Burung jantan memperagakan diri secara komunal di kanopi pohon tinggi. Burung betina gampang sekali dijumpai, terutama di habitat yang terganggu. Dahulu,seorang ilmuan berjulukan Carolus Linnaeus yaitu seorang ilmuwan Swedia yang meletakkan dasar tatanama biologi. Ia dikenal sebagai "bapak taksonomi modern" dan juga merupakan salah satu bapak ekologi modern memberinya nama jenis Paradisaea apoda, yang berarti "Cendrawasih tak berkaki", alasannya pada awal perdagangannya ke Eropa, burung ini disiapkan tanpa kaki oleh orang pribumi.
Hal ini menimbulkan salah paham bahwa burung ini yakni pengunjung dari nirwana yang melayang- layang di udara dan tak pernah menyentuh tanah hingga mati.
Karena umum ditemukan di rentang habitatnya, burung Cendrawasih kuning-besar dievaluasi berisiko rendah di IUCN Red List tentang jenis terancam. Burung ini juga terdaftar pada CITES Appendix II. Sumber :wikipedia & kutilang.co.id
Untuk bunyi kicaunya kurang lebih sama dengan burung cendrawasih kuning kecil,mohon maaf kami tidak ada audio yang bagus, silahkan lihat performa apik burung cendrawasih kuning besar yang sedang ritual pemilihan jodoh dibawah ini,
0 comments:
Post a Comment