Tahapan Sebelum Mulai Menangkar Kenari ( Pra-Breeding )

Menangkar kenari sekarang menjadi hal yang biasa di kalangan penggemar burung kicauan. Tidak sedikit kicau mania penggemar kenari yang rela menyisihkan dananya untuk membeli sepasang maupun calon pasangan untuk burung kenari yang dimilikinya. Menangkar kenari memang hal yang mudah, bila kita sudah paham seluk beluk serta permasalahan seputar penangkaran burung, bahkan beberapa penangkar pemula yang sukses mengaku berhasil mengembang biakan burung peliharaan berkat artikel-artikel dalam omkicau maupun agrobur yang selalu menjadi rujukan dan materi panduan bagi kicau mania di seluruh Indonesia.


Dalam menangkar kenari ini, selain persiapan logistik mirip kandang yang akan dipakai untuk ternak, lokasi dan materi untuk bersarang, pakan dan vitamin khusus penangkaran,  juga diperlukan kesiapan dari sang calon indukan.

Dan pada artikel kali ini akan dibahas mengenai tahap-tahap pra-breeding atau mempersiapkan indukan dalam keadaan yang siap berkembang biak termasuk melaksanakan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh para penangkar baik pemula maupun berpengalaman, alasannya yaitu dari satu hal yang kecil dan tidak terpantau kadang disitu pulalah letak kesalahan sebenarnya.

Beberapa hal penting dalam persiapan kenari menuju pengembang biakan yaitu :
  1. Menggunting kuku.
  2. Bersih dari kutu atau tungau.
  3. Memotong bulu seputar vent dari burung.
  4. Menyediakan materi sarang yang aman.
Berikut penjelasannya :

1. Menggunting kuku.

Hal yang kecil dan kerap dianggap sepele sehingga diabaikan begitu saja ternyata mempunyai dampak yang cukup kuat terhadap keberhasilan penangkaran. Kuku burung yang tidak pernah dipotong akan tumbuh dan terus tumbuh sampai memanjang, yang menciptakan mereka kesulitan untuk mendarat maupun lepas landas dari tenggerannya, bahkan dalam proses perkawinan, kuku burung kenari jantan yang panjang akan dengan gampang melukai badan betina sehingga menciptakan proses perkawinan menjadi terganggu, sedangkan pada burung betina, kuku yang panjang akan membuatnya kesulitan untuk mengambil keseimbangan sewaktu proses perkawinan berlangsung yang juga dapat menyebabkan proses tersebut terganggu.
Selain dari masalah tersebut kuku indukan yang panjang juga dapat merusak dan menusuk telur yang berada dalam sarangnya.

Kebanyakan pemilik burung membiarkan keadaan burungnya mirip demikian alasannya yaitu kekhawatiran burung mereka akan stress bila dipegang dan juga khawatir bila tindakan tersebut akan menyakiti dan melukai burung.

Jika anda mempunyai burung kenari indukan dengan salah satu atau kedua indukan mempunyai keadaan tersebut, sebaiknya segera ambil tindakan dengan menggunting bab kuku yang panjang tersebut, cara menggunting kuku burung yang benar dapat menggunakan gunting kuku dengan cara mirip dalam gambar diatas.


2. Bersih dari kutu atau tungau.

Masalah yang satu ini merupakan masalah klasik dalam perawatan burung kicauan. Kutu merupakan salah satu infeksi yang dapat menjangkiti burung lain yang berada didekatnya. Hal ini berlaku juga pada burung yang akan ditangkarkan. Jika salah satu indukan terinfeksi oleh kutu atau tungau maka dalam waktu yang tidak terlalu usang indukan yang lain pun akan terkena juga, dan hal tersebut akan terus berlanjut sampai belum dewasa mereka menetas dan kutu atau tungau tersebut kemudian menginfeksi mereka.

Karena itulah bila kebetulan anda mempunyai kedua indukan secara terpisah maka segeralah periksa dan waspadai penyebaran kutu atau tungau didalam kandang yang digunakannya. Untuk itu sebelum digunakan, kandang yang akan dipakai untuk menangkarkan mereka sebaiknya disemprot terlebih dahulu dengan FreshAves biar higienis dari kutu atau tungau yang terbawa dari bulu burung tersebut.

3. Memotong bulu seputar vent dari burung.

Mengenai masalah pemotongan bulu disekita vent ini, tidak semua penangkar melakukannya. namun hal ini dapat dilakukan untuk kebersian dan juga keberhasilan proses perkawinan, khususnya pada burung kenari dengan bulu-bulu yang tebal.



Dengan memotong bulu disekitar vent dari burung tersebut, maka proses perkawinan akan menjadi lebih eksklusif tanpa hambatan.  jadi secara garis besarnya , metode ini cukup efektif untuk menjamin keberhasilan penangkaran.


4. Menyediakan materi sarang yang aman.

Aman disini yaitu kondusif dalam artian sebenarnya. Karena dipasaran banyak dijual bahan-bahan sarang dalam bermacam-macam variasi dan materi yang digunakannya. penggunaan materi sarang yang tipis mirip benang nilon tidak dianjurkan bila kuku indukan terlihat panjang  ( alasannya yaitu anda terlalu khawatir untuk memotongnya ), kuku yang panjang tersebut akan menyulitkan indukan sewaktu berada didalam sarangnya, yang mana dalam beberapa kasus yang terjadi yaitu kaki burung yang terjerat oleh materi sarang. Pada kasus lain ada terjadi dimana piyikan yang mati alasannya yaitu terlilit oleh materi sarangnya tersebut.

Saat ini di pasaran banyak dijual materi sarang dalam bentuk jadi, yang sudah rapih dan tampak kokoh. Jika anda yakin bahwa hal tersebut tidak akan berdampak jelek pada indukan atau anak-anaknya, maka materi sarang tersebut dapat digunakan.

Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahapan pra-breeding kenari biar penangkaran dapat berjalan lebih gampang dan tanpa ada hambatan yang berarti. Tentu saja selain hal tersebut ada lagi syarat mutlak yang harus dipenuhi yaitu burung sudah jodoh dan sudah siap kawin, yang dapat dilihat dari warna vent dari burung yang sudah memerah dan membengkak, khususnya burung betina.

Ok, semoga bermanfaat dan salam kicau. 



Menjebak Burung Dari Kurun Ke Masa

Aktivitas menjebak burung bergotong-royong bukan hanya dilakukan di Indonesia saja, melainkan sudah dilakukan di hampir semua negara yang ada di dunia dengan metode yang tidak sama sesuai kebiasaan / kultur dan juga budaya di negara tersebut. Berikut yaitu ulasan mengenai menjebak burung dari masa ke masa.

 bergotong-royong bukan hanya dilakukan di Indonesia saja Menjebak burung dari masa ke masa


Menjebak burung sudah dilakukan semenjak beberapa era silam dan banyak dipakai untuk banyak sekali kepentingan, mirip bertahan hidup dengan mengakibatkan burung/unggas sebagai makanan, penelitian dan konservasi untuk pemuliaan burung yang dianggap langka sehingga dikhawatirkan terjadi kepunahan jikalau tidak segera dibiakkan, sedangkan yang umum ditemukan di tempat kita yaitu menjebak burung untuk tujuan dipelihara atau dijual di pasar-pasar burung. 

Walaupun peraturan mengejai menangkan burung menggunakan perangkap dan sangkar jebakan masih belum diatur oleh Undang-Undang atau perda namun di beberapa negara ada aturan dan peraturan tertentu yang membatasi dan melarang penggunaan perangkap maupun sangkar jebakan untuk menangkap burung-burung liar. Tujuannya tentu saja untuk melindungi populasi burung dari KEPUNAHAN.

Perangkap burung dari sederhana hingga otomatis

Hampir semua perangkap yang dbuat menggunakan makanan, air atau serangga sebagai umpan untuk menarik perhatian burung yang berada dalam jangkauan dan dilengkapi juga dengan prosedur yang sanggup membatasi gerakan mereka, bahkan sanggup melukai atau membunuh burung yang berada dalam jangkauan.

Penggunaan masakan dan umpan ini juga kadang disertai dengan pemutaran bunyi panggilan baik dari kaset maupun dari burung itu sendiri yang dipakai sebagai umpan yang berada di akrab atau dalam perangkap burung tersebut. 

Mekanisme yang dipakai dalam perangkap itu sendiri beragam, ada yang bekerja dengan menahan gerakan mirip mengikat kaki dengan jerat atau membatasi gerakan mirip dalam sebuah sangkar jebakan. 

Untuk mengantisipasi penyalahgunaan sangkar jebakan maupun perangkap tersebut, beberapa negara telah membatasi penggunaannya dengan dibuatkan peraturan khusus yang tujuannya melindungi burung orisinil maupun burung dilindungi.

Untuk mengetahui jenis - jenis perangkap burung yang sudah dipakai semenjak berabad-abad lampau, berikut agrobur sajikan edisi lengkap jenis-jenis perangkap burung yang banyak dipakai di mancanegara, untuk menambah pengetahuan bersama.


1. Perangkap Clap/Pegas ( Clap traps / Bow nets)

Perangkap clap yaitu perangkap dengan rangka pegas yang menggunakan kelambu yang dibuat dalam dua bab yang akan saling menutup dengan cepat begitu burung menginjak pemicunya atau ada juga perangkap model ini yang sanggup dikendalikan dari jarak jauh secara manual. Penggunaan perangkap model ini cukup terkenal di beberapa negara di Asia mirip Jepang, Malaysia, Singapura, dan Thailand , alasannya yaitu banyak dipakai untuk menangkap burung sejenis tekukur, derkuku, puter, punai maupun perkutut.

 bergotong-royong bukan hanya dilakukan di Indonesia saja Menjebak burung dari masa ke masa
Perangkap jaring dengan menggunakan pegas


Dalam perkembangannya model perangkap ini kemudian di kombinasikan dengan ruangan untuk menyimpan umpan atau burung pemancing, sehingga kegunaannya pun bukan hanya untuk menangkap burung yang berada di atas tanah saja melainkan sudah meluas hingga sanggup menangkap burung mirip kacer, murai batu, maupun burung kicauan lainnya.


 bergotong-royong bukan hanya dilakukan di Indonesia saja Menjebak burung dari masa ke masa
Perangkap pegas yang dikombinasikan dengan sangkar


2. Perangkap Corong ( Funnel Traps)


Perangkap corong mempunyai pintu masuk yang sempti dimana burung akan terdorong untuk memasuki pintu jikalau didalamnya ada ruangan yang berisi masakan dan sesudah mereka masuk, mereka akan terjebak didalamnya alasannya yaitu kesulitan untuk keluar melalui pintu corong tersebut.


 bergotong-royong bukan hanya dilakukan di Indonesia saja Menjebak burung dari masa ke masa
Salah satu bentuk perangkap corong yang menggunakan kawat

Ukuran perangkap corong ini bervariasi tergantung kebutuhan dan sanggup mempunyai ukuran yang sangat besar untuk menjebak beberapa puluh burung sekaligus, ukuran paling besar yang terkenal yaitu yang dibuat di observatorium burung di Heligoland Jerman dan dikenal dengan perangkap Heligoland , perangkap tersebut dipakai untuk memantau dan mempelajari migrasi burung dengan menangkap mereka kemudian memasangkan ring atau pelacak dan kemudian melepaskannya kembali.


 bergotong-royong bukan hanya dilakukan di Indonesia saja Menjebak burung dari masa ke masa


Perangkap heligoland yang merupakan perangkap burung terbesar di dunia


3. Meriam jaring ( Cannon Nets ) 


Burung yang sedang berkelompok sanggup dijerat menggunakan jaring besar yang ditembakan menggunakan meriam atau kanon yang dipicu oleh roket yang akan ditembakan kemudian mengangkat dan berbagi jaring di atas seluruh kawanan burung tersebut.

Jaring ini disebut juga sebagai jaring roket atau bom jaring, yang dipakai untuk menangkap seluruh koloni burung dalam satu wilayah terutama burung-burung yang berukuran kecil. Biasanya dipakai untuk mengusut burung mirip monitoring virs maupun untuk mempelajari burung.


 bergotong-royong bukan hanya dilakukan di Indonesia saja Menjebak burung dari masa ke masa
Meriam jaring dipakai untuk menangkap banyak burung dalam satu kelompok atau koloni


Teknik ini sangat cocok dipakai di habitat terbuka dan biasanya dipakai untuk burung yang sering berada di area terbuka dalam jumlah banyak. setelah ditangkap burung akan di lepaskan kembali kecuali jikalau ditemukan satu atau beberapa burung yang dicurigai membawa penyakit atau virus.

Dalam perkembangannya teknik ini banyak dipakai selain untuk menangkap burung juga dipakai untuk menangkap binatang atau binatang lain dengan cepat.


Meriam jaring dipakai juga untuk menangkap binatang lain


4. Jaring kabut (Mist nets ) 

Jaring kabut yaitu perangkat jaring halus yang biasa dipakai menangkap burung dihutan. jaring yang berukuran cukup lembut ini dipasang membentang diantara pepohonan di lokasi yang merupakan jalur penerbangan dari burung. 

Saking halusnya menciptakan keberadaan jaring ini sama sekali tidak terlihat oleh burung, sehingga jikalau dilihat dari kejauhan mirip dengan kabut yang sangat tipis, burung yang menabrak jaring ini kemudian akan terjatuh ke lipatan yang berada di bab bawah dimana disitu biasanya mereka akan terjerat.


 bergotong-royong bukan hanya dilakukan di Indonesia saja Menjebak burung dari masa ke masa
Menangkap burung dengan menggunakan jaring halus


Penggunaan jaring ini harus dengan melalui pengawasan atau pemantauan, alasannya yaitu tidak jarang burung yang sudah tertangkap tidak berapa usang kemudian akan berhasil melepaskan jeratnya atau kemungkinan lain sanggup terkena cedera yang lebih parah jikalau terbelit lebih dalam dengan jaring-jaringnya dan juga untuk mencegahnya terjatuh ke bawah dan menjadi mangsa predator.

Penggunaan jaring cukup terkenal di beberapa tempat di Indonesia terutama untuk mengatasi hama burung sejenis emprit atau tekukur yang merusak ladang pertanian maupun persawahan. 

Namun sayang dalam perkembangannya, penangkapan burung dengan jaringpun kini mulai bergeser dari yang tadinya hanya dipakai untuk menangkap burung yang dianggap sebagai burung hama , kini banyak dipakai untuk menangkap burung jenis kicauan dalam jumlah yang cukup banyak. 

Untuk itu tentu diharapkan pengontrolan lebih lanjut terhadap keberadaan penangkap-penangkap burung tersebut, sebagaimana yang telah dilakukan oleh beberapa pemerintah tempat di Indonesia yang mulai memberlakukan pelarangan menangkap dan membawa keluar burung - burung jenis tertentu dari tempat asalnya 

5. Jerat simpul ( Noose traps ) 

Perangkap ini menggunakan metode tali simpul mono-filamen yang di ikatkan pada batang kayu atau ranting pohon yang cukup elastis untuk sanggup menarik tali simpul menjadi mengikat. 

Biasanya dalam penerapannya menggunakan umpan hidup (ulat atau serangga) yang di ikat pada pemicunya, yang mana jikalau ulat tersebut ditarik maka secara otomatis akan menciptakan tali melepaskan pemicu yang akan pribadi menarik tali simpul hingga menciptakan burung atau unggas yang berada dalam bundar tali tersebut akan terjerat.


Beragam varian perangkap simpul


perangkap penjerat ini biasanya dipasangkan di atas tanah meski kini banyak juga dikombinasikan dengan pepohonan sehingga sanggup dipasang di batang pohon. Diletakan di lokasi yang strategis dimana menjadi tempat mencari makan burung maupun unggas.

Perangkap ini kemudian dikenal juga sebagai bal-chatri yang telah dimodifikasi menjadi perangkap bersimpul banyak untuk menangkap burung jenis pemangsa mirip cendet atau raptor , dan dalam perkembangannya muncul lagi varian gres dari perangkap ini yang disebut dengan "Noose carpet" 

6. Menggunakan Pulut atau getah ( Bird Lime ) 

Menangkap burung menggunakan getah yaitu hal yang cukup umum di negara kita, tapi ternyata beberapa negara di luar sana pun menggunakan teknik yang sama untuk menangkapi burung-burung liar. Namun yang membedakan tentu saja resep cara menciptakan lem pulut atau getahnya. 

Di Indonesia getah pulut umumnya dibuat dengan merebus getah pohon nangka/benda yang diolah sedemikian rupa dengan bahan-bahan lain biar mengental dan gampang rekat. Penggunaan getah untuk menangkap burung mungkin hal yang biasa di sini, tapi di beberapa negara hal ini dianggap sebagai tindakan yang ilegal dan sanggup terancam sangsi/hukuman. Hal tesebut karena banyaknya burung yang mati sia-sia akhir penggunaan getah yang semakin tidak terkontrol.


Burung tengkek udang yang terjerat oleh pulut


Getah pulut ini juga banyak dipakai di negara-negara yang menjadi tujuan burung migrasi, sehingga menciptakan populasi burung tersebut terus mengalami penyusutan.

6. Ngobor atau menyenter burung tengah malam (Spot-light trapping)

Menangkap burung pada tengah malam juga menjadi satu kegiatan para pencari burung di banyak sekali tempat di Indonesia. Dengan bersenjatakan lampu senter para pencari burung akan berusaha mencari keberadaan burung yang sedang tertidur di antara ranting-ranting pohon atau disemak-semak.

Begitu terlihat, lampu senter tersebut pribadi diarahkan pada mata si burung yang akan terbangun dan pribadi mengalami kebutaan sementara, dan dengan sumbangan jaring ikan mereka akan segera mengambil burung tersebut yang sedang dalam keadaan linglung.


Para pemburu di Italia era 18 mencari burung branjangan dengan menggunakan lentera


Penggunan lampu atau cahaya untuk menangkap burung ini sudah dimulai semenjak sebelum era ke-19, biasanya orang jaman dulu menggunakan lentera untuk berburu burung-burung pada malam hari, kegiatan tersebut sering dilakukan di Spanyol, Italia dan Inggris. Teknik menangkap burung di Italia dikenal dengan lanciatoia sementara di Inggris dikenal dengan bat-fowling ( ngalong!) atau low belling sedangkan di Indonesia di beberapa tempat dikenal dengan istilah ngobor.



7. Kandang jebakan (Cage traps)

Seperti halnya jebak menggunakan pulut, jaring maupun ngobor, menggunakan sangkar jebakan merupakan salah satu hal yang juga terkenal dilakukan di Indonesia. Kita dengan gampang sanggup menjumpai sangkar jebakan ini dijual di pasar-pasar burung dengan harga bervariasi tergantung tingkat kesulitan dan kerapatan jeruji dari sangkar jebakan tersebut.


Di beberapa negara, penggunaan sangkar jebakan ini pun sudah sedemikian berkembang, sehingga mereka tidak lagi menggunakan sangkar jebakan berbahan dasar kayu melainkan dari materi dasar kawat alumunium. Kegunaannya pun hanya dikhususkan pada menangkap burung burung liar yang dianggap mengganggu mirip halnya burung jalak/common myna yang populasinya cukup merepotkan penduduk setempat di beberapa negara. 

Bentuk dan ukuran sangkar jebakan itu sendiri bervariasi mulai dari yang terkecil hingga berukuran besar yang sanggup menampung beberapa puluh burung sekaligus dalam satu kali tangkapan.


Selain menangkapi burung dengan cara-cara di atas, ada cara-cara lain yang sanggup dibilang lebih ekstrim alasannya yaitu menggunakan mekanis yang sanggup melemahkan bahkan membunuh burung yang masuk perangkap, contohnya menggunakan batang kayu yang pribadi memukul burung hingga lemas dan anak panah yang pribadi menancap badan burung saat menarik umpannya. Biasanya cara mirip itu dilakukan untuk tujuan bertahan hidup, alasannya yaitu burung atau binatang yang mati itu kemudian dijadikan sebagai masakan oleh si pemburu dan keluarganya. 


Perangkap untuk tengkek udang / cekakak

Di banyak negara acara menjebak burung liar yaitu PERBUATAN ILEGAL dan sanggup dianggap melanggar undang-undang perburuan liar yang hukumannya cukup berat. Namun meski selama beberapa dekade dianggap ilegal, penangkapan liar burung-burung di alam terus berlanjut terutama untuk dijadikan sajian santapan di restoran-restoran glamor yang menyajikan sajian khas burung atau unggas yang sangat langka.

Seperti yang sering terjadi di Cyprus yang menjadi tempat beristirahatnya burung-burung yang sedang bermigrasi melalui jalur penerbangan Eropa - Afrika. Pada demam isu semi 2010, ada lebih dari satu juga burung terbunuh di Cyprus yang semuanya dilakukan hanya untuk memenuhi seruan pelanggan dalam sebuah rumah makan yang ada di kota tersebut. 

Hal yang unik sanggup ditemukan di India dimana untuk menangkap burung air akan dilakukan oleh para pemburu yang berjalan dan bersembunyi di bawah air dengan menggunakan sebuah pot yang berisi tanah di atas kepala mereka. Begitu ada burung air yang menghampiri pot tersebut, si pemburu pribadi menangkap kakinya.

Sedangkan di Malta, orang yang sering melaksanakan aktifitas menjebak burung disana harus mempunyai lisensi atau izin untuk menangkap burung. pemberian lisensi ini sudah berlangsung semenjak tahun 2007 dan hingga dikala ini sudah terdapat sekitar 4.700 orang penangkap burung liar yang berlisensi dan di Amerika Utara peraturan pelarangan menjebak burung liar sudah diberlakukan semenjak tahun 1918.

Berburu maupun menjebak burung sanggup menghilangkan spesies burung orisinil dari tempat tersebut, apalagi jikalau hal tersebut dilakukan tanpa terkontrol dan tidak ada upaya untuk berusaha menjaga keseimbangan alam. Anggapan sebagian orang bahwa hanya mengambil burung remaja atau anakan dari alam sanggup menjaga keseimbangan yaitu SALAH BESAR. 

Bisa anda bayangkan saat mengambil anakan burung dari sarangnya yang ternyata tidak berhasil dirawat alias mati dalam perawatannya, padahal anakan tersebut merupakan satu-satunya keturunan yang tersisa sesudah induknya mati ditembak pemburu. Begitu pula saat mengambil atau membutu burung remaja yang ternyata tengah merawat dan memberi makan anak-anaknya? Jika induknya ditangkapi atau dibunuh lantas siapa yang merawat anak-anaknya tersebut?

Karena itu perlu peraturan yang lebih tegas dari Pemerintah terutama Pemda untuk segera menciptakan peraturan khusus mengenai proteksi satwa dan burung liar yang ada di wilayahnya. Dengan begitu, akan ada kesempatan untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan melindungi populari satwa dan burung liar dengan membangun beberapa ruang hijau dan taman kota yang sanggup menjadi habitat burung tanpa khawatir ditangkapi. 

Untuk itu, mari kita bahu-membahu menjadi Kicaumania sejati yang menyayangi alam tanpa pernah merusaknya. 


Semoga bermanfaat.

Menjinakan Burung Branjangan Yang Masih Giras

Branjangan, akhir-akhir ini sedang naik daun, banyak penggemar burung yang mulai mencari burung yang mempunyai nama latin mirafra javanica ini dipasar-pasar burung hal tersebutlah yang kemudian dimanfaatkan oleh para pedagang burung dengan menaikkan harga burung branjangan meskipun burung tersebut masih anakan yang rata-rata hasil tangkapan hutan. alias masih giras. kalau pada tahun kemudian harga branjangan anakan yang banyak ditemukan di pasar-pasar burung dalam sangkar ombyokan ialah sekitar 50 ribu, kini mungkin sudah naik beberapa persen alasannya ialah banyaknya usul terhadap  burung branjangan. 

BR Giras yang njeruji

Membeli branjangan yang masih dalam keadaan anakan, tentu sifat burung tersebut masih dalam keadaan liar alias giras, dan kalau hal tersebut dibiarkan tanpa diberikan proses penjinakan sifat giras mereka akan semakin menjadi dan ketakutan tersebut akan menjadi semakin tidak terkontrol yang menjadikan mereka sering njeruji , sehingga melukai dirinya dan mengakibatkan rusak atau cederanya paruh maupun sayap mereka alasannya ialah terlalu ketakutan dengan manusia.

Pada burung branjangan anakan yang masih berusia muda proses penjinakan tentu akan lebih gampang dibanding burung branjangan anakan yang sudah remaja atau sudah berumur. 

Untuk anda yang kebetulan mempunyai burung branjangan yang masih giras atau liar ini, berikut beberapa tips yang dapat anda terapkan pada burung branjangan anda semoga cepat menjadi jinak. 



Sebaiknya begitu anda mendapatkan burung branjangan anakan yang masih liar, jangan dahulu dimasukan dalam sangkar branjangannya yang khusus, tetapi masukan saja dalam sangkar yang berukuran kecil yang serpihan alasnya sudah dimodifikasi semoga dapat menaruh pasir dan di sekeliling sangkar tersebut diberi lakban.
 
Pakan diberikan secukupnya saja atau jangan buat burung anda kekenyangan. alasannya ialah kalau burung selalu kenyang alasannya ialah kelebihan pakan , ia lebih cenderung tetap giras dan susah dibentuk jinaknya. 


Untuk mandinya banyak kicau mania kita yang menunjukkan mandi pada branjangan dengan cara dipegang (seperti memandikan Perkutut), mandi model demikian untuk burung pemakan biji-bijian memang sangat ampuh untuk menjinakan burung yang liar dan dapat diterapkan juga pada burung Parkit, Lovebird, Kenari, dsb.

Gantang ditempat ramai, jikalau burung branjangan selalu njeruji atau menabrak jeruji / loncat-loncat, maka serpihan kiri dan kanan serta belakang dari sangkar tersebut dapat ditutupi dengan kertas koran atau kain jadi hanya serpihan depan saja yang terbuka.

Didalam rumah sangkar dapat ditaruh ditempat yang ramai dengan aktifitas keluarga, contohnya ruang keluarga untuk menciptakan burung terbiasa dengan kesibukan dan aktifitas insan disekitarnya.

Pakan yang baik selama penjinakan ialah EF atau Ekstra Fooding, jadi pakan hariannya dapat diberikan sedikit saja untuk membuatnya selalu merasa lapar, EF yang berupa jangkrik atau belalang hijau ini  diberikan pribadi dari tangan kita jikalau burung masih ketakutan dapat diberikan dengan menggunakan lidi.

setelah beberapa hari burung branjangan tersebut dirasa sudah jinak meskipun masih jinak-lalat, burung dapat dipindahkan ke sangkar aslinya yang memang dikhususkan untuk burung branjangan, dan sesudah itu dimulai perawatan untuk membuatnya cepat rajin berbunyi :

Berikut ialah beberapa tips yang berafiliasi dengan perawatan harian untuk burung branjangan anakan semoga lebih cepat rajin bunyi :

Berikan therapi Suara Alam ( Natural Therapi ) untuk burung branjangan anakan yang anda miliki setiap malam selama satu jam, Suara burung yang terdengar dalam Natural therapi tersebut dapat mempunyai kegunaan sebagai masteran untuk branjangan anda, sumbangan terapi ini dapat dimulai pada sore hari jam 05 sampai jam 06 petang, atau pada pukul 07 sampai 08 malam. secara kontinyu selama satu sampai dua ahad dan dampaknya dapat terlihat beberapa hari sesudah pembeian terapi tersebut, contohnya burung menjadi rajin berbunyi.
Branjangan ialah burung yang sangat membutuhkan asupan nutrisi dan mineral yang tinggi alasannya ialah habitatnya ditempat yang panas, sehingga ia sangat membutuhkan energi yang lebih banyak dari burung biasanya , jadi sumbangan Multivitamin dan Mineral suplemen sangat diharapkan setidaknya seminggu tiga kali.

Burung branjangan ialah burung teritorial, dan untuk memancing mental atau jiwa teritorial mereka bisa  dengan cara mengundang beberapa burung liar ibarat gereja untuk menghampiri sangkar branjangan tersebut dengan cara membuatkan pakan biji-bijian disekitar sangkar branjangan setiap hari, dan pada suata hari nanti burung branjangan ini akan mulai terusik dan terganggu sehingga ia mulai pertanda perilaku teritorialnya dengan cara mengeluarkan bunyi kicauannya.

Itulah beberapa tips mengenai perawatan branjangan anakan yang masih giras atau liar dan bagaimana perawatannya semoga cepat jinak dan cepat berbunyi, dan salah satu aspek terpenting dalam perawatan branjangan anakan ini ialah kebutuhan nutrisi dan mineralnya yang harus selalu tercukupi baik dari pakan yang sesuai, Ektra Fooding dan juga multivitamin tambahan.

Oke deh, semoga sukses dengan burung branjangannya. 


Salam Kicau !
 

Mengatasi Mabung Tidak Tuntas Pada Burung

Mabung merupakan proses alami yang terjadi pada binatang sejenis unggas termasuk burung kicauan. Proses ini memang cukup memakan waktu pada dikala mabung tersebut terjadi beberapa tahap yaitu merontokan bulu, memunculkan selongsong bulu yang terdiri dari protein dan keratin dan memecah selongsong bulu. Namun terkadang , tidak sama dengan proses mabung tepat yang di alami oleh burung liar sehingga proses tersebut sanggup berjalan dengan waktu yang singkat dan tidak terlalu lama, pada burung peliharaan , proses mabung tersebut kadang terganggu yang akhirnya mengganggu metabolisme burung dan secara eksklusif manghambat proses dan perkembangan mabung pada burung tersebut. 


Proses gangguan pada burung ini memunculkan istilah mabung stress .

Mabung yang tidak tuntas memang menjadi masalah tersendiri bagi para kicau mania , terutama kalau burung tersebut termasuk burung lomba atau burung yang sedang ditawarkan dalam sebuah lembaga jual beli, coba anda bayangkan sendiri kalau menjual burung dalam keadaan setengah botak, hehehe

Mabung yang tidak tuntas itu sendiri, sanggup saja terjadi akhir beberapa faktor mirip contohnya burung yang sedang mabung dipaksakan untuk terus bekerja, contohnya dilombakan maupun burung yang ngedrop / jatuh sakit sewaktu mereka sedang dalam masa mabung.

Untuk mengatasi masalah macet mabung ini, beberpa hal berikut sanggup anda terapkan pada burung yang sedang berada dalam keadaan tersebut. 


Burung dibentuk menjadi ngedrop, disini kita akan berusaha membuat burung kita mau menghentikan aktifitas berkicaunya dengan membuat burung ngedrop, dengan demikian energi yang ada akan dipakai untuk meneruskan kembali mabung yang terganggu tersebut.  

Membuat ngedrop burung sanggup dengan cara mengurangi atau menghentikan sumbangan pakan tinggi protein mirip jangkrik sedangkan untuk kroto tentu tergantung jenis burung yang mengalami macet mabung tersebut, alasannya ada beberapa jenis burung yang begitu diberikan kroto mereka eksklusif ambrol , tetapi ada juga jenis burung yang diberikan kroto malah membuatnya semakin aktif dan naik birahinya, sehingga menghambat proses mabung tersebut. 

Selain itu menghentikan mandi dan jemur juga salah satu cara untuk membuat burung kembali memasuki masa mabungnya yang sempat terhambat. 

Memberikan full kerodong juga menjadi salah satu alternatif biar burung lebih fokus pada masa mabungnya dan tidak terlalu banyak melaksanakan aktifitas. 

Alternatif perawatan lain mirip meletakan beberapa kulit jeruk didasar kandang dari burung yang macet mabung tersebut, sembari memperlihatkan full kerodong juga sanggup mempercepat burung cepat mengalami rontok bulu, alasannya zat yang terdapat dari kulit jeruk sanggup menghasilkan kelembaban dalam kandang tersebut.   Kulit jeruk yang dipakai sanggup menggunakan kulit jeruk apa saja yang penting kulit dari jeruk tersebut berukuran tebal dan tidak tipis. 

Untuk metode lain ialah dengan cara menjemur burung sembari memperlihatkan kerodong lalu, potongan luar dari kerodong tersebut diberikan semprotan halus dengan menggunakan sprayer yang biasa dipakai mandi burung, hal ini sama dengan cara menggunakan kulit jeruk diatas yaitu untuk membuat kelembaban dalam sangkarnya, yang sanggup merangsang burung untuk meneruskan mabungnya yang terganggu. 

Nah, itulah beberapa hal seputar burung yang mengalami keadaan macet mabung, untuk membantu permasalahan diatas, selama burung mabung sebaiknya burung dilengkapi kebutuhan gizi dan nutrisinya dengan baik, contohnya dengan menyediakan komplemen khusus perawatan mabung mirip BirdMolt Pre atau BMP yang merupakan produk populer reputasinya dari omkicau. 

Semoga bermanfaat


Perawatan Cucak Jenggot - Kapas Tembak Macet Bunyi


Dalam keadaan-keadaan tertentu , terkadang burung cucak jenggot maupun kapas tembak yang tadinya bersuara rajin bunyi mendadak menjadi jarang berbunyi atau macet bunyi. Untuk mengatasinya sebaiknya di cari tahu terlebih dahulu apa penyebab mereka sampai macet berbunyi, karena tidak begitu saja burung yang rajin bunyi atau rajin bunyi tiba-tiba menjadi burung yang membisu saja. 



Sebagai panduan, berikut beberapa hal yang dapat menjadi salah satu penyebab burung cucak jenggot rajin bunyi menjadi macet bunyi. 

1. Burung yang sedang akan memasuki masa mabung atau berganti bulu.
2. Burung yang sedang dalam keadaan kurang sehat atau kurang fit. 
3. Burung yang sedang dalam keadaan stress baik alasannya yaitu kaget atau ketakutan.
4. burung yang sedang dalam keadaan ngedrop atau istilah terkenal disebut kalah mental.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka beberapa metode perawatan berikut dapat membantu mengkondisikan burung menjadi mirip semula. 

  • Burung sebaiknya dipisahkan dahulu dari burung lain dengan cara digantung ditempat yang damai dan sepi.
     
  • Berikan masakan mirip biasa dengan buah-buahan yang full variasi, dan dapat juga derma buah tersebut dibarengi dengan mengoleskan tipis madu orisinil pada buah-buahan tersebut sebelum diberikan.
     
  • Pemberian Ekstra Fooding mirip Jangkrik atau Ulat Hongkong dapat diberikan dalam porsi 2 ekor saja Pagi dan Sore harinya.
     
  • Untuk sementara burung tidak perlu dimandikan terlebih dahulu
    Jika memungkinan cobalah ganti kandang dengan kandang yang lebih luas supaya burung menjadi aktif dan lebih cepat ke keadaan normal. 

-

Semoga bermanfaat dan Salam Kicau!

Search

Popular Posts

Blog Archive