilkan sejumlah telur. Keadaan ini sering disebut dengan ransum per kilogram telur. Ayam yang baik akan makan sejumlah ransum dan menghasilkan telur yang lebih banyak/lebih besar daripada sejumlah ransum yang dimakannya. Bila ayam itu makan terlalu banyak dan bertelur sedikit maka hal ini merupakan cermin buruk bagi ayam itu. Bila bibit ayam mempunyai konversi yang kecil maka bibit itu sanggup dipilih, nilai konversi ini dikemukakan berikut ini pada aneka macam bibit ayam dan juga sanggup diketahui dari lembaran daging yang sering dibagikan pembibit kepada peternak dalam setiap promosi penjualan bibit ayamnya.
      2. Produksi Telur.
        Produksi telur sudah tentu menjadi perhatian. Dipilih bibit yang sanggup memproduksi telur banyak. Tetapi konversi ransum tetap utama lantaran ayam yang produksi telurnya tinggi tetapi makannya banyak juga tidak menguntungkan.
      3. Prestasi bibit dilapangan/dipeternakan.
        Apabila kedua hal diatas telah baik maka kemampuan ayam untuk bertelur hanya dalam sebatas kemampuan bibit itu. Contoh prestasi beberapa jenis bibit ayam petelur sanggup dilihat pada data di bawah ini. – Babcock B-300 v: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 270, ransum 1,82 kg/dosin telur.
        • Dekalb Xl-Link: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 255-280, ransum 1,8-2,0 kg/dosin telur.
        • Hisex white: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 288, ransum 1,89 gram/dosin telur.
        • H & W nick: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 272, ransum 1,7-1,9 kg/dosin telur.
        • Hubbarb leghorn: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house)260, ransum 1,8-1,86 kg/dosin telur.
        • Ross white: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 275, ransum 1,9 kg/dosin telur.
        • Shaver S 288: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house)280, ransum 1,7-1,9 kg/dosin telur.
        • Babcock B 380: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 260-275, ransum 1,9 kg/dosin telur.
        • Hisex brown: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house)272, ransum 1,98 kg/dosin telur.
        • Hubbarb golden cornet: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 260, ransum 1,24-1,3 kg/dosin telur.
        • Ross Brown: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 270, ransum 2,0 kg/dosin telur.
        • Shaver star cross 579: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 265, ransum 2,0-2,08 kg/dosin telur.
        • Warren sex sal link: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 280, ransum 2,04 kg/dosin telur.
  3. Pemeliharaan
    1. Sanitasi dan Tindakan Preventif
      Kebersihan lingkungan sangkar (sanitasi) pada areal peternakan merupakan perjuangan pencegahan penyakit yang paling murah, hanya diharapkan tenaga yang ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan menawarkan vaksin pada ternak dengan merek dan takaran sesuai catatan pada label yang dari poultry shoup.
    2. Pemberian Pakan
      Untuk derma pakan ayam petelur ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).
      1. Kualitas dan kuantitas pakan fase starter yakni sebagai berikut:
        • Kwalitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat bergairah 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.
        • Kwantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu ahad pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor; ahad kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor; ahad ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan ahad ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Makara jumlah pakan yang diharapkan tiap ekor hingga pada umur 4 ahad sebesar 1.520 gram.
      2. Kwalitas dan kwantitas pakan fase finisher yakni sebagai berikut:
        • Kwalitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%; serat bergairah 4,5%; kalsium (Ca) 1%; Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.
        • Kwantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu: ahad ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor; ahad ke-6 (umut 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor; ahad ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan ahad ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor. Makara total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari yakni 3.829 gram.
          Pemberian minum diubahsuaikan dangan umur ayam, dalam hal ini dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:
          1. Fase starter (umur 1-29 hari) kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu
            ahad ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor;
            ahad ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor;
            ahad ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan
            ahad ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor.
            Makara jumlah air minum yang diharapkan hingga umur 4 ahad yakni sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi aksesori gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan yakni 50 gram/liter air.
          2. Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing ahad yaitu
            ahad ke-5 (30-36 hari) 9,5 lliter/hari/100 ekor;
            ahad ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor;
            ahad ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan
            ahad ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Makara total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.
    3. Pemberian Vaksinasi dan Obat
      Vaksinasi merupakan salah satu cara pengendalian penyakit virus yang menulardengan cara membuat kekebalan tubuh. Pemberiannya secara teratur sangat penting untuk mencegah penyakit. Vaksin dibagi menjadi 2 macam yaitu:
      Vaksin aktif yakni vaksin mengandung virus hidup. Kekebalan yang ditimbulkan lebih usang daripada dengan vaksin inaktif/pasif. Vaksin inaktif, yakni vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan/dimatikan tanpa merubah struktur antigenic, hingga bisa membentuk zat kebal. Kekebalan yang ditimbulkan lebih pendek, manfaatnya disuntikan pada ayam yang diduga sakit.Macam-macam vaksin:
      1. Vaksin NCD vrus Lasota buatan Drh Kuryna
      2. Vaksin NCD virus Komarov buatan Drh Kuryna (vaksin inaktif)
      3. Vaksin NCD HB-1/Pestos.
      4. Vaksin Cacar/pox, virus Diftose.
      5. Vaksin anti RCD Vaksin Lyomarex untuk Marek.
      Persyaratan dalam vaksinasi adalah:
      1. Ayam yang divaksinasi harus sehat.
      2. Dosis dan kemasan vaksin harus tepat.
      3. Sterilisasi alat-alat.
    4. Pemeliharaan Kandang
      Agar bangunan sangkar sanggup mempunyai kegunaan secara efektif, maka bangunan sangkar perlu dipelihara secara baik yaitu sangkar selalu dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada penggalan yang rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna sangkar bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan sangkar bagi ternak yang dipelihara.
7. HAMA DAN PENYAKIT
  1. Penyakit lantaran Bakteri
    1. Berak putih (pullorum)
      Menyerang ayam kampung dengan angka simpulan hidup yang tinggi.
      Penyebab: Salmonella pullorum. Pengendalian: diobati dengan antibiotika
    2. Foel typhoid
      Sasaran yang disering yakni ayam muda/remaja dan dewasa.
      Penyebab: Salmonella gallinarum. Gejala: ayam mengeluarkan tinja yang berwarna hijau kekuningan.
      Pengendalian: dengan antibiotika/preparat sulfa.
    3. Parathyphoid
      Menyerang ayam dibawah umur satu bulan.
      Penyebab: kuman dari genus Salmonella.
      Pengendalian: dengan preparat sulfa/obat sejenisnya.
    4. Kolera
      Penyakit ini jarang menyerang anak ayam atau ayam remaja tetapi selain menyerang ayam menyerang kalkun dan burung merpati.
      Penyebab: pasteurella multocida.
      Gejala: pada serangan yang serius pial ayam (gelambir dibawah paruh) akan membesar.
      Pengendalian: dengan antibiotika (Tetrasiklin/Streptomisin).
    5. Pilek ayam (Coryza)
      Menyerang semua umur ayam dan terutama menyerang anak ayam.
      Penyebab: makhluk intermediet antara kuman dan virus.
      Gejala: ayam yang terjangkit memperlihatkan gejala menyerupai orang pilek.
      Pengendalian: sanggup disembuhkan dengan antibiotia/preparat sulfa.
    6. CRD
      CRD yakni penyakit pada ayam yang terkenal di Indonesia. Menyerang anak ayam dan ayam remaja.
      Pengendalian: dilakukan dengan antibiotika (Spiramisin dan Tilosin).
    7. Infeksi synovitis
      Penyakit ini sering menyerang ayam muda terutama ayam broiler dan kalkun.
      Penyebab: kuman dari genus Mycoplasma.
      Pengendalian: dengan antibiotika.
  2. Penyakit lantaran Virus
    1. Newcastle disease (ND)
      ND yakni penyakit oleh virus yang terkenal di peternak ayam Indonesia. Pada awalnya penyakit ditemukan tahun 1926 di tempat Priangan. Penemuan tersebut tidak tersebar luas ke seluruh dunia. Kemudian di Eropa, penyakit ini ditemukan lagi dan diberitakan ke seluruh dunia. Akhirnya penyakit ini disebut Newcastle disease.
    2. Infeksi bronchitis
      Infeksi bronchitis menyerang semua umur ayam. Pada cukup umur penyakit ini menurunkan produksi telur. Penyakit ini merupakan penyakit pernafasan yang serius untuk anak ayam dan ayam remaja. Tingkat simpulan hidup ayam cukup umur yakni rendah, tapi pada anak ayam mencapai 40%. Bila menyerang ayam petelur menimbulkan telur lembek, kulit telur tidak normal, putih telur encer dan kuning telur gampang berpindah tempat (kuning telur yang normal selalu ada ditengah). Tidak ada pengobatan untuk penyakit ini tetapi sanggup dicegah dengan vaksinasi.
    3. Infeksi laryngotracheitis
      Infeksi laryngotracheitis merupakan penyakit pernapasan yang serius terjadi pada unggas. Penyebab: virus yang diindetifikasikan dengan Tarpeia avium. Virus ini di luar gampang dibunuh dengan desinfektan, contohnya karbol.
      Pengendalian:
      1. belum ada obat untuk mengatasi penyakit ini;
      2. pencegahan dilakukan dengan vaksinasi dan sanitasi yang ketat.
    4. Cacar ayam (Fowl pox)
      Gejala: tubuh ayam penggalan jengger yang terjangkit akan bercak-bercak cacar.
      Penyebab: virus Borreliota avium.
      Pengendalian: dengan vaksinasi.
    5. Marek
      Penyakit ini menjadi terkenal semenjak tahun 1980-an hingga kini menyerang bangsa unggas, tanggapan serangannya menimbulkan simpulan hidup ayam hingga 50%.
      Pengendalian: dengan vaksinasi.
    6. Gumboro
      Penyakit ini ditemukan tahun 1962 oleh Cosgrove di tempat Delmarva Amerika Serikat. Penyakit ini menyerang bursa fabrisius, khususnya menyerang anak ayam umur 3–6 minggu.
  3. Penyakit lantaran Jamur dan Toksin
    Penyakit ini lantaran ada jamur atau sejenisnya yang merusak makanan. Hasil perusakan ini mengeluarkan zak racun yang kemudian di makan ayam. Ada pula pengolahan materi yang menimbulkan asam amino bermetamorfosis zat beracun. Beberapa penyakit ini yakni :
    1. Muntah darah hitam (Gizzerosin)
      Ciri kerusakan total pada gizzard ayam.
      Penyebab: yakni racun dalam tepung ikan tetapi tidak semua tepung ikan menimbulkan penyakit ini. Timbul penyakit ini tanggapan pemanasan materi masakan yang menguraikan asam amino hingg menjadi racun.
      Pengendalian: belum ada.
    2. Racun dari bungkil kacang
      Minyak yang tinggi dalam bungkil kelapa dan bungkil kacang merangsang pertumbuhan jamur dari grup Aspergillus. Untuk menghindari keracunan bungkil kacang maka dalam rancung tidak digunakan antioksidan atau bungkil kacang dan bungkil kelapa yang mengandung kadar lemak tinggi.
  4. Penyakit lantaran Parasit
    1. Cacing
      Karena penyakit cacing jarang ditemukan di peternakan yang higienis dan terpelihara baik. Tetapi peternakan yang kotor banyak siput air dan minuman kotor maka mungkin ayam terjangkit cacingan.
      Ciri serangan cacingan yakni tubuhnya kurus, bulunya kusam, produksi telur merosot dan kurang aktif.
    2. Kutu
      Banyak menyerang ayam di peternakan Indonesia. Dari luar kutu tidak terlihat tapi bila bulu ayam disibak akan terlihat kutunya. Tanda fisik ayam terjangkit ayam akan gelisah. Kutu umum terdapat di sangkar yang tidak terkena sinar matahari eksklusif maka sisi samping sangkar diarahkan melintang dari Timur ke Barat. Penggunaan semprotan kutu sama dengan cara penyemprotan nyamuk. Penyemprotan ini dihentikan mengenai tangan dan mata secara eksklusif dan penyemprotan dilakukan malam hari sehingga pelaksanaannya lebih gampang lantaran ayam tidak aktif.
  5. Penyakit lantaran Protozoa
    Penyakit ini berasal dari protozoa (trichomoniasis, Hexamitiasis dan Blachead), penyakit ini dimasukkan ke golongan benalu tetapi sebetulnya berbeda. Penyakit ini jarang menyerang ayam lingkungan peternakan dijaga kebersihan dari alang-alang dan genangan air.
8. PANEN
  1. Hasil Utama
    Hasil utama dari budidaya ayam petelur yakni berupa telur yang diahsilkan oelh ayam. Sebaiknya telur dipanen 3 kali dalam sehari. Hal ini bertujuan biar kerusakan isi tlur yang disebabkan oleh virus sanggup terhindar/terkurangi. Pengambilan pertama pada pagi hari antara pukul 10.00-11.00; pengambilan kedua pukul 13.00-14.00; pengambilan ketiga (terakhir)sambil mengecek seluruh sangkar dilakukan pada pukul 15.00-16.00.
  2. Hasil Tambahan
    Hasil aksesori yang sanggup dinukmati dari hasil budidaya ayam petelur yakni daging dari ayam yang telah bau tanah (afkir) dan kotoran yang sanggup dijual untuk dijadikan pupuk kandang.
  3. Pengumpulan
    Telur yang telah dihasilkan diambil dan diletakkan di atas egg tray (nampan telur). Dalam pengambilan dan pengumpulan telur, petugas pengambil harus eksklusif memisahkan antara telur yang normal dengan yang abnormal. Telur normal yakni telur yang oval, higienis dan kulitnya mulus serta beratnya 57,6 gram dengan volume sebesar 63 cc. Telur yang asing contohnya telurnya kecil atau terlalu besar, kulitnya retak atau keriting, bentuknya lonjong.
  4. Pembersihan
    Setelah telur dikumpulkan, selanjutnya telur yang kotor lantaran terkena litter atau tinja ayam dibershkan. Telur yang terkena litter sanggup dibersihkan dengan amplas besi yang halus, dicuci secara khusus atau dengan cairan pembersih. Biasanya pencucian dilakukan untuk telur tetas.
9. PASCAPANEN
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
  1. Analisis Usaha Budidaya
    Perkiraan analisis budidaya ayam petelur buras (150 ekor) tahun 1998 di Bintaro, Jakarta.
    1. Biaya produksi
      1. Modal tetap (investasi)
        • Kandang dan atap——————————-Rp. 225.000,-
        • Induk 150 ekor @ Rp. 17.500,—————–Rp. 2.626.000,-
          Jumlah biaya modal tetap—————————-Rp. 2.850.000,-
      2. Modal kerja/variabel
        • Pakan 90 gr x 150 x Rp. 1.210,-/kg x 30——– Rp. 490.000,-
        • Penyusutan sangkar (4tahun)——————– Rp. 4.700,-
        • Penyusutan induk (umur produktif 2 tahun)——- Rp. 109.375,-
        • Obat-obatan————————————- Rp. 1.000,-
        • Resiko simpulan hidup 3% per tahun——————- Rp. 6.565,-
          Jumlah biaya modal kerja—————————- Rp. 611.640,-
          Jumlah biaya produksi——————————- Rp. 611.640,-
    2. Pendapatan
      1. Telur 60 x Rp. 650,- x 30 —————————-Rp. 1.170.000,-
      2. Ayam afkir 141 ekor x Rp. 10.000,—————— Rp. 58.750,-
        Jumlah pendapatan ————————————— Rp. 1.228.750,-
    3. Keuntungan
      1. Rp. 1228.750,- – Rp. 611.640,- =——————— Rp. 617.110,-4)
    4. Parameter kelayakan usaha
      a. B/C ratio = 2,0
      Keterangan :
      • Perhitungan biaya dan pendapatan dilakukan dalam 1 bulan
      • Harga-harga diperhitungkan pada bulan November 1998
      • Diperlukan luas tanah 40 m 2
  2. Gambaran Peluang Agribisnis
    Dewasa ini kebutuhan telur dalam negeri terus meningkat sejalan dengan peningkatan teladan hidup insan dalam meningkatkan kebutuhan akan protein hewani yang berasal dari telur. Selain itu juga adanya jadwal pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat terutama anak-anak. Kebutuhan akan telur yang terus meningkat tidak diimbangi dengan produksi telur yang besar sehingga terjadilah kekurangan persediaan telur yang menimbulkan harga telur mahal. Dengan melihat kondisi tersebut budidaya ayam petelur sanggup menawarkan laba yang menjanjikan bila di kelola secara intensif dan terpadu.
11. DAFTAR PUSTAKA
  1. Muhammad Rasyaf, Dr.,Ir. Beternak Ayam Pedaging. Penerbit Penebar Swadaya (anggota IKAPI) Jakarta.
  2. Cahyono, Bambang, Ir.1995. Cara Meningkatkan Budidaya Ayam Ras Pedaging (Broiler). Penerbit Pustaka Nusatama Yogyakarta.
12. KONTAK HUBUNGAN
  1. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829
  2. Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166 69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id

Kandang Ayam Petelur Ini, Harganya Lebih Dari Rp.5 Miliar!

sistem sangkar ayam permanen close house ini, produksi telur menjadi lebih manis di bandingkan dengan sangkar ayam yg biasa.
Kebersihan udara dan lingkungan sangkar pada sangkar ayam petelur close house, menjadi Keliru satu faktor yg sanggup menekan angka kematian pada ayam petelur.
Temperatur udara juga sanggup terjaga kestabilannya dengan baik, alasannya yaitu pemikiran udara benar-benar di atur sedemikian rupa.

Memang sudah bukan diam-diam lagi, jika sangkar ternak yaitu Keliru satu elemen yg memakan nilai investai terbesar pada wirausaha peternakan apapun.

Video sangkar ayam modern di bawah ini yaitu Keliru satu pola sangkar ayam super canggih yg tentu nilai investasinya lebih tinggi dibanding dengan sangkar ayam close house biasa,  dimana proteksi makan dan pengambilan telur masih di lakukan oleh tenaga kerja.

Pada video peternakan ayam petelur di bawah ini, proteksi makan, pengambilan telur dan pencucian kotoran pada peternakan sangkar petemanen ayam petelur sudah di atur setrik otomatis.
Sehingga pekerjaan perawatan pada peternakan ayam petelur ini sangat efisien dan efektif.

Kotoran ayam petelur atau feses yg tidak segera di bersihkan, seringkali menjadi penyebab munculnya beberapa penyakit. Di samping itu kandungan amoniak pada kotoran ayam tersebut sangat mengganggu pernafasan, baik untuk ayam itu sendiri maupun untuk tenaga kerja yg mengurusi peternakan ayam tersebut.

Pada Video peternakan ayam petelur di bawah ini, kita bakal melihat, betapa sistem yg di berdiri sudah demikian canggihnya, sehingga tidak ada kotoran yg tertinggal di bawah sangkar ayam petelur, hal ini membuat udara di dalam kandang ayam petelur permanen ini menjadi lebih bersih.

Untuk membangun sangkar close house di butuhkan dana yg sangat fantastis menyerupai yg sudah di jelaskan di atas, terlebih apabila sangkar yg di berdiri Memakai sistem yg modern dan canggih, tentu modal investasi yg di butuhkan lebih tinggi.

Tidak Memakai sistem perkandangan yg canggih dan serba otomatis pun, nilai investasi yg diperlukan untuk memuat sangkar close house ada di kisaran 2-4 miliar rupiah, terlebih jika Memakai sistem perkandangan dengan pengelolaan yg serba otomatis, dengan jumlah populasi ternak ayam petelur yg sama, tentu bakal membutuhkan dana lebih dari 5 miliar rupiah.

Berikut ini yaitu video sangkar ayam super canggih dengan nilai investasi lebih dari 5 miliar perkandang.




Salam sukses peternakan
Semoga bermanfaaat.

Cara Sukses Beternak Bebek Petelur Bagi Pemula

 Baternak angsa salah satu perjuangan bisnis yang bisa menjanjikan laba yang besar Cara sukses beternak angsa petelur untuk pemula

Baternak angsa salah satu perjuangan bisnis yang bisa menjanjikan laba yang besar, lantaran bisa dibilang angsa merupakan binatang yang mempunyai keunggulan dari segi telur maupun dagingnya. Sehingga kebanyakan para konsumen lebih banyak yang menentukan telur angsa dibandingkan telur ayam, daging angsa dibandingkan dengan daging ayam. Maka tidak mengherankan kalau kebutuhan akan daging maupun telur dipasaran sering kali tidak tercukupi. Terbukti ditiap-tiap toko kelontong hanya tersedia telur ayam, kalaupun ada telur angsa niscaya tidak ada 1 jam lagsung habis.

Kenapa bisa begitu??

Kebutuhan pasar akan telur angsa maupun daging angsa selalu kurang dikarenakan hanya sedikit saja masyarakat yang beternak bebek. Dibalik laba yang besar dan menjanjikan tentu tidaklah gampang untuk menjalankan perjuangan beternak/budidaya bebek, buktinya kebutuhan daging maupun telurnya selalu kekurangan. Jika gampang niscaya kebutuhan telur dan daging dipasaran tidak akan kekurangan.

Entah lantaran apa, namun sebagian besar masyarakat yang mulai mencoba perjuangan beternak angsa sering kali bangkrut/gulung tikar. Penyebabnya macam-macam, banyak angsa yang coid, banyak angsa yang tidak bertelur, dan lain sebagainya. Akan tetapi penyebab umum dan yang paling sering terjadi pada peternak angsa yang gulung tikar ialah pengeluaran untuk kebutuhan angsa lebih besar dibandingkan pemasukan dari beternak angsa tersebut, misalnya untuk membeli kosentrat/pakan angsa yang harganya sangat mahal, sedangkan angsa yang dipelihara tidak semua bertelur.

Sebenarnya hal-hal yang berkaitan dengan bangkrutnya perjuangan beternak angsa bisa kita antisipasi asalkan kita mau sedikit bekerja keras. Selain sedikit bekerja keras pemahaman dan perencanaan awal sebelum memulai perjuangan tersebut juga harus jelas, sehingga perhitungan antara untung dan ruginya pun juga jelas.

Artikel ini saya buat dari pengalaman langsung ketika saya beternak angsa 300 ekor, bahwa kala itu perjuangan ternak angsa yang saya jalankan tidak menuai hasil ibarat apa yang saya harapkan. Padahal dari segi daerah untuk perawatanya mendukung, bersahabat air, bersahabat sawah dan bersahabat rumah. Seiring berjalanya waktu dan saya kalkulasi antara pengeluaran dan pendapatan kox - {minus}, sehabis saya pikr-pikir dan acoid ternyata ibarat terkaan saya.

Apa terkaan saya tersebut?? Akan saya bahas diartikel paling bawah..

Langkah-langkah beternak angsa petelur

1. Perencanaan awal

Salah satu perencanaan awal dalam beternak angsa petelur ialah akan kita mulai dari mana angsa yang akan kita ternakkan?? Apakah ingin mulai dari anakan angsa {meri} atau ingin mulai dari angsa yang sehabis cukup umur {bayah} ??

Rencana ini harus kita pikirkan secara matang, lantaran antara anakan angsa dengan angsa yang cukup umur {bayah} mempunyai harga yang sangat berbeda. Kelebihan memulai dari anakan bebak {meri} ialah biaya pembelianya yang relatif murah dibandingkan angsa yang cukup umur {bayah}. Namun dari segi waktu memulai dari anakan angsa memerlukan waktu kurang lebih 5-6 bulan untuk mulai mencar ilmu bertelur, sedangkan memulai dari angsa cukup umur {bayah} hanya memerlukan waktu 1-2 bulan saja untuk mulai mencar ilmu bertelur {karena pembelian angsa bayah biasanya berumur 4 bulan}.

Selain itu dari segi kecoidan lebih diuntungkan kalau kita memulainya dari anakan angsa {meri}, lantaran kalau ada angsa yang coid kerugian kita hanya sedikit mengingat harga anakan angsa {meri} yang relatif murah dibandingkan dengan angsa dewasa/bayah. Begitupun sebaliknya kalau kita memulai dari angsa dewasa/bayah dan ada angsa yang coid maka kerugian kita akan lebih besar dibanding memulai dari anakan bebek/meri.

Kesimpulanya, apapun pilihan anda pikirkanlah secara matang, saran saya, mulailah dari anakan bebek/meri. Karena kita bisa menghemat pakan dan kalau ada yang coid ruginya tidak besar.

2. Persiapan sangkar bebek
Kandang dibentuk bertujuan untuk melindungi ternak dari serangan binatang pemangsa maupun panas dan hujan. Kandang angsa yang baik harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut;

-  Luas sangkar harus sesuai dengan jumlah angsa yang dipelihara sehingga angsa yang kita pelihara tidak berdesak-desakan dan saling menginjak-injak
- Lantai sangkar harus selalu kering supaya tidak menimbulkan bakteri
- Cukup udara segar dengan cara dibuatkan aneka ragamentilasi, supaya didalam sangkar udaranya tidak pengap
- Usahakan didalam sangkar bisa menjumpai sinar matahari pagi

Luas sangkar angsa harus mempunyai ukuran yang ideal, dalam arti sangkar tersebut tidak terlalu sempit maupun tidak terlalu lebar. Terlalu sempit bisa menimbulkan angsa saling berdesakan dan menginjak-nginjak, terlalu lebar kita bisa rugi dalam biaya pengeluaran pembuatan kandang. Ukuran sangkar yang ideal untuk angsa cukup umur ialah 5 ekor angsa / 1 meter persegi.

Penempatan untuk menciptakan sangkar angsa usahakan jauh dari kemudian lalang seseorang maupun dari bunyi kendaraan bermotor. Hal tersebut bertujuan biar angsa tersebut tidak strees atau terganggu pada ketika mereka istirahat. Meskipun belum ada penelitian yang menyatakan bahwa angsa bisa strees kalau mendengar bunyi bising, namun secara logika semua makhluk hidup akan merasa terganggu bila didekatnya selalu ada sura bising "apalagi pada ketika istirahat".

Alas sangkar untuk istirahat yang baik usahakan selalu dalam keadaan kering, anda bisa mengakalinya dengan cara memberi sekam, serbuk gergaji atau bahan-bahan yang lain yang sanggup menciptakan latai sangkar tersebut selalu kering. Selain itu cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga sangkar tersebut biar selalu kering ialah dengan memisahkan antara kandang/tempat yang digunakan buat istirahat dengan kandang/tempat yang digunakan buat makan, minum, dan bermain.

Sedangkan untuk materi pembuatan atap sangkar sesuaikan dengan cuaca disekitar sangkar tersebut, kalau udara disekitar sangkar hirau taacuh sebaiknya atap dibentuk dari materi seng. Sebailnya kalau udara disekitar sangkar panas, maka materi untuk pembuatan atap yang baik dari genting/dari daun kelapa yang sehabis dianyam.

Dinding sangkar bisa kita buat dari bambu ataupun dari batu-bata, yang terpenting bisa melindungi dari tiupan angin yang kencang maupun binatang pemangsa. Jangan lupa untuk menyebarkan aneka ragamentilasi supaya udara didalam sangkar bisa berganti. Karena kalau sangkar tersebut tidak mempunyai aneka ragamentilasi yang cukup sanggup menimbulkan pengap, dan bisa mengganggu kesehatan angsa yang kita pelihara.

Sebenarnya ada banyak jenis sangkar bebek, sangkar ranch, sangkar baterai, dan sangkar postal. Namun kebanyakan peternak hanya memakai jenis sangkar yang telah saya jelaskan diatas. Untuk perbincangan jenis-jenis sangkar bebek, Insya Alloh akan saya jelaskan pada artikel selanjutnya.

Jika pembuatan sangkar sehabis selesai yang perlu kita lakukan ialah sebaiknya dilakukan sanitasi/mensterilkan sangkar tersebut dari aneka macam bibit penyakit. Sanitasi bisa kita lakukan dengan cara menyemprotkan cairan desinfektan  yang bisa kita beli ditoko pakan ternak, lakukan penyemprotan disemua kepingan kandang, terutama lantai dan dinding kandang. Selain desinfektan, kita juga bisa menggantinya dengan materi kapur/gamping dengan cara mencampurnya dengan sedikit air sedikit kemudian oles-oleskan pada lantai dan dinding kandang.

3. Pemilihan bibit
Pemilihan bibit angsa petelur yang baik terperinci niscaya yang sehat, postur badan bagus, lincah dan tidak sakit. Kebanyakan orang niscaya bertanya, bagaimanakah ciri-ciri fisik angsa petelur yang baik, yang baik dalam artian bisa selalu bertelur. Sebetulnya kemampuan bertelur angsa tidak bisa dilihat dari ciri bentuk fisiknya, antara angsa A dengan angsa B dari jenis angsa yang sama niscaya akan mempunyai kemampuan bertelur yang sama juga. Banyak tidaknya angsa tersebut bertelur tergantung dari pertolongan pakan yang mengandung banyak protein. Makara kesimpulanya pemilihan bibit angsa yang baik ialah angsa yang sehat, lincah, dan tidak terlihat sakit.

4. Pemberian pakan bebek

Untuk para peternak angsa petelur yang sangat peduli akan kualitas angsa yang mereka pelihara supaya selalu bisa bertelur dengan lancar haruslah selalu mencukupi kebutuhan pakan terutama protein. Sehingga dengan selalu mencukupi kebutuhan pakan terutama protein tersebut kelancaran angsa dalam menghasilkan telurnya akan selalu terjaga.

Kebanyakan para peternak gagal dalam perjuangan beternak angsa yang mereka jalani dikarenakan angsa tersebut tidak bertelur setiap hari. Kadang bertelur kadang tidak, padahal kebutuhan pakanya sehabis terpenuhi.

Kenapa bisa begitu??

Perlu anda perhatikan bahwa pakan yang harus selalu kita berikan supaya angsa tersebut sanggup bertelur setiap harinya ialah pakan yang mengandung protein. Jika kebutuhan protein tersebut tidak tercukupi/terlewatkan maka sanggup dipastikan angsa yang anda pelihara tidak akan bertelur dihari itu.

Dalam sehari 1 ekor angsa membutuhkan pakan kurang lebih 160 - 200 gram, dengan kebutuhan protein 16 - 20% dari seluruh kebutuhan pakan tersebut. Makara dalam sehari angsa petelur membutuhkan asupan protein sebanyak kurang lebih 40 gram biar bisa selalu bertelur. Contoh sederhana, dalam sehari kita menawarkan 250 gram pakan untuk setiap ekor angsa {malah lebih 50 gram dari kebutuhan harianya}, namun kalau 250 gram pakan yang diberikan tersebut tidak mengandung protein/hanya mengandundung karbohidrat saja sanggup dipastikan angsa tersebut tidak akan bertelur.

Kenapa kita hanya membahas jamanlah kebutuhan proteinya saja??
Karena yang kita bahas disini ialah angsa petelur, angsa yang selalu membutuhkan asupan protein dari pakan yang dimakan supaya lancar dalam betelurnya.

Lalu dimana kita bisa menjumpai pakan yang mengandung banyak protein??
Kita bisa membelinya ditoko-toko pakan terekat, bilang saja pakan/ransum angsa petelur. Namun yang sangat disayangkan disini ialah harga pakan tersebut sangat mahal. Banyak para peternak angsa yang sering kali tidak meneruskan perjuangan beternak bebeknya dikarenakan angsa tersebut tidak selalu bertelur, kadang bertelur kadang tidak. Sehingga mereka merasa frustasi lantaran biaya untuk membeli pakan tersebut sangat lah mahal, dan bebek-bebek yang mereka pelihara tidak bertelur ibarat apa yang mereka harapkan.


Sebetulnya ada pakan lain sebagai sumber protein yang sanggup kita gunakan untuk mengganti pakan kosentrat yang harganya mahal, seperti keong, cacing, ikan rucah dan lain sebagainya. Namun yang berubah menjadi pertanyaan disini yakni. Apakah kita bisa membagi rata ketika menawarkan pakan tersebut biar semua angsa menjumpai jatah semua?

Untuk peternak angsa skala kecil mungkin tidak berubah menjadi jamanlah, namun untuk peternak angsa yang diatas 100 ekor niscaya bisa berubah menjadi jamanlah. Karena bisa jadi angsa 1 medapatkan hanya 10 gram asupan protein, angsa 2 menjumpai 20 gram, angsa 3 menjumpai hanya 5 gram, dan angsa 4 malah menjumpai 60 gram asupan protein, padahal dalam sehari angsa harus membutuhkan skitar 40 gram pakan yang mengandung protein biar selalu bisa bertelur. Maka tak heran kalau ada angsa yang bertelur, ada juga angsa yang tidak bertelur.

Lantas bagaimana solusinya??

Solusi terbaik biar kita bisa menghemat biaya pakan serta bisa membagi rata supaya angsa tersebut kebagian asupan protein semua dalam jumlah yang cukup ialah dengan cara menggembalakan atau dalam bahasa jawa angon angsa diarea persawahan yang habis dipanen padinya. Banyak peternak angsa yang mengatakan, "jika pakan angsa yang kita berikan semua hasil dari membeli sanggup dipastikan akan rugi".

Mohon maaf, jangan lantaran kita bisa memebeli pakan angsa tersebut, tapi pikirkanlah bahwa beternak angsa itu bukan hanya sekedar hobi, tapi kita beternak untuk mencari keuntungan. Maka dari itu ibarat yang telah dijelaskan diatas bahwa kita harus sedikit mau bekerja keras, bekerja keras untuk menggembalakan bebek-bebek tersebut diarea persawahan yang habis dipanen padinya.

Umumnya para peternak angsa yang sukses lantaran mereka mau bekerja keras menggembalakan/angon angsa yang mereka pelihara, dengan begitu mereka bisa menghemat biaya pengeluaran untuk membeli pakan kosenterat yang harganya selangit. Maka tak heran banyak peternak angsa yang mempunyai kendaraan beroda empat baru, motor baru, dan bisa membangun rumah tanpa harus merepotkan orang lain, itu semua mereka dapatkan dari hasil beternak angsa dan mau sedikit bekerja keras.

Dalam sehari pertolongan pakan angsa yang baik bisa kita lakukan 2 kali dalam sehari, pagi hari dan sore hari dengan jumlah yang cukup 160 - 200 gram/ekor dengan kebutuhan protein sekitar 40 gram/ekor. Umumnya mereka para peternak yang  mau menggembalakan bebeknya hanya menawarkan pakan di sore hari saja. Dipagi hari mereka langgsung membawanya ke area persawahan yang sehabis dipanen padinya, kurang lebih hingga jam 11 siang.

sesetelah itu mereka istirahatkan dan sorenya gres dikasih pakan. Pakan yang diberikanya pun hanya sedikit, kosentrat sumber proteinya pun juga sedikit, lantaran mereka tahu bahwa angsa yang digembalakan tersebut sehabis sangat kenyang dan yang niscaya sehabis banyak memeakan hewan-hewan kecil sumber protein seperti, keong, cacing, kadang belut, bekicot, dan kodok. Bayangkan, sehabis sangat lengkap sumber protein yang angsa dapatkan, maka tidak mengherankan banyak angsa yang banyak bertelur.

Yang perlu diperhatikan ketika pertolongan pakan dikandang yakni, pisahkanlah daerah pertolongan pakanya dengan daerah tidur angsa tersebut. Supaya sangkar angsa yang digunakan untuk tidur tidak berubah menjadi basah/lembab, daerah yang lembab akan sangat gampang mendatangkan kuman sumber penyakit.

4. Penanggulangan penyakit

Penyakit pada angsa biasanya disebabkan lantaran sanitasi sangkar yang kurang baik serta lingkungan air yang kotor dan makanan yang tidak layak konsumsi. Ada banyak jenis penyakit pada angsa yang bisa menimbulkan kecoidan, ada juga penyakit pada angsa yang sanggup menular ke angsa lain. Namun penyakit umum yang sering kali menyeang angsa yang kita pelihara ialah angsa tersebut tiba-tiba lumpuh.

Jika angsa tersebut tiba-tiba lumpuh maka sebaiknya mengisolasikan dengan bebek-bebek yang lain, sehabis itu kasih obat yang bisa kita dapatkan di toko peternakan. Akan tetapi dari pada mengobati lebih baik melaksanakan pencegahan, pencegahan biar angsa tidak terjangkit penyakit. Pencegahan sederhana yang sanggup kita lakukan ialah dengan selalu melaksanakan sanitasi sangkar "maksimal 1 bulan sekali" dengan menyemprotkan cairan desinaneka ragamektan, selalu menjaga lantai sangkar supaya tetap kering, jangan membiarkan angsa tersebut bermain diair yang sangat keruh, jangan membiarkan angsa tersebut memakan bangkai.

5. Panen telur

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa kalau kandungan protein yang diperlukan tercukupi maka angsa tersebut sanggup bertelur setiap hari, adapun waktu angsa istirahat tidak bertelur itu pada ketika ganti bulu saja, atau pas terjangkit penyakit. Jika angsa tersebut sehat, tidak pas berganti bulu ataupun tidak sakit niscaya akan bertelur setiap hari kalau kebutuhan pakanya tercukupi dengan baik.

Untuk itu sanggup kita pastian panen telur sanggup kita lakukan setiap hari, umumnya telur diambil ketika angsa sehabis keluar dari kandang. Hal tersebut bertujuan supaya angsa tidak ketakutan ketika kita mengambil telur-telurenya.

Apa terkaan saya tersebut??

Berlanjut dari pengalaman langsung saya ketika beternak angsa 300 ekor dan hasilnya tidak ibarat yang saya harapkan. Dugaan saya tersebut yakni, niscaya saya tidak akan untung lantaran pakan yang saya berikan semuanya dari membeli. Maksutnya, saya tidak pernah menggembalakan angsa petelur yang saya pelihara, pakan yang saya berikan hanyalah bekatul, nasi aking, dan kosentrat yang saya beli dari toko pakan, dengan biaya pengeluaran yang sangat fantastic, dengan hasil yang sangat mengecewakan.

Padahal kala itu saya juga sehabis sedikit bekerja keras mencarikan keong di pinggir-pinggir sawah, namun hasilnya juga belum memuaskan. Mungkin lantaran tidak merata dalam pemberianya, sehingga ada angsa yang memakan amisan "sumber protein", ada juga yang tidak kebagian. Sehingga ada yang bertelur dan banyak yang tidak bertelur, seriring waktu berjalan dengan biaya yang terus bertambah jadinya bebek-bebek tersebut saya jual.

Sedikit kesimpulan artikel diatas, Ketika kita beternak angsa petelur jangan hanya mengandalkan pakan yang kita beli saja, setidaknya kita harus mau untuk mencarikan/menggembalakan angsa yang kita pelihara biar bisa menjumpai laba ibarat yang kita harapkan. Cara beternak angsa yang baik tidak hanya tahu cara memeliharanya saja, kalau hanya memelihara saja semua orang juga bisa. Akan tetapi cara beternak angsa yang baik ialah mengetahui tips-tips perawatan sehingga bisa menghasilkan keuntungan, lantaran tujuan utama dari beternak ialah mencari keuntungan, bukan tahu cara merawatnya saja.^_^

Menganalisis Ternak Bebek/Itik Peking Super Selama 45Hari Eksklusif Panen



Budidaya Ternak Itik/Bebek Peking Panen 45 Hari  Ternak Bebek/Itik Peking Super  selamat siang para peternak angsa indonesia pada kali ini saya akan menyebarkan analisis peluang perjuangan ternak itik peking sebagai itik pedaging sukses dan menjanjikan.Laju pertumbuhannya lebih cepat. Untuk mencapai berat 3 kg, itik peking cukup membutuhkan waktu pemeliharaan kisaran 45 hari. Ini jauh berbeda dengan itik biasa atau lokal yang membutuhkan waktu pemeliharaan 2 – 3 bulan hanya untuk mencapai berat kisaran 2 kg. Tentu saja hal demikian memperlihatkan potensi laba yang besar dari cepatnya masa panen dan lebih rendahnya biaya pakan. Hal ini sudah dibuktikan oleh peternak itik di kroya Kab. Cirebon dimana itik peking umur 53 hari sanggup mencapai berat tubuh sekitar 3.25 kg. Seperti yang telah dimuat dalam harian kompas terbitan juni 2007. Dalam pemeliharaan 3 bulan sanggup mencapai bobot 4 – 4.5 kg.
· Itik peking lebih tahan penyakit dibanding itik lokal.
· Sifat Itik peking tidak kanibal, dll.

Dengan melihat kondisi tersebut kami mencoba menciptakan fatwa dan analisa perjuangan budidaya itik peking dalam rangka akselerasi pembangunan peternakan unggas air untuk pemenuhan kebutuhan akan daging dalam waktu yang relatif cepat, gampang dan sanggup dikembangkan.

Selama ini pemenuhan daging itik hanya berasal dari itik petelur yang sudah habis masa produksinya alias sudah di afkir. Hal ini tidak sejalan dengaan marak dan berkembangnya bisnis masakan dan resto dan yang semisalnya yang menyajikan sajian masakan daging bebek. Menu olahan daging angsa menjadi daya tarik tersendiri di berbabagai tempat sanggup menjadi sandaran bagi peternak itik pedaging. Tak ayal jumlah seruan daging itik naik sedangkan ketersediaan barang sedikit sehingga peluang pasar itik pedaging pun kian menjajikan dan semakin terbuka lebar.

Selama ini itik yang dipelihara dan diternakkan yakni untuk diambil telurnya, sehingga untuk mendapat daging itik harus menunggu angsa yang tidak produktif menghasilkan telur lagi. Itik – itik inilah yang kemudian dipotong untuk memenuhi pemintaan daging itik. Itulah sebabnya kita sering menemukan daging itik yang keras dan alot ketika dimakan, tentu saja karena daging itik tersebut berasal dari itik afkiran yang sudah tua. Kesulitan dalam mencari daging itik inilah yang kemudian kami mencoba untuk memecahkan solusinya, hal inilah yag menciptakan kami untuk menentukan untuk beternak itik peking. Daging itik peking muda mempunyai tekstur lebih lembut, lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi karena mulai dipotong rata rata umur 40 hari.

Berikut kami sajikan beberapa alasan yang akan sanggup menghilangkan keraguan anda untuk memulai perjuangan penggemukan itik.

Kita semua tahu dan mufakat bahwa satu porsi nasi angsa harganya lebih mahal 1 – 2 kali lipat bila dibandingkan dengan harga satu porsi nasi ayam. Mengapa? Karena daging itik mempunyai cita rasa khas tersendiri apalagi daging itik muda.

Mengapa itik jantan ?
Harga DOD itik jantan lebih murah dari pada yang betina. Disamping itu secara teori dan praktek pun menyimpulkan bahwa laju pertumbuhan itik jantan lebih cepat daripada itik betina.

Mengapa 40 hari (6 ahad ) 

Sebesar 30 % biaya produksi masuk untuk biaya pakan. Kebutuhan pakan meningkat seiring dengan bertambahnya umur itik. Selain itu itik jantan relatif lebih banyak mengkonsumsi pakan daripada itik betina. Semakin cepat waktu pemeliharaan harapannya yakni semakin sedikit biaya yang kita keluarkan untuk pakannya. Kedua yakni dengan memperhitungkan harga jual angsa umur 40 hari yang tidak mengecewakan tinggi. Dan ketiga karena pada rentan umur tersebut yakni laju pertumbuhan yang optimal.

Harga jual dan peluang pasar.
Kalau kita cermati harga itik afkir kini ( Desember 2012 ) sekira Rp. 25.000,- s/d Rp. 30.000,-/ekor dengan berat sekitar 1,5 s/d 1,8 kg. Sedangkan hara itik peking pedaging pemeliharran dalam waktu 40 hari berat sanggup mencapai 2 s/d 3 kg dengan harga jual Rp.22.000,- per kg. Sehingga sanggup diharapan harga per ekor sanggup mencapai Rp.44.000 s/d Rp.66.000,-

Langkah selanjutnya kita membahas pada perjuangan menagement pemeliharan antara lain duduk masalah bibit, pakan, sangkar dan penyakit, berikut akan kami uraikan sedikit perihal ke 4 hal tersebut.

1. BIBIT
Umur itik antara 1 – 7 hari disebut dengan DOD ( Day Old Duck ). Banyak cara untuk mendapat DOD antara lain menetaskan sendiri, beli telur tetasnya, atau beli DOD pribadi dari supplier atau produsen DOD. Kami disini tidak bicara duduk masalah untung rugi perihal cara mendapat DOD. Tapi yang kita bicarakan dalam konteks ketersediaan bibit. Kalau lokasi anda bersahabat dengan penyedia DOD mintalah DOD yang sudah berumur 3 – 4 hari. Pada umur tersebut sanggup diketahui DOD yang kerdil atau tali pusatnya bermasalah dan tingkat kematian rendah. Harga DOD itik peking (Desember 2012 ) Rp.8000/ekor.

2. PAKAN
Pakan DOD umur 1 – 3 ahad ( 20 hari ) sebaiknya memakai pakan pabrikan (concentrate). Yang sering dipakai oleh pakan ayam pedaging. Multi vitamin dan antibiotik dan prebiotik (vitachick, trimechin dan SOC dari HCS ) harus tersedia. Frekuensi pemberian pakan kalau sanggup diusahakan lebih banyak dan teratur. Keuntungan yang akan didapat yakni pertumbuhan yang cepat dan seragam, dan kondisi makan harus fresh dan terkontrol.

Setelah umur 3 ahad (21 hari) pakan sanggup diganti dengan komposisi 1 pecahan konsentrat dan 2 pecahan pakan buatan sendiri (dalam hal ini kami menciptakan dengan sistem fermentasi Tehnologi Mikroba Metriks yaitu SOC dari PT HCS). Kadar protein yang dibutuhkan antara 16 – 22 % dengan Energi Metabolisme sekitar 2900 – 3000 kkal/kg.


Umur (Minggu)
Jumlah Pakan (kg/hari)
Jumlah minum (liter)

1
1,7
2
2
4,8
4
3
6,6
8
4
9,1
16
5
10
25
6
12
30
Jumlah



Harga pakan dan prebiotik dan harga jual :
Pakan concentrate 1 karung Rp.328.000/per 50 kg.
Harga 1 kg Rp.6560 dibulatkan Rp.6600.
Pakan buatan sendiri 1 kg Rp.3.500,-.
Prebiotik soc 1 botol Rp.55.000 / ½ liter.
Vitamin dan antibiotik RP.15.000,-
127 kg yakni pakan concentrate pedaging 511/BR 1
164 kg yakni pakan buatan sendiri / fermentasi
127 x Rp.6600,- = Rp.838.200,-
164 x Rp.3500,- = Rp.574.000,-
291 kg = Rp.1.412.200,-
Harga per 1 kg pakan = 1.412.200 : 291 =Rp.4853-,
Harga pakan untuk 1 ekor =1412200 :100 =Rp14.122,-
Berat itik yang dibutuhkan 2 s/d 2.5 kg
Harga jual itik peking per kg Rp.22.000,- ( Desember 2012 )
Harga per ekor dianggap rata – rata 2 kg =Rp.44.000,-


3. KANDANG ITIK PEKING

Model sangkar untuk penggemukan itik peking jantan cukup sederhana yaitu sangkar box dan postal.
Kandang box ukuran 1x2 m dengan kapasitas 100 ekor untuk pemeliharaan 3 ahad dengan lampu pemanas 40 watt 2 buah. Dasar box sebaiknya diberi ganjal jerami atau materi lain yang yang sejenisnya dan sering sering diganti.
Kandang postal untuk pemeliharaan usia 21 hari hingga panen.

4. PENYAKIT ITIK PEKING
Beberapa hambatan antara lain :
Kurangnya pengetahuan perihal beternak unggas .
Bencana alam yang tidak diduga
Keamanan kurang
DOD yang kita beli yakni palsu, sanggup jadi betina atau kualitasnya kurang anggun sehingga laju pertumbuhannya kurang.
Tidak mendapat pinjaman dari masyarakat sekitar.
Limbah yang yang amis ( sanggup diatasi dengan tehnologi dan contoh pakan fermentasi dengan “probiotik SOC HCS” sehingga amis sanggup diminalkan ).
Hasil panen yang melimpah sehingga harga jual turun.
Penyakit dan gangguan kesehatan pada itikWalaupun tidak berakibat fatal, penyakit/gangguan kesehatan harus tetap diwaspadai. Tanda – tanda itik sakit. tidak bersuara , tidak nafsu makan, gerakannya lamban, antara lain :

I. Berak Kapur
Ditandai kotoran itik berwarna hijau dengan bercak putih, gangguan kesehatan ini di duga karena basil Salmonella typhimurium. Pengobatan yang dianjurkan memperlihatkan Nitrofuran, Sulfa atau anti biotik lainnya, salah satunya dengan mencampur pakan dengan Furasodidon 0,0011 %.

II. Itik lumpuh
Penyebab, masakan kedaluwarsa atau kadaluwarga, makan bangkai atau terlalu banyak berada di tanah becek. Mengatasinya telankan butiran es batu. Dianjurkan tidak memperlihatkan pakan nabati yang berjamur. Seperti jagung dan bungkil yang sudah lama. Pakan kadaluwarsa ini mengandung Aspergillasis flavur yang sanggup meracuni sehingga menyebabkan kelumpuhan.

III. Tidak Nafsu Makan.
Campurkan di air minum 1 liter dengan prebotik SOC 2.5 ml gram atau trace elemen lainnya dan vitamin .

IV. Gangguan Tenggorokan.
Adanya cacing yang melekat di tenggorokan , cara menanggulanginya dengan mencabut cacing yang melekat dengan pinset, sehabis itu diberikan obat Tetrachlor.

5. ANALISA USAHA
Analisa perjuangan yang kami berikan dengan meniadakan biaya sewa lahan, pembuatan sangkar dan tenaga kerja. Mengapa? Anda tentu lebih mengerti jawabannya.
Berikut perhitungan perjuangan penggemukan itik peking jantan per 100 dalam 40 hari ( 6 Minggu ) :

Biaya :
DOD 100 ekor x Rp.8000 = Rp. 800.000,-
Pakan 511 = Rp. 838.200,-
Pakan buatan sendiri/fermentasi = Rp. 574.000,-
Prebiotik SOC = Rp. 55.000,-
Vitamin dan antiboitik = Rp. 15.000,-
Biaya tak terduga = Rp. 50.000,-
Total pengeluaran = Rp.2.332.000,-

Pendapatan :
Asumsi itik yang mati dalam masa 6 ahad yakni 10 % ,
sehingga yang tersisa 90 ekor dengan perkiraan berat rata-rata 2 kg. 
Harga per kg Rp.22.000,-.
Harga per ekor = 2 x Rp.22.000 = Rp 44.000,-
90 x Rp.44.000 = Rp. 3.960.000,-
Keuntungan :
Total pendapatan - Total biaya
Rp.3.960.000 – Rp.2.332.000 = Rp.1.628.000,-

Mungkin laba diatas jauh dari bayangan kita, akan tetapi jangan berpaling dulu. Perhitungan diatas hanya untuk jumlah pemeliharaan 100 ekor, maka kami menyarankan untuk memulainya dengan 500 ekor, disamping menghemat waktu dan tenaga, juga untuk memudahkan penjualan ke lain tempat ( bali dan Jakarta), biasanya minimal pengiriman 500 ekor .

Analisa perjuangan penggemukan 500 itik peking dalam 6 ahad ( 42 hari ).
· Biaya
a. 500 DOD x Rp.8.000,- = Rp. 4.000.000,-
b. Pakan 511/BR 1 = Rp. 4.191.000,-
c. Pakan buatan sendiri = Rp. 2.870.000,
d. Prebiotik SOC = Rp. 275.000,
e. Vitamin dan antibiotik = Rp. 75.000,-
f. Biaya tak terduga = Rp. 250.000,-
Total pengeluaran = Rp. 11.661.000,-

· Pendapatan
Asumsi Itik yang mati 10% (50 ekor),
yang hidup 450 ekor, berat rata -rata 2 kg.
Harga per kg Rp. 22.000.
450 x 2 x Rp.22.000 = Rp. 19.000.000,-

Keuntungan
Rp.19.000.000.- - Rp.11.661.000 = Rp. 7.339.000,-

Sekedar pembanding bila Anda perjuangan dengan jumlah 100 ekor dan 500 ekor.
Perhitungan analisa perjuangan penggemukan 100 itik peking pedaging dalam 6
ahad ( 42 hari ).
· Biaya :
a. 100 DOD x Rp.8.000 = Rp. 800.000,-
b. Pakan 511/BR 1 = Rp. 838.200,-
c. Pakan buatan sendiri = Rp. 574.000,-
d. Prebiotik SOC = Rp. 55.000,-
e. Vitamin dan antibiotik = Rp. 15.000,-
f. Biaya takterduga = Rp. 50.000,-
Total pengeluaran = Rp. 2.332.000,-

· Pendapatan
Asumsi itik yang mati 10 %g
Yang hidup 90 ekor,
berat rata rata dihitung 2 kg/ekor.
Harga per kg Rp. 22.000,-
90 X 2 X Rp.22.000 = Rp.3.940.000,-

Keuntungan
Rp.3.960.000 - Rp.2.332.000,- = Rp.1.628.000,-


Pemeliharaan pada periode starter/anak itik/DOD merupakan tahap penting sebagai langkah awal dalam menghasilkan itik pedaging yang baik. Pemeliharaan pada tahap ini mempunyai tujuan untuk menekan kematian pada fase awal kehidupan DOD dan meningkatkan bobot tubuh itik sesuai dengan yang dibutuhkan pada umur 6 minggu.

1. DOD.
Persyaratan dalam menentukan DOD itik jantan umur 1 –7 hari sebagai itik pedaging antara lain :
Bobot minimal 40 gram.
Bulu higienis dan kering.
Nafsu makan besar
Umur DOD 4 hari
Tubuh tegap, mata jernih, kaki kokoh
Tidak cacat
Bebas dari penyakit unggas
Pada ketika kedatangan DOD hingga di kandang, masukkan ke dalam box pemeliharaan dan diamkan selama 2 jam. Tapi sebelumnya panas buatan sebagai pengganti indukan harus dinyalakan Setelah itu berikan minum untuk per 100 DOD dengan 1 liter air dengan 1 0ns gula merah dan 10 ml gram /1 tutup botol SOC dan 1 kapsul curcuma/temulawak ( dari HCS ) dan 1 kapsul herbal noni (dari HCS ). Mengapa kok menunggu 2 jam ? Untuk menetralkan kondisi tubuh dan mengenal suasana.

Pemberian minum tersebut berfungsi sebagai Prebiotik, anti stres dan mengganti cairan tubuh yang hilang sehingga kehilangan berat tubuh sanggup dicegah dan memulihkan kesehatan yang normal kembali . DOD yang terlambat penanganannya ketika tiba sanggup terlihat dari ketidakseragamnya pertumbuhan.

2. Perkandangan.
- Kandang stater (0 – 20 hari ).
Ukuran sangkar stater 2 m x 1 m x 40 cm dengan ketinggihan dari tanah 50 cm. Dan diberi lampu pemanas 40 watt per sangkar 2 dengan ketinggihan 45 cm dari ganjal kandang. Fungsi pemanas sebagai induk buatan untuk menjaga suhu tubuh itik, karena pada masa ini bulu itik belum tumbuh dan sistem thermoregulatornya belum berfungsi.
Suhu sangkar +- 370 C dan kelembaban sangkar antara 60 – 65 %.

- Kandang finisher ( 21 – 50 hari ).
Kandang finisher disiapkan untuk itik potong mulai berumur 21 hari hingga siap panen. Kandang disekat
Beberapa bagian,biasanya ukuran 4 x 4m sanggup menampung 100 itik.
Lantai sangkar tiap hari harus dibersihkan untuk membuang kotoran itik biar tidak ditumbuhi jamur/bakteri yang merugikan.
Tempat pakan dan minum harus dijaga kebersihannya.

Kandang harus selalu dijaga kebersihannya biar itik merasa nyaman, termasuk tempat pakan dan minum, sisa pakan dibuang dari dalam sangkar biar itik tidak memakan pakan yang basi.
Selain itu sangkar harus selalu dijaga biar damai dan kondusif supaya itik tidak stres.

3. Pakan
> Cara pemberian pakan pada umur 1 – 7 hari dilakukan sesering mungkin bertahap ( 1 hari sanggup 5 kali). Hal ini untuk merangsang itik biar mau makan terus menerus. Kondisi ini juga dimaksudkan sekaligus untuk memperhatikan itik kondisinya sanggup terus dipantau. Apabila ada itik yang kurang sehat atau kalah bersaing, segera sanggup dipindahkan ke petak tersendiri ( karantina ).

> Pakan harus dari pabrik yang sesuai dengan standart yaitu 511/BR 1 atau yang setara.
Pakan consentrat 511 diberikan pada umur itik 1 – 14 hari.
Pada usia 15 – panen kita beri pakan campuran.
Formula pakan 40 % concertrat, dan 60 % buatan sendiri dengan difermentasi memakai probitik SOC HSC.
Pemberian pakan dalam 1 hari yakni 3 kali, yaitu jam 7, 12, 4.
Tempat pakan harus dicuci hingga higienis dan dikeringkan sebelum dipakai kembali

> Minum.
Selama itik makan buatan pabrik, untuk minum harus di beri 2,5 ml SOC dicampur 5 liter air.

Cara menciptakan campurannya :
a. 2.5 ml SOC dicampur 5 liter air.
b. 2 sendok makan gula pasir/gula merah dilarutkan dalam 1 gelas air.
c. a dan b dicampur dan dibiarkan minimal 15 menit gres diberikan pada itik.
d. Pada ketika malam hari tempat minum harus dikosongkan.
Demikian postingan dari kami tentang Analilis Usaha Ternak Itik/Bebek Peking Panen 45 Hari semogga bermanfaat..

Search

Popular Posts

Blog Archive