| mencatat data dalam penetasan sangatlah penting. Kita tidak bakal bisa untuk mengingat setrik detail jumlah telur yg masuk, jumlah telur yg fertil, indukan penghasil telur usia berapa, telur di simpan berapa lama. Kemampuan kita untuk mengingat setrik detail segala sesuatu yg berafiliasi dengan jadwal pe netasan sangatlah terbatas.
Dengan adanya catatan, kita bakal lebih Mudah mempelajari dan menemukan faktor penyebab kegagalan pada proses penetasan yg kita lakukan.
Penyebab kegagalan pada proses penetasan sanggup kita lihat dari cangkang telur dan dari embrio yg mati sebelum keluar dari cangkang telur tersebut. Berikut di bawah ini sanggup anda jadikan rujukan untuk mencari penyebab kegagalan dalam penetasan telur dengan Memakai mesin tetas.
1.Embrio Mati Pada Awal Penetasan. Untuk mengetahui apakah embrio mati pada 7-14 hari awal penetasan atau tidak, sanggup di ketahui dengan trik memegang telur tersebut, apabila di goyang dan terasa koclak, itu berMakna telur tersebut fertil dan embrio mengalami simpulan hidup pada awal penetasan.
Biasanya ini terjadi lantaran di sebabkan oleh indukan yg kurang sehat, kurangnya nutrisi dalam makanan, indukan yg gres pertama bertelur, dan mati listrik selama lebih dari 6 jam.
2. Telur Kosong Pada Hari Ke 7. Apabila peneropongan pada hari ke tujuh, telur masih bening dan tidak menawarkan menyerupai ada jaring laba-laba, maka telur tersebut yaitu telur yg tidak di buahi atau tidak fertil.
Berbeda dengan yg wiraternak sebutkan pada point pertama, telur kosong atau tidak fertil, tidak bakal koclak saat di goyang-goyang meskipun telur yg lain sudah menetas.
Usia ayam, peneluran periode pertama, kurangnya nutrisi, atau tidak di buahi pejantan yaitu beberapa penyebab telur tidak di buahi. Maknakel Terkait:
3. Embrio Tidak Dapat Memecah Cangkang Telur Embrio tidak sanggup memecah cangkang telur, biasanya di karnakan kurangnya kelembaban di dalam mesin tetas,yg menimbulkan cangkang telur menjadi lebih kering dan keras, sehingga tidak sanggup dipecahkan oleh embrio tersebut.
Indikasi kurangnya kelembaban pada mesin tetas sanggup di lihat dari bentuk cangkang telur dan dari bentuk embrio itu sendiri. Cangkang telur terlihat lebih kering dan keras, kadar air dalam cangkang telur juga sangat sedikit, badan embrio cenderung melekat pada cangkang telur.
Rendahnya kelembaban dalam mesin tetas, menimbulkan cangkang telur menjadi lebih kering dan juga menimbulkan menempelnya badan embrio pada cangkang telur sehingga embrio tidak sanggup memutar tubuhnya untuk memecah cangkang telur. Pada kasus ini, ada embrio yg masih bertahan hidup, ada juga yg mengalami simpulan hidup di dalam telur.
4. Kelembaban terlalu tinggi Berbeda dengan point nomer 3 yaitu Embrio Tidak Dapat Memecah Cangkang Telur lantaran rendahnya kelembaban.
Tingginya kelembaban udara dalam mesin tetas, juga sanggup menyebabkan kegagalan pada proses penetasan. Tingginya kelembaban udara ini sanggup kita lihat pada kondisi telur, dimana embrio mengalami simpulan hidup dengan kondisi telur di penuhi oleh air.
Dengan banyaknya kandungan air yg berada dalam telur, tentu bakal menimbulkan embrio tersebut karam kemudian mengalami kematian.
5. Telur Tertutup Lendir Cairan Dari Anak Ayam Lain Pada beberapa kali penetasan yg wiraternak amati, model mesin tetas dengan rak penetasan dua tingkat lebih menghasilkan prosentase daya tetas yg tinggi.
Dengan Memakai model mesin tetas manual satur rak, saat telur lain sudah menetas terlebih dahulu, DOC tidak menginjak-injak telur yg belum menetas. Telur yg belum menetas ini biasanya bakal terkena cairan dari DOC yg gres menetas. Cairan atau lendir ini kemudian mengering dan membuat cangkang telur menjadi lebih susah di pecahkan oleh embrio yg bakal menetas.
Berbeda dengan Memakai mesin tetas manual dua rak, rak pertama untuk menempatkan telur tetas, rak kedua untuk menampung DOC yg gres menetas. Jadi saat DOC menetas, DOC bakal terperosok masuk ke dalam rak penampungan DOC, hal ini mengantisipasi di injak-injaknya telur yg belum menetas oleh DOC yg gres menetas.
Selain tertutupnya cangkang telur oleh lendir dari DOC yg gres menetas, kurangnya menjaga kebersihan tangan saat membalik telur juga menjadi Keliru satu penyebab kegagalan dalam penetasan telur.
Usahakan tangan dalam keadaan higienis saat bakal membalik telur. Saat kotoran dari tangan melekat pada cangkang telur, hal ini bakal menutupi pori-pori yg ada pada cangkang telur. Tertutupnya pori-pori ini bakal menimbulkan kurangnya asupan oksigen yg di butuhkan oleh embrio yg ada di dalam telur.
Kegagalan penetasan pada point ini sanggup kita lihat pada cangkang telur yg memiliki noda kekuningan. Atau noda minyak pada cangkang telur yg tidak sanggup di pecahkan oleh embrio.
Demikin tadi yaitu beberapa penyebab kegagalan dalam penetasan dimana penyebabnya sanggup kita lihat dari bentuk telur. Apabila masih merasa belum sanggup memahami, silahkan kirimkan pertanyaan anda pada kolom komentar.
Salam sukses peternakan, Semoga bermanfaat.
Caranya terbaik untuk meningkatkan produktifitas ayam kampung yaitu dengan Mengubah trik beternak ayam dari peternakan tradisional menjadi peternakan ayam kampung setrik intensif.
Dengan beternak ayam kampung setrik intensif, hasil yg bakal di peroleh jauh lebih maksimal di bandingkan dengan trik beternak ayam kampung pada umumnya. Hanya saja untuk beternak ayam kampung setrik intensif, di butuhkan ketersediaan modal yg cukup untuk memenuhi pembiayaan pemeliharaan selama ayam kampung yg di pelihara belum memperlihatkan hasil.
Sistem peternakan ayam kampung intensif merupakan sistem beternak ayam kampung yg masih belum banyak di kenal oleh masyarakat Indonesia. Karena kurangnya sosialisasi mengenai sistem peternakan ayam kampung yg lebih menguntungkan, menimbulkan tidak adanya citra dalam benak para peternak ayam kampung skala kecil mengenai trik beternak ayam kampung setrik intensif. Bahkan untuk memahami kata intensif dalam beternak ayam kampung pun, masih banyak yg belum mengerti.
Caranya Beternak Ayam Kampung Setrik Intensif Itu Bagaimana?
Definisi Intensif berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia yaitu sesuatu yg di lakukan setrik sungguh-sungguh dan dilakukan setrik terus menerus sehingga memperlihatkan hasil yg lebih optimal. Sungguh-sungguh di sini memiliki Makna memperhatikan, menganalisa dan mengevaluasi sehingga sanggup di capai hasil yg maksimal. Hubungan makna intensif dengan peternakan ayam kampung yaitu sistem beternak setrik intensif yaitu sistem peternakan di mana perhitungan faktor-faktor yg memperlihatkan laba di perhatikan dengan cermat. Dengan memperhatikan faktor-faktor yg memperlihatkan laba setrik cermat, tentu faktor-faktor yg menimbulkan kegagalan juga di perhatikan setrik cermat pula, sehingga kegagalan sanggup di antisipasi sedini mungkin.
Dalam peternakan intensif, masakan yg di konsumsi oleh ternak benar-benar di perhatikan, seberapa besar masakan tersebut sanggup memperlihatkan hasil berupa meningkatnya produktifitas hasil ternak. Bahasa sederhananya, masakan 1kg bakal menjadi daging berapa kilogram atau menjadi telur berapa butir.
Oleh alasannya itu, ayam kampung yg di pelihara benar-benar di fokuskan untuk berproduksi. Berbeda dengan trik pemeliharaan sistem tradisional, dimana ayam di beri makan tetapi ayam tidak di fokuskan untuk berproduksi. Sehingga energi yg di hasilkan dari makanan, bakal di gunakan untuk hal yg tidak mendukung produktifitas ternak itu sendiri.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita masih melihat ayam yg di pelihara setrik tradisional, dimana sang pemelihara tetap memperlihatkan makanan, walaupun ala kadarnya. Ayam yg di pelihara setrik tradisional, ayam tetap di beri makan, bakal tapi ayam tapi tidak di fokuskan menampilkan produksi terbaiknya, tapi malah jalan-jalan, lari-lari.
Pemeliharaan anakan ayam setrik tradisional juga di berikan setrik ala kadarnya, tanpa memperhatikan kebutuhan asupan nutrisi yg berkualitas untuk menunjang masa pertumbuhannya. Pertumbuhan yg lambat, produksi telur yg tidak maksimal yaitu Keliru satu jawaban dari tidak tercukupinya nutrisi pada masa pertumbuhan ayam.
Dengan pemeliharaan setrik intensif, dimana DOC atau anak ayam di berikan masakan sesuai dengan kandungan nutrisi yg di butuhkan, sehingga sasaran berat tubuh ayam sanggup di capai dalam hitungan bulan.
Bagaimana Mengawali Peternakan Ayam Kampung Intensif? Pemeliharaan ayam kampung setrik intensif berbeda dengan pemeliharaan ayam kampung setrik tradisional, baik dari perkandangan, perawatan dan derma makanan.
Selain hal tersebut di atas, pemeliharaan setrik intensif juga memperhatikan pelaksanaan kegiatan vaksinasi setrik tertib. Vaksinasi merupakan hal yg dihentikan di lewatkan dalam pemeliharaan ayam kampung setrik intensif, alasannya vaksinasi yaitu Keliru satu trik untuk menekan angka kematian pada ayam kampung.
Tingkat kematian maksimal pada peternakan untuk satu periode produksi yaitu sebesar 10%. Di atas 10%, maka peternakan bakal sulit untuk mendapat laba yg maksimal. Menekan angka kematian merupakan hal yg tidak pernah di perhatikan dalam memelihara ayam kampung setrik tradisional.
Langkah-langkah yg Musti di lakukan dalam mengawali peternakan ayam kampung setrik intensif, setrik garis besar yaitu sebagai berikut: 1. Membuat Kandang
Desain perkandangan pada pemeliharaan ayam kampung setrik intensif sangat berbeda dengan desain perkandangan pada peternakan ayam kampung setrik tradisional.
Pada peternakan ayam kampung setrik intensif, desain kandang di sesuaikan dengan tujuan pemeliharaan. Desain sangkar pada peternakan intensif sanggup di bedakan menjadi 3 kandang: A. Kandang Perkawinan:
Untuk menghasilkan telur tetas, di butuhkan telur yg di buahi oleh pejantan. Pada peternakan ayam kampung intensif, sangkar untuk perkawinan ada dua jenis, yaitu sangkar baterai dan sangkar koloni.
Kandang baterai di gunakan apabila peternakan yg di jalankan Memakai metode kawin suntik atau inseminasi buatan. Kaprikornus sangkar baterai di gunakan khusus untuk memelihara indukan yg bakal di ambil telurnya untuk di tetaskan. Sementara Kandang Koloni dipakai apabila perkawinan Memakai sistem koloni, dimana satu pejantan di tempatkan dalam satu sangkar dengan 5 hingga 8 betina. Desain lantai pada sangkar koloni ini di buat miring ibarat pada lantai sangkar baterai. Sehingga dikala betina bertelur, telur eksklusif menggelinding ke arah daerah telur. B. Kandang DOC /Starter Untuk sangkar DOC, bentuk dan penggunaannya sama ibarat sangkar ayam pedaging. Dapat Memakai sangkar panggung, atau sangkar postal dengan lantai dari tanah yg sudah di lapisi sekam. Pada hari pertama penetasan, DOC di tempatkan pada inkubator yg dengan lampu penghangat, lalu sehabis 4 hari DOC sanggup di pindah ke sangkar pembesaran dimana masih Memakai penghangat. Pemeliharaan masa starter ini sanggup di lakukan juga di sangkar grower, dengan trik memperlihatkan lingkar berupa seng, semakin bertambah usia ayam starter, maka luas lingkar semakin di diperbesar. C.Kandang Pembesaran/ Grower-Finisher Seng yg di jadikan batas lingkar pada pemeliharaan fase starter sanggup di lepas dikala usia anak ayam sudah mencapai 2 minggu. Pada masa ini ayam di pelihara hingga panen. Untuk ayam kampung, pemeliharaan dengan contoh intensif untuk mencapai masa panen di butuhkan waktu sekitar 2,5-3 bulan. 2. Penetasan TelurSeperti yg sudah di jelaskan pada perkandangan, telur tetas di hasilkan dari hasil perkawinan antara ayam jantan dan ayam betina, baik dengan trik kawin suntik atau inseminasi buatan, maupun dengan trik kawin alami dengan Memakai sangkar koloni. Untuk menghasilkan DOC, penetasan Memakai mesin tetas. Dengan menetaskan telur ayam kampung Memakai mesin tetas ini, ayam betina yg biasanya sehabis final bertelur lalu mengeram, kini tidak mengeram lagi. Karena kiprah mengerami telur-telur sudah di lakukan dengan Memakai mesin tetas. Ayam betina yg tidak mengerami telur ini biasanya bakal berproduksi kembali sehabis sifat mengeram hilang. Pemeliharaan ayam kampung dengan sistem intensif ini memperlihatkan hasil yg maksimal, alasannya ayam betina setiap bulan bakal menghasilkan telur. Tidak demikian dengan pemeliharaan setrik tradisional, ayam kampung gres bakal bertelur lagi sehabis anak-anaknya berusia 2 bulan bahkan bisa lebih. Jika kita hitung: Masa Bertelur: 14 hari Masa Mengeram: 21 hari Masa Mengasuh anakan 60hari Dengan perkiraan Daya Tetas dan Fertilitas 80%. Jumlah telur: 14 butir Fertilitas telur: 14 x 80% = 11.2 atau 11 butir telur Daya Tetas telur: 11 x 80%=8.8 atau 9 ekor DOC yg berhasil menetas. Jika perkiraan lamanya waktu yg di butuhkan untuk mengasuh anakan selama 60 hari, maka dalam waktu 95 hari, atau 3 bulan lebih 5 hari, satu ekor induk betina hanya bakal menghasilkan 9 anak ayam. Masih Memakai perkiraan data dengan perhitungan yg sama, hasil dalam peternakan yg Memakai sistem pemeliharaan setrik intensif, dalam waktu 3 bulan 5 hari, satu indukan bakal menghasilkan 27 anak ayam. Hasilnya tiga kali lipat di bandingkan pemeliharaan ayam kampung Memakai sistem tradisional. 3. Pemberian MakananPemberian masakan pada sistem peternakan setrik intensif, diberikan setrik teratur dengan kandungan nutrisi yg sudah di sesuaikan perhitungannya terhadap kebutuhan nutrisi ayam yg di pelihara. Tercukupinya kebutuhan nutrisi, bisa membantu ayam untuk memperlihatkan performa terbaiknya dalam berproduksi. Sudah niscaya ini bakal memperlihatkan laba yg lebih bagi para peternak ayam kampung setrik intensif. Terjaganya kebersihan masakan dan minuman, bakal membuat ayam menjadi lebih sehat dan tahan penyakit. Pada pemeliharaan ayam dengan trik tradisional, derma masakan dan minuman tidak di berikan setrik teratur dan tanpa memperhitungkan kebutuhan asupan nutrisinya. al ini menjadi penyebab buruknya produktifitas ayam yg di pelihara. 4. Masa PemeliharaanKarena pemeliharaan di lakukan setrik intensif, dimana segala sesuatunya di catat, peternak bakal mengetahui kapan masa panen ayam yg dipeliharanya, dan kapan waktunya regenerasi atau penggantian induk betina.
Induk betina bakal mengalami penurunan kemampuan produksi setalah berusia 1.5 tahun ke atas. Untuk sanggup memaksimalkan keuntungan, peternak bakal melaksanakan penggantian indukan. Dan indukan yg sudah tidak terpakai bakal di jual sebagai ayam kampung pedaging.
Pada pemeliharaan ayam kampung setrik tradisional, usia ayam yg di pelihara tidak terpantau dan tercatat, ini menimbulkan pemborosan yg tidak seharusnya terjadi. Dimana ayam tetap di beri makan sedangkan kemampuan produksinya sudah menurun drastis.
Mengubah contoh pemeliharaan ayam kampung dari contoh pemeliharaan tradisional menjadi contoh pemeliharaan setrik intensif, bakal sanggup meningkatkan kemampuan produksi ayam kampung. Karena dengan contoh pemeliharaan setrik intensif ini, ayam yg di pelihara mendapat perhatian yg cantik untuk semua kebutuhan hidupnya yg sanggup menunjang kemampuan produksi.
Salam peternakan Semoga sukses
Keuntungan beternak ayam kampung yakni adanya kebutuhan pasar yg masih tinggi. Tingginya kebutuhan pasar terhadap ayam kampung di sebabkan masih minimnya pasokan ayam kampung dari peternak dimana kebanyakan memelihara ayam kampung dengan sistem pemeliharaan setrik tradisional.
Pemeliharaan setrik tradisional ini tidak bakal bisa memenuhi kebutuhan pasar. Kebutuhan pasar memiliki sasaran yg pasti, di sisi lain pemeliharaan ayam kampung setrik tradisional yakni suatu perjuangan peternakan yg tidak memiliki sasaran yg jelas Pertumbuhan tidak terpantau, hasil produksi tidak tertarget. Lemahnya Pemeliharaan Ayam Kampung yg Tidak Tertarget!
Membuat sebuah sasaran produksi yg terperinci bakal sanggup membantu seorang peternak untuk selalu melaksanakan kontrol untuk perbaikan di dalam perjuangan peternakannya. Seorang peternak bakal selalu melaksanakan penilaian dalam sistem peternakannya untuk sanggup mencapai sasaran produksi, baik itu produksi daging dan produksi telur.
Target produksi yakni sebuah kerangka kerja yg sangat langka di perhatikan, bahkan bisa di katakan tidak di perhatikan dalam sistem pemeliharaan ayam kampung setrik tradisional. Jika di hitung antara biaya dan perbandingan keuntungan, beternak ayam kampung setrik tradisional yakni sebuah metode ternak yg tidak layak untuk di jalankan. Alih-alih ingin mendapat pemanis penghasilan, yg di dapatkan justru kerugian investasi dan modal.
Tanpa adanya sasaran produksi yg jelas, keuntungan dalam sebuah peternakan ayam kampung, tidak bakal sanggup di hitung setrik kasatmata dan akurat. Pemeliharaan ayam kampung tanpa adanya target, bakal membuat seorang peternak pasrah pada hasil yg di dapatkan dalam peternakannya.
Berbeda dengan peetrnak yg Memakai sasaran produksi, setiap hambatan yg terdapat dalam peternakannya, niscaya bakal merangsang nalar dan pikirannya untuk mendapat solusi dari kendala-kendala tersebut. Setiap terselesaikannya satu kendala, maka meningkat pula produktifitas di dalam perjuangan peternakannya.
Dari beberapa peternak ayam kampung tradisional yg pernah wiraternak kunjungi, hampir semuanya setiap di tanya mengenai perhitungan rugi keuntungan dalam usahanya, tidak bisa menjawab dengan hitung-hitungan pasti. Jawaban yg hampir sama adalah, "Namanya juga perjuangan sampingan" Inilah mindset yg masih perlu di luruskan. Jika menganggap suatu perjuangan yakni sampingan, maka alhasil pun bakal di kesampingkan, lantaran tidak mengatakan hasil atau keuntungan yg signifikan.
Padahal, ayam kampung sedang di tunggu oleh kebutuhan pasar. Dengan contoh peternakan tidak tertarget, hasil dari peternakan ayam kampung tradisional tidak bakal sanggup membantu pertumbuhan ekonomi dalam keluarga.
Keuntungan Beternak Ayam Kampung Ayam kampung yakni Keliru satu unggas dengan tingkat stress rendah. Sudah terbiasanya hidup di lingkungan insan dengan banyak sekali macam keadaan, membuat ayam kampung menjadi lebih Mudah beradaptasi.
Pelaku yakni orang yg lebih mengetahui dongeng yg ada dengan sebenar-benarnya. Begitu juga dalam dunia peternakan ayam kampung, pelaku peternakan ayam kampung yakni orang yg mengetahui gimana keuntungan dari peternakan ayam kampung ini.
Setrik garis besar, keuntungan beternak ayam kampung yg berhasil wiraternak rangkum berdasarkan versi pelaku ternak dan pedagang/pengepul ayam kampung yakni sebagai berikut: 1. Tingginya Permintaan Pasar Keuntungan beternak ayam kampung yg pertama, masih tingginya kebutuhan pasar. Lezatnya daging ayam kampung menjadi Keliru satu daya tarik sendiri bagi pengusaha kuliner untuk membuka banyak sekali olahan daging ayam kampung. Stigma masyarakat wacana ayam kampung yg jauh dari penggunaan obat kimia, menyebabkan daging ayam kampung sebagai Keliru satu daging unggas yg di favoritkan. Selain daging, kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap khasiat telur ayam kampung juga menjadi Keliru satu pemicu yg membuat tingginya kebutuhan pasar bakal hasil produksi ternak ayam kampung. Dengan tingginya undangan pasar, para peternak ayam kampung tidak perlu merasa gundah untuk memasarkan hasil dari peternakan ayam kampungnya. Beternak ayam kampung menjadi lebih menguntungkan, lantaran kebutuhan pasar tersedia luas dengan tingkat persaingan yg masih rendah. 2. Tidak Perlu Menjual Keuntungan beternak ayam kampung yg ke dua, peternak tidak perlu menjual hasil peternakannya. Ya, beternak ayam kampung memang tidak perlu menjual. Menjual di sini dalam Maknaan kita tidak perlu mengantarkan hasil dari peternakan ayam kampung kita ke pasar. Setiap ahad selalu ada pengepul ayam kampung skala kecil yg berkeliling desa untuk membeli ayam kampung dari para peternak. Tingginya kebutuhan pasar, membuat para pengepul berkompetisi untuk mendapat barang dagangan, dan membuat mereka berani berkompetisi dalam mengatakan harga beli. Datangnya pengepul ke daerah kita, bakal sangat menguntungkan untuk peternakan ayam kampung, peternak ayam kampung menjadi lebih fokus mengurusi peternakan yg di jalani, lantaran tidak perlu memikirkan proses penjualan dari hasil peternakannya. 3. Sumber Gizi Bagi KeluargaKeuntungan beternak ayam kampung yg ketiga yakni tersedianya sumber gizi bagi keluarga peternak. Dalam proses penetasan telur tetas, biasanya terdapat beberapa butir telur tetas yg tidak fertil. Telur tetas ini sanggup juga di jual untuk konsumsi, atau sanggup juga di konsumsi sendiri. 4. Kotoran Tidak Terlalu Bau Keuntungan beternak ayam kampung yg ke empat yakni amis kotoran dari peternakan ayam kampung yg tidak terlalu menyengat.
Dalam peternakan ayam, amis kotoran dari sangkar peternakan sangat mengganggu bagi warga sekitar sangkar peternakan ayam. Biasanya lambat laun amis kotoran dari sangkar peternakan ayam bakal di permasalahkan oleh warga yg tinggal di sekitar sangkar peternakan.
Tidak demikian dengan ayam kampung, amis kotoran yg di hasilkan dari peternakan ayam kampung tidak menyengat dan bau. Tentu ini menjadi kelebihan dan keuntungan dari peternakan ayam kampung.
Beternak ayam kampung tentu bakal mengatakan keuntungan, Jika peternakan di lakukan setrik intensif. Dengan menerapkan contoh peternakan ayam kampung setrik intensif, bakal sanggup mengatakan keuntungan yg besar dan membantu meningkatkan perekonomian dalam keluarga. Berapapun jumlah populasi ternak yg di jalani, peternakan intensif tetap lebih menguntungkan di bandingkan contoh peternakan tradisional.
Salam sukses peternakan, Semoga bermanfaat
Metode pembibitan ayam kampung untuk mendapat indukan unggulan. Tingginya seruan pasar terhadap daging maupun telur ayam kampung masih belum di tanggapi oleh peternak ayam kampung setrik serius. Untuk sanggup memenuhi seruan pasar, metode pemeliharaan ayam kampung Musti di lakukan perubahan setrik besar-besaran untuk sanggup menggenjot produksi daging maupun produksi telur ayam kampung.
Dalam perjuangan peternakan ayam kampung, indukan memegang peranan penting untuk menghasilkan DOC yg berkualitas dengan tingkat pertumbuhan yg cepat. Sementara pada dikala ini masih sangat langka wirausaha peternakan ayam kampung yg melaksanakan seleksi indukan yg di jadikan parent stok penghasil DOC unggulan.
Dengan melaksanakan seleksi yg ketat untuk mendapat kualitas indukan yg sesuai dengan tujuan dalam pembibitan, membutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam melaksanakan penyeleksian indukan tersebut. Karena untuk mendapat indukan parent stock yg berkualitas, di butuhkan waktu dan pengamatan yg teliti.
Seperti yg pernah wiraternak bahas pada Maknakel yg berjudul "Dua Jenis Ayam Kampung yg langka Di ketahui", ayam kampung intinya memiliki dua jenis, yaitu ayam kampung dengan huruf penghasil daging, dan ayam kampung yg memiliki huruf penghasil telur.
Seleksi awal untuk mendapat indukan parent stock yg sesuai dengan impian para pelaku wirausaha peternakan, yaitu dengan melaksanakan seleksi tingkat awal yaitu menentukan indukan menyerupai apa yg bakal di jadikan sebagai parent stock pengasil DOC yg bakal di kembangkan dalam peternakannya.
Langkah-langkah seleksi indukan yg bakal di gunakan sebagai indukan awal dalam rangkaian menemukan indukan, untuk di jadikan parent stock tidak cukup hanya mengawinkan satu ayam kampung pejantan dan ayam kampung betina dengan tampilan fisik tertentu.
Langkah untuk mendapat indukan yg bakal di jadikan parent stock, yaitu sebuah langkah pembibitan yg bekesinambungan. Berikut yaitu langkah-langkah yg sanggup di lakukan untuk mendapat indukan parent stok yg bakal di jadikan indukan penghasil DOC berkualitas.
Seleksi Indukan Berdasarkan Usia Usia ayam kampung untuk di jadikan pejantan yg bagus, minimal ayam kampung pejantan tersebut sudah berusia 1 tahun. Pada usia 1 tahun, organ reproduksi pada ayam jantan sudah matang dan siap untuk mengawini ayam kampung betina, sehingga menghasilkan telur fertil dengan kualitas bagus. Ayam jantan yg masih muda, cenderung menghasilkan telur fertil dengan daya tetas rendah dan kualitas DOC yg tidak bagus.
Usia betina ayam kampung yg bakal di jadikan indukan, usahakan minimal berusia 7 bulan. Sama halnya dengan pejantan ayam kampung, betina ayam kampung pun bakal menghasilkan telur tetas yg tidak berkualitas, apabila di jadikan indukan pada usia di bawah 7 atau 6 bulan.
Seleksi Tampilan Fisik Ayam Kampung Keliru satu tampilan fisik yg di jadikan tolok ukur yaitu perbedaan ayam kampung antara ayam kampung pedaging dan ayam kampung petelur yg sudah di sebutkan pada Maknakel "Dua jenis ayam kampung yg langka di ketahui"
Apabila tujuan pembibitan kita untuk mendapat bibit ayam kampung penghasil daging, tentu ayam kampung yg dipilih untuk di jadikan indukan pada seleksi awal ini merupakan ayam kampung yg memiliki tipe pedaging.
Dan sebaliknya, jikalau tujuan pembibitan kita untuk menghasilkan bibit ayam kampung penghasil telur, yg kita lakukan tentu menentukan ayam kampung tipe penghasil telur untuk di jadikan bibit ayam kampung pada langkah awal ini.
Seleksi Indukan Berdasarkan Garis Keturunan Untuk melaksanakan pembibitan ayam kampung yg bakal di jadikan indukan utama penghasil DOC nantinya, usahakan pejantan ayam kampung dan betina ayam kampung tersebut tidak memiliki garis keturunan atau garis korelasi yg dekat.
Semakin dekatnya garis keturunan, bakal menghasilkan DOC yg tidak berkualitas, dengan tingkat pertumbuhan lambat, produksi telur rendah. Kita sanggup melihat ayam cukup umur yg merupakan hasil kesalahan dari pembibitan ini. Dimana ayam tidak tumbuh optimal, dengan badan kuntet.
Untuk mengantisipasi adanya kedekatan korelasi ini, wiraternak melaksanakan antisipasi dengan membeli pejantan ayam kampung berbeda tempat dengan betina ayam kampung. Setrik logika, semakin jauh tempat maka bakal semakin kecil kemungkinan adanya korelasi dalam ayam kampung yg bakal kita jadikan indukan.
Seleksi Indukan Berdasarkan Kesehatan Ada beberapa penyakit yg sanggup menular melalui telur tetas, menyerupai penyakit berak kapur. Ayam yg menderita berak kapur bakal sangat efektif untuk menjadi media penyebaran penyakit ini.
Untuk mengantisipasi adanya penyakit pada ayam kampung baik betina maupun pejantan yg bakal di jadikan indukan pada langkah awal pembibitan ini, kita sanggup memperhatikan hal-hal sebagai berikut: - Kloaka: Usahakan hanya Memakai ayam kampung dengan kloaka yg bersih, tidak ada lendir apalagi ada bercak putih. Bercak putih pada bulu sekitar kloaka, biasanya merupakan tanda-tanda bahwa ayam tersebut menderita berak kapur.
- Mata: Tidak terdapat pembengkakan atau radang pada mata. Radang pada mata berbagai yg menjadi penyebab, tetapi yg paling di kawatirkan yaitu ayam tersebut menderita coryza.
- Suara/Nafas: Dekatkan badan ayam ke indera pendengaran kita, jikalau kita tidak terdengar bunyi ngorok, atau menyerupai nafas yg sesak, maka ayam tersebut layak untuk di gunakan sebagai calon indukan.
- Tidak terdapat cacat: Cacat pada badan ayam bakal menjadikan ayam tersebut sulit melaksanakan perkawinan. Cacat sanggup juga terjadi sebab adanya perkawinan sedarah.
- Bulu higienis dan mengkilap: Bulu higienis dan mengkilap merupakan sebuah indikasi bahwa ayam tersebut memiliki kesehatan kulit yg bagus.
Jangan hanya sebab mendapat penawaran harga murah, kemudian kita membeli ayam yg tidak sehat untuk di jadikan indukan dengan berpikir bahwa ayam tersebut sanggup di sembuhkan. yg Musti kita pikirkan bukan mengenai kesembuhan ayam tersebut, tapi kita Musti memikirkan waktu yg di gunakan untuk menyembuhkan ayam yg menderita penyakit.
Perhatikan Nutrisi Makanan Nutrisi masakan yaitu Keliru satu hal penting yg memperlihatkan efek pribadi terhadap pertumbuhan dan performa produksi ayam kampung. Untuk mendapat hasil maksimal dalam membangun pembibitan ayam kampung penghasil DOC ini, kita Musti memperhatikan kualitas nutrisi yg terkandung di dalam makanan.
Sehingga kita sanggup lebih Mudah mengetahui, indukan mana yg memperlihatkan performa terbaik dalam produksi nya. Di dapatkannya DOC dengan kualitas bagus, tidak hanya sebab faktor genetis, faktor nutrisi juga memegang peranan penting dalam produksi ayam kampung, mulai dari pembentukan telur hingga menetasnya telur.
Seleksi Telur Tetas Setelah kita menemukan pejantan dan betina yg sesuai dengan spesifikasi yg kita butuhkan, kemudian sepasang ayam kampung tersebut kita kawinkan. Biasanya 3 hari sehabis perkawinan, betina ayam kampung sudah sanggup menghasilkan telur tetas fertil.
Telur tetas ini kemudian kita kumpulkan dan kita lakukan seleksi. Usahakan telur yg di tetaskan untuk mendapat indukan yg berkualitas yaitu telur tetas dengan memiliki bentuk oval, kulit telur higienis dari kotoran, telur tidak retak.
Telur tetas dengan bentuk yg tidak normal sebaiknya jangan di ditetaskan, sebab dengan bentuk tidak normal langka sekali menetas.
Seleksi Berdasarkan Percepatan Pertumbuhan Tidak semua DOC ayam kampung yg di hasilkan dari indukan penghasil telur tetas, bakal memiliki pertumbuhan yg sama. Walaupun DOC tersebut berasal dari satu indukan yg sama.
Oleh sebab itu untuk melaksanakan pembibitan ayam kampung dengan kualitas bagus, di lakukan seleksi sejak dari indukan, telur tetas dan DOC.
Setelah DOC di pelihara beberapa bulan, kita bakal sanggup melihat beberapa anak ayam yg memiliki pertumbuhan lebih cepat di banding yg lainnya. Anak ayam yg memiliki pertumbuhan lebih cepat ini kemudian kita ambil dan kita timbang beratnya.
Anak ayam yg memiliki pertumbuhan dan bobot yg bagus, anak ayam ini lah yg bakal kita jadikan indukan selanjutnya.
Perkawinan Keturunan Pertama Untuk mendapat keturunan pertama atau F1, anak ayam yg di hasilkan dari penetasan periode pertama ini kemudian kita silangkan dengan anak ayam pada periode pertama yg sudah terseleksi dari indukan lain.
Untuk pembahasan persilangan ayam kampung untuk mendapat indukan berkualitas ini, bakal di bahas pada Maknakel selanjut nya yg berjudul: "Metode Penyilangan Ayam Kampung Untuk Mendapatkan Parent Stock Berkualitas"
yg kita bahas dalam Maknakel ini yaitu pembibitan ayam kampung unggul dengan galur murni. Jadi persilangan yg di lakukan tetap Memakai ayam kampung sebagai grand parent stock. Karena tujuan dari penulisan Maknakel ini yaitu menemukan ayam kampung unggulan galur murni. Sebagai peternak ayam kampung, ini yaitu sebuah tantangan yg menarik untuk di lakukan.
Untuk mendapat ayam kampung pedaging, ada beberapa peternak yg menyilangkan pejantan ayam kampung dan betina ayam petelur. Dimana pertumbuhan anak ayam dari hasil persilangan ini, lebih cepat di bandingkan dengan pertumbuhan ayam kampung yg tidak terseleksi. Bakal tetapi galur yg di hasilkan tentu bukan galur ayam kampung murni.
Salam sukses peternakan Semoga bermanfaat
Permintaan bebek pedaging setiap kabupaten menyentuh angka seribu ekor setiap harinya. Bakal tetapi pasokan angsa pedaging dari peternak masih jauh dari kebutuhan pasar yg ada. Sementara ini kebutuhan suplai angsa pedaging masih di dominasi dari angsa petelur yg sudah memasuki masa afkir.
Mengandalkan pasokan daging angsa dari bebek petelur yg siap di jual sebagai angsa pedaging bakal membutuhkan waktu yg sangat lama, lantaran peremajaan angsa petelur pada umumnya dilakukan Saat angsa petelur sudah memasuk usia 2.5-3 tahun, dimana sudah terjadi penurunan kemampuan produksi angsa petelur untuk menghasilkan telur. Kuliner olahan daging angsa pada Saat ini sangat di minati oleh masyarakat. Daging angsa memiliki rasa yg jauh lebih gurih dibandingkan dengan daging ayam. Daging bebek yg berasal dari angsa petelur memiliki tekstur yg lebih liat dibandingkan dengan daging angsa yg berasal dari angsa pedaging. Ini di sebabkan lantaran usia angsa petelur yg di jadikan angsa pedaging tersebut sudah berusia di atas 2 tahun. Sementara daging angsa yg berasal dari jenis bebek khusus pedaging, memiliki daging yg empuk dan tidak liat. Ini yg menimbulkan para pemilik perjuangan masakan lebih menentukan daging angsa yg berasal dari angsa pedaging yg di pelihara khusus untuk menghasilkan daging. Selain lantaran teksturnya yg tidak liat, juga lantaran lamanya waktu dalam pengolahan lebih singkat lantaran dagingnya tidak liat. Jenis-Jenis Bebek PedagingUntuk sanggup memaksimalkan laba dalam budidaya pembesaran angsa pedaging ini, kita Musti mengetahui jenis-jenis angsa pedaging yg memiliki pertumbuhan cepat dengan bobot sesuai target. Berikut ini adalah jenis-jenis itik pedaging yg banyak di pelihara oleh peternak angsa pedaging. 1. Bebek LokalTingginya seruan pasar dan murahnya harga DOD jantan mengakibatkan angsa lokal ini paling banyak di pelihara oleh peternak angsa pedaging.Bebek lokal memang bukan jenis angsa pedaging murni, konversi ransum yg tinggi,membuat para peternaknya kewalahan memelihara jenis ini lantaran bobotnya yg cukup sulit dikejar dan memerlukan waktu lebih usang dibandingkan dengan angsa pedaging dari jenis yg lain. Dalam peternakan angsa pedaging lokal, banyak peternak yg menerapkan pemeliharaan setrik tradisional, di sebabkan oleh tingginya konversi ransum yg tentu bakal menunjukkan laba yg tipis bagi peternak angsa pedaging lokal tersebut. Kecuali peternak yg bersahabat dengan sumber daya makanan yg melimpah, mereka berani Memakai metode peternakan setrik intensif. Jenis-jenis angsa lokal yg populer ialah angsa Tegal, angsa Mojosari, angsa Solo, angsa Indramayu dan angsa Alabio. 2. Bebek PekingBebek yg berasal dari Peking China dimana bulunya di dominasi warna putih dengan paruh dan kaki berwarna kuning, memiliki pertumbuhan yg sangat cepat. Sekilas angsa peking ini seakan-bakal dengan mentok. Bebek peking merupakan Keliru satu angsa pedaging unggulan, dengan pencapaian bobot yg relatif lebih cepat, dalam waktu 45 hari angsa ini sanggup mencapai berat 1.3kg. Bebek peking juga di kenal memiliki ketahanan tubuh yg lebih anggun terhadap serangan penyakit. Harga jual yg bagus, membuat harga DOD ini memiliki harga yg berbeda dengan DOD angsa pedaging lainnya. Metode pemeliharaan angsa peking sama dengan metode pemeliharaan angsa pada umumnya. Tidak ada perlakuan khusus lantaran angsa peking yg di pelihara kini ini ialah merupakan angsa yg sudah menyesuaikan diri dengan kondisi alam Indonesia. 3. Bebek Pedaging MA Atau Bebek Raja Lambatnya pertumbuhan bebek lokal pejantan untuk di jadikan angsa pedaging, membuat banyak sekali kalangan melaksanakan persilangan angsa lokal dari banyak sekali daerah. Persilangan antara banyak sekali jenis angsa ini bertujuan untuk sanggup menemukan jenis angsa gres yg sanggup memiliki produktifitas tinggi. Seperti penelitian yg di lakukan oleh Balai Penelitian Ternak (BALITNAK) Ciawi Bogor pada tahun 1996. Dari penelitian ini menghasilkan bebek hibrida (lebih di kenal Bebek MA) yg merupakan persilangan antara bebek Mojosari dengan Bebek Alabio.Bebek MA jantan di kenal dengan "bebek Raja" sedangkan bebek MA betina lebih di kenal dengan "Bebek Ratu"Ciri-cici bebek MA-Itik Raja (MA Jantan) DOD : Berwarna Hitam. Dewasa : Berwarna cokelat kehitaman dengan bulu suri sayap biru kehitaman. -Itik Ratu (MA Betina) DOD : Berwarna cokelat. Dewasa : Berwarna cokelat kemerahan. Berikut ini ialah kualitas produksi dari angsa MA. MA Raja (Jantan) :1. Umur potong dicapai kurang lebih 6 minggu. 2. Bobot tubuh rata-rata 1.370 gram. 3. Karkas rata-rata 62,2 %. 4. Rasio konversi pakan 2.14. MA Ratu (Betina)1. Produksi telur rata-rata pertahun 250 butir atau 71%. 2. Produksi 50 % dicapai dalam kurun waktu 7 Bulan. 3. Produksi 80 % dicapai dalam kurun waktu 8 Bulan. 4. Puncak produksi mencapai 93,7% 5. Rasio konversi pakan 3.1. 6. Berat telur 69,7 gram. 4. Bebek PMp Bebek PMp merupakan bibit angsa tipe pedaging yg juga sedang dikembangkan oleh Balai Penelitian Ternak di Ciawi-Bogor. Bebek PMp merupakan angsa hasil persilangan dari Bebek Peking dan Bebek Mojosari Putih. PMp sendiri merupakan akronim dari Peking dan Mojosari putih. Kelebihan Bebek pedaging jenis inin sanggup menghasilkan karkas ukuran sedang ataupun besar dengan kualitas daging itik yg tinggi. Bebek PMp Jika dikawinkan dengan entog jantan bakal menghasilkan Bebek Serati dengan kualitas yg lebih anggun di bandingkan dengan Bebek Serati pada umumnya. Pada umur 10 minggun, Bebek serati dari hasil persilangan ini memiliki bobot tubuh rata-rata 3 kg Untuk sanggup meraih laba yg maksimal dalam peternakan angsa pedaging, pemilihan jenis angsa yg bakal di pelihara memiliki efek yg besar. Karena menyangkut masa panen dan konversi ransum dalam peternakan tersebut. Salam sukses peternakan, Semoga bermanfaat
|