Pertolongan Pertama Untuk Burung Yang Sakit

Kicaukan - Pertolongan Pertama Untuk Burung Yang Sakit - Sobat kiucakan, apakah anda pernah punya pengalaman burung anda sakit dan mati? Burung yang sakit sanggup disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari perawatan yang Keliru (kebersihannya), pertolongan pakan yang tidak tepat, atau sanggup juga lantaran trik kita bersikap. Percaya tidak percaya, semua itu mempengaruhi kondisi burung baik fisik maupun mentalnya.

Itulah alasan Mengapa kita harus merawat burung dengan hati. Maknanya kita harus memahami apa harapan burung dan apa yang dibutuhkannya. Pun Jika burung kicauan kita sakit, kita juga harus sanggup memahaminya. Untuk mengetahui apa saja ciri-ciri burung yang sakit yang sanggup kita amati, silakan anda setrik lengkap membacanya di sini. Sedangkan pada kesempatan ini saya akn menyebarkan tips kepada teman kicaukan semuanya perihal apa saja pertolongan pertama untuk burung yang sakit yang sanggup kita lakukan secepat mungkin.

Memang seharusnya Jika burung kesayangan kita sakit maka harus segera dibawa ke dokter binatang yang telah berpengalaman menangani penyakit burung. tetapi gimana Jika kita gres mengetahui burung kicauan kita sakit di malam hari? Yang mana mustahil bagi kita untuk pergi ke sana. Untuk itu anda harus menunjukkan pertolongan pertama untuk burung yang sakit. 

Pertolongan Pertama Untuk Burung Yang Sakit PERTOLONGAN PERTAMA UNTUK BURUNG YANG SAKIT

Langsung saja, berikut ini beberapa pertolongan yang sanggup kita lakukan Jika mengetahui burung kicau kita sakit :

1. Pemberian pakan dan minum
Untuk pertolongan kepada burung yang sakit, anda sanggup menunjukkan pakan yang lain daripada biasanya. Berikanlah pakan yang bernutrisi tinggi, contohnya daging, hati, kroto basah, atau pakan lain yang memiliki kandungan gizi tinggi lain. Tujuannya ialah semoga burung mendapat asupan gizi yang baik. Pakan yang diberikan lebih baik dalam bentuk bubur semoga gampang dicerna. Berikanlah pakan di dalam cepuk/wadah. Tetapi Jika burung tidak mau makan maka anda sanggup memberikannya setrik pribadi dengan alat suntik yang berujung pentil/tumpul. Sedangkan untuk minumannya, anda sanggup menunjukkan minuman yang bergizi pula, menyerupai madu, susu, atau dengan menunjukkan buah yang berkadar air tinggi menyerupai pepaya. Berikan setrik pribadi dengan alat suntik setrik perlahan-lahan. Karena burung yang sedang sakit kehilangan banyak cairan, dikarnakan sering membuang kotoran yang encer. Sedangkan di sisi lain burung yang sakit jarang mau minum. Untuk itu anda harus memaksanya untuk makan dan minum. 

2. Kondisi lingkungan
Burung yang sedang sakit niscaya mengalami penurunan daya tahan tubuhnya, sehingga bakal lebih gampang stress. Seperti yang kita tahu, stress sanggup memperparah kondisi burung itu sendiri. Untuk itu pastikan lingkungan di sekitar sangkar/kandang burung jauhd ari gangguan. Misalnya gangguan binatang (kucing, tikus, anjing), atau gangguan dari manusia. Pengerodongan sangat dibutuhkan Jika burung dalam kondisi sakit.

3. Suhu ruangan/sangkar
Jika anda memiliki banyak burung dalam satu ruangan dan ada satu burung yang sakit, maka segeralah mengisolasi/memisahkan burung yang sakit dari ruangan burung lain. Tujuannya untuk menghindari penularan penyakit ke burung lain yang sehat. Untuk penanganan burung yang sakit tersebut usahakan anda Menggunakan lampu bohlam berkapasitas 60 watt dan bersuhu 37 derajat C untuk menunjukkan kehangatan. Bungkuslah lampu dengan koran atau kertas untuk megurangi silau sinarnya namun kehangatannya tetap sanggup dirasakan. 

Demikian warta yang sanggup saya sampaikan tentang Pertolongan Pertama Untuk Burung Yang Sakit. Semoga bermanfaat bagi anda dan terima kasih telah membaca Maknakel ini. Simak terus Kicaukan untuk mendapat banyak sekali macam warta penting seputar dunia burung dan perawatannya. Salam kicau, semoga sukses.!!!

Sobat kicaukan, Jika anda menilai Maknakel ini bermanfaat bagi anda silakan like di Facebook atau tweet di Twitter. Terima kasih.

Baca juga Maknakel menarik berikut ini : Ciri-Ciri Burung Yang Sakit Yang Bisa Diamati.

Pertolongan Pertama Untuk Burung Yang Sakit

Kicaukan - Pertolongan Pertama Untuk Burung Yang Sakit - Sobat kiucakan, apakah anda pernah punya pengalaman burung anda sakit dan mati? Burung yang sakit sanggup disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari perawatan yang salah (kebersihannya), pertolongan pakan yang tidak tepat, atau sanggup juga lantaran cara kita bersikap. Percaya tidak percaya, semua itu mempengaruhi kondisi burung baik fisik maupun mentalnya.

Itulah alasan kenapa kita harus merawat burung dengan hati. Artinya kita harus memahami apa impian burung dan apa yang dibutuhkannya. Pun bila burung kicauan kita sakit, kita juga harus sanggup memahaminya. Untuk mengetahui apa saja ciri-ciri burung yang sakit yang sanggup kita amati, silakan anda secara lengkap membacanya di sini. Sedangkan pada kesempatan ini kami akn membuatkan tips kepada sahabat kicaukan semuanya wacana apa saja pertolongan pertama untuk burung yang sakit yang sanggup kita lakukan secepat mungkin.

Memang seharusnya bila burung kesayangan kita sakit maka harus segera dibawa ke dokter binatang yang telah berpengalaman menangani penyakit burung. tetapi bagaimana bila kita gres mengetahui burung kicauan kita sakit di malam hari? Yang mana mustahil bagi kita untuk pergi ke sana. Untuk itu anda harus memperlihatkan pertolongan pertama untuk burung yang sakit. 

Pertolongan Pertama Untuk Burung Yang Sakit PERTOLONGAN PERTAMA UNTUK BURUNG YANG SAKIT

Langsung saja, berikut ini beberapa pertolongan yang sanggup kita lakukan bila mengetahui burung kicau kita sakit :

1. Pemberian pakan dan minum
Untuk pertolongan kepada burung yang sakit, anda sanggup memperlihatkan pakan yang lain daripada biasanya. Berikanlah pakan yang bernutrisi tinggi, contohnya daging, hati, kroto basah, atau pakan lain yang mempunyai kandungan gizi tinggi lain. Tujuannya yaitu biar burung mendapat asupan gizi yang baik. Pakan yang diberikan lebih baik dalam bentuk bubur biar gampang dicerna. Berikanlah pakan di dalam cepuk/wadah. Tetapi bila burung tidak mau makan maka anda sanggup memberikannya secara pribadi dengan alat suntik yang berujung pentil/tumpul. Sedangkan untuk minumannya, anda sanggup memperlihatkan minuman yang bergizi pula, menyerupai madu, susu, atau dengan memperlihatkan buah yang berkadar air tinggi menyerupai pepaya. Berikan secara pribadi dengan alat suntik secara perlahan-lahan. Karena burung yang sedang sakit kehilangan banyak cairan, dikarenakan sering membuang kotoran yang encer. Sedangkan di sisi lain burung yang sakit jarang mau minum. Untuk itu anda harus memaksanya untuk makan dan minum. 

2. Kondisi lingkungan
Burung yang sedang sakit niscaya mengalami penurunan daya tahan tubuhnya, sehingga akan lebih gampang stress. Seperti yang kita tahu, stress sanggup memperparah kondisi burung itu sendiri. Untuk itu pastikan lingkungan di sekitar sangkar/kandang burung jauhd ari gangguan. Misalnya gangguan binatang (kucing, tikus, anjing), atau gangguan dari manusia. Pengerodongan sangat dibutuhkan bila burung dalam kondisi sakit.

3. Suhu ruangan/sangkar
Jika anda mempunyai banyak burung dalam satu ruangan dan ada satu burung yang sakit, maka segeralah mengisolasi/memisahkan burung yang sakit dari ruangan burung lain. Tujuannya untuk menghindari penularan penyakit ke burung lain yang sehat. Untuk penanganan burung yang sakit tersebut usahakan anda memakai lampu bohlam berkapasitas 60 watt dan bersuhu 37 derajat C untuk memperlihatkan kehangatan. Bungkuslah lampu dengan koran atau kertas untuk megurangi silau sinarnya namun kehangatannya tetap sanggup dirasakan. 

Demikian isu yang sanggup kami sampaikan tentang Pertolongan Pertama Untuk Burung Yang Sakit. Semoga bermanfaat bagi anda dan terima kasih telah membaca artikel ini. Simak terus Kicaukan untuk mendapat banyak sekali macam isu penting seputar dunia burung dan perawatannya. Salam kicau, semoga sukses.!!!

Sobat kicaukan, bila anda menilai artikel ini bermanfaat bagi anda silakan like di Facebook atau tweet di Twitter. Terima kasih.

Baca juga artikel menarik berikut ini : Ciri-Ciri Burung Yang Sakit Yang Bisa Diamati.

Cara Ampuh Mencegah Burung Kicau Tidak Sakit


Sebenarnya dikala burung kicau kesayangan kita sakit, ada beberapa hal yang sanggup kita amati. Tujuannya ialah untuk segera mengambil tindakan pertolongan untuk mencegah penyakit semakin parah dan berujung kematian. Ada beberapa ciri-ciri burung yang sakit yang sanggup kita amati, dan anda sanggup membacanya di sini. Perawatan burung memang harus lebih ekstra terutama dikala animo hujan, alasannya ialah di animo hujan besar kemungkinan daya tahan badan burung akan menurun alasannya ialah cuaca yang ekstrem. Lalu bagaimana perawatan burung dikala animo hujan supaya tetap sehat? Baca artikel lengkapnya di sini. 

Cara Ampuh Mencegah Burung Kicau Tidak Sakit CARA AMPUH MENCEGAH BURUNG KICAU TIDAK SAKIT

Penyakit burung pun juga bermacam-macam, ada yang sakit flu/pilek, alasannya ialah cacing, parasit, kelumpuhan, dan lain sebagainya. Tetapi anda tidak perlu khawatir dan pesimis dengan penyakit burung, alasannya ialah intinya anda sanggup mencegahnya. Ya, penyakit pada burung sanggup dicegah tentunya dengan perawatan yang benar dan tepat. Meliputi kebersihan sangkar, dukungan pakan yang berkualitas, dan juga dukungan multivitamin untuk menjaga kondisi burung kicauan anda. 

Dan pada kesempatan ini kami akan menyebarkan info dan tips mengenai cara ampuh mencegah burung kicau tidak sakit. Berikut ini beberapa langkah gampang dan sederhana untuk mencegah burung tidak sait :

1. Kebersihan sangkar/kandang burung
Hal pertama yang harus anda lakukan ialah menjaga kebersihan dan kesterilan sangkar/kandang dari penyakit, entah dari kotoran atau sisa-sisa masakan dan minuman burung. Caranya ialah dengan membersihkannya setiap hari (biasanya pagi hari) sebelum atau sesudah dimandikan. Langkah ini sangat penting alasannya ialah bila kita malas membersihkan sangkar dari kotoran/feces burung dan sisa-sisa makanannya, maka sanggup jadi akan ada virus dan penyakit yang nantinya juga akan menjangkit burung anda. Untuk itu luangkan waktu beberapa menit untuk membersihkan kandang/sangkar burung.

2. Pemberian pakan dan minum
Hal kedua yang harus anda lakukan ialah memperlihatkan pakan dan minum yang berkualitas. Pakan yang berkualitas yang dimaksud ialah pakan yang masih layak konsumsi, mengandung gizi yang cukup, dan tidak terkontaminasi oleh jamur. Pakan yang berkualitas tidak diukur dari seberapa banyak kita memberikannya, tetapi lebih kepada kualitas pakan yang benar-benar terjaga. Sedangkan untuk minumannya, pastikan anda memperlihatkan air minum yang sudah dimasak dan steril. Banyak perkara yang menyatakan bahwa air minum burung biasanya hanya dengan air kran/air sumur yang belum direbus. Padahal kita tahu bahwa air yang belum masak masih mengandung kuman yang berbahaya bagi kesehatan insan dan burung. Kecuali anda memberi air mineral kemasan yang sudah banyak diperjualbelikan. Untuk dukungan multivitamin, anda sanggup mencampurkannya pada air minum burung. Berapa kali dalam seminggu? Untuk perawatan harian anda sanggup memperlihatkan multivitamin 2x seminggu dan 3x seminggu bila kondisi burung mulai terlihat menurun. 

3. Kondisi lingkungan
Lingkungan sangat kuat bagi siapa pun dan apa pun termasuk burung. Kondisi yang kondusif, aman, nyaman dan terjaga akan menciptakan burung juga merasa aman dan tenang. Untuk itu pastikan kondisi lingkungan burung tetap terjaga dari gangguan-gangguan menyerupai tikus, kucing, anjing, atau burung liar. Selain itu kepadatan jumlah burung dalam sangkar juga akan kuat pada kondisi mental dan kesehatan burung. Pastikan anda tidak menaruh burung yang terlalu banyak di dalam satu kandang/sangkar. Burung sanggup saja stress kemudian sakit, dan kesudahannya mati. Untuk itu anda harus memahami kebutuhan dan selalu memberi kelayakan bagi burung kicauan anda. 

4. Pemeriksaan berkala
Nah, yang terakhir ialah tindakan terencana yang sebaiknya anda lakukan setiap bulan untuk memastikan kesehatan burung anda. Anda sanggup memakai jasa dokter binatang berpengalaman untuk menyelidiki kondisi kesehatan burung kicau anda. Misalnya setiap bulan sekali anda membawa burung ke dokter atau mengajak dokter ke daerah anda untuk menyelidiki kondisi burung dan memperlihatkan vaksin bila memang diperlukan. Dengan perawatan yang baik dan benar, maka risiko burung kesayangan anda sakit akan lebih kecil. 

Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan begitu teman kicaukan? Karena pengobatan burung ternyata lebih sulit dari binatang lainnya (mamalia) alasannya ialah memang kurangnya penelitian/riset mengenai penyakit burung dan pengobatannya. Untuk itu sayangilah burung kicau anda dengan memperlihatkan yang terbaik khususnya menyerupai poin-poin di atas. 

Demikian info yang sanggup kami sampaikan tentang Cara Ampuh Mencegah Burung Kicau Tidak Sakit. Semoga bermanfaat bagi anda dan terima kasih telah membaca artikel ini. Simak terus Kicaukan untuk mendapat banyak sekali macam info penting seputar dunia burung dan perawatannya. Salam kicau, semoga sukses.!!!

Sobat kicaukan, bila anda menilai artikel ini bermanfaat bagi anda silakan like di Facebook atau tweet di Twitter. Terima kasih.

Baca juga artikel menarik berikut ini : Pertolongan Pertama Untuk Burung Yang Sakit.

Caranya Ampuh Mencegah Burung Kicau Tidak Sakit


Sebenarnya ketika burung kicau kesayangan kita sakit, ada beberapa hal yang sanggup kita amati. Tujuannya yakni untuk segera mengambil tindakan pertolongan untuk mencegah penyakit semakin parah dan berujung kematian. Ada beberapa ciri-ciri burung yang sakit yang sanggup kita amati, dan anda sanggup membacanya di sini. Perawatan burung memang harus lebih ekstra terutama ketika isu terkini hujan, alasannya yakni di isu terkini hujan besar kemungkinan daya tahan badan burung bakal menurun alasannya yakni cuaca yang ekstrem. Lalu gimana perawatan burung ketika isu terkini hujan Agar tetap sehat? Baca Maknakel lengkapnya di sini. 

Caranya Ampuh Mencegah Burung Kicau Tidak Sakit Caranya AMPUH MENCEGAH BURUNG KICAU TIDAK SAKIT

Penyakit burung pun juga bermacam-macam, ada yang sakit flu/pilek, alasannya yakni cacing, parasit, kelumpuhan, dan lain sebagainya. Tetapi anda tidak perlu khawatir dan pesimis dengan penyakit burung, alasannya yakni intinya anda sanggup mencegahnya. Ya, penyakit pada burung sanggup dicegah tentunya dengan perawatan yang benar dan tepat. Meliputi kebersihan sangkar, dukungan pakan yang berkualitas, dan juga dukungan multivitamin untuk menjaga kondisi burung kicauan anda. 

Dan pada kesempatan ini saya bakal menyebarkan isu dan tips mengenai trik ampuh mencegah burung kicau tidak sakit. Berikut ini beberapa langkah gampang dan sederhana untuk mencegah burung tidak sait :

1. Kebersihan sangkar/kandang burung
Hal pertama yang harus anda lakukan yakni menjaga kebersihan dan kesterilan sangkar/kandang dari penyakit, entah dari kotoran atau sisa-sisa masakan dan minuman burung. Caranyanya yakni dengan membersihkannya setiap hari (biasanya pagi hari) sebelum atau sehabis dimandikan. Langkah ini sangat penting alasannya yakni jikalau kita malas membersihkan sangkar dari kotoran/feces burung dan sisa-sisa makanannya, maka sanggup jadi bakal ada virus dan penyakit yang nantinya juga bakal menjangkit burung anda. Untuk itu luangkan waktu beberapa menit untuk membersihkan kandang/sangkar burung.

2. Pemberian pakan dan minum
Hal kedua yang harus anda lakukan yakni menawarkan pakan dan minum yang berkualitas. Pakan yang berkualitas Maksud yakni pakan yang masih layak konsumsi, mengandung gizi yang cukup, dan tidak terkontaminasi oleh jamur. Pakan yang berkualitas tidak diukur dari seberapa banyak kita memberikannya, tetapi lebih kepada kualitas pakan yang benar-benar terjaga. Sedangkan untuk minumannya, pastikan anda menawarkan air minum yang sudah dimasak dan steril. Banyak perkara yang menyatakan bahwa air minum burung biasanya hanya dengan air kran/air sumur yang belum direbus. Padahal kita tahu bahwa air yang belum masak masih mengandung kuman yang berbahaya bagi kesehatan insan dan burung. Kecuali anda memberi air mineral kemasan yang sudah banyak diperjualbelikan. Untuk dukungan multivitamin, anda sanggup mencampurkannya pada air minum burung. Berapa kali dalam seminggu? Untuk perawatan harian anda sanggup menawarkan multivitamin 2x seminggu dan 3x seminggu jikalau kondisi burung mulai terlihat menurun. 

3. Kondisi lingkungan
Lingkungan sangat besar lengan berkuasa bagi siapa pun dan apa pun termasuk burung. Kondisi yang kondusif, aman, nyaman dan terjaga bakal membuat burung juga merasa aman dan tenang. Untuk itu pastikan kondisi lingkungan burung tetap terjaga dari gangguan-gangguan menyerupai tikus, kucing, anjing, atau burung liar. Selain itu kepadatan jumlah burung dalam sangkar juga bakal besar lengan berkuasa pada kondisi mental dan kesehatan burung. Pastikan anda tidak menaruh burung yang terlalu banyak di dalam satu kandang/sangkar. Burung sanggup saja stress kemudian sakit, dan jadinya mati. Untuk itu anda harus memahami kebutuhan dan selalu memberi kelayakan bagi burung kicauan anda. 

4. Pemeriksaan berkala
Nah, yang terakhir yakni tindakan bersiklus yang sebaiknya anda lakukan setiap bulan untuk memastikan kesehatan burung anda. Anda sanggup Menggunakan jasa dokter binatang berpengalaman untuk menilik kondisi kesehatan burung kicau anda. Misalnya setiap bulan sekali anda membawa burung ke dokter atau mengajak dokter ke kawasan anda untuk menilik kondisi burung dan menawarkan vaksin jikalau memang diperlukan. Dengan perawatan yang baik dan benar, maka risiko burung kesayangan anda sakit bakal lebih kecil. 

Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan begitu sahabat kicaukan? Karena pengobatan burung ternyata lebih sulit dari binatang lainnya (mamalia) alasannya yakni memang kurangnya penelitian/riset mengenai penyakit burung dan pengobatannya. Untuk itu sayangilah burung kicau anda dengan menawarkan yang terbaik khususnya menyerupai poin-poin di atas. 

Demikian isu yang sanggup saya sampaikan tentang Caranya Ampuh Mencegah Burung Kicau Tidak Sakit. Semoga bermanfaat bagi anda dan terima kasih telah membaca Maknakel ini. Simak terus Kicaukan untuk mendapat banyak sekali macam isu penting seputar dunia burung dan perawatannya. Salam kicau, semoga sukses.!!!

Sobat kicaukan, jikalau anda menilai Maknakel ini bermanfaat bagi anda silakan like di Facebook atau tweet di Twitter. Terima kasih.

Baca juga Maknakel menarik berikut ini : Pertolongan Pertama Untuk Burung Yang Sakit.

Kenali Ciri-Ciri Burung Yang Kurang Sehat

Memelihara burung kicauan sebaiknya tidak sebatas pada memberi makanan dan melaksanakan perawatannya saja, tapi juga harus mengetahui bagaimana keadaan momongannya itu setiap hari. Burung piaraan yang sehat tentu akan terlihat cukup aktif dan rajin berkicau. Sebagai panduan, berikut yaitu tips mengenali ciri-ciri burung yang kurang sehat disertai dengan pencegahan dan cara mengatasinya.

Memelihara burung kicauan sebaiknya tidak sebatas pada memberi makanan dan melaksanakan peraw Kenali ciri-ciri burung yang kurang sehat



Burung piaraan harus mendapatkan perawatan rutin untuk membuatnya selalu dalam keadaan yang sehat, aktif dan rajin berkicau. Tapi ada kalanya juga burung gampang mengalami penurunan keadaan yang membuatnya gampang sakit dan malas berkicau. Kalau sudah begitu, si pemilik harus segera melaksanakan pengobatannya dengan sempurna sebelum semuanya menjadi terlambat.

Mengenali ciri-ciri burung yang kurang sehat sanggup dilakukan dengan banyak sekali cara, mulai dari penglihatan tingkah laku, bunyi dan bentuk kotorannya. Dengan menguasai hal-hal tersebut di atas, kicaumania sanggup menjadi segera melaksanakan upaya pencegahan maupun pengobatannya.


Mengamati tingkah laku 

Burung yang kurang sehat/sakit sanggup dikenali dari tingkah dan lakunya. Sebagian besar permasalahan yang terjadi pada burung dikarenakan oleh adanya gangguan pencernaan maupun jawaban nanah benalu dan bakteri. Jika muncul beberapa sikap mirip berikut ini, maka anda patut waspada dan segera memperlihatkan pengobatannya.

  • Burung terlihat kurang aktif dan cenderung bermalas-malasan.
  • Sering berbagi bulu-bulunya (nyekukruk).
  • Lebih banyak minum daripada makan.
  • Sayap selalu diturunkan, kepala mendongak ke atas dan sering disertai dengan bukaan paruh yang lebar saat bernafas.
  • Ketika bernafas sering pula disertai dengan ayunan ekor yang naik turun. Terkadang sering terlihat juga tubuhnya yang gemetaran.
  • Sorot mata sayu, lembap dan sering tertutup.
  • Tidak kasar dan lebih sering terlihat di dasar sangkarnya dengan posisi tiduran (kepala berada di antara sayap).
  • Saat sedang sakit, burung akan mengalami gangguan keseimbangan yang menciptakan mereka lebih bahagia bertengger di pojokan/dekat jeruji daripada di tengah-tengah tenggerannya. Selain itu juga lebih sering beraktivitas di tenggeran paling bawah kalau sangkarnya berisi dua buah tenggeran atau lebih.


Jika burung piaraan mempunyai satu atau beberapa keadaan mirip disebutkan di atas, maka segera mungkin berikan pengobatan untuk mencegah penyakitnya bertambah parah. Untuk pertolongan pertama yang sanggup dilakukan adalah:

  • Menjauhkan burung yang sakit dari burung piaraan lainnya untuk mencegah penularan penyakit.
  • Tempatkan burung dalam sangkar karantina atau sanggup juga memperlihatkan bantalan pada pecahan dasar sangkar yang digunakan.
  • Merendahkan posisi tenggeran dan meletakkan cepuk pakan dan minum pada posisi yang lebih terjangkau oleh burung tersebut.
  • Memasang lampu penghangat di atas sangkarnya, lantaran burung yang sakit akan membutuhkan suhu yang hangat untuk membantu pemulihannya.
  • Memprioritaskan derma pakan embel-embel daripada pakan voer untuk membantu memulihkan stamina dan kondisinya.
  • Memberikan BirdFirst Aid (BFA) yang mempunyai kandungan multivitamin dan multimineral yang cukup lengkap sehingga sanggup membantu mempercepat proses pemulihannya. BFA diberikan dengan cara dicampurkan dalam air minumnya atau dioleskan pada pakan tambahannya.


Mengamati suara 

Perubahan bunyi sanggup terjadi saat burung piaraan mengalami penurunan keadaan atau gangguan kesehatan. Secara umum, permasalahan yang berkaitan dengan bunyi burung umumnya dikarenakan oleh adanya gangguan benalu yang menyerang organ pernafasannya. Selain itu sanggup juga sebagai imbas dari keadaan burung yang tengah sakit.

  • Burung yang tadinya rajin bunyi (rajin bunyi) berubah jadi jarang atau bahkan macet berbunyi.
  • Ada perubahan pada bunyi yang dikeluarkannya, contohnya bunyi yang berubah jadi serak atau bahkan suaranya menghilang/tidak keluar suara.

Perubahan bunyi juga sanggup terjadi jawaban adanya tungau yang berbiak di dalam kantung udara burung. keadaan ini tentu akan menyebabkan burung kehilangan suaranya dan kalau tidak segera ditangani maka burung akan diam permanen. 

Mengamati kotoran 

Selain penglihatan terhadap tingkah laris dan suaranya, bentuk kotoran yang dihasilkan pun sanggup memberitahukan pada anda bagaimana keadaan burung sebenarnya. Pada umumnya, perubahan warna dan bentuk kotoran dikarenakan oleh adanya penyakit yang menyerang badan pecahan dalam khususnya hati dan organ pencernaannya.

Kotoran burung yang sehat mempunyai bentuk padat, berwarna dan terkadang disertai sedikit cairan putih. Adapun kotoran burung yang sakit umumnya berbentuk encer atau bercampur air, berwarna putih atau kehitaman, terkadang bercampur darah, dan sangat berbau.

Selain memperhatikan kebutuhan pakan yang sempurna dan kaya gizi, sebagian besar burung piaraan juga membutuhkan asupan embel-embel multivitamin yang tidak didapatkan dari perawatan hariannya. Pemberian BirdVit yang dilarutkan ke dalam air minumnya sanggup membantu menjaga kondisinya sepanjang hari, selain itu juga sanggup memaksimalkan sistem kekebalan tubuhnya sehingga sanggup terhindar dari banyak sekali macam penyakit.

Jangan lupa juga untuk selalu memperlihatkan perawatan yang rutin dan teratur setiap harinya, terutama derma mandi dan jemur. Dan yang terpenting dari itu yaitu selalu menjaga kebersihan lingkungan, sangkar dan perlengkapannya.

Dengan menerapkan referensi rawatan yang sehat maka keadaan burung yang dipiara akan selalu terjaga sehingga mereka akan membalas perlakuan kita tersebut dengan mengeluarkan bunyi kicauannya yang merdu.

Semoga bermanfaat

+Pengenalan Penyakit Melalui Faces, Urine Dan Uret

+PENGENALAN PENYAKIT MELALUI FACES, URINE DAN URET
 tunjangan pertama perlu pula  dilakukan terhadap burung yang sakit akhir terluka atau  +PENGENALAN PENYAKIT MELALUI FACES, URINE DAN URET
.

+PERTOLONGAN PERTAMA PADA BURUNG SAKIT

Seperti juga pada kesehatan manusia, tunjangan pertama perlu pula dilakukan terhadap burung yang sakit akhir terluka atau jikalau burung memperlihatkan tanda-tanda akan terjangkit suatu penyakit. Untuk itu, perlu disiapkan beberapa peralatan di dalam sebuah kotak khusus. Peralatan itu antara lain sebagai berikut: (Tabel 2)
.

TABEL 2. BAHAN DAN ALAT DALAM TINDAKAN PERTOLONGAN BESERTA FUNGSINYA

 tunjangan pertama perlu pula  dilakukan terhadap burung yang sakit akhir terluka atau  +PENGENALAN PENYAKIT MELALUI FACES, URINE DAN URET
Selain itu, dibutuhkan juga lampu penghangat berupa sebuah lampu pijar (bohlam) berkapasitas 40—60 watt atau sebuah lampu infra merah. Jika burung peliharaan memperlihatkan tanda-tanda sakit maka sanggup pribadi diberikan tunjangan sementara sebelum dibawa ke dokter hewan. Tindakan tunjangan ini mencakup beberapa hal.
1. Memberikan kehangatan pada badan burung
Burung yang sakit diisolasi, dipisahkan dari burung lain yang sehat. Burung itu dimasukkan ke dalam sebuah kandang yang telah diberi ganjal koran. Disediakan sedikit minum. Berikan kehangatan pada badan si burung melalui lampu pijar berkapasitas 60 watt. Untuk mengurangi sinar dari lampu sanggup diberikan penghalang berupa kain atau kertas. Perlu diperhatikan supaya materi penghalang sinar lampu ini tidak gampang terbakar, suhunya pun sebaiknya tidak melebihi 37° C.
2. Memberikan pakan ekstra
Berikanlah pakan ekstra yang memiliki kandungan gizi tinggi, ibarat kroto basah, madu, susu, daging, atau hati tergantung pada jenis burungnya. Pakan ini diberikan dalam bentuk bubur (jus). Jika burung menolak untuk makan sendiri maka harus dipaksakan, dicekokkan pribadi ke mulutnya dengan menggunakan alat spuit. Hal ini sebaiknya dilakukan dengan hati hati supaya tidak salah memasukkan pakan ini ke jalan masuk pernapasan.
3. Memberikan minuman
Burung yang sedang sakit akan jarang minum. Padahal, pada dikala sakit burung akan lebih banyak buang air dengan kondisi feses yang lebih encer sehingga sanggup mengakibatkan kekurangan cairan tubuh (hilangnya cairan tubuh). Keadaan ibarat ini sanggup diatasi dengan cara memperlihatkan pakan yang banyak mengandung air, contohnya buah pepaya. Dengan cara ini maka ancaman kekurangan cairan tubuh sanggup diperkecil.
4. Memberikan ketenangan
Burung yang sakit juga membutuhkan ketenangan lingkungan. Dengan lingkungan yang hening maka ancaman stres sanggup diperkecil
alasannya yaitu stres akan memperburuk kondisi badan burung. Sebaiknya dihindari pandangan dan bunyi manusia, burung, binatang lain, atau benda apa pun yang sanggup mengakibatkan gangguan pada burung yang sakit.

Solusi Kacer Mogok Suara setelah Mabung

Apakah anda mempunyai burung kacer yang kini jadi jarang suara sesudah jawaban mabung, padahal sebelumnya burung tersebut dapat dibilang termasuk rajin bunyi atau rajin bunyi. permasalahan tersebut biasanya terjadi alasannya ialah ada gangguan metabolisme dalam badan burung tersebut yang menciptakan kacer tidak dalam keadaan sebelum mabung.




Sewaktu mengalami masa mabung burung akan lebih memfokuskan pada usahanya untuk merontokan bulu usang dan untuk itu burung membutuhkan nutrisi dan kuliner yang penuh protein termasuk vitamin untuk mendukung aksinya tersebut, dan dalam masa itu sesungguhnya burung merasa 'sakit' jadi sangat tidak anggun dan tidak ada keuntungannya bila sewaktu burung dalam keadaan mabung kita paksakan untuk terus berkicau apalagi dipaksa keluar sifat fighternya contohnya dalam sebuah lomba atau kontes. sebaiknya pada saat burung mabung tersebut diberikan perawatan mabung mirip :
  1. Full Kerodong untuk menciptakan burung lebih damai menghadapi masa mabungnya dan melucuti bulu-bulunya dengan sempurna. 
  2. Stop Mandi dan Jemur selama bulu mulai rontok. 
  3. Full ekstra Fooding yang lebih dari biasanya.
  4. Pemberian Vitamin yang sesuai selama masa mabung contohnya BirdVit dan BirdMoltPre untuk membantu burung mengatasi masa mabungnya. 


setelah burung melewati masa mabung dan bulu-bulu gres mulai tumbuh, waktunya kita beralih ke perawatan pra mabung. yang antara lain :

  1. Full kerodong untuk menciptakan burung lebih damai dan pertumbuhan bulu yang lebih tepat dan lebih cepat.
  2. Mandi dua kali sehari dengan pengeringan yang secukupnya, kemudian sesudah itu burung kembali di kerodong.
  3. Full Ekstra Fooding yang lebih dari biasanya.
  4. Pemberian Vitamin yang sesuai selama masa pertumbuhan bulu gres mirip BirdVit dan BirdMoltPost [BMT Post] untuk membantu burung menumbuhkan bulu-bulu barunya dengan sempurna.
Dan untuk mengembalikan stamina dan keadaan burung sesudah mabung selesai, pengaturan rawatan dan pakan yang penuh protein juga hendaknya tetap diberlakukan. contohnya pertolongan vitamin harus selalu disiapkan sebelum burung benar-benar dalam keadaan FIT sesudah mabung, hal ini biar burung akan masuk pada TOP FORM nya sesudah bulu-bulu barunya sudah FULL atau tuntas. perawatan yang tidak tepat akan menciptakan burung menjadi kurang keadaan dan malah sesudah mabung jawaban burung menjadi tidak rajin bunyi maupun berkurang frekuensi gacornya atau tidak suara sama sekali.

Berikut ialah perawatan untuk mengatasi burung kacer yang menjadi macet bunyi, atau berkurang kegacorannya sesudah masa mabung jawaban :

  1. Pemberian pakan ekstra fooding yang lebih ditingkatkan contohnya pertolongan jangkrik yang harus konsisten setiap harinya contohnya pagi dan sore 7 ekor. 
  2. PEmberian Ulat hongkong yang juga ditingkatkan dan harus konsisten setiap harinya contohnya 7 ekor pagi dan sore.
  3. Pemberian Kroto diberikan satu sendok teh saja yang diberikan setiap pagi hari. 
  4. Pemberian Mandi sore 2 hari sekali setiap minggunya.
  5. Bersihkan dan jaga kebersihan kandang
  6. Jemur secukupnya dikarenakan kini sedang demam isu penghujan.
  7. Berikan suplemen EF yang lain mirip belalang hijau, kelabang, cacing tanah, ulat bambu dan lain sebagainya.
  8. Berikan Vitamin contohnya BirdVit yang dicampurkan dengan airminumnya setiap harinya.

Dengan perawatan yang konsisten tersebut burung kacer akan kembali ke keadaan mirip sebelum saat mabung. semoga bermanfaat.

Memahami Kenakalan Kacer Dan Solusinya

Memahami Kenakalan Kacer Dan Solusinya. Bagi anda penggemar burung kacer/poci, atau sudah merawat kacer cukup lama, niscaya mengenal tingkah laris kacer yang kadang gila dan sulit diatasi. Kacer memang burung yang berkarakter keras dan fighter. Kaprikornus kacer gampang untuk berperilaku gila sehingga menciptakan kita jadi bingung. Anda niscaya tahu bagaimana pusingnya kalau kacer anda ngruji/ngeruji, kacer salto, kacer yang suka turun dari tenggeran/tangkringan, atau bahkan kacer yang gamar menyerang burung lain. Beberapa penyakit kacer itu sanggup dikatakan sebagai kenakalan kacer yang harus kita atasi. Bagaimana caranya? Pada kesempatan ini kami akan mengembangkan tips untuk anda dalam memahami kenakalan kacer dan solusinya. Semoga apa yang kami sampaikan sanggup membantu anda semua sobat.

 niscaya mengenal tingkah laris kacer yang kadang gila dan sulit diatasi MEMAHAMI KENAKALAN KACER DAN SOLUSINYA

Kenakalan kacer sanggup diartikan sebagai sikap gila dan tidak normal yang dilakukan oleh kacer, sehingga mengganggu penampilan kacer. Untuk kacer lomba, terang kenakalan ini sangat merugikan lantaran sanggup mengurangi evaluasi juri. Nah untuk mengatasi kenakalan kacer, maka harus diadaptasi dengan jenis kenakalannya. Karena setiap sikap badung kacer tidak sanggup sembarangan cara mengatasinya. Pada kesempatan sebelumnya kami juga pernah mengembangkan tips perihal mengatasi kacer membisu dikala lomba. Kembali ke topik awal, bagi anda kacermania yang gundah dengan kenakalan kacer, simak tips berikut ini. Tips ini sanggup anda lakukan kalau memang kacer anda badung dan berperilaku aneh.

Kenakalan Kacer Dan Solusinya

Ada beberapa jenis kenakalan kacer yang sanggup diterapi semoga kembali normal. Dan cara-cara ini menurut pengalaman dan hasilnya positif.

1. Mengatasi Kacer Salto
Nah kenakalan kacer yang pertama ini yakni yang sering dilakukan oleh kacer. Kacer yang suka salto sanggup disebabkan lantaran banyak hal, contohnya lantaran OB atau lantaran sangkar yang kurang nyaman. Nah untuk mengatasi kacer salto sanggup dilakukan dengan banyak cara, di antaranya sebagai berikut :
  • Mengurangi porsi EF kalau anda indikasi kacer OB.
  • Mengganti posisi tangkringan. Posisi tangkringan sanggup dinaikkan semoga ruang kacer untuk salto semakin sempit.
  • Mengganti sangkar kacer dengan atap yang rata/tidak melengkung.
  • Menutup atap sangkar dengan kain.
  • Memberi ranjau pada atap sangkar. Bisa dengan rajau pentil atau bola.
  • Memindahkan kacer ke sangkar umbaran semoga geraknya leluasa.
  • Full kerodong.

Cara-cara di atas sebetulnya sanggup anda coba, dan pada alhasil anda akan memahami cara-cara mana saja yang efektif mengatasi kacer salto.

2. Mengatasi Kacer Kanibal
Kacer kanibal diartikan dengan sikap kacer yang suka mencabuti bulunya sendiri, terutama di potongan dada. Jika kacer terus mencabuti bulunya sendiri, maka akan terjadi iritasi dan alhasil jatuh sakit. Penyebabnya rata-rata lantaran kacer stress dan drop mentalnya sesudah melihat burung kacer lain atau mendengar bunyi burung lain yang lebih keras dan oke. Biasanya sesudah lomba atau trek. Untuk itu anda harus memahami dulu kacer siap lomba. Untuk mengatasi kacer kanibal, ada salah satu cara yang sanggup anda coba. Caranya yakni sebagai berikut :
  • Karantina kacer ke ruangan yang damai dan jauh dari burung lain. Jangan hingga mendengar kicauan burung lain.
  • Berikan buah-buahan ibarat pepaya, pisang, atau mentimun. Jika tidak terbiasa, buah sanggup dipotong kecil-kecil.
  • Stop pertolongan EF. Pakan hanya pakan kering dan voer saja.
  • Juga sanggup dipindahkan ke sangkar umbaran yang lebih luas semoga suasananya baru.

Itulah terapi yang sanggup anda lakukan untuk mengatasi kacer kanibal atau suka mencabuti bulunya sendiri. Pada dasarnya lantaran drop mentalnya, stress, atau sanggup juga lantaran OB.

3. Mengatasi Kacer Anjlok
Kacer anjlok yakni bahasa jawa yang artinya turun. Maksudnya yakni kacer yang suka turun dari tangkringan. Kacer yang suka turun dari tangkringan tentu sangat mengganggu penampilan kacer anda, apalagi dikala di lapangan. Nah untuk menyiasatinya, anda sanggup melaksanakan cara-cara berikut ini :
  • Dengan menaruh balok es di dasar sangkar semoga kacer tidak turun dari tangkringan.
  • Dengan memasang karet pentil di dasar sangkar.
  • Dengan memasang ranjau bola.

Anda sanggup menentukan di antara cara di atas dan diterapkan untuk kacer yang suka anjlok. Jika satu cara belum berhasil, cobalah cara yang lain lagi hingga ketemu terapi yang pas.

4. Mengatasi Kacer Ngruji
Kacer ngruji/ngeruji yakni sikap kacer yang juga harus segera diatasi. Untuk cara mengatasi kacer ngeruji ada beberapa cara yang sanggup anda lakukan, di antaranya sebagai berikut :
  • Mengganti sangkar kotak dengan sangkar bulat.
  • Atau mengganti sangkar lingkaran dengan sangkar kotak.
  • Porsi EF dikurangi.
  • Bisa juga diberi buah pepaya dan pisang.
  • Berikan larutan penyegar untuk meredam birahi kacer. Namun kami sarankan jangan terlalu sering memberi larutan penyegar.

Sebenarnya setiap kacermania punya pengalaman masing-masing dalam mengatasi kacer yang nakal. Untuk itu anda boleh saja mencoba tips dari kami, tetapi kalau anda sudah punya cara jitu lain maka jangan ragu untuk mencoba. Semoga Kacer Anda Kembali Normal dan Gacor.

Sobat kicaukan, demikian gosip yang sanggup kami sampaikan perihal memahami kenakalan kacer dan solusinya. Semoga bermanfaat bagi anda semua, dan terima kasih telah membaca artikel ini. Simak terus Kicaukan Klub Burung Kicau untuk mendapat aneka macam macam gosip penting seputar dunia burung dan perawatannya. Salam kicau, semoga sukses.!!!

Jangan lupa membaca yang ini juga teman : Cara Paling Ampuh Agar Bakalan Kacer Rajin Bunyi

Sobat kicaukan, kalau anda menilai artikel ini bermanfaat bagi anda silakan like di Facebook, tweet di Twitter, atau Google +. Terima kasih.

Memahami Kenakalan Kacer Dan Solusinya

Budidaya Ternak Kelinci

                   Budidaya Ternak Kelinci

 wCEAAkGBxMTEhUTEhMWFhUXGBcbGBgXFxYYFhgWGBgYFxoYGBUYHSggGBsmHRcXITEiJSkrLi Budidaya Ternak Kelinci

Berikut ini yaitu serba-serbi budidaya ternak kelinci dimulai dengan sejarah singkat ternak kelinci, sentra  budidaya ternak kelinci, jenis-jenis ternak kelinci, manfaat ternak kelinci, persyaratan lokasi budidaya ternak kelinci,  fatwa teknis budidaya ternak kelinci, hama dan penyakit ternak kelinci dan lain-lain.

1. SEJARAH SINGKAT
Ternak ini semula binatang liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan semenjak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, materi pangan dan sebagai binatang percobaan. Hampir setiap negara di dunia mempunyai ternak kelinci alasannya yaitu kelinci mempunyai daya pembiasaan tubuh yang relatif tinggi sehingga bisa hidup di hampir seluruh dunia. Kelinci dikembangkan di kawasan dengan populasi penduduk relatif tinggi, Adanya penyebaran kelinci juga mengakibatkan sebutan yang berbeda, di Eropa disebut rabbit, Indonesia disebut kelinci, Jawa disebut
trewelu dan sebagainya.
2. SENTRA PERIKANAN
Di Indonesia masih terbatas kawasan tertentu dan belum menjadi pusat produksi/dengan kata lain pemeliharaan masih tradisional.
3. JENIS
Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai berikut :
Ordo : Lagomorpha
Famili : Leporidae
Sub famili : Leporine
Genus : Lepus, Orictolagus
Spesies : Lepus spp., Orictolagus spp.
Jenis yang umum diternakkan yaitu American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada bahwasanya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lain hingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White dan Californian sangat baik untuk produksi daging, sedangkan Angora baik untuk bulu.
4. MANFAAT
Manfaat yang diambil dari kelinci yaitu bulu dan daging yang hingga ketika ini mulai laris keras di pasaran. Selain itu hasil ikutan masih sanggup dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak.
5. PERSYARATAN LOKASI
Dekat sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas gangguan asap, bau-bauan, bunyi bising dan terlindung dari predator.
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Yang perlu diperhatikan dalam perjuangan ternak kelinci yaitu persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan kandang, penyediaan bibit dan penyediaan pakan.
  1. Penyiapan Sarana dan Perlengkapan
    Fungsi sangkar sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21° C, sirkulasi udara lancar, usang pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan, sangkar kelinci dibedakan menjadi sangkar induk. Untuk induk/kelinci remaja atau induk dan anak-anaknya, sangkar jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang anak lepas sapih. Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi bantalan 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.
    Menurut bentuknya sangkar kelinci dibagi menjadi:
    1. Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda.
    2. Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran.
    3. Kandang battery; menyerupai sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).
      Perlengkapan sangkar yang diharapkan yaitu tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan gampang dibersihkan.
  2. Pembibitan
    Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut. Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara.
    1. Pemilihan bibit dan calon induk
      Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot tubuh dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu terang menentukan bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak gampang nervous, tidak cacat, mata higienis dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.
    2. Perawatan Bibit dan calon induk
      Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh alasannya yaitu itu perawatan utama yang perlu perhatian yaitu pertolongan pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi sangkar yang baik serta mencegah sangkar dari gangguan luar.
    3. Sistem Pemuliabiakan
      Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:
      1. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik contohnya bulu, proporsi daging.
      2. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapat keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.
      3. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis gres yang diharapkan mempunyai penampilan yang merupakan
        perpaduan 2 keunggulan bibit.
    4. Reproduksi dan Perkawinan
      Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai remaja pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore
      hari di sangkar pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, sehabis itu pejantan dipisahkan.
    5. Proses Kelahiran
      Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci sanggup dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari sehabis perkawinan, jikalau terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke sangkar beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.
  3. Pemeliharaan
    1. Sanitasi dan Tindakan Preventif
      Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering supaya tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan berair menimbulkan kelinci gampang pilek dan terjangkit penyakit kulit.
    2. Pengontrolan Penyakit
      Kelinci yang terjangkit penyakit umumnya punya tanda-tanda lesu, nafsu makan turun, suhu tubuh naik dan mata sayu. Bila kelinci mengatakan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.
    3. Perawatan Ternak
      Penyapihan anak kelinci dilakukan sehabis umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan sangkar tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah remaja yang terlalu dini. Pengebirian sanggup dilakukan ketika menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.
    4. Pemberian Pakan
      Jenis pakan yang diberikan mencakup hijauan mencakup rumput lapangan, rumput gajah, sayuran mencakup kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat mencakup jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang sanggup dibeli di toko pakan ternak. Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di sangkar untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.
    5. Pemeliharaan Kandang
      Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke sangkar untuk membunuh bibit penyakit. Dinding sangkar dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit
      dibersihkan dengan kreolin/lysol.
7. HAMA DAN PENYAKIT
  1. Bisul
    Penyebab: terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.
    Pengendalian: pembedahan dan pengeluaran darah kotor selanjutnya diberi Jodium.
  2. Kudis
    Penyebab: Darcoptes scabiei. Gejala: ditandai dengan koreng di tubuh.
    Pengendalian: dengan antibiotik salep.
  3. Eksim
    Penyebab: kotoran yang melekat di kulit.
    Pengendalian: memakai salep/bedak Salicyl.
  4. Penyakit telinga
    Penyebab: kutu.
    Pengendalian: meneteskan minyak nabati.
  5. Penyakit kulit kepala
    Penyebab: jamur.
    Gejala: timbul semacam sisik pada kepala.
    Pengendalian: dengan abu belerang.
  6. Penyakit mata
    Penyebab: kuman dan debu.
    Gejala: mata berair dan berair terus.
    Pengendalian: dengan salep mata.
  7. Mastitis
    Penyebab: susu yang keluar sedikit/tak sanggup keluar.
    Gejala: puting mengeras dan panas jikalau dipegang.
    Pengendalian: dengan tidak menyapih anak terlalu mendadak.
  8. Pilek
    Penyebab: virus.
    Gejala: hidung berair terus.
    Pengendalian: penyemprotan antiseptik pada hidung.
  9. Radang paru-paru
    Penyebab: kuman Pasteurella multocida.
    Gejala: napas sesak, mata dan indera pendengaran kebiruan.
    Pengendalian: diberi minum Sul-Q-nox.
  10. Berak darah
    Penyebab: protozoa Eimeira.
    Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah.
    Pengendalian: diberi minum sulfaquinxalin takaran 12 ml dalam 1 liter air.
  11. Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci menyerupai anjing. Pada umumnya pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, pertolongan pakan yang sesuai dan memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak yang sakit.
8. PANEN
  1. Hasil Utama
    Hasil utama kelinci yaitu daging dan bulu
  2. Hasil Tambahan
    Hasil aksesori berupa kotoran untuk pupuk
  3. Penangkapan
    Kemudian yang perlu diperhatikan cara memegang kelinci hendaknya yang benar supaya kelinci tidak kesakitan.
9. PASCAPANEN
  1. Stoving
    Kelinci dipuasakan 6-10 jam sebelum potong untuk mengosongkan usus. Pemberian minum tetap .
  2. Pemotongan
    Pemotongan sanggup dengan 3 cara:
    1. Pemukulan pendahuluan, kelinci dipukul dengan benda tumpul pada kepala dan ketika koma disembelih.
    2. Pematahan tulang leher, dipatahkan dengan tarikan pada tulang leher. Cara ini kurang baik.
    3. Pemotongan biasa, sama menyerupai memotong ternak lain.
  3. Pengulitan
    Dilaksanakan mulai dari kaki belakang ke arah kepala dengan posisi kelinci digantung.
  4. Pengeluaran Jeroan
    Kulit perut disayat dari pusar ke ekor kemudian jeroan menyerupai usus, jantung dan paru-paru dikeluarkan. Yang perlu diperhatikan kandung kemih jangan hingga pecah alasannya yaitu sanggup menghipnotis kualitas karkas.
  5. Pemotongan Karkas
    Kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2 potong serpihan dada dan 2 potong serpihan belakang. Presentase karkas yang baik 49-52%.
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
  1. Analisa Usaha Budidaya
    Perkiraan analisis budidaya kelinci didasarkan pada jumlah ternak per 20 ekor induk:
    1. Biaya Produksi
      1. Kandang dan perlengkapan Rp. 1.000.000,-
      2. Bibit induk 20 ekor @ Rp. 30.000, Rp. 600.000,-
      3. Pejantan 3 ekor @ Rp. 20.000,- Rp. 60.000,-
      4. Pakan
        • Sayur + rumput Rp. 1.000.000,-
        • Konsetrat (pakan tambahan) Rp. 2.000.000,-
      5. Obat Rp. 1.000.000,-
      6. Tenaga kerja 2 x 12 x Rp. 150.000,- Rp. 3.600.000,-
        Jumlah biaya produksi Rp. 9.260.000,-
    2. Pendapatan
      Kelahiran hidup/induk/tahun = 31 ekor
      Penjualan:
      1. Bibit: 20 x 15 x Rp. 20.000,- Rp. 6.000.000,-
      2. Kelinci potong 20 x 15 x Rp. 50.000,- Rp. 15.000.000,-
      3. Feses/kotoran Rp. 60.000,-
      4. Bulu Rp. 750.000,-
        Jumlah pendapatan Rp. 21.810.000,-
    3. Keuntungan Rp. 12.550.000,-
    4. Parameter kelayakan perjuangan : – B/C ratio = 2,36
  2. Gambaran Peluang Agribisnis
    Gerakan peningkatan gizi yang dicanangkan pemerintah terutama yang berasal dari protein hewani hingga ketika ini masih belum terpenuhi. Kebutuhan daging kita masih banyak dipenuhi dari impor. Kelinci yang punya keunggulan dalam cepatnya berkembang, mutu daging yang tinggi, pemeliharaan gampang dan rendahnya biaya produksi menjadikan ternak ini sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi didukung dengan usul pasar dan harga daging maupun bulu yang cukup tinggi.
11. DAFTAR PUSTAKA
  1. Anonymous, 1986, Pemeliharaan Kelinci dan Burung Puyuh, Yasaguna, Jakarta.
  2. Kartadisastra. HR, 1995, Beternak Kelinci Unggul, Kanisius, Yogyakarta.
  3. Sarwono. B, 1985, Beternak Kelinci Unggul, Penebar Swadaya, Jakarta.
  4. Yunus. M dan Minarti. S, 1990, Aneka Ternak, Universitas Brawijaya, Malang.
12. KONTAK HUBUNGAN
  1. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829
  2. Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166 69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id
Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

Search

Popular Posts

Blog Archive